Langsung ke konten utama

Iman dan Ketaatan, Mendatangkan Berkat. Yoel 3: 9-16 | SBU GPIB Sangkakala

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Iman dan Ketaatan, Mendatangkan Berkat.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yo el 3, ayat 9 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Maklumkanlah hal ini di antara bangsa-bangsa: bersiaplah untuk peperangan, gerakkanlah para pahlawan; suruhlah semua prajurit tampil dan maju! 

 Tempalah mata bajakmu menjadi pedang dan pisau-pisau pemangkasmu menjadi tombak; baiklah orang yang tidak berdaya berkata: "Aku ini pahlawan!" 

 Bergeraklah dan datanglah, hai segala bangsa dari segenap penjuru, dan berkumpullah ke sana! Bawalah turun, ya TUHAN, pahlawan-pahlawan-Mu!

 Baiklah bangsa-bangsa bergerak dan maju ke lembah Yosafat, sebab di sana Aku akan duduk untuk menghakimi segala bangsa dari segenap penjuru. 

 Ayunkanlah sabit, sebab sudah masak tuaian; marilah, iriklah, sebab sudah penuh tempat anggur; tempat-tempat pemerasan kelimpahan, sebab banyak kejahatan mereka. 

 Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari TUHAN di lembah penentuan!

 Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya.

 TUHAN mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi TUHAN adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Hari ini kita akan melihat sebuah bagian dari kitab Yoel dalam Perjanjian Lama, khususnya Yoel 3:9-16. Tema khotbah kita hari ini adalah "Iman dan Ketaatan, Mendatangkan Berkat."

Perikop ini berisi pesan kenabian dari Tuhan kepada bangsa-bangsa, di mana dia menyatakan penghakiman ke atas mereka, atas perlakuan buruk mereka, terhadap umat-Nya, Israel.

Bagian ini dimulai dengan seruan kepada bangsa-bangsa untuk bersiap menghadapi perang, karena Tuhan akan mengumpulkan semua bangsa, di lembah Yosafat, untuk menghakimi mereka, atas perlakuan buruk mereka, terhadap Israel. Teks ini, selanjutnya menjelaskan penghakiman yang akan dilakukan Allah, terhadap bangsa-bangsa, termasuk gambaran tentang tanda-tanda, yang akan mendahului Hari Tuhan, ketika Allah akan menghakimi bangsa-bangsa, yang tidak percaya kepada-Nya.

Namun, Tuhan juga berbelas kasih, dan memberi mereka kesempatan untuk bertobat, dan berbalik kepada-Nya. Ketika kita membaca perikop ini, kita melihat bahwa keadilan dan kemurahan Allah, berada dalam keseimbangan yang sempurna. Kita juga melihat bahwa Tuhan memberkati mereka, yang memiliki iman dan ketaatan kepada-Nya.

Allah selalu menginginkan ketaatan, dari umat-Nya. Ketaatan adalah demonstrasi dari iman, dan kepercayaan kita kepada Tuhan. Dalam kitab Ulangan 28, ayat 1 dan 2, Tuhan menjanjikan berkat bagi umat-Nya, jika mereka menaati perintah-Nya. Tuhan setia menepati janji-Nya, dan ketika kita menaati-Nya, kita memposisikan diri untuk menerima berkat-berkat-Nya.

Tuhan juga menginginkan agar kita beriman kepada-Nya. Iman adalah aspek penting dari perjalanan orang Percaya. Ibrani 11 ayat 6, mengatakan, "Dan tanpa iman tidak mungkin menyenangkan Tuhan, karena siapa pun yang datang kepada-Nya, harus percaya bahwa Dia ada, dan bahwa Dia memberi upah kepada mereka, yang sungguh-sungguh mencari dia." Iman adalah kunci untuk menerima berkat, dari Tuhan.

Dalam perikop ini, kita melihat bahwa, bangsa-bangsa telah menganiaya umat Allah. Mereka telah menindas umat Allah, dan membuat umat Allah menderita. Tetapi Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan Dia tidak mentolerir penganiayaan terhadap umat-Nya. Dengan cara yang sama, Tuhan tidak akan mentolerir penganiayaan terhadap kita, sebagai anak-anak-Nya hari ini. Sebagai orang Kristen, kita harus berhati-hati untuk tidak menganiaya orang lain, dan bersikap baik, dan penuh kasih kepada semua orang.

Dalam perikop ini, kita juga melihat bahwa Allah, sedang mengumpulkan semua bangsa, di lembah Yosafat, untuk menghakimi mereka. Peristiwa ini menunjukkan akan datangnya Hari Tuhan, dimana Tuhan akan menghakimi bangsa-bangsa, atas perlakuan buruk mereka terhadap umat-Nya. Tetapi Tuhan juga berbelas kasih, dan memberikan kesempatan kepada bangsa-bangsa untuk bertobat dan berbalik kepada-Nya.

Ketika kita bertobat, dan berpaling kepada Tuhan, kita memposisikan diri kita, untuk menerima berkat-berkat-Nya. Mazmur 103, ayat 10 dan 11, mengatakan, " Tidak dilakukan-Nya kepada kita, setimpal dengan dosa kita, dan tidak dibalas-Nya kepada kita, setimpal dengan kesalahan kita, tetapi setinggi langit di atas bumi, demikian besarnya kasih setia-Nya, atas orang-orang yang takut akan Dia." Ketika kita berpaling kepada Allah, Dia mengampuni kita dan memberkati kita.

