Langsung ke konten utama

Tidak Ada Yang Setara Dengan Tuhan Kita. Yeremia 51:15-19 - SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Tidak Ada Yang Setara Dengan Tuhan Kita.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yeremia 51, ayat 15 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya.

 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.

 Setiap manusia ternyata bodoh, tidak berpengetahuan, dan setiap pandai emas akan menjadi malu karena patung buatannya. Sebab patung tuangannya itu adalah tipu, tidak ada nyawa di dalamnya,

 semuanya adalah kesia-siaan, pekerjaan yang menjadi buah ejekan, dan yang akan binasa pada waktu dihukum.

 Tidaklah begitu Dia yang menjadi bagian Yakub, sebab Dialah yang membentuk segala-galanya, dan Israel adalah suku milik-Nya; nama-Nya ialah TUHAN semesta alam!

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Nabi Yeremia mengucapkan peringatan penghakiman terhadap bangsa Babel. Dia menyatakan bahwa Tuhan akan mendatangkan kehancuran atas kota dan penduduknya, karena kesombongan dan penyembahan berhala mereka.

Namun saat nabi menyampaikan pesan penghakiman ini, dia juga mengingatkan orang-orang, bahwa kehancuran mereka bukanlah akhir.

Nabi menyampaikan pesan Tuhan dengan berkata, "Tuhan telah menjadikan bumi dengan kekuatannya; Dia telah menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan membentangkan langit dengan akal budi-Nya."

Di sini, kita melihat sebuah kata pengingat, bahwa Tuhanlah yang menciptakan bumi dan segala isinya. Dialah yang menegakkan bumi dan membentangkan langit. Dialah Tuhan yang berdaulat atas segalanya.

Dan Allah yang sama inilah yang berbicara melalui Yeremia sebelumnya, dalam Yeremia 51 ayat 11, yang berkata,

"Aku akan menggerakkan orang Media melawan mereka, yang tidak akan menghargai perak dan tidak akan menyukai emas."

Bangsa Persia Media dikenal sebagai bangsa yang ganas dan kuat, tetapi, seganas-ganasnya dan sekuat-kuatnya bangsa itu, tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan kekuatan Tuhan.

Tuhan dapat menggunakan instrumen apa saja, untuk mencapai tujuan-Nya.

Dari ayat-ayat ini, kita melihat, bagaimana pesan penghakiman ini, berfungsi sebagai pengingat, bahwa Allah adalah pencipta dan pemelihara dunia, dan bahwa Dialah yang mengendalikan segala sesuatu.

Ayat-ayat ini juga menyoroti pesan pengharapan, dan dorongan semangat yang jelas, mengingatkan kita bahwa, betapapun kuatnya suatu bangsa atau kerajaan, mereka semua akan jatuh, dan takluk, di hadapan kuasa Allah.

Tidak ada kekuatan duniawi yang dapat melawan kekuatan dan kedaulatan Allah kita. Tidak ada yang setara dengan Dia.

Pesan penghakiman nabi Yeremia ini juga untuk menantang umat Kristiani, untuk percaya kepada kedaulatan Tuhan, dan berbalik dari dosa-dosa mereka, untuk memiliki hubungan yang benar dengan Dia.

Pada akhirnya, ini juga mengingatkan kita bahwa, Tuhanlah yang menyelamatkan, dan yang layak disembah dan dilayani.

Jadi, kita melihat kebenaran bahwa tidak ada kekuatan duniawi, bahkan kuasa kegelapan, yang dapat melawan Tuhan. Mereka semua akan jatuh, dan takluk di hadapan kekuatan Allah kita.

Pesan penghakiman ini, bagi kita, justru menjadi pesan pengharapan, karena kita mengetahui bahwa Allah kita berkuasa untuk menyelamatkan umat-Nya. Marilah kita berpaling dari dosa-dosa kita dan percaya kepada-Nya, karena hanya Dia yang layak disembah dan kita sembah.

