Langsung ke konten utama

Mengungkap kebohongan dalam Ibadah, dan Kembali Berpihak pada Allah. Yehezkiel 8: 14-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Mengungkap kebohongan dalam Ibadah, dan Kembali Berpihak pada Allah.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yehezkiel 8, ayat 14 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:

  Lalu dibawa-Nya aku dekat pintu gerbang rumah TUHAN yang di sebelah utara, sungguh, di sana ada perempuan-perempuan yang menangisi dewa Tamus.

 Firman-Nya kepadaku: "Hai anak manusia, kaulihatkah apa yang mereka perbuat? Engkau masih akan melihat perbuatan-perbuatan kekejian yang lebih besar lagi dari pada ini." 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Di Yehezkiel 8, ayat 14 dan ayat 15, kita melihat bagaimana Tuhan menunjukkan kepada Yehezkiel, tentang kebohongan yang terjadi dalam ibadah umat-Nya.

Umat Israel awalnya sangat berpihak kepada Tuhan. Mereka memahami betul akan pentingnya hidup dalam kepatuhan dan pemujaan kepada Tuhan.

Namun, seiring waktu, umat Israel mulai terpengaruh oleh budaya dan kebiasaan dunia. Mereka mulai mengabaikan ajaran Tuhan, dan lebih mempercayai apa yang diterima dan dilakukan oleh masyarakat sekitarnya.

Keberpihakan kepada dunia ini membawa efek negatif yang sangat besar bagi umat Israel. Mereka mulai terjebak dalam kebohongan dan kesesatan dalam menjalankan ibadah mereka, sehingga Tuhan mulai murka dan menghukum mereka.

Kebohongan dalam ibadah ini dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti formalitas tanpa kesucian hati, mempersembahkan pujian palsu, atau membuat Tuhan berada di belakang prioritas hidup kita.

Kebohongan dalam ibadah akan menghalangi umat Tuhan untuk memiliki hubungan yang dalam dan pribadi dengan Tuhan. Oleh karena itu, penting untuk mengungkap kebohongan dalam ibadah dan membuang sikap yang tidak benar.

Yehezkiel membongkar kebohongan dengan membawa umat-Nya kembali kepada Tuhan dan membuktikan bahwa Tuhan adalah Allah yang sejati.

Cara terbaik untuk berpihak kepada Tuhan adalah dengan mengenal Tuhan lebih dalam. Umat Tuhan harus menaati Firman Tuhan dan berdoa dengan intens, sehingga mereka dapat memahami Tuhan dan hidup dalam kepatuhan kepada-Nya.

Mereka juga harus menjauhi kebohongan dan kesesatan yang terjadi dalam dunia. Mereka harus memastikan bahwa apa yang mereka percayai dan lakukan sejalan dengan ajaran Tuhan.

Mereka harus hidup dalam ketaatan kepada Tuhan. Mereka harus memahami bahwa keberpihakan ke Tuhan adalah hal terpenting dalam hidup mereka, dan mereka harus membuat pilihan yang benar untuk tetap berpihak kepada Tuhan.

Oleh karena itu, penting bagi mereka untuk kembali ke akar ibadah mereka. Mereka harus memahami betul ajaran Tuhan dan tidak terpengaruh oleh budaya dan kebiasaan bangsa-bangsa lain di sekitarnya.

Hal yang sama dapat terjadi pada gereja saat ini. Kita sering terpengaruh oleh budaya dan kebiasaan dunia, dan lupa akan ajaran Tuhan. Firman Tuhan hari ini menjadi peringatan bagi kita untuk tetap berpihak kepada Tuhan yang sejati, dan tidak terpengaruh oleh dunia.

Gereja sering kali terjebak dalam formalitas tanpa kesucian hati, mempersembahkan pujian palsu, atau membuat Tuhan tidak lagi menjadi prioritas utama dalam hidup kita.

Kita harus berusaha untuk menyingkap kebohongan dalam ibadah, dan hidup dengan ketaatan kepada Tuhan. Kita harus memastikan bahwa kita memiliki hati yang suci dan mempersembahkan pujian dan puji-pujian yang benar-benar, yang datang dari hati kita yang tulus.

Kesucian hati adalah hal terpenting dalam ibadah kita. Tanpa kesucian hati, ibadah kita tidak akan membawa kita semakin dekat dengan Tuhan.

Kita harus memastikan bahwa Tuhan adalah prioritas utama dalam hidup kita dan membuat pilihan yang benar untuk hidup dalam ketaatan kepada-Nya.

Kita harus terus-menerus bertobat dan menjauhi kebohongan dalam ibadah. Pertobatan adalah proses membawa kita kembali kepada Tuhan dan memastikan bahwa kita hidup dalam ketaatan kepada-Nya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan bagi kita pada saat ini adalah, untuk terus memastikan bahwa hidup dan ibadah kita benar-benar kita jalankan berdasarkan pada Tuhan dan bukan pada kebiasaan dan budaya dunia. Kita harus berhati-hati agar tidak terjebak dalam kebohongan dalam ibadah dan selalu menjaga ketaatan kita pada Tuhan. Kita harus memastikan bahwa kita memahami dan mempraktikkan ajaran Tuhan dengan benar, dan tidak terpengaruh oleh pengaruh buruk dari dunia. Ini adalah pesan yang sangat relevan bagi kita saat ini dan harus kita pertimbangkan dan lakukan dalam hidup kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus rajin membaca dan mempelajari Alkitab secara rutin, khususnya bagian-bagian yang terkait dengan ibadah dan hidup dalam ketaatan.

Kita harus hidup dalam ketaatan dan mempraktikkan ajaran Tuhan dalam hidup sehari-hari.

Kita harus mengikuti perkataan Tuhan dan mengikuti perintah-Nya.

Kita harus menjauhi kebohongan dalam ibadah, dan memastikan bahwa ibadah kita benar-benar didasarkan pada Tuhan, dan bukan pada kebiasaan dan budaya dunia.

Kita harus bersama-sama dengan orang lain dalam gereja untuk saling memotivasi, dan membantu satu sama lain dalam hidup dalam ketaatan.

Kita harus menjalankan hidup yang jujur, dan bertanggung jawab dalam berhubungan dengan orang lain.

Kita harus meminta bimbingan dan dukungan dari Tuhan, dan orang lain dalam hidup dalam ketaatan.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

kami datang menghadap Tuhan dengan hati yang penuh rasa bersalah. Kami mengakui bahwa kami seringkali tidak memahami dan mempraktikkan ajaran-Mu dengan benar. Kami memohon ampun atas segala kesalahan dan kegagalan dalam menjalani hidup dan ibadah kami dengan benar.

Tuhan, kami meminta pertolongan Tuhan dalam memahami dan mempraktikkan ajaran Tuhan dengan benar. Kami ingin hidup dan melakukan ibadah dengan benar dan dengan ketaatan pada-Muu. Kami meminta bantuan Tuhan untuk terus membimbing dan memimpinku dalam hidup dalam ketaatan.

Terima kasih Tuhan, karena Engkau selalu setia dan penuh kasih sayang. Kami yakin bahwa Engkau akan memimpin dan membantu kami dalam menjalani hidup dan ibadah kami dengan benar.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...