Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Rahmat
dan belas kasihan Tuhan, tersedia untuk semua orang.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Yunus 4, ayat 6 sampai ayat 11, yang berbunyi sebagai berikut:
Lalu
atas penentuan TUHAN Allah tumbuhlah sebatang pohon jarak melampaui
kepala Yunus untuk menaunginya, agar ia terhibur dari pada kekesalan hatinya.
Yunus sangat bersukacita karena pohon jarak itu.
Tetapi
keesokan harinya, ketika fajar menyingsing, atas penentuan Allah datanglah
seekor ulat, yang menggerek pohon jarak itu, sehingga layu.
Segera
sesudah matahari terbit, maka atas penentuan Allah bertiuplah angin timur yang
panas terik, sehingga sinar matahari menyakiti kepala Yunus, lalu rebahlah ia
lesu dan berharap supaya mati, katanya: "Lebih baiklah aku mati
dari pada hidup."
Tetapi
berfirmanlah Allah kepada Yunus: "Layakkah engkau marah karena
pohon jarak itu?" Jawabnya: "Selayaknyalah aku marah
sampai mati."
Lalu
Allah berfirman: "Engkau sayang kepada pohon jarak itu, yang untuknya
sedikitpun engkau tidak berjerih payah dan yang tidak engkau tumbuhkan, yang
tumbuh dalam satu malam dan binasa dalam satu malam pula.
Bagaimana
tidak Aku akan saying kepada Niniwe, kota yang besar itu,
yang berpenduduk lebih dari seratus dua puluh ribu orang, yang semuanya tak
tahu membedakan tangan kanan dari tangan kiri, dengan ternaknya yang
banyak?"
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kitab
Yunus, adalah kitab nubuatan pendek dalam Perjanjian Lama, yang menceritakan
kisah seorang nabi, bernama Yunus, yang diutus Tuhan untuk bernubuat, kepada
penduduk Niniwe.
Tuhan
mengutus nabi Yunus, untuk menyampaikan pesan pertobatan kepada penduduk Niniwe
yang bukan Yahudi, tetapi Yunus enggan menuruti perintah Tuhan.
Yunus
menolak perintah Tuhan untuk pergi ke Niniwe, karena dia tidak mau memberitakan
pertobatan kepada penduduk kota itu. Niniwe adalah ibu kota Asyur, yang
merupakan negara kuat, dan penindas negara yang lemah, yang memiliki sejarah
panjang kekerasan dan kekejaman terhadap Israel, dan negara tetangga lainnya.
Yunus
kemungkinan besar percaya, bahwa penduduk Niniwe tidak dapat ditebus, dan tidak
pantas mendapatkan belas kasihan Tuhan.
Dia
mungkin juga mengkhawatirkan keselamatannya sendiri, mengetahui bahwa
mengkhotbahkan pertobatan kepada orang, yang begitu memusuhi orang Israel, dan
agresif, dapat membahayakan nyawanya.
Alih-alih
mematuhi perintah Tuhan, Yunus melarikan diri ke arah yang berlawanan, dan naik
kapal menuju Tarsis. Namun, Tuhan mengirimkan badai besar, yang mengancam akan
menenggelamkan kapal, dan Yunus akhirnya mengaku kepada para pelaut, bahwa dia
melarikan diri dari perintah Tuhan.
Dia
meminta mereka, untuk membuangnya ke laut, percaya bahwa dia lebih baik mati,
daripada mengkhotbahkan pertobatan kepada orang-orang Niniwe.
Terlepas
dari ketidaktaatan Yunus pada awalnya, Tuhan menunjukkan kepadanya belas
kasihan dan kasih karunia, dengan mengirimkan seekor ikan besar untuk
menelannya, dan menyelamatkan hidupnya. Yunus akhirnya bertobat dan pergi ke
Niniwe, untuk mengabarkan pertobatan, seperti yang Tuhan perintahkan kepadanya.
Dalam
perikop ini, Tuhan membuat tanaman tumbuh dan memberi keteduhan bagi Yunus,
yang duduk di luar kota Niniwe. Yunus senang dan bersyukur atas tanaman itu,
tetapi keesokan harinya, Tuhan menyebabkan ulat menghancurkan tanaman itu,
membuat Yunus terkena terik matahari. Yunus menjadi marah dan meminta Tuhan
untuk membiarkan dia mati.
