Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Janji Mengembalikan Hak dan Menyembuhkan Luka Batin Umat-Nya.
Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Yeremia 30, ayat 1 sampai ayat 3, yang berbunyi sebagai berikut:
Firman yang datang dari TUHAN kepada
Yeremia, bunyinya:
"Beginilah firman TUHAN, Allah Israel: Tuliskanlah segala perkataan yang telah Kufirmankan kepadamu itu dalam suatu kitab.
Sebab, sesungguhnya, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku akan memulihkan keadaan umat-Ku Israel dan Yehuda--firman TUHAN--dan Aku akan mengembalikan mereka ke negeri yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya."
Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?
Ayat-ayat Alkitab ini adalah bagian dari nubuatan yang lebih besar, yang diberikan oleh nabi Yeremia, tentang pemulihan bangsa Israel, setelah masa pembuangan dan hukuman atas dosa-dosa mereka.
Dalam ayat 1, Tuhan berbicara kepada Yeremia, dan memerintahkan dia untuk menuliskan semua perkataan yang telah Tuhan katakan kepadanya. Ini berfungsi sebagai pengingat bagi bangsa Israel, bahwa janji-janji Tuhan dapat dipercaya, dan pasti terjadi, seperti yang telah dicatat oleh nabi.
Di ayat 2, Tuhan menyatakan bahwa waktunya akan tiba, ketika Dia akan memulihkan nasib umat-Nya, Israel dan Yehuda. Pemulihan ini mencakup janji, akan membawa mereka kembali ke tanah perjanjian, yang telah Tuhan berikan kepada nenek moyang mereka, sebagai milik mereka. Janji pemulihan ini adalah pesan pengharapan kepada orang-orang yang telah ditawan dan menderita.
Dan di ayat 3, Tuhan mengulangi janjinya, mengatakan "Aku akan membawa mereka kembali ke tanah yang telah Kuberikan kepada nenek moyang mereka, dan mereka akan memilikinya, untuk selamanya."
Perikop ini juga memiliki relevansi bagi orang Kristen, sebagai Israel-Israel rohani.
Orang Kristen diminta untuk percaya, bahwa Tuhan itu setia, dan pasti memenuhi janji-janji-Nya, dan bagian ini juga berfungsi sebagai pengingat akan kebenaran itu.
Dalam pengertian yang lebih rohani dapat dipahami, bahwa Allah memulihkan kita dari penawanan kita sendiri terhadap dosa, saat kita kembali kepada-Nya, dan memiliki berkat-berkat yang Allah sediakan bagi kita.
Perikop ini juga dapat dilihat sebagai pengingat akan kedaulatan Allah, dan kendali-Nya atas bangsa-bangsa, dan bahwa Ia akan mewujudkan keadilan bagi umat-Nya.
Penting juga untuk dipahami, bahwa nubuatan alkitabiah sering kali memiliki penggenapan ganda, yaitu penggenapan dalam konteks sejarah yang dekat, dan penggenapan lainnya dalam konteks eskatologis yang jauh, yaitu dalam konteks kehadiran Kristus, dan kedatangan-Nya kembali nantinya.
Dan khusus untuk tema renungan hari ini, perikop ini juga menjadi janji bagi umat-Nya, bahwa Tuhan, akan memulihkan luka-luka batin, akibat penderitaan yang dibawa oleh dunia ini.
Siapa pun kita, kita semua pasti pernah mengalami penderitaan, dan berbagai kesulitan, dalam kehidupan kita. Ada saat-saat dimana kita merasa terluka, tertekan, dan tidak tahu bagaimana cara untuk bangkit kembali.
Namun, tahukah kita, bahwa dalam saat-saat seperti itu, Allah selalu bersedia untuk membantu kita, dan memberikan kekuatan kepada kita untuk bangkit kembali?
Yeremia 30, ayat 1 sampai ayat 3, juga mau menyatakan, bahwa Allah akan mengangkat kembali umat-Nya yang terluka, dan memberikan mereka kekuatan untuk bangkit kembali.
Ini menunjukkan bahwa meskipun kita mungkin mengalami penderitaan dan kesulitan dalam kehidupan kita, Allah selalu bersedia untuk membantu kita, melalui masalah tersebut, dan memberikan kekuatan kepada kita untuk bangkit kembali.
Selain itu, Yeremia 30, ayat 3, juga mengandung arti, bahwa Allah akan memberikan hati yang baru, hati yang penuh kekuatan, kepada umat-Nya.
Hal ini menunjukkan, bahwa Allah tidak hanya akan membantu kita melalui masalah yang kita hadapi, tetapi juga akan memberikan kekuatan kepada kita, untuk terus melakukan hal-hal yang baik, dan taat kepada perintah-perintah-Nya.
Jadi, pada dasarnya, tema renungan kita hari ini adalah, bagaimana Allah memperlakukan umat-Nya yang terluka, serta menekankan bahwa penderitaan itu, pasti berlalu.
