Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Hidup
Yang Dibenarkan oleh Iman.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Galatia 3, ayat 1 sampai ayat 9, yang berbunyi sebagai berikut:
Hai orang-orang Galatia yang bodoh, siapakah
yang telah mempesona kamu? Bukankah Yesus Kristus yang disalibkan itu telah
dilukiskan dengan terang di depanmu?
Hanya
ini yang hendak kuketahui dari pada kamu: Adakah kamu telah menerima Roh karena
melakukan hukum Taurat atau karena percaya kepada pemberitaan Injil?
Adakah
kamu sebodoh itu? Kamu telah mulai dengan Roh, maukah kamu sekarang
mengakhirinya di dalam daging?
Sia-siakah
semua yang telah kamu alami sebanyak itu? Masakan sia-sia!
Jadi
bagaimana sekarang, apakah Ia yang menganugerahkan Roh kepada kamu
dengan berlimpah-limpah dan yang melakukan mujizat di antara kamu,
berbuat demikian karena kamu melakukan hukum Taurat atau karena kamu percaya
kepada pemberitaan Injil?
Secara
itu jugalah Abraham percaya kepada Allah, maka Allah memperhitungkan hal itu
kepadanya sebagai kebenaran.
Jadi
kamu lihat, bahwa mereka yang hidup dari iman, mereka itulah anak-anak Abraham.
Dan
Kitab Suci, yang sebelumnya mengetahui, bahwa Allah membenarkan orang-orang
bukan Yahudi oleh karena iman, telah terlebih dahulu memberitakan Injil kepada
Abraham: "Olehmu segala bangsa akan diberkati."
Jadi
mereka yang hidup dari iman, merekalah yang diberkati bersama-sama dengan
Abraham yang beriman itu.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Galatia
3, ayat 1 sampai ayat 9, adalah bagian dari Perjanjian Baru dari Alkitab,
khususnya bagian dari surat yang ditulis oleh Rasul Paulus, kepada gereja
Galatia.
Di
bagian ini, Paulus membahas orang-orang Galatia, yang berpaling dari Injil
sejati Yesus Kristus, dan dipengaruhi oleh guru-guru palsu.
Bagian
ini dapat dibagi menjadi tiga bagian utama:
Dalam
ayat 1 sampai ayat 5, Paulus menegur jemaat Galatia yang bodoh, karena
berpaling dari kebenaran, yang semula mereka terima. Dia menanyai mereka, menanyakan,
siapa yang telah menyihir mereka, dan mengingatkan mereka, bahwa mereka telah
menerima Roh Kudus, bukan melalui perbuatan hukum tetapi melalui iman.
Dalam
ayat 6 dan ayat 7, Paulus mengingatkan kembali, bahwa keselamatan hanya datang melalui
iman, kepada Yesus Kristus, bukan melalui perbuatan hukum. Dia merujuk pada
teladan Abraham, yang dibenarkan karena iman daripada karena perbuatan, dan
mencatat bahwa semua orang yang memiliki iman, diberkati bersama dengan
Abraham.
Dalam
ayat 8 dan ayat 9, Paulus menegaskan bahwa semua orang yang beriman kepada
Yesus Kristus adalah anak-anak Abraham, dan ahli waris dari janji itu.
Janji
ini diberikan kepada Abraham dan keturunannya, bukan keturunan-keturunannya,
yang diidentifikasi oleh Paulus, sebagai Yesus Kristus. Oleh karena itu, semua
yang ada di dalam Kristus, adalah bagian dari janji itu, dan memiliki akses ke
berkat-berkat yang menyertainya.
Konsep
pembenaran orang berdosa hanya oleh iman, adalah pusat pesan Injil dan iman
Kristen. Ini adalah gagasan bahwa kita dibenarkan, atau dibenarkan di hadapan
Allah, bukan karena usaha atau usaha kita sendiri, tetapi karena iman kepada
Yesus Kristus.
Ini
berarti bahwa keselamatan kita adalah pemberian cuma-cuma, yang diberikan
kepada kita melalui kasih karunia, dan bukan sesuatu yang dapat kita upayakan,
atau layak untuk kita peroleh.
Sebagai
orang percaya, penting untuk tidak hanya memahami konsep ini secara intelektual,
tetapi juga untuk menghidupinya, setiap hari.
Kita
akan menyelidiki apa artinya hidup dengan pembenaran oleh iman, dan bagaimana
kita dapat menerapkan kebenaran ini, dalam kehidupan kita sehari-hari.
Hidup
dengan pembenaran oleh iman berarti, percaya hanya kepada Kristus, untuk
keselamatan kita.
Itu
berarti, menyadari bahwa kita, tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri, dan
bahwa kita membutuhkan seorang penyelamat. Kita harus menempatkan iman kita
kepada Yesus dan karya sempurna-Nya di kayu salib, daripada mengandalkan karya,
atau usaha kita sendiri. Ini membutuhkan kerendahan hati, dan kesediaan untuk
menyerahkan hidup kita, kepada Kristus.
Hidup
dengan pembenaran oleh iman berarti mengalami kebebasan dari rasa bersalah dan
malu. Ketika kita menyadari bahwa keselamatan kita tidak didasarkan pada usaha
atau usaha kita sendiri, tetapi pada apa yang telah dilakukan Kristus bagi
kita, kita dapat merasakan kebebasan dan kelepasan dari beban rasa bersalah dan
malu, dari masa lalu kita.
Kita
tidak lagi harus berjuang untuk mendapatkan perkenanan Tuhan, tetapi dapat
beristirahat dengan tenang, karena mengetahui bahwa kita diterima dan dicintai
oleh-Nya.
Hidup
oleh pembenaran oleh iman berarti, diberdayakan untuk hidup bagi Kristus.
Ketika
kita menyadari bahwa keselamatan kita adalah pemberian cuma-cuma, yang
diberikan kepada kita melalui kasih karunia, kita termotivasi untuk hidup bagi
Allah, karena rasa syukur dan kasih.
Kita
tidak lagi hidup karena kewajiban atau tugas, tetapi karena keinginan untuk
menyenangkan Tuhan, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Hidup
dengan pembenaran oleh iman berarti mengalami kesatuan dengan orang percaya
lainnya.
Ketika
kita menyadari bahwa keselamatan kita hanya berdasarkan iman kepada Kristus
saja, kita dapat bersatu sebagai komunitas orang percaya, terlepas dari latar
belakang atau perbedaan kita masing-masing.
Kita
semua adalah bagian dari keluarga yang sama, dipersatukan oleh iman kita,
kepada Kristus.
Hidup
dengan pembenaran oleh iman tidak selalu mudah. Itu membutuhkan kesediaan untuk
percaya kepada Kristus, untuk melepaskan usaha dan pekerjaan kita sendiri, dan
untuk hidup bagi Allah karena kasih dan rasa syukur.
Namun
ketika kita menerima kebenaran ini, kita dapat mengalami kebebasan, kesatuan,
dan kekuatan untuk hidup bagi Kristus.
Semoga
kita semua didorong untuk hidup dengan pembenaran oleh iman dan percaya hanya
kepada Kristus untuk keselamatan kita.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Bagi
kita yang hidup di masa kini, pesan dari perikop ini masih relevan dan krusial.
Itu
mengingatkan kita bahwa hubungan kita dengan Tuhan, dan pertumbuhan rohani kita,
tidak didasarkan pada upaya atau perbuatan baik kita sendiri, tetapi pada iman
kepada Yesus Kristus.
Melalui
iman kepada-Nya, kita diselamatkan dan menerima Roh Kudus, yang memberdayakan
kita untuk menjalani kehidupan, yang menyenangkan Tuhan.
Hidup
karena pembenaran oleh iman berarti, bahwa kita bebas dari beban rasa bersalah
dan malu, yang datang dari usaha untuk mendapatkan keselamatan kita, melalui
perbuatan kita sendiri.
Artinya,
kita diberdayakan untuk menjalani kehidupan yang berfokus, pada melayani dan
menyenangkan Tuhan, daripada berusaha untuk mendapatkan perkenanan-Nya.
Di
dunia, di mana kita terus-menerus dibombardir dengan pesan kinerja dan
pencapaian, pesan hidup karena pembenaran oleh iman, merupakan pengingat yang
menyegarkan, bahwa harga diri dan nilai kita, tidak didasarkan pada apa yang
dapat kita lakukan, tetapi pada siapa kita di dalam Kristus.
Itu
adalah panggilan untuk menjalani kehidupan, yang ditandai dengan iman kepada
Yesus Kristus, kepatuhan terhadap perintah-perintah-Nya, dan kasih bagi sesama.
Ringkasnya,
inti pesan Tuhan dalam Galatia 3, ayat 1 sampai ayat 9, tentang “Hidup Karena
Dibenarkan oleh Iman,” adalah bahwa keselamatan dan hubungan kita dengan Tuhan,
hanya berdasarkan iman kepada Yesus Kristus, dan bahwa kita harus menjalani
kehidupan yang benar. ditandai dengan iman, ketaatan, dan kasih.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Sebelum
kita dapat benar-benar memahami dan menghargai anugerah keselamatan melalui
iman kepada Yesus Kristus, pertama-tama kita harus mengenali kebutuhan kita
akan seorang penyelamat.
Ini
melibatkan pengakuan dosa kita dan ketidakmampuan kita untuk menyelamatkan diri
kita sendiri.
Begitu
kita mengenali kebutuhan kita akan seorang juruselamat, kita harus berpaling
kepada Yesus Kristus dengan iman, percaya kepada Dia saja untuk keselamatan
kita.
Ini
melibatkan pengakuan dosa kita, bertobat dari cara lama kita, dan percaya pada
pengorbanan Kristus di kayu salib, sebagai satu-satunya cara untuk dibenarkan
di hadapan Allah.
Melalui
iman kepada Yesus Kristus, kita menerima anugerah keselamatan dan berdiamnya
Roh Kudus, yang memberdayakan kita untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan
Allah.
Hidup
dengan pembenaran oleh iman berarti, percaya kepada Kristus saja untuk
keselamatan kita, dan menjalani hidup, dengan iman kepada-Nya.
Ini
melibatkan penyerahan hidup kita setiap hari kepada-Nya, dan mengandalkan kasih
karunia dan kekuatan-Nya, untuk membimbing kita.
Hidup
dengan pembenaran oleh iman, juga termasuk mematuhi perintah Tuhan sebagai
ungkapan iman kita kepada-Nya.
Ini
melibatkan menjalani kehidupan yang bercirikan kasih, kesalehan, dan kekudusan.
Akhirnya,
hidup dengan pembenaran oleh iman, juga mencakup mengasihi dan melayani orang
lain, sama seperti Kristus mengasihi dan melayani kita.
Ini
melibatkan menunjukkan belas kasihan, kebaikan, dan belas kasihan kepada orang
lain, dan membagikan kabar baik Injil kepada mereka yang belum percaya.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Kami
datang kepada Tuhan hari ini, untuk berterima kasih atas anugerah keselamatan
melalui iman kepada Yesus Kristus.
Tolonglah
kami untuk menjalani kehidupan, yang ditandai dengan keimanan kepada-Nya,
ketaatan pada perintah-Muu, dan kasih kepada sesama.
Bimbing
kami dengan Roh-Muu, untuk berjalan dalam kebenaran dan kekudusan, dan untuk
melayani orang lain dengan belas kasih dan kebaikan.
Semoga
hidup kami, menjadi cerminan dari kasih dan anugerah-Muu, dan semoga orang lain
melihat terang Kristus bersinar, melalui kami.
Terima
kasih telah membenarkan kami dengan iman, dan telah memberi kami harapan hidup
yang kekal.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar