Langsung ke konten utama

Kasih Sempurna Mengganti Ketakutan dengan Keberanian. 1 Yohanes 4: 13-18 SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Kasih Sempurna Mengganti Ketakutan dengan Keberanian.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari 1 Yohanes 4, ayat 13 sampai ayat 18, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Demikianlah kita ketahui, bahwa kita tetap berada di dalam Allah dan Dia di dalam kita: Ia telah mengaruniakan kita mendapat bagian dalam Roh-Nya.

 Dan kami telah melihat dan bersaksi, bahwa Bapa telah mengutus Anak-Nya menjadi Juruselamat dunia.

 Barangsiapa mengaku, bahwa Yesus adalah Anak Allah, Allah tetap berada di dalam dia dan dia di dalam Allah.

 Kita telah mengenal dan telah percaya akan kasih Allah kepada kita. Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia.

 Dalam hal inilah kasih Allah sempurna di dalam kita, yaitu kalau kita mempunyai keberanian percaya pada hari penghakiman, karena sama seperti Dia, kita juga ada di dalam dunia ini. 

 Di dalam kasih tidak ada ketakutan: kasih yang sempurna melenyapkan ketakutan; sebab ketakutan mengandung hukuman dan barangsiapa takut, ia tidak sempurna di dalam kasih.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Hal pertama yang perlu kita pahami adalah bahwa kasih bukanlah perasaan, melainkan Tindakan nyata. Cinta kasih bukanlah sesuatu yang bisa kita kendalikan, tetapi itu adalah sesuatu yang bisa kita pilih untuk kita lakukan. Itu adalah tindakan yang kita ambil, untuk menunjukkan kasih sayang dan perhatian kita kepada orang lain.

Ketika kita memilih untuk mengasihi, kita memilih untuk bertindak tanpa pamrih, dan itulah yang mengatasi rasa takut. Ketakutan sering berakar pada keyakinan bahwa kita sendirian dan rentan, tetapi ketika kita memilih untuk mencintai, kita memilih untuk mendahulukan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri.

Saat kita mengasihi, kita memilih untuk mengambil tindakan untuk melindungi dan merawat orang lain. Dalam tindakan cinta inilah kita menemukan keberanian untuk menghadapi ketakutan kita.

Ketakutan seringkali membuat kita merasa terisolasi dan sendirian, tetapi ketika kita memilih untuk mengasihi, kita memilih untuk terhubung dengan orang lain dengan cara yang bermakna. Kasih adalah apa yang menyatukan kita, dan yang membantu kita untuk mengatasi ketakutan kita.

Kasih juga merupakan dasar iman kita. Kita dipanggil untuk mengasihi satu sama lain, sebagaimana Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita.

Ketika kita memilih untuk mengasihi, kita memilih untuk menghidupi iman kita, dengan cara yang otentik dan benar.

Ketika kita memilih untuk mengasihi, kita memilih untuk percaya pada kasih Tuhan bagi kita. Dalam kepercayaan inilah kita menemukan keberanian untuk menghadapi ketakutan kita.

Kasih juga mengingatkan kita bahwa, kita tidak sendirian di dunia ini. Kita adalah bagian dari komunitas orang percaya yang lebih besar, yang juga memilih untuk memiliki dan mempraktekkan kasih, dalam mengatasi ketakutan mereka.

Ketika kita mengasihi, kita memilih untuk merasa rentan. Kerentanan ini sepertinya menakutkan, tetapi justru dalam kerentanan inilah, kita menemukan keberanian untuk menghadapi ketakutan kita.

Kasih bukan hanya sesuatu yang kita lakukan untuk diri kita sendiri, tetapi juga sesuatu yang kita lakukan untuk orang lain. Ketika kita memilih untuk mengasihi, kita memilih untuk melayani orang lain dan memberikan dampak positif dalam hidup mereka.

Firman Tuhan hari ini mengingatkan kita bahwa, kasih Tuhan bukan sekedar perasaan atau emosi, tetapi kehadirannya, nyata dalam hidup kita. Ia mengingatkan kita bahwa, kita dapat memiliki keyakinan dan keberanian dalam menghadapi ketakutan, karena kasih Tuhan kepada kita.

Dalam kasih inilah kita menemukan keberanian, untuk menghadapi ketakutan kita, untuk terhubung dengan orang lain, untuk menghidupi iman kita, untuk percaya kepada Tuhan dan untuk melayani orang lain. Mari kita memilih untuk mengasihi dan mengatasi ketakutan kita. Amin.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Tuhan ingin kita mengetahui bahwa, kasih Allah bagi kita, adalah dasar untuk mengatasi rasa takut dan menemukan keberanian, termasuk keberanian percaya akan adanya hari penghakiman.

Bagian ini menekankan bahwa kasih Tuhan, bukan hanya perasaan atau emosi, tetapi hadir secara nyata dalam hidup kita, dan melalui kasih inilah kita dapat memiliki keyakinan dan keberanian.

Pesan Tuhan bagi kita dalam perikop ini adalah, bahwa kita dapat mengatasi rasa takut dengan memilih untuk mengasihi, karena kasih itu tidak egois, tidak mementingkan diri sendiri, dan akan menghubungkan kita dengan orang lain.

Itu adalah dasar iman kita, dan itu mengingatkan kita bahwa, kita tidak sendirian di dunia ini, itu membuat kita merasa rentan, dan itu membantu kita untuk melayani orang lain. Melalui cinta kasih kepada sesama, kita dapat percaya kepada Tuhan, dan menemukan keberanian untuk menghadapi ketakutan kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus mempraktekkan kasih tanpa pamrih, dan mendahulukan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kita sendiri, yang akan membantu kita mengatasi rasa takut.

Kita harus memilih untuk terhubung dengan orang lain, dengan cara yang bermakna melalui cinta kasih, yang akan membantu kita mengatasi perasaan terasing dan rentan.

Kita harus menghidupi iman kita dengan mengasihi satu sama lain, seperti Allah telah terlebih dahulu mengasihi kita, yang akan membantu kita mengatasi rasa takut, dan sebagai gantinya, percaya kepada Allah.

Kita harus memercayai kasih Tuhan bagi kita, dan mengandalkannya sebagai dasar keberanian kita.

Kita harus melayani orang lain, dan membuat dampak positif dalam hidup mereka, yang akan membantu kita mengatasi rasa takut, dan berhubungan dengan orang lain.

Kita harus peka mendengarkan tuntunan Roh Kudus di dalam hati kita, dan mencari nasihat dan bimbingan dari anggota komunitas seiman yang berpengalaman, dan bijaksana.

Kita harus merenungkan kasih Allah, dan bagaimana kasih itu hadir dalam hidup kita, yang akan membantu kita untuk percaya kepada Allah, dan mengatasi rasa takut.

Kita harus berdoa untuk memiliki kasih yang mengisi hati kita, dan kemampuan untuk mencintai orang lain, dan untuk keberanian menghadapi ketakutan kita.

Kita harus berlatih memaafkan, yang merupakan tindakan kasih, dan itu akan membantu kita mengatasi ketakutan, kemarahan, dan dendam.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Terima kasih atas kasih Tuhan yang memenuhi hati kami, dan atas kehadiran Tuhan dalam hidup kami.

Tolong kami, agar kami memiliki kasih dalam setiap situasi, untuk bisa menempatkan kebutuhan orang lain di atas kebutuhan kami sendiri, untuk bisa terhubung dengan orang lain dengan cara yang bermakna, untuk bisa menjalankan iman kami, untuk bisa mempercayai kasih Tuhan, untuk bisa melayani orang lain, untuk bisa menjadi peka, dan bisa mendengarkan tuntunan Roh Kudus, dan untuk merenungkan kasih-Muu, serta mempraktikkan pengampunan.

Beri kami keberanian untuk menghadapi ketakutan kami dan mengatasinya dengan cinta Kasih Tuhan.

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...