Langsung ke konten utama

Otoritas Injil, Mengharuskan Kita, Menyebarkannya. Galatia 1: 11-17 | SBU GPIB Sangkakala

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Otoritas Injil, Mengharuskan Kita, Menyebarkannya.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Galatia 1, ayat 11 sampai ayat 17, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Sebab aku menegaskan kepadamu, saudara-saudaraku, bahwa Injil yang kuberitakan itu bukanlah injil manusia. 

 Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku menerimanya oleh penyataan Yesus Kristus.

 Sebab kamu telah mendengar tentang hidupku dahulu dalam agama Yahudi: tanpa batas aku menganiaya jemaat Allah dan berusaha membinasakannya.

  Dan di dalam agama Yahudi aku jauh lebih maju dari banyak teman yang sebaya dengan aku di antara bangsaku, sebagai orang yang sangat rajin memelihara adat istiadat nenek moyangku.

 Tetapi waktu Ia, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, 

 berkenan menyatakan Anak-Nya di dalam aku, supaya aku memberitakan Dia di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka sesaatpun aku tidak minta pertimbangan kepada manusia;

 juga aku tidak pergi ke Yerusalem mendapatkan mereka yang telah menjadi rasul sebelum aku, tetapi aku berangkat ke tanah Arab dan dari situ kembali lagi ke Damsyik.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Hari ini kita akan melihat Galatia 1, ayat 11-17 dan mendalami tema "Otoritas Injil."

Seperti yang akan kita lihat, pesan rasul Paulus dalam bagian ini relevan hari ini seperti pada masanya sendiri. Di dunia di mana ada begitu banyak suara yang menuntut perhatian kita, penting bagi kita untuk memiliki landasan yang kuat dalam Injil Yesus Kristus.

Jadi mari selami perikop ini dan lihat apa yang dapat kita pelajari tentang otoritas Injil.

Dalam Galatia 1, ayat 11 dan 12, Paulus menulis, "Aku ingin kamu tahu, saudara-saudara, bahwa Injil yang aku beritakan bukanlah berasal dari manusia. Aku tidak menerimanya dari siapa pun, dan aku juga tidak belajar dari orang lain, melainkan, aku menerimanya melalui wahyu, dari Yesus Kristus."

Apa yang ditekankan Paulus di sini adalah, bahwa Injil bukanlah sesuatu yang dia, atau manusia lain, ciptakan. Sebaliknya, itu adalah pesan yang datang langsung dari Yesus Kristus sendiri. Ini berarti bahwa Injil tidak tunduk pada tingkah dan pendapat manusia, tetapi berakar pada kebenaran firman Allah, yang tidak berubah.

Karena Injil bukan berasal dari manusia, maka Injil itu, membawa serta otoritas ilahi. Dalam Galatia 1, ayat 15 dan 16, Paulus menulis, “Tetapi ketika Allah, yang telah memilih aku sejak kandungan ibuku, dan memanggil aku oleh kasih karunia-Nya, berkenan menyatakan Putra-Nya di dalam aku, supaya aku dapat memberitakan Dia, di antara bangsa-bangsa bukan Yahudi, maka aku tidak perlu berkonsultasi akan hal itu, dengan manusia mana pun."

Di sini, Paulus menekankan, bahwa panggilannya untuk memberitakan Injil, bukanlah sesuatu yang dia cari sendiri, melainkan sesuatu yang ditetapkan secara ilahi. Dia juga menekankan, bahwa dia tidak berkonsultasi dengan manusia lain, untuk memulai pelayanannya. Ini menunjukkan bahwa otoritas Injil, tidak berasal dari dukungan, atau persetujuan manusia, tetapi dari Allah sendiri.

Injil memiliki Kuasa untuk Mengubah Kehidupan

Kita melihat dalam Galatia 1, ayat 13 dan 14, bahwa kehidupan Paulus sendiri diubahkan oleh kuasa Injil. Dia menulis, “Karena kamu telah mendengar tentang cara hidupku sebelumnya dalam agama Yahudi, betapa giatnya aku menganiaya jemaat Allah, dan berusaha membinasakannya. Dan di dalam agama Yahudi, aku jauh lebih maju dari banyak teman yang seusia dengan aku di antara bangsaku, dan sangat rajin dalam hal memelihara adat istiadat nenek moyangku.

Di sini, kita melihat, bahwa Injil, memiliki Kuasa untuk Mengubah Kehidupan, atas orang-orang yang telah dipanggil, dipilih, dan yang mau memenuhi panggilan dan pilihan Allah itu.

Setelah berjumpa dengan Kristus yang bangkit, kehidupan Paulus benar-benar berubah. Dia menjadi pengikut Yesus yang bersemangat, dan mengabdikan hidupnya untuk menyebarkan pesan Injil. Transformasi ini merupakan kesaksian yang kuat, akan otoritas dan kuasa transformatif Injil.

Apa makna semua ini bagi kita hari ini? Itu berarti, bahwa Injil bukan hanya satu pesan, di antara banyak pesan, tetapi merupakan dasar iman kita.

Itu berarti bahwa kita dapat mempercayai otoritas Injil, mengetahui bahwa itu tidak tunduk pada pendapat manusia, tetapi berakar pada kebenaran firman Allah, yang tidak berubah. Dan itu berarti, bahwa kita dapat memiliki keyakinan pada kekuatan transformatif Injil, mengetahui bahwa itu memiliki kekuatan, untuk mengubah, bahkan hati yang paling keras, dan mengubah kehidupan.

Jadi marilah kita tunduk pada otoritas Injil, dan membiarkan kuasa Injil itu, membentuk setiap aspek kehidupan kita. Dan marilah kita juga berani dalam mewartakan pesan Injil, mengetahui bahwa Injil itu memiliki kekuatan, untuk membawa perubahan abadi di dunia.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Salah satu pesan kunci dari tema "Otoritas Injil" adalah, bahwa Allah telah memilih kita untuk memberitakan Injil, dengan otoritas ilahi.

Seperti yang kita lihat dalam Galatia 1, ayat 15 dan 16, Paulus menulis, bahwa Allah telah memilih dia sejak dari kandungan ibunya, dan memanggil dia oleh kasih karunia-Nya, untuk memberitakan Injil di antara bangsa-bangsa lain.

Ini berarti bahwa, Tuhan memiliki panggilan khusus bagi kita masing-masing dalam hal membagikan Injil. Beberapa mungkin dipanggil untuk berkhotbah kepada orang banyak, sementara yang lain mungkin dipanggil untuk membagikan Injil secara pribadi, dengan orang-orang yang mereka temui dalam kehidupan sehari-hari. Namun terlepas dari bagaimana Allah memanggil kita, untuk membagikan Injil, kita dapat percaya, bahwa Dia telah memberi kita wewenang, untuk melakukannya.

Maka, pesan dari tema renungan hari ini adalah, bahwa kita memiliki tanggung jawab, untuk membagikan Injil dengan setia, kepada orang-orang di sekitar kita, dan percaya pada otoritas yang telah Allah berikan kepada kita.

Kita harus patuh pada panggilan Tuhan, dan dengan berani menyatakan kebenaran Injil, bahkan di hadapan, penentangan, atau keraguan.

Dan, pesan Injil, adalah pesan pengharapan, dan keselamatan bagi semua orang yang percaya.

Sebagai orang-orang yang telah dipanggil oleh Tuhan, untuk membagikan pekabaran ini, kita memiliki hak istimewa yang besar, dan juga tanggung jawab yang besar, untuk dengan setia mewartakannya, kepada dunia.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Langkah pertama dalam menanggapi panggilan Tuhan adalah, menerimanya.

Kita harus bersedia mengatakan "ya" kepada Tuhan, dan mengikuti kemana Dia memimpin, bahkan jika itu, membawa kita keluar dari zona nyaman kita.

Untuk memberitakan Injil dengan setia, kita perlu memiliki pemahaman yang mendalam, tentang Firman Tuhan, dan implikasinya bagi kehidupan kita.

Untuk hal ini, kita harus mempelajari firman Tuhan, dan belajar dari mereka, yang telah lebih dulu memberitakan Injil.

Seperti yang kita lihat di Galatia 1, Paulus taat pada panggilan Tuhan, dan tidak mencari persetujuan dari manusia lain.

Kita juga harus mau mengikuti pimpinan Tuhan, bahkan ketika bertentangan dengan pendapat, atau harapan orang lain.

Dalam mewartakan pesan Injil, kita harus melakukannya tanpa rasa takut.

Artinya, kita tidak hanya membagikannya kepada mereka yang belum percaya, tetapi terlebih dahulu menanamkannya dalam hati kita, menjalani apa yang diperintahkan oleh Injil dalam kehidupan kita sendiri, dan membiarkan Injil itu mengubah kita dari dalam ke luar.

Jadi, untuk menanggapi panggilan Tuhan untuk memberitakan Injil, kita harus menerimanya, belajar dan terus belajar, patuh, dan memberitakan dengan berani.

Dengan melakukan itu, kita dapat dengan setia, membagikan pesan Injil kepada orang-orang di sekitar kita, dan memenuhi panggilan, yang telah Tuhan tempatkan dalam hidup kita.

 

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami berterima kasih atas hak istimewa, yaitu dipanggil untuk memberitakan Injil.

Kami merasa bersyukur karena Tuhan telah memilih kami untuk tugas ini, dan kami meminta kekuatan dan bimbingan Tuhan saat kami berusaha untuk memenuhinya.

Mampukan kami mempelajari firman-Muu, untuk patuh pada pimpinan-Muu, dan untuk dengan berani memberitakan pesan Injil, kepada orang-orang di sekitar kami.

Kami tahu, bahwa kami tidak dapat melakukan ini dengan kekuatan kami sendiri, tetapi hanya melalui kekuatan dan kasih karunia Tuhan.

Terima kasih telah mempercayakan kami dengan pemanggilan ini, dan kami berdoa agar kami akan setia memenuhi panggilan Tuhan, dalam segala hal yang kami lakukan.

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...