Langsung ke konten utama

Misteri Penderitaan. Menemukan Harapan dalam Keputusasaan. Ayub 9: 21-28 - SBU GPIB Sangkakala

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Misteri Penderitaan. Menemukan Harapan dalam Keputusasaan.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Ayub 9, ayat 21 sampai ayat 28, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Aku tidak bersalah! Aku tidak pedulikan diriku, aku tidak hiraukan hidupku!

 Semuanya itu sama saja, itulah sebabnya aku berkata: yang tidak bersalah dan yang bersalah kedua-duanya dibinasakan-Nya. 

 Bila cemeti-Nya membunuh dengan tiba-tiba, Ia mengolok-olok keputusasaan orang yang tidak bersalah.

 Bumi telah diserahkan ke dalam tangan orang fasik, dan mata para hakimnya telah ditutup-Nya; kalau bukan oleh Dia, oleh siapa lagi?

 Hari-hariku berlalu lebih cepat dari pada seorang pelari, lenyap tanpa melihat bahagia,

 meluncur lewat laksana perahu dari pandan, seperti rajawali yang menyambar mangsanya.

 Bila aku berpikir: Aku hendak melupakan keluh kesahku, mengubah air mukaku, dan bergembira,

 maka takutlah aku kepada segala kesusahanku; aku tahu, bahwa Engkau tidak akan menganggap aku tidak bersalah. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Ayub melampiaskan perasaannya yang tersiksa. Dia percaya bahwa dia tidak bersalah, namun pada saat yang sama dia mengakui bahwa dia tidak cukup mengenal dirinya sendiri, apakah dia memiliki hati nurani yang benar-benar bersih.

 

Menghadapi keagungan Ilahi Tuhan, yang dianggapnya telah memberikan hukuman kepadanya, Ayub bukan hanya diliputi diliputi oleh rasa takut, tetapi juga merasa lelah dengan hidupnya.

 

Ayub tidak hanya merasa bahwa Tuhan itu jauh dan berdiam diri, tetapi juga menganggap Tuhan telah mempermainkannya, dengan membuat dirinya, yang berusaha jadi orang saleh, harus menderita, sama seperti orang jahat. Bahkan orang jahat pun, ada yang lebih senang hidupnya.

 

Krisis spiritual yang berkembang dalam diri Ayub, berkaitan dengan kesalahpahamannya tentang Tuhan.

 

Sebagai manusia yang terbatas, kita pun bisa memahami konsepsi berpikir Ayub tentang Tuhan, yang dikendalikan oleh pengalaman hidup, dan imajinasinya sendiri.

 

Kondisi dimana orang yang paling jahat, bisa memiliki sebagian besar harta benda dunia ini, dan bahwa orang benar, hampir tidak bisa berkuasa dan makmur, bukan hanya terjadi pada zaman Ayub, tetapi juga terjadi di masa kini.

 

Padahal, kemakmuran dan kesukaran hidup, bukanlah tanda bahwa Tuhan berkenan atau tidak berkenan kepada seseorang.

 

Ayub merasa hidupnya berputar dan berjalan di luar kendali. Waktu telah bergerak dengan cepat, sama seperti seekor elang yang menukik cepat, untuk menerkam mangsanya.

 

Ayub merasa bahwa hidupnya akan segera berakhir dan Tuhan membiarkan semua masalah ini, sepertinya tidak terselesaikan.

 

Ayub merasa bahwa dia telah diuji, dan sekaligus dikutuk oleh Tuhan, dan bahkan tidak ada gunanya baginya untuk mentahirkan dirinya di hadapan Tuhan. Jika dia melakukannya, dia yakin akan percuma saja, karena Tuhan akan tetap menceburkannya, ke dalam lubang penderitaan.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan Tuhan hari ini bertemakan penderitaan orang yang ingin hidup benar, dan bagaimana penderitaan ini menjadi misteri, yang mungkin tidak akan pernah kita pahami sepenuhnya, tanpa mempelajari kasus Ayub secara utuh.

 

Bagaimana Ayub bergulat dengan misteri ini, dan dengan pemahamannya yang keliru tentang Tuhan, dan bagaimana kita bisa menemukan harapan dan penghiburan di tengah penderitaan kita sendiri.

 

Gagasan yang ditampilkan yaitu, bahwa Allah berdaulat, dan memiliki rencana yang terbaik bagi hidup kita, bahkan ketika kita tidak memahami apa yang sedang terjadi. Pesan Tuhan bagi kita yang bisa mempelajari kasus Ayub secara menyeluruh, bertujuan agar kita bisa percaya pada rencana Tuhan, bahkan ketika kita tidak bisa memahami sepenuhnya.

 

Pesan ini juga untuk menyoroti pentingnya bertahan melalui masa-masa sulit, dengan menggunakan teladan Ayub sebagai model. Kita bisa mengeksplorasi berbagai cara Ayub untuk terus percaya kepada Tuhan, dan berpegang pada pengharapan, bahkan di tengah penderitaan yang hebat.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Saat kita menjalani hidup, kita pasti akan menghadapi tantangan dan kesulitan. Sangat mudah untuk putus asa dan ingin menyerah ketika keadaan sulit. Tetapi kisah Ayub mengajarkan kita bahwa, adalah mungkin untuk bertahan, bahkan dalam keadaan yang paling sulit sekalipun.

Berikut adalah beberapa langkah praktis yang dapat kita lakukan untuk tetap kuat dalam menghadapi kesulitan:

Pertahankan sikap positif. Ini mungkin lebih mudah diucapkan daripada dilakukan, tetapi memilih untuk memiliki pandangan positif, dapat membuat perbedaan besar dalam cara kita menangani tantangan atau masalah.

Mencari dukungan dari saudara seiman. Tidak apa-apa untuk bersandar pada orang lain, untuk mendapat bantuan, dan dukungan, saat masa-masa sulit. Mengelilingi diri kita dengan orang-orang terkasih yang menyemangati, dan mengangkat kita, dapat membuat perbedaan besar, dibandingkan bergumul sendirian.

Percaya pada Tuhan. Pada akhirnya, harapan dan kekuatan kita, berasal dari Tuhan. Memercayai rencana-Nya bagi kehidupan kita, dan mencari bimbingan-Nya, dapat membantu kita menemukan kekuatan untuk terus maju di tengah badai persoalan.

Jaga diri Anda. Penting untuk diingat untuk menjaga kesehatan fisik dan emosional kita, selama masa-masa sulit. Pastikan istirahat yang cukup, makan dengan baik, dan lakukan aktivitas yang membuat Anda senang dan rileks.

Dengan mengikuti langkah-langkah ini, kita dapat tetap kuat, dan bertahan melewati tantangan terberat sekalipun.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Terima kasih telah bersama kami dalam berbagai keadaan, dan telah memberi kami kekuatan untuk bertahan melewati masa-masa yang paling sulit.

Kami tahu bahwa Tuhan berdaulat, dan memiliki rencana untuk hidup kami, dan kami percaya pada kebaikan dan kasih karunia Tuhan.

 

Tolong beri kami keberanian dan ketahanan, dengan harapan dan tekad, untuk menghadapi tantangan.

 

Bantu kami untuk menjaga sikap positif, dan mencari dukungan dari orang-orang di sekitar kami. Yang terpenting, tarik kami lebih dekat dengan Tuhan, dan bantu kami menemukan kekuatan kami di dalam diri Tuhan.

 

Kami berdoa juga bagi mereka yang sedang berjuang, dan menghadapi kesulitan saat ini. Tolong bawakan mereka kenyamanan, dan kedamaian yang dari Tuhan.

 

Dalam nama-Mu yang kudus kami berdoa, Amin.

 

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...