Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Keunggulan Yesus Kristus, dinyatakan oleh Allah sendiri.
Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Ibrani 1, ayat 1 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:
Setelah pada zaman dahulu Allah berulang kali dan dalam pelbagai cara berbicara kepada nenek moyang kita dengan perantaraan nabi-nabi,
maka pada zaman akhir ini Ia telah berbicara kepada kita dengan perantaraan Anak-Nya, yang telah Ia tetapkan sebagai yang berhak menerima segala yang ada. Oleh Dia Allah telah menjadikan alam semesta.
Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi,
jauh lebih tinggi dari pada malaikat-malaikat, sama seperti nama yang dikaruniakan kepada-Nya jauh lebih indah dari pada nama mereka.
Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?
Penulis surat Ibrani ini Menyusun pembukaan suratnya seperti berikut:
Dahulu kala…
Dahulu kala, Tuhan berbicara…
Dahulu kala, Tuhan berbicara, berkali-kali…
Dahulu kala, Tuhan berbicara, berkali-kali, dan dalam banyak cara, dan pesan-Nya dikirimkan kepada kita.
Ya, pesan itu diberikan kepada Anda dan saya, kepada kita semua, baik orang percaya maupun yang tidak percaya.
Kalimat pembuka yang sederhana, tapi bermakna ini, menyampaikan begitu banyak makna yang mengejutkan imajinasi kita, ketika kekuatan penuh dari kebenaran yang dikandungnya, mulai meresap ke dalam pemahaman kita.
Tuhan semesta alam yang mahakuasa dan Pencipta segala sesuatu yang mahatahu, memilih untuk mengkomunikasikan sendiri pesan anugrah keselamatan kepada ras manusia, yang telah jatuh ke dalam dosa.
Ayat-ayat pembuka kitab Ibrani ini, meletakkan dasar bagi kebenaran agung, tentang Siapakah Tuhan Yesus Kristus itu, dan betapa agungnya status, dan kedudukan-Nya. Dia memiliki nama yang lebih unggul daripada makhluk ciptaan mana pun, karena Dia adalah inkarnasi Tuhan yang kekal.
Dia adalah Tuhan yang tak terbatas, Pencipta alam semesta, lahir ke dalam dunia dan hadir di tengah umat manusia. Pencipta yang hadir di antara ciptaan-Nya.
Dia sepenuhnya Tuhan, tetapi juga sepenuhnya manusia, namun dilahirkan tanpa dosa, dan hidup-Nya pun tanpa dosa, agar layak untuk menebus dosa-dosa manusia.
Status dan kedudukannya di atas segala ciptaan, baik di surga, atau di bumi, atau di bawah bumi, karena melalui Dialah, segala sesuatu diciptakan, termasuk umat manusia, dan bala tentara malaikat. Peringkatnya jauh lebih tinggi dari peringkat malaikat dalam posisi, dan kehormatan, dan kemuliaan, dan kekuasaan. Dia sendiri adalah Tuhan yang tidak diciptakan, tetapi menciptakan.
Malaikatlah yang menyampaikan Hukum Tuhan kepada Musa, karena malaikat adalah utusan suci Tuhan, dan semua malaikat surgawi diciptakan secara kolektif sebagai anak Tuhan, diciptakan oleh Tuhan untuk menjadi pelayan Tuhan, diciptakan untuk melakukan perintah Tuhan.
Jadi pemakaian istilah anak Tuhan dalam seluruh Alkitab, bukanlah anak-anak biologis, karena Tuhan tidak beranak, atau diperanakkan.
Jika di zaman dahulu Allah mengutus malaikat untuk berbicara kepada manusia melalui nabi-nabi Tuhan, maka di zaman akhir ini, tidak ada lagi malaikat yang diutus ke bumi, khusus untuk tugas itu.
Kali ini Allah mengutus Anak-Nya, yaitu salah satu pribadi dari Ketuhanan yang Esa, untuk menyampaikan pesan keselamatan Allah yang lengkap dan terakhir, kepada semua yang mau percaya, dalam nama Anak Tunggal Allah.