Tuhan
menggunakan situasi ini untuk memberi Yunus pelajaran, tentang kasih sayang dan
belas kasihannya.
Tuhan
menunjukkan bahwa Yunus lebih peduli tentang tanaman yang tidak ada hubungannya
dengan dia, daripada tentang orang-orang Niniwe, yang telah bertobat dan
kembali kepada Tuhan.
Tuhan
mengingatkan Yunus bahwa penduduk Niniwe, meskipun mereka bukan orang Israel,
tetap saja diciptakan oleh Tuhan, dan berharga bagi-Nya.
Sebaliknya,
tumbuhan itu hanya bersifat sementara, dan tidak berarti.
Bagian
ini mengungkapkan hati Tuhan, yang menginginkan agar semua orang, termasuk
orang bukan Yahudi, berpaling kepada-Nya dan menerima belas kasihan dan kasih
karunia-Nya.
Perikop
ini mengajarkan kita, bahwa Tuhan peduli pada semua orang, terlepas dari
kebangsaan atau latar belakang mereka.
Kita
melihat keinginan ini bergema di seluruh Alkitab, dengan janji Tuhan untuk
memberkati semua bangsa di bumi melalui keturunan Abraham, dan Amanat Agung
Yesus untuk memuridkan semua bangsa.
Rahmat
dan belas kasihan Tuhan tersedia bagi semua orang yang berpaling kepada-Nya
dalam pertobatan, terlepas dari kebangsaan atau latar belakang mereka.
Pesan
pengharapan dan keselamatan ini bukan hanya untuk bangsa Israel, tetapi untuk
semua orang, termasuk bangsa-bangsa bukan Yahudi.
Ini
adalah pesan pengharapan yang dapat kita bagikan kepada teman dan tetangga kita,
yang belum mengalami kasih dan anugerah Tuhan.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan
Tuhan bagi kita adalah, Tuhan ingin agar kita memiliki hati yang welas asih dan
cinta, untuk semua orang, sama seperti Dia.
Sangat
mudah menjadi egois dalam menunjukkan belas kasihan dan kasih karunia kepada
orang lain, terutama ketika kita berfokus pada kebutuhan dan keinginan kita
sendiri.
Namun,
Tuhan memanggil kita untuk melampaui kepentingan diri kita sendiri, dan untuk
memperluas rahmat dan kasih karunia-Nya kepada orang lain, terlepas dari latar
belakang atau keadaan mereka.
Salah
satu cara utama kita dapat melakukan ini adalah dengan mengenali nilai dan
harga diri semua orang, mengetahui bahwa mereka semua diciptakan menurut gambar
Allah.
Ketika
kita melihat orang lain sebagaimana Tuhan melihat mereka, kita dapat
menyampaikan kasih dan belas kasihan-Nya kepada mereka, sama seperti yang Tuhan
lakukan.
Kita
juga dapat mengatasi kecenderungan egois kita, dengan menyerahkan hidup kita
kepada Tuhan, dan mencari bimbingan dan arahan-Nya, dalam segala hal yang kita
lakukan.
Selain
itu, kita dapat mengembangkan hati yang penuh kasih dan belas kasihan, dengan
membenamkan diri kita dalam Firman Tuhan, dan berusaha memahami hati-Nya bagi
semua orang.
Saat
kita bertumbuh dalam pengetahuan kita tentang karakter Allah dan kasih-Nya bagi
kita, kita akan diperlengkapi dengan lebih baik, untuk menyampaikan kasih itu
kepada orang lain.
Singkatnya,
pesan Tuhan bagi kita adalah untuk memiliki hati yang penuh kasih dan cinta
untuk semua orang, untuk mengenali nilai dan nilai mereka, dan untuk mencari
bimbingan Tuhan dalam memberikan rahmat dan kasih karunia-Nya kepada mereka.
Saat
kita merenungkan kisah Yunus, kita harus bertanya pada diri sendiri, apakah
kita memiliki hati untuk orang lain, khususnya yang non Kristen.
Apakah
kita peduli dengan keselamatan dan kesejahteraan rohani mereka?
