Langsung ke konten utama

Jangan Sesat, Karena Keselamatan Hanya Datang Dari Yesus. Ibrani 2: 1-4 - SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Jangan Sesat, Karena Keselamatan Hanya Datang Dari Yesus.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Ibrani 2, ayat 1 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Karena itu harus lebih teliti kita memperhatikan apa yang telah kita dengar, supaya kita jangan hanyut dibawa arus.

 Sebab kalau firman yang dikatakan dengan perantaraan malaikat-malaikat tetap berlaku, dan setiap pelanggaran dan ketidaktaatan mendapat balasan yang setimpal, 

 bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu, yang mula-mula diberitakan oleh Tuhan dan oleh mereka yang telah mendengarnya, kepada kita dengan cara yang dapat dipercayai, sedangkan 

 Allah meneguhkan kesaksian mereka oleh tanda-tanda dan mujizat-mujizat dan oleh berbagai-bagai penyataan kekuasaan dan karena Roh Kudus, yang dibagi-bagikan-Nya menurut kehendak-Nya.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Inti bacaan kita hari ini, dapat diringkas menjadi,

"jangan lalai atau tersesat, meninggalkan keselamatan besar yang telah dinyatakan kepada kita, karena itu dapat dipercaya, dan telah disaksikan baik oleh saksi manusia maupun tanda dan keajaiban Allah."

 

Bagian ini menekankan pentingnya memperhatikan berita keselamatan, karena, mengabaikannya dapat menyebabkan konsekuensi, untuk tersesat dan binasa.

 

Ketuhanan Yesus tidak secara khusus disebutkan dalam ayat-ayat ini, tetapi gagasan tentang "keselamatan besar" dan penyebutan tanda-tanda dan keajaiban, dapat dilihat sebagai rujukan pada kuasa dan keilahian Yesus.”

 

Pesan ini dapat dipercaya, karena mengutip fakta, bahwa pesan ini, "dinyatakan pada awalnya oleh Tuhan," dan "dibuktikan oleh mereka yang mendengarnya."

Ini juga merujuk pada fakta, bahwa Yesus sendiri berkhotbah tentang keselamatan, dan pesan itu kemudian diteruskan oleh orang-orang yang mengikuti-Nya, dan oleh mereka yang telah menyaksikan pelayanan-Nya, dengan mata kepala mereka sendiri.

 

Penulis juga mencatat, bahwa Tuhan memberikan kesaksian tentang pesan keselamatan melalui "tanda dan keajaiban dan berbagai mujizat", yang dapat dilihat sebagai rujukan, pada mujizat yang dilakukan Yesus selama pelayanan-Nya.

 

Mujizat-mujizat seperti menyembuhkan orang sakit dan mengusir setan, sering dilihat sebagai bukti keilahian Yesus, dan kuasa-Nya sebagai Anak Allah.

 

Secara keseluruhan, tema ayat-ayat ini dapat dipahami sebagai peringatan, agar kita tidak melalaikan, atau menyimpang dari berita keselamatan yang telah disampaikan kepada kita.

 

Bagian ini menekankan keandalan dan pentingnya berita ini, dan fakta bahwa itu telah dibuktikan baik oleh saksi manusia, maupun tanda dan keajaiban Allah, yang dapat dilihat sebagai bukti, ketuhanan Yesus.

 

Dalam ayat-ayat berikutnya, penulis surat Ibrani terus berargumen tentang pentingnya memperhatikan pesan keselamatan, dan tidak mengabaikannya.

 

Mereka menulis dalam Ibrani 2, ayat 10 sampai ayat 12, yang berbunyi:

 

Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah, yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan.

Sebab Ia, yang menguduskan, dan mereka yang dikuduskan, mereka semua berasal dari Satu, itulah sebabnya, Ia tidak malu menyebut mereka saudara,

 

kata-Nya: "Aku akan memberitakan nama-Muu kepada saudara-saudara-Ku, dan memuji-muji Engkau di tengah-tengah jemaat,"

 

Di sini, penulis menyarankan bahwa Yesus, sebagai "Juruselamat", harus menderita, demi membawa banyak orang menuju kemuliaan Surgawi. Hal ini dapat dilihat sebagai referensi kematian Yesus di kayu salib, dan kebangkitan-Nya dari kematian, yang kita yakini akan membawa keselamatan bagi semua orang, yang percaya kepada-Nya.

 

Bagian itu juga mencatat bahwa Yesus, dan mereka yang disucikan, atau dikuduskan, memiliki sumber yang satu, dan bahwa Yesus tidak malu menyebut mereka saudara. Hal ini dapat dipahami sebagai rujukan pada fakta, bahwa Yesus, sebagai Anak Allah, juga adalah saudara dari semua orang percaya.

 

Secara keseluruhan, ayat-ayat ini melanjutkan tema akan pentingnya memperhatikan berita keselamatan, dan kita tidak boleh mengabaikannya. Mereka juga berpendapat bahwa penderitaan dan kebangkitan Yesus, adalah inti dari berita ini, dan bahwa Ia berhubungan erat, dengan semua orang yang disucikan, melalui iman kepada-Nya.

 

Allah Sendiri memberikan kesaksian, yang dapat didengar tentang kebenaran peran Kristus sebagai Mesias, seperti kehidupan dan pelayanan Tuhan sendiri, sehingga kita dapat percaya bahwa Yesus adalah Kristus, Anak Allah, dan dengan iman percaya, kita dapat memiliki hidup dalam nama-Nya.

Murid-murid Kristus sendiri juga memberikan kesaksian, tentang kebenaran Firman-Nya, yang selanjutnya divalidasi pada hari Pentakosta, ketika hati banyak orang tertusuk oleh kebenaran yang mengejutkan, bahwa Dia yang mereka salibkan, adalah Tuhan dan Kristus.

 

Pribadi Yesus dan karya-Nya, disaksikan oleh Allah Bapa, dan disahkan oleh tanda-tanda, keajaiban, dan mukjizat Mesianik yang telah sejak lama dinubuatkan, yang Dia sendiri lakukan dalam kehidupan dan pelayanan-Nya, dan yang berlanjut hingga tahun-tahun awal Gereja yang masih muda itu. Dan dalam kasih karunia Allah, kesaksian ini juga dinyatakan dalam hidup kita sendiri, melalui karunia Roh Kudus, karena Dia memberi kepada setiap orang, menurut kehendak dan hikmat-Nya yang sempurna.

 

Janji-janji Tuhan itu teguh dan pasti, dan itu berdiri dengan aman, di atas karakter Tuhan yang tidak dapat diubah, dan sungguh dapat dipercaya. Untuk alasan ini, kita diimbau untuk memberikan banyak perhatian, pada apa yang telah kita dengar, agar kita tidak hanyut dari kebenaran Injil yang mulia, ataupun tersapu oleh setiap angin pengajaran palsu.

 

Kitab Suci Perjanjian Lama bersaksi tentang kedatangan Mesias Israel. Mereka menguraikan secara rinci banyak tanda, keajaiban, dan berbagai mukjizat, yang akan menguatkan legitimasi Kristus, dan meng-otentikasi klaim Mesianik-Nya.

Seperti yang dinubuatkan, Dia menyembuhkan orang sakit, membangkitkan orang mati, mentahirkan penderita kusta, membuka mata orang buta, membuka telinga orang tuli yang tersumbat, dan memberitakan keselamatan kepada siapa pun, yang percaya pada nama-Nya.

 

Dia juga memberikan karunia Mesias tertentu, kepada para rasul-Nya dan murid-murid-Nya yang lain, yang Dia utus dalam nama-Nya, mengajar dan mengkhotbahkan Injil kerajaan, dan pengharapan keselamatan, tidak hanya kepada domba-domba yang hilang dari bani Israel, yaitu orang Yahudi, tetapi juga, setelah Kebangkitan-Nya, keselamatan yang sama, juga diberitakan kepada orang-orang non Yahudi, termasuk kita yang percaya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Ibrani 2, ayat 1 sampai ayat 4, untuk kita pahami sebagai peringatan, agar tidak mengabaikan pesan keselamatan yang telah diberitakan kepada kita, melainkan untuk memperhatikannya, dan menganggapnya dengan serius.

 

Perikop ini berbicara tentang Yesus sebagai pribadi, yang melaluinya Allah telah bersaksi bagi-Nya, dan menekankan keunggulan dan peran uniknya, khususnya dalam sejarah penyelamatan umat manusia.

 

Pesan sebenarnya dari bagian ini bagi kita hari ini adalah, bahwa kita tidak boleh menganggap enteng pesan Injil, melainkan harus mengakui otoritas dan keunggulan Yesus, sebagai penyelamat dunia.

 

Pesan ini diminta untuk kita indahkan dan perhatikan, tanpa mengabaikan kesempatan untuk menerima pengampunan dan hidup baru, melalui iman kepada Yesus. Selain itu, pesan ini untuk kita pahami secara benar, tentang siapa Yesus itu, dan pentingnya kematian dan kebangkitan-Nya, dalam mewujudkan keselamatan kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita diminta untuk memperhatikan pesan keselamatan dengan serius dan penuh perhatian. Bagian ini menekankan pentingnya memperhatikan pesan keselamatan, dan tidak mengabaikannya. Sebagai orang percaya, kita harus menanggapi pesan ini dengan serius, dan tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk menerima pengampunan dan hidup baru yang begitu berharga, melalui iman kepada Yesus.

Kita wajib menanggapi pesan Injil ini dengan iman. Perikop ini berbicara tentang Yesus sebagai Pribadi, yang melalui-Nya Allah telah berbicara, dan melalui Dia kita dapat menerima keselamatan. Karena itu, kita harus menanggapi pesan Injil dengan menaruh kepercayaan kita kepada Yesus, dan menyerahkan hidup kita sepenuhnya kepada Dia.

Kita harus bertumbuh dalam pemahaman kita yang benar tentang siapa Yesus. Bagian ini menekankan keunggulan dan keunikan Yesus, dan perannya dalam keselamatan umat manusia. Kita harus berusaha untuk bertumbuh dalam pemahaman kita tentang siapa Yesus, dan pentingnya kematian serta kebangkitan-Nya, dalam mewujudkan keselamatan kita.

Kita harus membagikan pesan Injil ini kepada orang lain. Bagian ini berbicara tentang kabar baik, yaitu pesan keselamatan yang telah diberitakan berulang-ulang sejak dulu kala, yang menyiratkan bahwa, kabar baik itu, dimaksudkan untuk dibagikan kepada orang lain juga. Sebagai orang percaya, kita harus proaktif dalam membagikan kabar baik Injil kepada orang-orang di sekitar kita, khususnya yang masih ragu, dan terutama yang belum mengenal Yesus.

Satu hal yang harus kita ingat. Tuhan tidak ingin ada orang yang tersesat dan binasa. Maka dari itu kita tidak boleh egois, dengan hanya menyelamatkan diri kita sendiri. Itulah sebabnya, Tuhan menegaskan dalam Yudas 1 ayat 21 sampai dengan ayat 23 sebagai berikut:

Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Kita harus mencintai orang murtad, meskipun kita membenci kemurtadan mereka.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Puji syukur kepada Tuhan, atas kabar keselamatan yang telah diberitakan kepada kami, dan atas kesempatan untuk menerima pengampunan dan hidup baru melalui iman kepada Yesus.

 

Bantu kami untuk menyerahkan hidup kami kepada Yesus, dan mengikuti Tuhan dengan sepenuh hati.

 

Ajar kami, agar kami dimampukan untuk meningkatkan pemahaman kami tentang siapa Yesus, dan tentang pentingnya kematian dan kebangkitan Tuhan, demi keselamatan kami.

 

Kami mohon kiranya Tuhan memberi kami keberanian dan kesempatan, untuk membagikan pesan Injil, kepada mereka yang belum mengenal Yesus.

 

Bantu kami, agar terus bertumbuh dalam iman dan pemahaman akan Firman Tuhan, dan untuk memperdalam hubungan kami dengan Tuhan.

 

Kami pohonkan doa ini hanya di dalam Nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...