Meskipun kita mungkin mengalami penderitaan yang berkepanjangan, dan terasa sangat berat, kita harus ingat, bahwa penderitaan itu hanyalah sementara.
Allah selalu siap sedia untuk membantu kita, dan memberikan kekuatan kepada kita untuk bangkit kembali, sehingga kita mampu melalui masa-masa sulit tersebut, dan mencapai kebahagiaan yang lebih besar di masa depan.
Jadi, saat kita mengalami penderitaan dan kesulitan dalam kehidupan kita, jangan lupa untuk selalu bersandar kepada Allah, dan meminta pertolongan-Nya.
Allah pasti akan membantu kita, dan memberikan kekuatan kepada kita, untuk bangkit kembali, sehingga kita dapat melalui masa-masa sulit tersebut dan mencapai kebahagiaan yang lebih besar di masa depan.
Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan bagi kita hari ini adalah, Allah itu setia, yang pasti menepati janji-Nya.
Dia adalah Allah Israel dan Yehuda, dan Dia akan membawa pemulihan, dan berkat-berkat Surgawi, yang menjadi hak umat-Nya.
Janji pemulihan ini, khusus untuk mereka yang beriman kepada-Nya.
Janji ini juga diberikan kepada kita, yang merasa kehilangan arah, atau tidak tahu harus melakukan apa, dalam situasi sulit.
Kita dapat menemukan penghiburan dan kekuatan dari Allah, untuk menghadapi masa-masa sulit tersebut.
Jadi, jika kita merasa kehilangan arah atau tidak tahu harus melakukan apa dalam masa-masa sulit, jangan ragu untuk meminta pertolongan dan kekuatan dari Allah. Dia akan selalu siap memberikannya kepada kita.
Perikop ini juga mengingatkan kita, bahwa Allah akan memulihkan kita, dari keterikatan kita dari dosa pemberontakan kita, dan saat kita kembali kepada-Nya, kita akan kembali memiliki berkat-berkat, yang telah Allah sediakan bagi kita.
Dia ingin mengingatkan kita, bahwa Dia adalah Allah yang juga memberikan kesempatan kedua bagi orang berdosa, yang telah meninggalkan Dia, dan telah menjadi murtad, untuk Kembali beriman kepada-Nya.
Dalam pengertian yang lebih rohani, perikop ini juga dapat dipahami sebagai pengingat, akan kedaulatan Tuhan dan kekuasaan-Nya atas bangsa-bangsa, bahwa Ia selalu menegakkan keadilan, dan menegakkan umat-Nya.
Akhirnya, Tuhan ingin kita memahami perikop ini, dalam konteks Kristus, dan kedatangan-Nya Kembali. Sebagai orang Kristen, Firman Tuhan hari ini menjadi pengingat, bahwa kita dapat memiliki harapan dan kesabaran, untuk pemulihan terakhir yang masih akan datang, ketika Kristus akan kembali untuk mendirikan kerajaan-Nya, dan membawa pemulihan kekal bagi semua orang yang percaya kepada-Nya.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita harus memercayai janji Tuhan, dan meminta pertolongan-Nya, dalam setiap masalah yang kita hadapi.
Kita harus membaca dan memahami Alkitab secara teratur, terutama bagian-bagian yang berhubungan dengan janji Tuhan, mengenai pemulihan dan pertolongan bagi yang terluka hatinya.
Kita harus mengandalkan Tuhan dalam setiap keputusan yang kita ambil, dan meminta petunjuk-Nya dalam hidup kita.
Kita juga harus menjadi kepanjangan tangan Tuhan, untuk ikut memulihkan orang lain, yang membutuhkan bantuan, terutama bagi mereka yang sedang mengalami kesulitan atau masalah rohani, kesehatan, maupun masalah ekonomi. Kita dapat melakukan ini dengan cara memberikan dukungan moril, memberikan bantuan material, atau dengan cara lain yang sesuai dengan kemampuan kita.
Kita harus menjadi pelindung bagi orang-orang yang teraniaya, atau yang tidak mendapatkan haknya, sama seperti orang lain.
Kita dapat melakukan ini dengan cara mengambil tindakan nyata, dalam memperjuangkan hak-hak mereka, yaitu dengan cara memberikan apa yang mereka butuhkan, sesuai kemampuan kita.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
kami mohon kepada-Muu, agar memberikan kekuatan dan pertolongan kepada kami, khususnya dalam masa-masa sulit yang kami hadapi.
Kami percaya bahwa Engkau selalu ada bersama kami, dan akan memberikan kebangkitan dan keselamatan bagi kami.
Kami yakin bahwa Engkau tidak pernah meninggalkan kami, dan selalu siap memberikan kekuatan kepada kami, yang kami butuhkan untuk menghadapi segala rintangan yang ada di depan kami.
Kami menaikkan permohonan ini, hanya dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar