Langsung ke konten utama

Kuasa Yesus Membuat Orang Non-Kristen Menjadi Percaya | Yunus 1: 14-17 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Kuasa Yesus Membuat Orang Non-Kristen Menjadi Percaya.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yunus 1, ayat 14 sampai ayat 17, yang berbunyi sebagai berikut:

 

  Lalu berserulah mereka kepada TUHAN, katanya: "Ya TUHAN, janganlah kiranya Engkau biarkan kami binasa karena nyawa orang ini dan janganlah Engkau tanggungkan kepada kami darah orang yang tidak bersalah, sebab Engkau, TUHAN, telah berbuat seperti yang Kaukehendaki." 

 Kemudian mereka mengangkat Yunus, lalu mencampakkannya ke dalam laut, dan laut berhenti mengamuk. 

 Orang-orang itu menjadi sangat takut kepada TUHAN, lalu mempersembahkan korban sembelihan bagi TUHAN serta mengikrarkan nazar.

 Maka atas penentuan  TUHAN datanglah seekor ikan besar yang menelan Yunus; dan Yunus tinggal di dalam perut ikan itu tiga hari tiga malam lamanya.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Dalam perikop ini, Yunus berada di kapal menuju Tarsis, mencoba melarikan diri dari perintah Tuhan, untuk pergi mengabar kepada penduduk Niniwe.

Namun, badai besar muncul, dan para pelaut menyadari bahwa seseorang di atas kapal, pasti telah membuat marah para dewa mereka.

Mereka membuang undi untuk menentukan siapa yang bertanggung jawab, dan undian jatuh pada Yunus.

Ketika Yunus mengakui, bahwa dia melarikan diri dari Tuhan, para pelaut menjadi takut, dan bertanya kepadanya, apa yang harus mereka lakukan untuk menenangkan badai tersebut.

Yunus menyuruh mereka, untuk membuangnya ke laut, yang dengan terpaka, mereka lakukan.

 

Tujuan dari bagian ini adalah, untuk menunjukkan ketidaktaatan Yunus kepada Tuhan, dan konsekuensi dari tindakannya.

Itu juga menyoroti kuasa dan kedaulatan Tuhan, yang menenangkan badai setelah Yunus dibuang ke laut.

Selain itu, bagian ini menunjukkan bagaimana, bahkan para pelaut kafir di kapal, menjadi takut dan menyembah Tuhan, setelah menyaksikan kekuatannya.

Secara keseluruhan, bagian ini berfungsi sebagai pendahulu kedatangan Yunus di Niniwe, di mana dia memberitakan pesan pertobatan, yang pada akhirnya mengarah pada keselamatan kota.

 

Di sepanjang Alkitab, kita melihat bukti hati Tuhan bagi bangsa-bangsa di dunia.

Dari panggilan Abraham untuk menjadi berkat bagi semua bangsa, (baca Kejadian 12, ayat 3), hingga penglihatan Yohanes dalam Wahyu, tentang orang-orang dari setiap bangsa dan suku, yang menyembah Tuhan Yesus, yang adalah Alfa dan Omega, (baca Wahyu 7, ayat 9), kita melihat bahwa Allah Bapa, menginginkan semua orang, untuk datang kepada-Nya, dan menerima keselamatan.

Dalam khotbah ini, kita akan menelusuri tiga bagian, yang mengilustrasikan hati Tuhan, bagi bangsa-bangsa.

 

Pertama, kita memiliki panggilan, untuk memberitakan Injil ke segala bangsa, sesuai perintah Tuhan Yesus dalam Matius 28, ayat 18 sampai ayat 20.

Dalam perikop itu, Yesus menugaskan para murid-Nya, untuk pergi dan memuridkan semua bangsa, membaptis mereka dalam nama Bapa, Putra, dan Roh Kudus.

Perintah ini tidak terbatas pada sekelompok orang tertentu, tetapi berlaku untuk semua bangsa.

Itu adalah panggilan untuk membagikan kabar baik keselamatan kepada semua orang, terlepas dari etnis, budaya, atau bahasa mereka.

Itu adalah ungkapan kasih Allah bagi semua orang, dan keinginan-Nya, agar semua orang bertobat. (baca 2 Petrus 3, ayat 9).

 

Kedua, dalam Roma 10, ayat 12 dan ayat 13, kita melihat universalitas kasih dan keselamatan Allah.

Rasul Paulus menulis bahwa tidak ada perbedaan antara orang Yahudi dan bukan Yahudi, karena Tuhan yang sama, adalah Tuhan atas semua, dan dengan limpah memberkati semua orang, yang berseru kepada Nama Yesus.

Paulus kemudian mengutip dari Yoel 2, ayat 32, dan menyatakan bahwa, "Setiap orang yang memanggil nama Tuhan akan diselamatkan."

Bagian ini adalah pengingat yang kuat, bahwa kasih dan keselamatan Tuhan, tersedia untuk semua orang, tanpa memandang latar belakang, atau status sosial mereka.

Tidak ada eksklusivitas dalam rencana keselamatan Allah, dan siapa pun yang berpaling kepada Tuhan Yesus dalam iman, akan diselamatkan.

 

Ketiga, dalam Kisah Para Rasul 10, ayat 34 dan ayat 35, kita melihat janji keselamatan bagi bangsa-bangsa lain.

Dalam bagian ini, rasul Petrus menyatakan, bahwa dia sekarang mengerti bahwa Tuhan tidak menunjukkan keberpihakan, tetapi menerima orang-orang dari setiap bangsa yang takut akan Dia, dan melakukan apa yang benar.

Ini adalah perubahan signifikan dalam pemahaman Petrus, karena dia sebelumnya percaya, bahwa keselamatan hanya untuk orang Yahudi.

Namun, melalui penglihatan dan tuntunan Roh Kudus, dia memahami, bahwa rencana keselamatan Allah adalah untuk semua orang, termasuk orang bukan Yahudi.

Perikop ini mengingatkan, bahwa hati Tuhan bagi bangsa-bangsa, bukanlah konsep baru, tetapi sudah menjadi bagian dari rencana-Nya, sejak semulanya, yaitu, sejak manusia pertama jatuh ke dalam dosa.

 

Sebagai orang percaya, kita memahami bahwa iman sangat penting untuk keselamatan. Namun, ada berbagai hambatan yang dapat menghalangi kemampuan kita untuk beriman kepada Tuhan. Dalam khotbah ini, kita akan menelusuri tiga penghalang umum terhadap iman dan bagaimana kita dapat mengatasinya.

 

Penghalang iman yang pertama adalah pengaruh budaya dan tradisi.

Perikop ini menjadi pengingat, bahwa nilai-nilai budaya dan tradisional kita, terkadang dapat menutupi kebenaran firman Tuhan.

Kita mungkin merasa sulit, untuk menerima aspek-aspek tertentu dari Injil, karena itu bertentangan dengan budaya, atau kepercayaan tradisional kita.

Untuk mengatasi penghalang ini, kita harus bersedia memeriksa keyakinan kita dalam terang firman Tuhan, dan terbuka untuk berubah jika perlu.

Penghalang kedua terhadap iman, adalah kesombongan dan sifat manusia yang mandiri, namun telah kehilangan kemuliaan Allah.

Kesombongan, dan kecukupan diri kita, dapat menghalangi kita, untuk mengakui kebutuhan kita, akan seorang Juru Selamat.

Untuk mengatasi penghalang ini, kita harus mengenali keterbatasan kita, dan percaya pada kuasa dan anugerah Tuhan, untuk menyelamatkan kita.

Keberdosaan kita, dan ketidakmampuan kita untuk menyelamatkan diri sendiri, seharusnya membuat kita rendah hati, dan menuntun kita untuk menempatkan iman kita, kepada Tuhan.

 

Penghalang iman ketiga, adalah ketidaktahuan akan kebenaran.

Tanpa pemahaman yang jelas tentang siapa Allah itu, dan apa yang telah Dia lakukan bagi kita, akan sulit untuk beriman kepada-Nya.

Untuk mengatasi penghalang ini, kita harus berusaha untuk bertumbuh dalam pengetahuan, dan pemahaman kita tentang Tuhan, melalui membaca firman-Nya, berdoa, dan bersekutu dengan orang percaya lainnya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pertama, kita harus menyadari, bahwa hati Tuhan adalah untuk semua orang, dan Tuhan ingin semua orang, mengenal Dia dan menerima keselamatan.