Bacaan Alkitab hari ini, juga mengajarkan kita bahwa Allah mengendalikan sejarah. Dia mengetahui akhir dari awal, dan rencana-Nya pada akhirnya akan digenapi. Sebagai orang Kristen, kita harus beriman pada rencana Tuhan, dan percaya bahwa Dia memegang kendali. Kita juga harus taat pada perintah-Nya, dan mengikuti kehendak-Nya, atas hidup kita.

Kita juga melihat, bahwa keadilan dan kemurahan Allah, berada dalam keseimbangan yang sempurna. Allah adalah Allah yang adil, yang akan menghakimi bangsa-bangsa atas penganiayaan mereka, terhadap umat-Nya. Tapi Dia juga Tuhan yang penuh belas kasihan, yang memberikan kesempatan kepada bangsa-bangsa untuk bertobat, dan berbalik kepada-Nya. Sebagai orang Kristen, kita harus meneladani keadilan, dan kemurahan Tuhan, dalam hidup kita.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan Tuhan bagi kita hari ini adalah, bahwa Tuhan itu adil dan penuh belas kasihan, dan Dia menginginkan ketaatan dan iman dari umat-Nya. Dalam perikop ini, Allah menyatakan penghakiman terhadap bangsa-bangsa, atas perlakuan buruk mereka terhadap umat-Nya, tetapi Dia juga memberi mereka kesempatan untuk bertobat, dan berbalik kepada-Nya. Keadilan dan kemurahan Tuhan, berada dalam keseimbangan yang sempurna, dan Dia menjanjikan berkat, bagi mereka yang beriman kepada-Nya, dan mematuhi perintah-Nya.

Relevansi pesan ini bagi kita hari ini adalah, bahwa kita masih hidup di dunia, di mana terdapat ketidakadilan dan perlakuan buruk, terhadap orang lain. Kita melihat perang, konflik, penindasan, dan ketidaksetaraan, dan pesan Tuhan mengingatkan kita, bahwa Tuhan mengetahui semua yang terjadi, dan akan adanya, hari penghakiman. Namun, Tuhan juga berbelas kasih, dan memberi kepada siapa pun, kesempatan untuk berpaling kepada-Nya, dan memohon pengampunan atas dosa-dosanya.

Pesan ini, juga mendorong kita untuk beriman dan taat kepada Tuhan. Sebagai orang Kristen, kita harus memiliki iman, bahwa Allah mengendalikan sejarah, dan bahwa rencana-Nya, pada akhirnya akan digenapi. Kita juga harus taat pada perintah-Nya, dan mengikuti kehendak-Nya atas hidup kita. Dengan melakukan itu, kita memposisikan diri kita, untuk menerima berkat Tuhan, dan memberi dampak positif bagi dunia.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus mengakui dosa-dosa kita dan berpaling darinya, mencari pengampunan dan pemulihan dalam hubungan kita dengan Allah.

Kita harus percaya pada kedaulatan, dan rencana Tuhan atas hidup kita, percaya bahwa Dia, tetap memegang kendali, dan bahwa Dia akan memenuhi janji-janji-Nya.

Kita harus berusaha untuk mematuhi perintah Tuhan, dan mengikuti kehendak-Nya untuk hidup kita, berjuang untuk menjalani kehidupan, yang memuliakan Tuhan.

Kita harus berbicara menentang ketidakadilan dan penindasan, membela mereka yang diperlakukan dengan buruk, dan terpinggirkan.

Kita harus berdoa agar belas kasihan dan keadilan Tuhan, dicurahkan ke dunia, meminta Tuhan, untuk campur tangan dalam urusan umat manusia, dan mewujudkan rencana-Nya bagi dunia.

Kita harus membagikan kabar baik tentang Yesus Kristus kepada orang lain, mengundang mereka untuk berpaling kepada Allah, dan mengalami kasih dan pengampunan-Nya.

Kita harus percaya pada janji penghakiman Allah, terhadap mereka yang menganiaya orang lain, percaya bahwa Dia, pada akhirnya akan membawa keadilan ke dunia.

Dalam semua yang kita lakukan, kita harus berusaha untuk memuliakan Allah, dan menghormati Dia dengan hidup kita. Semoga kita dimampukan untuk menanggapi pesan Tuhan dalam bacaan Alkitab hari ini, dengan kerendahan hati, iman, dan ketaatan, serta percaya pada keadilan dan belas kasihan Tuhan, dan berusaha memberi dampak positif, bagi dunia.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Kami berkomitmen untuk menjalani kehidupan dengan iman dan ketaatan, percaya pada kedaulatan dan rencana Tuhan untuk hidup kami. Kami akan berusaha untuk mematuhi perintah Tuhan dan mengikuti kehendak Tuhan, mengetahui bahwa Tuhan akan memberkati kami saat kami berjalan di jalan Tuhan.

Kami juga berkomitmen untuk membela keadilan, menentang ketidakadilan dan penindasan, serta membela mereka yang diperlakukan dengan buruk, dan terpinggirkan. Kami berdoa agar rahmat dan keadilan Tuhan dicurahkan ke dunia, meminta Tuhan untuk campur tangan dalam urusan umat manusia dan mewujudkan rencana Tuhan bagi dunia.

Mampukan kami untuk melakukan hal yang baik, dan penuh kasih kepada semua orang, meniru keadilan dan belas kasihan Tuhan dalam hidup kami. Semoga Tuhan memberkati kami saat kami berusaha untuk mengikuti Tuhan dalam iman dan ketaatan, dan semoga keadilan dan belas kasihan Tuhan berlaku di dunia.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...