Maka untuk sesaat, Dia, Anak-Nya itu, yang adalah Sang Pencipta, yang menciptakan makhluk-makhluk surgawi ini, merendahkan diri-Nya, dan mengambil rupa manusia.
Dia mengunjungi dunia, yang Dia sendiri telah ciptakan, mengenakan diri-Nya dalam daging manusia, namun tanpa dosa. Karena manusia telah kehilangan posisinya yang tinggi sebagai penguasa bumi, karena telah dikuasai oleh pasukan malaikat yang memberontak, yaitu Setan, ketika manusia berdosa di taman Eden.
Dan dengan berpenampilan sebagai manusia, Yesus merendahkan diri-Nya dengan taat sampai mati, bahkan mati di kayu salib.
Ya, Anak Allah yang kekal, Pencipta langit dan bumi, merendahkan diri-Nya dan lahir sebagai Anak Manusia, bahkan membuat diri-Nya sendiri, untuk sementara waktu, sedikit lebih rendah dari pasukan malaikat pemberontak, di bawah kepemimpinan pemimpin pemberontak mereka Iblis yang telah menjadi penguasa atas dunia yang jatuh. Ke sanalah Yesus datang, untuk misi keselamatan manusia.
Misi ini harus Dia lakukan, melalui ketaatan-Nya, untuk menderita dan mati bagi dosa-dosa dunia, dan karenanya, Allah sangat meninggikan Dia, dan memberi-Nya nama, di atas segala nama, "Supaya dalam nama Yesus, setiap lutut akan bertekuk lutut."
Mereka yang mau percaya dalam nama Anak Tunggal Allah, bukannya dikutuk dan dipisahkan selamanya dari hadirat-Nya yang kudus, akan mengenakan kebenaran-Nya, diadopsi sebagai anak-anak-Nya yang terkasih, dan ditunjuk sebagai ahli waris dari semua yang menjadi milik-Nya.
Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan sebenarnya dari Ibrani 1, ayat 1 sampai ayat 4 bagi kita hari ini, adalah bahwa Yesus Kristus lebih unggul dari semua makhluk lain, termasuk para malaikat.
Dia adalah pewaris segala sesuatu, pancaran kemuliaan Tuhan, dan representasi yang tepat dari sifat Tuhan.
Dia juga yang duduk di sebelah kanan Yang Mulia di tempat tinggi, menjadikannya imam besar kita yang menjadi perantara, antara Tuhan dan umat manusia, dan bersyafaat atas nama kita.
Pesan ini memiliki sejumlah implikasi penting bagi kita hari ini.
Pertama, ini mengingatkan kita, bahwa Yesus adalah sumber utama kebenaran, makna, dan tujuan hidup kita. Dialah yang mengungkapkan siapa Allah kepada kita, dan Dialah yang memiliki kuasa untuk menyelamatkan kita, dan yang mengubah hidup kita. Karena itu, penting bagi kita untuk berusaha memahami dan mengikuti Yesus lebih dekat.
Kedua, pesan ini mengingatkan kita akan pentingnya kerendahan hati. Mengingat keunggulan Yesus, kita dipanggil untuk menyadari bahwa kita bukanlah pusat alam semesta, dan kita harus banyak belajar dari-Nya. Artinya kita harus terbuka terhadap pimpinan Yesus, dan mau mengikuti-Nya, kemanapun Dia memimpin kita.
Terakhir, pesan ini mengingatkan kita akan pentingnya membagikan Injil kepada orang lain. Sebagai orang yang telah memahami keunggulan Yesus, kita memiliki tanggung jawab untuk membagikan kabar baik ini kepada orang lain, sehingga mereka juga dapat mengalami pengharapan, kasih, dan perubahan yang Yesus tawarkan. Jadi, pesan sebenarnya dari Ibrani 1, ayat 1 sampai ayat 4, adalah mengikuti Yesus dan membagikan kasih-Nya kepada orang lain.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita harus berusaha untuk memahami Yesus lebih dalam. Kita harus mengajak orang lain, untuk juga berusaha memahami Yesus lebih dalam, melalui pembacaan Alkitab, berdoa, dan berbuat kebajikan kepada orang lain. Imbaulah mereka dengan mengajukan pertanyaan dan untuk mencari hikmat serta bimbingan dari Allah, sewaktu mereka berusaha untuk bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Yesus.