Kedua, kita harus memahami, bahwa kasih dan keselamatan Tuhan, tersedia bagi semua orang, terlepas dari latar belakang atau budaya mereka.

Ketiga, kita harus terbuka terhadap pimpinan Roh Kudus, dan bersedia melangkah keluar dari zona nyaman kita, untuk membagikan Injil kepada mereka yang mungkin berbeda dengan kita.

Saat kita melakukan ini, kita dapat yakin, bahwa kuasa dan kasih Tuhan, akan mengatasi hambatan budaya, dan membawa orang dari setiap bangsa, untuk beriman kepada-Nya.

Kita hanya diminta, untuk patuh pada panggilan untuk membagikan Injil, kepada semua bangsa, dan percaya pada rencana Tuhan, untuk membawa keselamatan sampai ke ujung bumi.

 

Saat kita merenungkan pesan kuat yang ditemukan dalam Firman Tuhan, kita diingatkan akan panggilan untuk meruntuhkan penghalang etnis dan budaya.

Dalam Galatia 3, ayat 28, kita membaca, bahwa di dalam Kristus, tidak ada lagi orang Yahudi atau Yunani, budak atau orang merdeka, laki-laki atau perempuan.

Kita semua, adalah satu di dalam Kristus Yesus.

Ini adalah pesan yang kuat bagi kita hari ini, karena kita hidup di dunia, yang semakin terbagi, menurut garis etnis dan budaya.

Sebagai pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi agen rekonsiliasi, mendobrak penghalang ini dan menunjukkan kepada dunia apa artinya saling mengasihi.

 

Terlebih lagi, janji keselamatan bagi semua orang yang percaya kepada Yesus, adalah pesan yang berbicara langsung ke hati kita hari ini.

Dalam Yohanes 3, ayat 16, kita membaca, bahwa Allah begitu mengasihi dunia, sehingga Ia memberikan Anak-Nya yang tunggal, sehingga siapa pun yang percaya kepada-Nya, tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Ini adalah pesan pengharapan dan penebusan, yang harus kita bagikan dengan dunia di sekitar kita.

Saat kita melihat sekeliling, dan melihat kehancuran dan rasa sakit yang ada, kita diingatkan akan pentingnya membagikan pesan harapan dan cinta ini, kepada mereka yang paling membutuhkannya.

 

Selanjutnya, kita diingatkan akan pentingnya terbuka, terhadap kuasa dan campur tangan Tuhan dalam hidup kita.

Dalam Kisah Para Rasul 2, ayat 38 dan ayat 39, kita membaca, bagaimana rasul Petrus mendorong orang banyak untuk bertobat, dan dibaptis dalam nama Yesus, menerima karunia Roh Kudus.

Pesan yang sama ini relevan bagi kita saat ini, karena kita berusaha menjalani hidup kita dengan cara yang memuliakan Allah, dan memuliakan nama-Nya.

Kita harus terbuka terhadap kuasa dan campur tangan Tuhan dalam hidup kita, menyerahkan kehendak kita kepada-Nya, dan mencari bimbingan-Nya dalam segala hal yang kita lakukan.

 

Kesaksian pribadi, adalah alat yang ampuh, dalam membagikan Injil kepada orang lain.

Pengalaman pribadi kita akan kasih karunia dan kemurahan Allah, dapat berdampak besar pada orang-orang di sekitar kita, mendekatkan mereka kepada Kristus, dan membantu mereka melihat realitas kasih Allah.

 

Selain itu, kuasa Roh Kudus dapat meneguhkan kesaksian kita, dan membantu kita untuk berbicara dengan berani, dan dengan keyakinan.

Dalam Kisah Para Rasul 4, ayat 31, kita membaca bagaimana para rasul dipenuhi dengan Roh Kudus, dan menyampaikan firman Allah dengan berani.

Kuasa yang sama ini tersedia bagi kita dewasa ini, sewaktu kita berupaya membagikan kesaksian kita kepada orang lain.

Roh Kudus dapat membantu kita mengatasi ketakutan dan keraguan, dan memberi kita kata-kata untuk disampaikan kepada mereka, yang perlu mendengar pesan Injil.

 

Sewaktu kita merenungkan kekuatan kesaksian, kita diingatkan akan pentingnya membagikan kisah iman kita sendiri, kepada orang lain.

Kesaksian kita dapat berdampak besar pada orang-orang di sekitar kita, menarik mereka lebih dekat kepada Kristus, dan membantu mereka melihat realitas kasih Allah.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Sebagai orang Kristen, tujuan kita adalah untuk membagikan kasih dan pesan Yesus, kepada mereka yang belum percaya.

Salah satu cara untuk melakukannya, adalah dengan bersaksi tentang kuasa Tuhan Yesus dalam hidup kita.

Berikut beberapa langkah praktis yang bisa kita lakukan, untuk membantu orang non-Kristen menjadi percaya, setelah melihat kuasa Tuhan Yesus.

 

Tindakan kita, sering berbicara lebih keras daripada kata-kata kita.

Dengan menjalani kehidupan, yang mencerminkan kasih, sukacita, dan kedamaian, yang berasal dari hubungan kita dengan Yesus, kita dapat membantu orang lain melihat kuasa Yesus, bekerja dalam hidup kita.

 

Kesaksian pribadi kita, tentang bagaimana kita menjadi beriman, dan bagaimana Yesus telah mengubah hidup kita, dapat menjadi alat yang ampuh untuk bersaksi kepada orang lain.

Membagikan kesaksian kita kepada orang lain, dapat membantu mereka melihat kuasa Yesus bekerja dalam kehidupan kita.

 

Berdoalah untuk kesempatan, untuk membagikan Injil dengan orang-orang di sekitar kita.

Tuhan akan membuka pintu bagi kita, untuk membagikan pesan Yesus kepada mereka, yang terbuka untuk mendengarnya.

 

Kita harus bersedia membagikan pesan Injil, kepada mereka yang belum percaya.

Kita harus berani membagikan kebenaran tentang siapa Yesus, dan apa yang telah Dia lakukan bagi kita.

 

Tujuan kesaksian kita, bukan untuk meyakinkan orang untuk percaya pada kita, atau pada kekuatan kita sendiri, tetapi untuk mengarahkan mereka kepada Yesus.

Kita harus selalu tetap fokus pada Yesus, dan kepada kuasa kasih, dan pengorbanan-Nya.

 

Singkatnya, kita hendaknya menjalani kehidupan yang mencerminkan kuasa Yesus, membagikan kesaksian pribadi kita, berdoa memohon kesempatan untuk membagikan Injil, membagikan pesan Injil, dan mengarahkan orang lain kepada Yesus.

Dengan melakukan hal-hal tersebut, kita dapat membantu orang non-Kristen, menjadi percaya, setelah melihat kuasa Tuhan Yesus, yang bekerja dalam hidup kita.

 

Semoga kita berani dalam menyampaikan kesaksian kita, mengetahui, bahwa Tuhan dapat menggunakan, bahkan saat-saat terlemah kita, untuk mewujudkan tujuan, dan kemuliaan-Nya.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Kami datang ke hadapan Tuhan, dengan hati yang bersyukur, berterima kasih atas kuasa Yesus dalam hidup kami.

Kami meminta Tuhan, untuk membantu kami hidup dengan cara, yang mencerminkan kasih dan kuasa Yesus, kepada orang-orang di sekitar kami.

Berilah kami kuasa, dan keberanian, untuk membagikan kesaksian kami, dan pesan Injil kepada mereka yang belum percaya.

Tuhan, kami berdoa agar Engkau membukakan pintu bagi kami, untuk membagikan pesan Yesus kepada mereka, yang terbuka untuk mendengarnya.

Bantulah kami, untuk menjadi saksi yang setia atas kasih, dan rahmat-Muu.

Kami berkomitmen kepada Tuhan, meminta agar Tuhan menggunakan kami, untuk membantu orang lain percaya, setelah melihat kuasa Tuhan Yesus, bekerja dalam hidup kami.

Semoga kata-kata dan tindakan kami, selalu mengarahkan orang lain kepada Yesus, dan semoga Roh Kudus-Mu, memberdayakan kami, untuk menjadi saksi yang efektif, bagi kerajaan Tuhan.

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...