Langsung ke konten utama

Yesus, Pintu Masuk Untuk Menikmati Hadirat Tuhan. Ibrani 10: 19-22. SBU GPIN Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Yesus, Pintu Masuk Untuk Menikmati Hadirat Tuhan.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca hari ini, adalah dari Ibrani 10, ayat 19 sampai ayat 22, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Jadi, saudara-saudara, oleh darah Yesus kita sekarang penuh keberanian dapat masuk ke dalam tempat kudus,

 karena Ia telah membuka jalan yang baru dan yang hidup bagi kita melalui tabir, yaitu diri-Nya sendiri, 

 dan kita mempunyai seorang Imam Besar sebagai kepala Rumah Allah.

 Karena itu marilah kita menghadap Allah dengan hati yang tulus ikhlas dan keyakinan iman yang teguh, oleh karena hati kita telah dibersihkan dari hati Nurani yang jahat dan tubuh kita telah dibasuh dengan air yang murni. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa?

 

Ibrani 10, ayat 19 sampai ayat 22, menekankan pentingnya keberanian, dan keyakinan dalam memercayai Kristus. Khususnya bagi orang yang telah dicuci otak untuk meragukan Yesus sebagai Tuhan, apalagi bagi yang membenci Dia.

 

Ayat-ayat ini mengingatkan kita, bahwa kita telah diijinkan masuk ke dalam "rumah Allah," atau yang kita kenal sebagai Kerajaan Allah, dan menikmati hadirat-Nya, melalui jalan yang hanya bisa dibuka oleh Yesus.

 

Kita diijinkan masuk, ke dalam hubungan yang lebih dekat dengan Allah Bapa, karena Yesus telah menanggung dosa kita, di kayu salib.

 

Ayat 19 menjelaskan, bahwa “Darah Yesus akan membuat kita lebih yakin, lebih berani, dan lebih terbuka, untuk masuk ke dalam tempat Kudus, yaitu kerajaan Allah.”

 

Ayat 20 dan ayat 21, menjelaskan, bahwa "Imam Besar, yang telah membuka jalan bagi kita, untuk masuk ke Kerajaan Allah, adalah sesuai yang dijanjikan oleh Allah Bapa, yaitu janji-janji yang diberikan kepada nabi-nabi, di masa lalu.

Janji Allah inilah yang menjamin, bahwa kita akan selamat, dan memiliki kehidupan yang kekal dengan Tuhan.

 

Ayat 22 mengingatkan kita, bahwa kita harus memiliki hati yang tulus, dan sadar akan dosa-dosa kita.

Untuk itu kita pengampunan dari Tuhan, dan mencoba untuk hidup, sesuai dengan kehendak-Nya. Kita harus terus memiliki hati yang tulus dan bersih, agar kita dapat masuk ke dalam rumah Allah dengan keberanian yang lebih besar.

 

Untuk lebih memahami khotbah ini, saya berikan sebuah ilustrasi.

 

    Bayangkan sebuah rumah yang indah, dengan pintu gerbang yang besar. Pintu gerbang itu terbuka lebar, mengundang kita untuk masuk ke dalam rumah tersebut.

    Jika kita memasuki rumah tersebut, kita akan menemukan banyak hal yang indah dan menyenangkan. Rumah tersebut mewakili kehidupan kekal, yang akan kita miliki bersama Allah. Di dalam rumah tersebut, kita akan merasakan kasih sayang, ketenangan, dan kebahagiaan yang tiada tara.

 

Namun, untuk dapat masuk ke dalam rumah tersebut, kita membutuhkan kata sandi, atau password. Kata Sandinya, adalah Yesus.

 

Karena Yesus telah menanggung dosa-dosa kita di kayu salib. Dengan demikian, kita diijinkan masuk ke dalam rumah Allah, dan juga memasukinya dengan keberanian yang lebih besar.

 

Namun, untuk layak masuk ke dalam rumah tersebut, kita harus dalam keadaan bersih, yaitu memiliki hati yang tulus, karena sadar akan dosa-dosa kita.

 

Saat kita hidup di dunia, kita masih bisa berbuat dosa, maka kita harus selalu meminta ampun kepada Allah, dan mencoba untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita dapat masuk ke dalam rumah Allah, dengan keberanian yang lebih besar lagi.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Saat Ini?

 

Tuhan ingin kita ingat, bahwa pada awalnya, manusia terpisah dari Tuhan karena dosa. Maka Tuhan mengirim Yesus untuk menjadi jembatan yang menghubungkan kita kembali kepada-Nya. Dalam Yohanes 14, ayat 6, dimana Yesus berkata, "Aku adalah jalan, kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorang pun yang datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku."

 

Yesus bukan hanya jembatan yang menghubungkan kita kepada Tuhan, tetapi Dia juga merupakan pintu masuk kita ke dalam hadirat Tuhan.

 

Ini menunjukkan, bahwa hanya Yesus, yang layak untuk membuka pintu masuk bagi kita, ke dalam hadirat Tuhan. Kita dapat memasuki hadirat Tuhan melalui iman kepada Yesus, dan dengan meminta pengampunan dosa kita. Dengan demikian, kita dapat mengalami kedekatan dengan Tuhan dan menikmati kehadiran-Nya, dalam hidup kita.

 

Tidak ada cara lain untuk memasuki hadirat Tuhan kecuali melalui Yesus. Kita tidak dapat memasuki hadirat Tuhan dengan mengandalkan pada kebaikan atau kebenaran kita sendiri, atau dengan cara lainnya.

 

Hadirat Tuhan tidak hanya memberikan kita kedekatan dengan Tuhan, tetapi juga memberikan kekuatan kepada kita untuk menjalani hidup kita, dengan cara yang sesuai dengan kehendak-Nya. Dalam kehadiran Tuhan, kita dapat merasakan kehadiran-Nya, yang memberikan kita kekuatan, untuk menghadapi tantangan-tantangan dalam hidup kita.

 

Kita juga dapat merasakan berkat-berkat yang luar biasa dalam kehadiran Tuhan. Kita dapat merasakan kasih dan belas kasihan Tuhan, serta bimbingan-Nya dalam setiap langkah kita. Kita juga dapat merasakan keberkatan-Nya dalam setiap aspek dari hidup kita, termasuk keluarga, pekerjaan, dan relasi dengan orang lain.

 

Jadi, Yesus adalah pintu masuk kita ke dalam hadirat Tuhan. Kita dapat memasukinya dengan meminta pengampunan dosa kita dan dengan mempercayai Yesus sebagai Juruselamat kita. Dengan demikian, kita dapat mengalami kedekatan dengan Tuhan yang begitu dalam dan merasakan kekuatan dan berkat-berkat dari kehadiran-Nya dalam hidup kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus memiliki keyakinan yang teguh bahwa Yesus telah menebus kita dengan darah-Nya.

Kita harus terus menyatakan iman kita, dengan selalu menghadiri ibadah-ibadah di gereja, dan berdoa bersama-sama dengan saudara-saudara seiman lainnya.

Kita harus berusaha untuk menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Allah, yaitu dengan terus membaca Alkitab, berdoa, dan menghadiri pertemuan ibadah di gereja.

Kita juga harus mencoba untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Alkitab.

Kita harus memiliki hati yang tulus, dan sadar akan dosa-dosa kita.

Kita harus selalu introspeksi diri, dan meminta pengampunan Tuhan, dan berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya. Dengan demikian, kita dapat masuk ke dalam rumah Allah dengan keberanian yang lebih besar.

Kita juga harus terus memberitakan Injil, kepada orang-orang yang belum percaya, agar mereka juga dapat memiliki keberanian dan keyakinan yang sama, untuk masuk ke dalam rumah Allah.

Dalam hal ini kita harus berusaha untuk menjadi saksi Kristus, bagi orang-orang di sekitar kita dengan hidup sesuai dengan kehendak Allah dan dengan memberitakan Injil kepada orang-orang yang belum percaya.

Jadi, kita harus terus memiliki keyakinan yang teguh, dan hati yang tulus, serta terus menjalin hubungan yang lebih dekat dengan Allah, serta berusaha menjadi saksi Kristus bagi orang-orang di sekitar kita.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Allah Bapa di Sorga,

terima kasih atas kasih setia-Muu kepada kami. Terima kasih atas karya keselamatan yang telah Engkau lakukan melalui Yesus Kristus, yang telah menanggung dosa-dosa kami di kayu salib.

Kami memohon kepada-Muu, agar memberikan keberanian dan keyakinan yang teguh kepada kami, sehingga kami dapat masuk ke dalam rumah-Muu dengan keberanian yang lebih besar. Kami percaya, bahwa kami memiliki janji yang lebih besar dari pada janji-janji yang diberikan kepada nabi-nabi di masa lalu, yaitu janji-Muu sendiri, yang menjamin bahwa kami akan selamat, dan memiliki kehidupan yang kekal dengan-Muu.

Tolonglah kami untuk terus menyatakan iman kami, dengan selalu menghadiri ibadah-ibadah di gereja, dan berdoa bersama-sama dengan saudara-saudara seiman lainnya.

Bantulah kami juga, untuk terus memberitakan Injil kepada orang-orang yang belum percaya, agar mereka juga dapat memiliki keberanian dan keyakinan yang sama, untuk masuk ke dalam rumah-Muu.

Kami meminta ampun atas dosa-dosa kami, dan kami berdoa agar Engkau memberikan hati yang tulus kepada kami. Bantulah kami untuk terus hidup sesuai dengan kehendak-Muu dan menjalin hubungan yang lebih dekat dengan-Muu.

Kami panjatkan doa ini, dengan rasa syukur, di dalam nama Tuhan Yesus Kristus.

 

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...