Kita harus mengikuti Yesus secara lebih dekat. Kita mendorong orang lain untuk juga mengikuti Yesus lebih dekat, dengan berkomitmen untuk hidup sesuai dengan ajaran-Nya, dan dengan berusaha mematuhi perintah-Nya. Ingatkan mereka, bahwa mengikuti Yesus tidak selalu mudah, tetapi itu sepadan karena, harapan, cinta, dan perubahan yang Dia tawarkan, jauh lebih bernilai dari apa pun yang ada di dunia ini.
Kita harus menumbuhkan kerendahan hati. Kita harus mendorong orang lain untuk juga memupuk kerendahan hati dalam kehidupan mereka sendiri, menyadari bahwa mereka bukanlah pusat alam semesta, dan bahwa mereka harus banyak belajar dari Yesus. Bantulah mereka untuk melihat nilai dari tunduk dengan rendah hati pada kehendak Allah, dan mengikuti teladan kerendahan hati dari Tuhan Yesus.
Kita harus memberitakan Injil kepada orang lain. Kita harus menantang orang lain, untuk juga membagikan kabar baik tentang Yesus, kepada orang lainnya lagi, baik melalui kata-kata atau Tindakan baik mereka. Imbaulah mereka untuk berani dan juga bijak dalam membagikan iman mereka, dan untuk berdoa memohon kesempatan untuk membagikan Injil kepada mereka yang belum percaya.
Kita harus mempraktekkan rasa syukur. Kita harus mengajak orang lain untuk juga mempraktekkan rasa syukur, menyadari bahwa semua yang mereka miliki adalah anugerah dari Tuhan, dan bahwa Yesus telah memberi mereka anugerah keselamatan tertinggi. Bantulah mereka untuk melihat, bahwa rasa terima kasih adalah cara yang penting untuk menyatakan penghargaan mereka atas semua yang telah Allah lakukan bagi mereka.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
Kami bersyukur karena Tuhan telah memberikan Yesus kepada kami. Kami berterimakasih karena Allah Bapa telah mengungkapkan diri kepada kami melalui Yesus, dan untuk harapan, cinta, dan transformasi yang ditawarkan oleh Yesus.
Kami mohon agar Tuhan membantu orang-orang yang mendengar pemberitaan kami, untuk memahami Yesus lebih dalam, dan mengenal-Nya lebih dekat.
Kiranya mereka juga mencari Tuhan dengan segenap hati mereka, dan agar mereka menemukan hikmat dan bimbingan Tuhan, ketika mereka berusaha untuk bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Dia.
Kiranya Tuhan memberi kami keberanian dan tekad untuk mengikuti Yesus lebih dekat, bahkan ketika itu tidak mudah. Kami berdoa agar kami tidak mementingkan diri sendiri, dan mengikuti Yesus ke mana pun Dia memimpin kami.
Kami mohon agar Tuhan membantu kami untuk memupuk kerendahan hati dalam kehidupan kami sehari-hari, menyadari bahwa kami bukanlah pusat alam semesta, dan bahwa kami harus lebih banyak belajar dari Tuhan Yesus. Ajar kami agar tunduk pada kehendak Allah, dan mengikuti teladan kerendahan hati dari Tuhan Yesus.
Beri kami juga kesempatan untuk membagikan Injil, untuk membagikan kabar baik tentang Yesus kepada orang lain. Berilah kami keberanian dan kebijaksanaan dalam membagikan iman kami, dan agar kami dipakai oleh Allah, untuk membawa lebih banyak orang lain, untuk beriman kepada Yesus.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar