Langsung ke konten utama

Jangan Keraskan Hati, Dan Jangan Murtad. Ibrani 3: 7-12 SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Jangan Keraskan Hati, Dan Jangan Murtad.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Ibrani 3, ayat 7 sampai ayat 12, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Sebab itu, seperti yang dikatakan Roh Kudus: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, 

 janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman pada waktu pencobaan di padang gurun, 

 di mana nenek moyangmu mencobai Aku dengan jalan menguji Aku, sekalipun mereka melihat perbuatan-perbuatan-Ku, empat puluh tahun lamanya. 

 Itulah sebabnya Aku murka kepada angkatan itu, dan berkata: Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku, 

 sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku."

 Waspadalah, hai saudara-saudara, supaya di antara kamu jangan terdapat seorang yang hatinya jahat dan yang tidak percaya oleh karena ia murtad dari Allah yang hidup

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Firman Allah dalam Ibrani 3, ayat 7 sampai ayat 12, berbicara tentang pentingnya untuk tidak mengeraskan hati dan tidak murtad dari ajaran yang telah kita terima dari Yesus, Tuhan kita, dan tetap bertekun dalam iman kita.

 

Mungkin kita sering merasa terbebani oleh segala macam masalah dan cobaan, yang kita hadapi dalam kehidupan ini. Mungkin kita sering merasa sangat kecewa dan putus asa karena tidak mendapat jawaban atas doa-doa kita. Namun, jangan sampai kita lupa bahwa kita tidak sendiri dalam menghadapi masalah-masalah hidup ini. Allah selalu ada bersama kita dan memberikan kita kekuatan dan ketabahan untuk menghadapinya.

 

Sesungguhnya, firman Allah dalam Ibrani 3 mengingatkan kita tentang kisah orang-orang Israel yang pergi keluar dari Mesir dengan Musa.

 

Mereka juga pernah mengalami masalah yang sama seperti yang kita alami sekarang. Sebagian besar dari mereka telah mengeraskan hati mereka, dan telah meninggalkan Tuhan. Mereka semua mati di padang gurun, dan tidak ikut masuk ke tanah perjanjian.

 

Namun, Sebagian dari mereka terus setia kepada Allah dan tidak murtad dari ajaran-Nya, sehingga mereka dapat masuk ke dalam tanah yang dijanjikan Allah kepada mereka.

 

Kita perlu menyadari bahayanya jika kita tidak bertekun dalam iman.

 

Ketika kita tidak bertekun dalam iman kita, kita berisiko jatuh ke dalam dosa dan kehilangan rencana Allah bagi hidup kita. Inilah mengapa sangat penting bagi kita untuk tetap setia kepada Kristus dan bertahan melalui tantangan yang kita hadapi.

 

Jadi, bagaimana kita dapat memastikan bahwa kita bertekun dalam iman kita? Berikut adalah beberapa tips praktis:

 

Pertama, Temukan komunitas Kristen yang selalu saling mendukung. Kelilingi diri kita dengan orang percaya lain yang dapat menyemangati dan mendukung kita, sangat penting bagi setiap orang Kristen untuk bertekun dalam iman.

 

Kedua, Tetap terhubung dengan Tuhan melalui doa dan pembacaan Alkitab. Kebiasaan ini membantu kita untuk tetap berpijak pada iman kita, dan terus mencari bimbingan dari Tuhan, ketika kita menghadapi tantangan.

 

Ketiga, Carilah kesempatan untuk melayani dan membagikan Injil kepada orang lain.

Melayani orang lain membantu menjaga fokus kita pada Allah, dan membagikan Injil kepada orang lain, dapat menjadi cara yang ampuh untuk memperkuat iman kita sendiri.

 

Saudara-saudara, marilah kita belajar dari kisah orang-orang Israel itu. Jangan sampai kita menjadi seperti orang-orang yang keras kepala dan murtad dari Allah. Tetap setia dan percaya kepada-Nya, sehingga kita dapat masuk ke dalam surga yang dijanjikan-Nya kepada kita. Jangan pernah lupa bahwa Allah selalu ada bersama kita, memberikan kita kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi masalah-masalah hidup ini.

 

 

 

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Allah selalu ada bersama kita, untuk memberikan kita kekuatan dan ketabahan dalam menghadapi masalah-masalah hidup ini.

 

Sebagai respon kebaikan Tuhan, Tuhan mengharapkan kita tidak mengeraskan hati kita terhadap ajaran yang telah kita terima dari Yesus, Tuhan kita. Tetap terbuka terhadap ajaran-ajaran itu dan jangan murtad darinya.

 

Tuhan mengharapkan kesetiaan kita. Sebab jika kita setia dan percaya kepada-Nya, maka kita akan dapat masuk ke dalam surga yang dijanjikan-Nya kepada kita.

 

Tuhan mengingatkan kita untuk tidak takut untuk menghadapi masalah-masalah hidup ini. Selalu ingat bahwa Allah selalu memberikan kita kekuatan dan ketabahan untuk menghadapinya.

 

Tuhan mengharapkan agar kita menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita melalui hidup kita yang terpimpin oleh ajaran yang telah kita terima dari Yesus, Tuhan kita. Jadilah teladan bagi orang-orang yang mengelilingi kita dengan kepatuhan dan ketaatan kita kepada Allah.

 

Selalu ingat bahwa kehidupan yang sejati adalah kehidupan yang terpimpin oleh ajaran yang telah kita terima dari Yesus, Tuhan kita. Jadilah selalu taat kepada-Nya dan selalu ingat bahwa kehidupan yang sejati adalah kehidupan yang diberkati oleh Allah.

 

 

 

 

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Terus belajar dan mengenal lebih dalam ajaran-ajaran yang telah kita terima dari Yesus, Tuhan kita. Baca Alkitab dan carilah pengajaran dari firman-Nya.

 

Selalu tingkatkan hubungan kita dengan Tuhan melalui doa dan komunikasi yang terus-menerus dengan-Nya.

 

Ikutilah kebaktian-kebaktian di gereja dan berpartisipasilah aktif dalam kegiatan-kegiatan gereja.

 

Ajaklah orang-orang di sekitar kita untuk juga beriman kepada Yesus dan memperdalam hubungan mereka dengan-Nya.

 

Selalu ingat bahwa kehidupan yang sejati adalah kehidupan yang terpimpin oleh ajaran yang telah kita terima dari Yesus, Tuhan kita. Jadilah selalu taat kepada-Nya dan selalu ingat bahwa kehidupan yang sejati adalah kehidupan yang diberkati oleh Allah.

 

Jadilah terang bagi orang-orang di sekitarmu dengan hidup kita yang terpimpin oleh ajaran yang telah kita terima dari Yesus, Tuhan kita. Jadilah teladan bagi orang-orang yang mengelilingi kita dengan kepatuhan dan ketaatan kita kepada Allah.

 

Jangan pernah lupa bahwa Allah selalu ada bersama kita, memberikan kita kekuatan dan ketabahan untuk menghadapi masalah-masalah hidup ini. Selalu percayalah kepada-Nya dan terus setia kepada-Nya. Sebab jika kita setia dan percaya kepada-Nya, maka kita akan dapat masuk ke dalam surga yang dijanjikan-Nya kepada kita.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Kami berterima kasih atas kesetiaan-Mu dan kasih-Mu yang tak tergoyahkan. Kami berdoa kiranya Engkau akan membantu kami untuk bertekun dalam iman kami, sebagaimana Engkau telah memanggil kami untuk melakukannya.

Kami tahu bahwa perjalanan iman kami tidak selalu mudah, dan kami memohon kekuatan dan bimbingan-Mu saat kami menghadapi tantangan yang menghadang.

 

Tolong kami untuk menaati perintah-Mu dan hidup dengan cara yang berkenan kepada-Mu. Kiranya Sabda-Mu menjadi pelita bagi kaki kami, dan terang bagi jalan kami, membimbing kami dan membentuk hidup kami.

 

Kami juga berdoa memohon keberanian dan kekuatan untuk memberikan semangat dan dukungan kepada orang lain.

Semoga kami menjadi sumber harapan dan inspirasi bagi orang-orang di sekitar kami, dan semoga kami setia dalam menasihati satu sama lain untuk bertekun dalam iman.

 

Kami percaya pada kesetiaan-Mu dan kedaulatan-Mu.

Kami tahu bahwa Engkau selalu bersama kami, dan kami menemukan penghiburan dan harapan dalam kebenaran itu. Semua ini kami doakan dalam nama Tuhan Yesus. Amin.

 

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...