Kita
harus ingat bahwa kita semua diciptakan menurut gambar Allah, dan bahwa
identitas kita sebagai anak-anak Allah, melampaui kebangsaan atau latar
belakang kita.
Kita
harus menjadi duta rahmat dan belas kasihan Tuhan, membagikan kabar baik kepada
mereka yang belum mendengarnya.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus berdoa untuk memohon bimbingan dan kekuatan Tuhan, untuk membantu kita
membagikan pesan kasih karunia dan belas kasihan-Nya, kepada orang lain.
Kita
dapat meminta pertolongan Roh Kudus, dalam membukakan pintu bagi kita, untuk
berbicara kepada mereka, yang perlu mendengar pesan-Nya.
Kita
harus mempelajari dan memahami Firman Tuhan, terutama bagian-bagian yang
berhubungan dengan kasih karunia dan belas kasihan-Nya, sehingga kita dapat
mengartikulasikan pesan-Nya, secara akurat dan efektif.
Kita
harus bersedia untuk keluar dari zona nyaman kita, untuk membagikan pesan kasih
karunia dan belas kasihan Tuhan, kepada orang-orang yang berbeda dari kita.
Kita
harus bersedia mengambil langkah ini, dan percaya bahwa Tuhan akan
memperlengkapi kita untuk tugas itu.
Kita
harus mendengarkan orang lain dan berusaha memahami perspektif dan perjuangan
mereka.
Kita
harus menunjukkan empati dan belas kasih, seperti yang Yesus lakukan, dan
mencari kesempatan untuk membagikan kasih, dan harapan-Nya.
Tindakan
kita harus mencerminkan pesan kasih karunia dan belas kasihan yang kita
beritakan.
Kita
harus berusaha untuk menjalani kehidupan yang konsisten dengan nilai-nilai
Tuhan, dan mencontohkan kasih dan belas kasih-Nya kepada orang-orang, di
sekitar kita.
Kita
harus berdoa, agar Tuhan memberi kita hati, untuk bangsa-bangsa lain, dan
keberanian untuk membagikan kasih-Nya, kepada mereka yang paling membutuhkannya.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Kami
datang ke hadapan Tuhan hari ini dengan hati yang bersyukur, berterima kasih
atas cinta dan kasih karunia Tuhan, yang telah Tuhan tunjukkan kepada kami,
melalui pengorbanan Tuhan di kayu Salib.
Kami
memohon bantuan Tuhan, agar kami tidak egois, dalam menunjukkan cinta dan kasih
karunia Tuhan, kepada orang lain.
Kami
menyadari, bahwa kami sering gagal dalam menempatkan kebutuhan orang lain di
atas kebutuhan kami sendiri, dan kami memohon pengampunan Tuhan, untuk
saat-saat ketika kami bersikap egois atau mementingkan diri sendiri.
Bantu
kami untuk mengembangkan hati welas asih, dan cinta, untuk semua orang, seperti
yang Tuhan lakukan.
Kami
berkomitmen untuk berhati-hati dalam tindakan kami, mencari peluang untuk
menunjukkan kebaikan dan belas kasihan kepada orang-orang di sekitar kami.
Kami
memohon agar Tuhan membimbing kami, dan memberi kami kebijaksanaan dalam
situasi ini.
Kami
juga berkomitmen untuk mengutamakan orang lain, bahkan ketika itu sulit, atau
tidak nyaman.
Bantu
kami, untuk bersedia mengorbankan waktu, dan sumber daya kami, demi orang lain.
Kami
memohon bantuan Tuhan, dalam kami mempraktikkan pengampunan, mengetahui bahwa
ini adalah aspek kunci, untuk menunjukkan belas kasihan dan kasih karunia Tuhan
kepada orang lain.
Bantu
kami, untuk memaafkan mereka yang telah bersalah kepada kami, sama seperti Tuhan
telah memaafkan kami.
Tolong
beri kami kerelaan, dan keberanian, untuk membagikan iman kami kepada orang-orang
di sekitar kami, dan semoga cinta dan rahmat Tuhan, menjadi nyata dalam semua,
yang kami lakukan.
Terima
kasih atas cinta, dan kesetiaan Tuhan yang tiada habis-habisnya.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar