Langsung ke konten utama

Diutus di tengah-tengah bangsa yang tegar tengkuk. Yehezkiel 2: 1-5. SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Diutus di tengah-tengah bangsa yang tegar tengkuk.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yehezkiel 2, ayat 1 sampai ayat 5, yang berbunyi sebagai berikut:


 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, bangunlah dan berdiri, karena Aku hendak berbicara dengan engkau." 

 Sementara Ia berbicara dengan aku, kembalilah rohku ke dalam aku dan ditegakkannyalah aku. Kemudian aku mendengar Dia yang berbicara dengan aku. 

 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, Aku mengutus engkau kepada orang Israel, kepada bangsa pemberontak yang telah memberontak melawan Aku. Mereka dan nenek moyang mereka telah mendurhaka terhadap Aku sampai hari ini juga. 

 Kepada keturunan inilah, yang keras kepala dan tegar hati, Aku mengutus engkau dan harus kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman Tuhan ALLAH. 

 Dan baik mereka mendengarkan atau tidak--sebab mereka adalah kaum pemberontak --mereka akan mengetahui bahwa seorang nabi ada di tengah-tengah mereka

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Perikop ini menggambarkan sebuah bangsa yang telah berpaling dari Tuhan, namun, meskipun mereka memberontak, Tuhan tetap mengirim Yehezkiel untuk berbicara kepada mereka. Ini adalah pengingat yang kuat bahwa, meskipun kita keras kepala dan tidak taat, Tuhan tetap mengasihi kita dan ingin menjangkau kita.

 

Saat kita mempertimbangkan tema ini, "Diutus di tengah-tengah bangsa yang tegar tengkuk", kita mungkin bertanya pada diri kita sendiri, apakah ada bidang kehidupan kita sendiri, yang telah menjadikan kita keras kepala dan tidak patuh? Adakah saat-saat ketika kita berpaling dari Tuhan dan menolak mendengarkan suara-Nya?

 

Tetapi sama seperti Tuhan menjangkau bangsa Israel melalui Yehezkiel, Dia juga menjangkau kita dalam kasih dan anugerah. Dia memanggil kita untuk bertobat dan mengundang kita untuk kembali kepada-Nya.

 

Penting juga untuk diingat bahwa sebagai orang percaya, kita juga dipanggil untuk menjadi “Yehezkiel-Yehezkiel” masa kini bagi orang-orang di sekitar kita. Kita dipanggil untuk menyampaikan firman Tuhan kepada bangsa yang telah menjadi keras kepala dan tidak taat. Kita mungkin menghadapi penolakan dan penganiayaan, tetapi seperti Yehezkiel, kita tidak boleh takut dengan apa yang mereka katakan, atau gentar oleh karenanya.

 

Tuhan tidak memberi kita roh ketakutan, tetapi kekuatan, kasih, dan ketertiban, yang didasakan pada pikiran yang sehat. Saat kita percaya kepada Yesus, dan mengandalkan bimbingan-Nya, kita dapat memiliki keberanian untuk menyampaikan kebenaran-Nya, bahkan di tengah masyarakat yang menolak kita.

 

Selain itu, saat kita melihat bangsa Israel pada zaman Yehezkiel, kita dapat melihat bahwa pemberontakan dan ketidaktaatan mereka telah membawa akibat yang signifikan. Mereka menghadapi penghakiman dan hukuman atas tindakan mereka.

 

Namun, bahkan di tengah-tengah penghukuman ini, Tuhan tetap mengutus Yehezkiel untuk berbicara kepada mereka, meminta mereka untuk bertobat, dan untuk menawarkan harapan kepada mereka.

 

Ini berfungsi sebagai pengingat bahwa, meskipun mungkin ada konsekuensi atas pemberontakan dan ketidaktaatan kita sendiri, kasih dan anugerah Allah, selalu tersedia bagi kita. Kita selalu dapat kembali kepada-Nya, mengakui dosa-dosa kita, dan menerima pengampunan-Nya.

 

Aspek penting lainnya untuk dipertimbangkan adalah bahwa, Yehezkiel tidak hanya diutus untuk berbicara kepada para pemimpin atau elit bangsa, tetapi kepada seluruh bani Israel. Pesan Tuhan bukan hanya untuk beberapa orang terpilih, tetapi untuk semua umat-Nya.

 

Hal ini seharusnya mendorong kita, saat kita membagikan pesan kasih dan anugerah Allah kepada orang-orang di sekitar kita. Kita mungkin merasa upaya kita kecil atau tidak penting, tetapi kita harus ingat bahwa, setiap orang penting bagi Tuhan, dan pesan kita memiliki kekuatan, untuk menjangkau dan mengubah kehidupan orang lain, dan kehidupan diri kita sendiri.

 

Marilah kita ingat bahwa, meskipun kita atau orang-orang di sekitar kita menjadi keras kepala dan tidak taat, Tuhan tetap menjangkau kita dalam kasih dan anugerah.

 

Marilah kita menanggapi panggilan-Nya untuk bertobat dan percaya kepada-Nya saat kita membagikan kebenaran-Nya kepada orang-orang di sekitar kita.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Tuhan mengingatkan kita, bahwa sebagai orang Kristen, kita juga dipanggil untuk menyampaikan firman Tuhan kepada dunia ini, bahkan ketika itu mungkin sulit atau berbahaya untuk dilakukan.

 

Tuhan mengingatkan kita, bahwa kita dapat mengatasi rasa takut dan keraguan dalam hidup kita sendiri, dan dalam iman kita dengan mengandalkan kekuatan dan tuntunan Tuhan.

 

Tuhan mengingatkan kita, bahwa kita semua memiliki tanggung jawab untuk waspada dan setia dalam membagikan pesan Tuhan kepada sesama.

 

Tuhan mengingatkan kita, bahwa sejauh apapun kita menyimpang, kasih dan anugrah Tuhan selalu tersedia bagi kita, dan Dia selalu memanggil kita, untuk bertobat dan kembali kepada-Nya.

 

Tuhan mengingatkan kita, bahwa pesan Tuhan, adalah untuk semua umat-Nya, terlepas dari latar belakang atau keadaan mereka, dan bahwa setiap upaya yang kita lakukan untuk membagikannya, dapat membuat perbedaan positif dalam kehidupan seseorang.

 

Secara keseluruhan, Yehezkiel 2, ayat 1 sampai ayat 5, mengingatkan kita, bahwa sebagai orang Kristen yang hidup di masa sekarang, kita dipanggil untuk setia dalam membagikan pesan Tuhan, mengandalkan kekuatan dan tuntunan-Nya, serta percaya pada kasih dan anugerah-Nya.

 

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Seperti yang dilakukan Yehezkiel, pertama-tama kita harus memahami Firman Tuhan. Kita harus berusaha untuk membaca dan mempelajari Alkitab secara teratur, dan merenungkan ajaran kebenaran Tuhan. Ini akan membantu kita memahami dan menginternalisasi pesan Tuhan dan akan memberi kita dasar untuk membagikannya kepada orang lain.

 

Kita harus senantiasa berdoa untuk pemberitaan Injil. Doa adalah alat penting untuk tetap terhubung dengan Tuhan dan untuk menerima bimbingan-Nya. Saat kita berdoa, kita dapat meminta Tuhan memberi kita keberanian dan kekuatan untuk membagikan pesan-Nya dan membantu kita mengatasi ketakutan dan keraguan kita.

 

Kita harus mengambil setiap kesempatan yang ada, untuk membagikan pesan keselamatan kepada orang-orang di sekitar kita. Ini dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti melalui penginjilan, melayani dalam pelayanan, atau hanya melalui percakapan sehari-hari dengan teman dan keluarga.

 

Kita harus menjalani kehidupan seperti Kristus. Tindakan dan kehidupan sehari-hari kita dapat menjadi kesaksian yang kuat akan kasih dan anugerah Allah. Dengan menjalani kehidupan seperti Kristus, kita dapat menarik orang lain kepada Kristus dan menjadi teladan tentang apa artinya mengikuti Dia.

 

Kita harus waspada dan sadar akan kebutuhan dan peluang di sekitar kita, dan siap untuk membagikan pesan kasih dan anugerah Tuhan ketika ada kesempatan.

 

Kita harus taat pada pimpinan Tuhan dan setia dalam menjalankan misi-Nya, mengetahui bahwa Dia akan membimbing dan memperlengkapi kita untuk tugas itu.

 

Dengan menerapkan praktik-praktik ini dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat memenuhi misi Tuhan, dan membuat perbedaan dalam kehidupan orang-orang di sekitar kita, serta kehidupan kita sendiri.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Terima kasih untuk kasih karunia Tuhan kepada kami.

Ampuni kekerasan hati dan ketidak patuhan kami.

Kami memohon bimbingan dan kekuatan yang dari Tuhan, agar kami mampu memenuhi misi Tuhan dalam hidup kami.

Bantu kami untuk memahami Firman Tuhan, dan kesempatan untuk membagikannya kepada orang lain.

Beri kami keberanian untuk mengatasi ketakutan dan keraguan kami, dalam memberitakan Injil Tuhan.

Kami memohon kebijaksanaan dan kearifan yang dari Tuhan, untuk bisa patuh pada pimpinan Tuhan.

Kami percaya pada kekuatan Tuhan, yang bekerja dalam hidup kami, dan dalam kehidupan orang-orang percaya, di sekitar kami.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...