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Tuhan mengingatkan kita, agar kita tidak menaruh kepercayaan kita pada kekuatan duniawi, seperti pemerintah, pemimpin, atau lembaga, tetapi percaya hanya pada Tuhan.

Pesan ini juga mendorong kita untuk tidak terpengaruh oleh berhala palsu materialisme, kesombongan atau keinginan duniawi lainnya, tetapi untuk menaruh iman kita pada satu Tuhan yang benar.

Tuhan ingin kita sepenuhnya percaya kepada kedaulatan Tuhan, dan tidak digoyahkan oleh ketakutan dan kecemasan dunia ini.

Terlepas dari tantangan, kesulitan, yang mungkin kita hadapi setiap hari, kita harus terhibur dengan adanya fakta, bahwa Tuhan mengendalikan segala sesuatu, dan tidak ada kekuatan duniawi yang dapat melawan Dia.

Dengan memahami hal ini, kita memiliki harapan dan ketenangan pikiran, mengetahui bahwa pada akhirnya, semuanya ada di tangan Tuhan.

Pesan ini juga dapat menjadi pengingat bagi kita untuk memperhatikan tindakan kita sendiri dan dampak yang mungkin mereka timbulkan terhadap dunia di sekitar kita, dan berjuang untuk hidup dengan cara yang memuliakan Tuhan dan mencerminkan kedaulatan-Nya.

Selain itu, pesan ini dapat menjadi pengingat bagi kita bahwa, kita dipanggil untuk menjadi terang di dunia yang gelap, untuk mewartakan kebenaran kedaulatan Allah dan untuk membagikan pengharapan dan kedamaian yang hanya dapat ditemukan di dalam Yesus.

Pesan ini juga dapat mengingatkan kita bahwa, kita dipanggil untuk hidup dengan tujuan, mengetahui bahwa Tuhan memiliki rencana untuk hidup kita ,dan bahwa segala sesuatu pada akhirnya sesuai dengan tujuan-Nya.

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus percaya pada kedaulatan Tuhan, dan tidak terpengaruh oleh ketakutan dan kecemasan duniawi. Kita harus menaruh kepercayaan kita hanya pada Tuhan, dan menyadari bahwa, Tuhanlah yang mengendalikan segala sesuatu, dan bahwa tidak ada kekuatan duniawi yang dapat melawan Tuhan.

Kita harus mengakui dosa-dosa kita, berpaling kepada Allah, dan berusaha hidup saleh, agar memiliki hubungan yang benar dengan Tuhan.

Kita harus membiasakan diri untuk membaca, mempelajari, dan menaati Firman Tuhan, agar dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Kita harus menjadi terang di dunia yang gelap ini, untuk mewartakan kebenaran kedaulatan Allah dan untuk berbagi pengharapan dan perdamaian, yang hanya dapat ditemukan di dalam Dia.

Kita harus hidup dengan tujuan, mengetahui bahwa Tuhan memiliki rencana untuk hidup kita, dan bahwa segala sesuatu pada akhirnya sesuai dengan tujuan Tuhan.

Kita juga harus memperhatikan tindakan kita sendiri, dan menghindari dampak buruk, yang mungkin kita timbulkan terhadap dunia di sekitar kita, dan kita harus berusaha untuk hidup dengan cara yang memuliakan Tuhan dan mencerminkan kedaulatan-Nya.

 

Doa Hari Ini..

 

Tuhan Yesus,

kami berterima kasih atas Firman Tuhan yang mengingatkan kami bahwa Engkau masih berdaulat dan tidak ada yang lebih besar, atau lebih kuat daripada Tuhan.

Kami berterima kasih karena Tuhan tetap mengendalikan semua hal, dan berkuasa untuk menyelamatkan kami.

Kami mengakui dosa-dosa kami dan meminta pengampunan Tuhan, karena kami sering menduakan Tuhan.

Tolong kami untuk hanya percaya kepada-Muu, dan berpaling dari dosa-dosa kami, sehingga kami dapat hidup sesuai dengan kehendak-Muu.

Doa ini kami panjatkan hanya di dalam Nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...