Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Kedaulatan Allah, Justru Untuk Kebaikan Kita.
Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Ayub 9, ayat 1 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:
"Sungguh, aku tahu, bahwa demikianlah halnya, masakan manusia benar di hadapan Allah?
Jikalau ia ingin beperkara dengan Allah satu dari seribu kali ia tidak dapat membantah-Nya.
Allah itu bijak dan kuat, siapakah dapat
berkeras melawan Dia, dan tetap selamat?
Demikian Pembacaan Alkitab.
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?
Atas teguran keras Bildad, yang menuduh Ayub, dan atau anak-anaknya, yang pasti memiliki kesalahan, karena Tuhan tidak mungkin menghukum orang yang tidak bersalah, Ayub menjawab bahwa dia tahu, dan setuju atas premis umum Bildad, akan adanya hukum sebab akibat, dimana Tuhan akan memberi upah kepada orang benar, dan mengoreksi, (atau menghakimi,) orang berdosa.
Dalam hal ini, tanggapan Ayub terhadap Bildad dinyatakan dengan bijak dengan mengatakan bagaimana mungkin seseorang bisa menjadi benar di hadapan Tuhan.
Ayub jelas-jelas sangat menderita, lebih dari penderitaan manusia umumnya. Tak seorang pun berhak menuduh, bahwa dia pasti telah berbuat dosa besar terhadap Tuhan. Karena jika Ayub, yang hidup saleh, takut akan Tuhan, dan menjauhi kejahatan, dinyatakan tidak benar di hadapan Tuhan Allah, lalu adakah manusia lain, yang bisa dikatakan benar, di hadapan Allah?
Penting bagi kita untuk memahami, bahwa Alkitab berbicara tentang kebenaran manusia dalam dua pengertian.
Pertama, yaitu manusia bisa menjadi ‘orang benar’ dalam arti relatif, di mana seseorang dapat dianggap benar di antara manusia seperti halnya Nuh, (baca Kejadian 7 ayat 1), dan Ayub, (baca Ayub 1 ayat 1).
Kedua, yaitu manusia bisa menjadi benar dalam pengertian forensic, (atau hukum), dan dinyatakan benar, atau dianggap benar, oleh Allah melalui iman kepada-Nya. (Bacar Roma 5 ayat 19).
Terlepas dari kedua pengertian di atas, pertanyaan Ayub adalah pertanyaan yang sangat penting, yaitu bagaimana seseorang dapat mendapatkan perkenanan Tuhan? Bagaimana seseorang bisa dianggap benar, dan tidak bersalah di hadapan Tuhan?
Bahkan Ayub juga menganggap bahwa manusia tidak dapat menggugat Tuhan, atau menuntut jawaban dari Tuhan.
Pandangan Ayub ini didasarkan pada anggapan bahwa Allah bukan saja berdaulat, tetapi juga seakan-akan jauh dari jangkauan manusia.
Ternyata, dalam hal inilah Ayub dinyatakan bersalah, dan dosa inilah yang dia sesali, yang dicatat dalam Ayub 42, ayat 5 dan ayat 6, dimana Ayub berkata:
“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau. Oleh sebab itu aku mencabut perkataanku, dan dengan menyesal, aku duduk dalam debu dan abu.
Wajar apabila Ayub merasakan hal seperti ini, pada saat-saat terkelam dalam hidupnya. Tetapi sebagai orang percaya, kita memiliki kebenaran yang kuat untuk dipegang yaitu, Tuhan memang berdaulat, tetapi Dia tidak pernah jauh dari kita. Dia tetap perduli dan mengendalikan hidup kita.
Kedaulatan Allah berarti, Dia maha kuasa, dan mengendalikan segalanya. Tidak peduli apa yang terjadi dalam hidup kita, atau apa pun di dunia ini, Tuhan tetap bertanggung jawab.
Ini memang menjadi konsep yang sulit untuk dipahami, terutama ketika segala sesuatu tampak buruk atau tidak adil. Namun, sesungguhnya kebenaran kedaulatan Tuhan, justru merupakan sumber pengharapan dan penghiburan, yang besar bagi kita.
Alkitab penuh dengan ayat-ayat yang berbicara tentang kedaulatan Allah.
Mazmur 115, ayat 3 mengatakan, "Allah kita ada di surga; Dia melakukan apa saja yang menyenangkan Dia."
Ayat ini mengingatkan kita bahwa, Tuhan tidak terikat oleh keinginan atau pendapat kita, atau dibatasi oleh pemahaman kita. Dia bebas untuk melakukan apa saja yang Dia suka, dan kita bisa percaya bahwa, kebebasan Allah adalah untuk kebaikan kita, dan sesuai kebijaksanaan-Nya.
Amsal 21, ayat 1 mengatakan, "Hati raja ada di tangan Tuhan. Dia mengarahkannya seperti aliran air ke mana pun dia mau."
Ayat ini mengilustrasikan fakta bahwa, Tuhan memegang kendali, bahkan atas tindakan para penguasa dunia. Tidak ada yang bisa menggagalkan rencana atau tujuan-Nya, bahkan seorang raja, atau pemimpin dunia.
Yesaya 46, ayat 10 mengatakan, "Aku memberitahukan akhir dari awal, dari zaman kuno, apa yang masih akan datang. Aku berkata, 'Tujuanku akan berdiri, dan aku akan melakukan semua yang aku suka.'"
Ayat ini mengingatkan kita bahwa, Tuhan tidak dibatasi oleh waktu atau keadaan. Dia mengetahui akhir dari awal, dan Dia mampu mewujudkan tujuan-Nya, pada waktu-Nya sendiri, dan dengan cara-Nya sendiri.
Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?
Salah satu pesan Tuhan adalah, kita dapat mempercayai kebaikan dan hikmat-Nya, bahkan saat keadaan kita yang paling sulit. Ketika kita menghadapi pencobaan, wajar untuk bertanya-tanya, mengapa hal itu terjadi, bahkan Ketika kita mentaati Allah, dan kita pun mencoba mencari cara sendiri untuk memperbaikinya. Namun kedaulatan Allah mengingatkan kita bahwa, Dia memegang kendali, dan memiliki rencana, untuk kebaikan kita.
Pesan lainnya adalah, kita dapat melepaskan kebutuhan untuk memegang kendali hidup kita, dan mempercayakan-Nya kepada Allah. Sangat mudah untuk terjebak dalam keyakinan bahwa, kita harus mewujudkan semuanya sendiri. Namun kedaulatan Allah mengingatkan kita bahwa Dia yang memegang kendali, dan kita dapat mempercayai bimbingan dan arahan-Nya, untuk hidup kita.
Terakhir, kedaulatan Tuhan mengingatkan kita bahwa, Dia lebih besar dari masalah kita. Apa pun yang kita hadapi, Tuhan sanggup bekerja untuk mengatasi, atau melewatinya, semata-mata untuk kebaikan kita.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Pertama. Percaya pada kebaikan dan hikmat Tuhan. Saat menghadapi keadaan sulit, cobalah untuk mengingat bahwa, Tuhan memegang kendali, dan memiliki rencana untuk kebaikan kita. Carilah Tuhan dalam doa, dan mintalah bimbingan dan arahan-Nya.
Kedua. Lepaskan kebutuhan untuk memegang kendali hidup kita. Sadarilah bahwa kita tidak bertanggung jawab atas segalanya, dan percayalah pada kedaulatan Tuhan. Memang hal ini bisa sangat menantang, ketika kita merasakan hal-hal di luar kendali kita. Tetapi dengan melepaskan kebutuhan untuk mengatur segalanya secara detil, kita dapat menemukan kedamaian, dan kejelasan, yang lebih besar dalam pengambilan keputusan kita.
Ketika. Carilah tuntunan dan arahan Tuhan. Luangkan waktu untuk berdoa dan membaca Alkitab, meminta Tuhan untuk mengungkapkan kehendak-Nya bagi hidup kita. Saat kita mencari-Nya, terbukalah untuk pimpinan-Nya, dan bersedia mengikuti kemanapun Dia memimpin kita.
Keempat. Ingatlah bahwa Tuhan lebih besar dari masalah kita: Ketika kita menghadapi pencobaan, cobalah untuk tetap dalam perspektif rohani, dengan mengingat bahwa, Tuhan dapat bekerja melalui situasi apa pun untuk kebaikan kita, dan untuk kemuliaan nama-Nya.
Kelima. Temukan dukungan, dan dorongan, dari orang percaya lainnya. Kelilingi diri kita dengan komunitas orang percaya, yang dapat mendukung dan mendorong kita, saat kita berusaha untuk menghidupi iman kita. Secara bersama-sama, kita dapat mendorong satu sama lain untuk percaya pada kedaulatan Tuhan, dan mencari kehendak-Nya bagi hidup kita.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
Kami datang menghadap Tuhan hari ini, untuk lebih memahami kedaulatan Allah. Bantu kami untuk memahami kebenaran bahwa, Engkau maha kuasa, dan mengendalikan segalanya.
Penuhi kami dengan kedamaian, yang berasal dari mempercayai Tuhan.
Kami juga berdoa memohon kekuatan, untuk merelakan kendali hidup kami ke dalam tangan Tuhan. Bantu kami untuk percaya pada kedaulatan Tuhan. Berilah kami keberanian untuk mengikuti kemanapun Engkau memimpin kami, meskipun hal itu sulit.
Bimbing kami dan arahkan kami, ya Tuhan. Ungkapkan kehendak Tuhan untuk hidup kami, dan beri kami kebijaksanaan, serta kearifan untuk mengikuti tuntunan Tuhan. Jaga agar hati kami terbuka, dan menerima bimbingan Tuhan.
Ketika kami menghadapi pencobaan, bantu kami untuk percaya pada kedaulatan Tuhan. Beri kami keyakinan untuk percaya bahwa Tuhan tetap memegang kendali, dan memiliki rencana untuk kebaikan kami, dan harapan, serta perspektif, yang datang dari mengingat bahwa, Tuhan lebih besar dari masalah kami.
Bawalah orang-orang percaya lainnya, yang dapat mendukung dan menyemangati kami, saat kami berusaha untuk mememlihara iman kita. Beri kami persatuan dan persekutuan di antara orang percaya, dan bantu kami untuk saling menguatkan di tengah berbagai tantangan dan pencobaan.
Semua ini kami minta, hanya di dalam nama Tuhan Yesus. Amin.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar