Langsung ke konten utama

Kekuatan Saling Menopang Dalam Kehidupan Kristen. Ibrani 3:13-14 - SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Kekuatan Saling Menopang Dalam Kehidupan Kristen.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Ibrani 3, ayat 13 sampai ayat 14, yang berbunyi sebagai berikut:

Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya karena tipu daya dosa. 

Karena kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, asal saja kita teguh berpegang sampai kepada akhirnya pada keyakinan iman kita yang semula. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Kali ini Firman Tuhan berbicara mengenai adanya kekuatan dari saling mendukung, dalam kehidupan Kekristenan. Kita semua membutuhkan motivasi dan dukungan dari waktu ke waktu, entah itu kata-kata penyemangat dari seorang teman, atau sekadar sebuah senyuman. Dukungan dari sahabat-sahabat, dapat mendorong semangat kita, memberi kita harapan, dan membantu kita bertahan melewati masa-masa sulit.

 

Dalam kehidupan Kristen, dorongan dan dukungan itu sangat penting. Kita dipanggil untuk saling menguatkan sebagai orang percaya, dan untuk saling membangun dalam iman. Seperti yang akan kita lihat dalam perikop hari ini, dorongan ini, memainkan peran penting, dalam membantu kita tetap fokus, dan waspada secara rohani, dan dalam mencegah kita dari mengeraskan hati kita terhadap hal-hal tentang Allah.

 

Perikop kita hari ini adalah Ibrani 3, ayat 13 dan ayat 14, yang mengatakan, " Tetapi nasihatilah seorang akan yang lain setiap hari, selama masih dapat dikatakan "hari ini", supaya jangan ada di antara kamu yang menjadi tegar hatinya, karena tipu daya dosa.

 

Kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, sepanjang kita memegang keyakinan awal kita, dengan teguh sampai akhir."

 

Perhatikan kata "setiap hari" di ayat 13. Ini memberitahu kita, bahwa dorongan bukanlah sesuatu yang kita lakukan sesekali saja, tetapi sesuatu yang harus kita lakukan secara teratur, setiap hari. Ini seperti check-in spiritual harian, yang saling dilakukan, satu dengan yang lain.

 

Tetapi mengapa begitu penting untuk saling menasihati setiap hari?

 

Perikop ini memberi kita petunjuk, agar tidak ada di antara kita yang dikeraskan hatinya oleh tipu daya dosa. Dengan kata lain, sebuah dorongan, membantu kita tetap fokus dan waspada secara rohani. Itu membantu kita menjaga hati kita tetap lembut, dan terbuka terhadap hal-hal tentang Allah, dan bukannya mengeraskan hati kita melalui ketidaktaatan dan pemberontakan.

 

Apa yang terjadi, jika kita tidak saling mengingatkan dan menguatkan?

 

Perikop ini memberi tahu kita, bahwa kita mungkin kehilangan berkat-berkat Kristus, ketika hati kita menjadi keras, sebagai akibat dari dosa.

 

Oleh karena itu, penulis Ibrani menekankan kalimat yang mengatakan, “Kita telah beroleh bagian di dalam Kristus, karena itu, asal kita berpegang teguh pada keyakinan iman kita yang semula, kita akan bisa bertahan sampai kepada akhirnya.

 

Dengan kata lain, jika kita membiarkan hati kita mengeras, kita mungkin kehilangan pandangan akan iman kita, dan harapan, yang sejak awal telah kita miliki di dalam Kristus.

 

Ini adalah bahaya yang serius, dan ini adalah sesuatu yang perlu kita waspadai. Alkitab memberi tahu kita, bahwa hati lebih licik dari segala sesuatu. (Baca Yeremia 17, ayat 9).

 

Sangat mudah untuk terjebak dalam dosa dan hal-hal dunia ini, dan kehilangan pandangan akan iman kita, termasuk pengharapan yang semula kita miliki di dalam Kristus. Itulah mengapa, sangat penting untuk mendorong satu sama lain setiap hari, untuk saling menjaga satu sama lain, agar tetap fokus dan waspada secara spiritual.

 

Dorongan yang kita butuhkan untuk tetap fokus dan waspada secara rohani, salah satunya bersumber dari Roh Kudus. Sebagai orang percaya, kita memiliki Roh Kudus yang tinggal di dalam kita, dan sesuai Firman Yesus dalam Yohanes 14 ayat 6, Roh Kudus adalah penolong dan penghibur kita. Dia memberi kita kekuatan dan bimbingan yang kita butuhkan, untuk tetap berada di jalur Tuhan, dan mengikuti kehendak Tuhan untuk hidup kita.

 

Sumber dorongan lainnya adalah keteladanan Yesus, dan orang percaya lainnya. Yesus adalah teladan utama kita akan kasih, iman, dan ketaatan, dan kita dapat menimba kekuatan dan inspirasi dari teladan-Nya. Kita juga dapat melihat, bagaimana orang percaya lain, telah hidup dengan setia, dan mengikuti kehendak Tuhan. Mereka juga dapat menjadi sumber dorongan bagi kita.

 

Semangat juga timbul dari bagaimana kita bisa mendorong orang lain, dalam kehidupan Kekristenan mereka.

 

Kita bisa mendukung dan mendorong orang lain dengan cara,

memberi kata-kata penyemangat,

saling mendoakan satu sama lain

menawarkan dukungan dan bantuan yang diperlukan, baik moril maupun materiil.

Berbagi kesaksian pribadi mengenai pergumulan dan keberhasilan kita dalam mengatasi masalah hidup kita,

saling mengingatkan untuk tetap setia pada Firman Tuhan

 

Jadi, kita tidak hanya membutuhkan dukungan dari orang lain, tetapi juga harus melayani dan medukung orang lain.

Ini hanyalah beberapa contoh, tetapi kemungkinannya tidak terbatas. Yang penting adalah menjadi proaktif dan niat untuk menyemangati orang lain dalam iman mereka.

 

Kesimpulannya, kekuatan dorongan dalam kehidupan Kristen tidak bisa dilebih-lebihkan. Itu membantu kita tetap fokus dan waspada secara rohani, dan membantu mencegah kita dari mengeraskan hati kita terhadap hal-hal tentang Allah. Dan dengan menyemangati orang lain, kita tidak hanya memberkati mereka, tetapi kita juga memberkati diri kita sendiri, saat kita bertumbuh dalam iman dan hubungan kita sendiri dengan Tuhan.

 

Jadi mari kita membuat komitmen untuk saling menyemangati setiap hari, selama itu disebut hari ini. Mari menjadi sumber harapan dan inspirasi satu sama lain, dan mari jaga hati kita untuk tetap lembut dan terbuka, akan hal-hal tentang Tuhan.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan inti dari Ibrani 3, ayat 13 dan ayat 14, adalah pentingnya saling menguatkan dalam kehidupan Kristen.

Tuhan ingin agar orang-orang percaya untuk saling mendorong satu sama lain, setiap hari, dan menyoroti bahayanya jika seorang Kristen mengeraskan hati, melalui ketidaktaatan dan pemberontakannya.

Tuhan menekankan pentingnya peran untuk mendorong dalam membantu orang percaya, agar tetap fokus dan waspada secara rohani, dan dengan menunjuk pada Roh Kudus, melalui keteladanan Tuhan Yesus, dan orang percaya lainnya sebagai sumber dorongan.

Tuhan juga menawarkan cara-cara praktis bagi orang percaya untuk saling menguatkan, seperti memberikan kata-kata penyemangat, saling mendoakan, dan berbagi pergumulan dan kemenangan atas masalah yang ada.

Secara keseluruhan, pesan dari Firman Tuhan ini adalah, bahwa saling mendukung satu sama lain, merupakan aspek penting dari kehidupan Kristen, dan itu membantu orang percaya untuk bertumbuh dalam iman, dan dalam hubungan mereka dengan Tuhan.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus berkomitmen untuk mendukung satu sama lain setiap hari. Secara sesederhana kita bisa menawarkan kata-kata penyemangat, atau secara lebih proaktif, kita bisa menawarkan dukungan dan bantuan, baik moril maupun materiil, saat dibutuhkan.

Kita harus saling mendoakan untuk satu sama lain. Doa adalah cara yang ampuh untuk mendorong dan mendukung satu sama lain, dalam kehidupan Kristiani.

Bagikan pengalaman perjuangan dan kemenangan kita pribadi dalam mengatasi masalah, sebagai cara untuk menyemangati orang lain. Dengan membagikan pengalaman hidup Anda sendiri, Anda dapat memberikan harapan dan inspirasi kepada orang lain, yang mungkin mengalami tantangan serupa.

Kita harus saling mengingatkan untuk tetap setia pada Firman Tuhan. Ini bisa dilakukan dengan membaca dan mempelajari Alkitab bersama, atau sekadar mengingatkan satu sama lain, tentang kebenaran dan prinsip, yang terdapat dalam Firman Tuhan.

Doronglah satu sama lain untuk melayani dan membantu orang lain. Melayani dan membantu orang lain adalah cara yang bagus untuk bertumbuh dalam iman Anda sendiri, dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Dengan mengikuti saran-saran ini, orang percaya dapat saling memberikan dampak positif satu sama lain dan bertumbuh dalam iman, dan hubungan mereka dengan Tuhan.

 

Doa Hari Ini...

 

Allah Bapa di sorga,

Kami datang ke hadapan Tuhan hari ini, dengan hati penuh syukur dan pujian. Kami berterima kasih atas pemberian Putra-Mu, Yesus, dan untuk harapan serta keselamatan yang Dia bawa ke dalam dunia ini.

Kami juga berterima kasih atas pemberian semangat melalui Roh Kudus.

Kami tahu bahwa kami membutuhkan dorongan untuk tetap fokus dan waspada secara rohani, dan untuk menjaga hati kami terbuka terhadap kehendak-Mu.

Kami memohon agar Tuhan mau membantu kami, untuk saling menopang satu sama lain setiap hari, sewaktu kami berusaha untuk bertumbuh dalam iman kami dan melayani Tuhan.

Kami berdoa untuk setiap orang di sini hari ini. Tuhan, kami meminta agar Tuhan memenuhi mereka juga dengan Roh Kudus, dan memberi mereka kekuatan dan kebijaksanaan yang mereka butuhkan untuk mengikuti Tuhan. Bantu mereka untuk tetap setia pada Firman Tuhan, dan untuk mendorong orang lain dalam iman mereka.

Kami berdoa bagi mereka yang sedang berada dalam pergumulan yang berat. Kami mohon agar Tuhan memberi mereka harapan dan penghiburan, dan agar Tuhan menggunakan kami sebagai tangan dan kaki Tuhan dalam melayani mereka.

Semua ini kami doakan dalam nama Tuhan Yesus.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...