Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Suara Tentara Perkasa, adalah Panggilan untuk Bertobat.
Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari
ini, adalah dari Yoel 2, ayat 1 sampai ayat 6, yang berbunyi sebagai berikut:
Tiuplah sangkakala di Sion dan
berteriaklah di gunung-Ku yang kudus.
Biarlah gemetar seluruh penduduk negeri, sebab hari TUHAN datang, sebab
hari itu sudah dekat.
suatu hari gelap gulita, dan
kelam kabut, suatu hari berawan, dan kelam pekat.
seperti fajar di atas gunung-gunung terbentang suatu bangsa, yang
banyak dan kuat, yang serupa itu, tidak pernah ada sejak purbakala, dan tidak
akan ada lagi sesudah itu turun-temurun, pada masa yang akan datang.
Di depannya api memakan habis,
di belakangnya nyala api berkobar.
Tanah di depannya, seperti Taman Eden, tetapi di belakangnya, padang
gurun tandus, dan sama sekali tidak ada, yang dapat luput.
Rupanya seperti kuda, dan
seperti kuda balapan mereka berlari.
Seperti gemertaknya
kereta-kereta, mereka melompat-lompat, di atas puncak gunung-gunung.
seperti geletiknya nyala api
yang memakan habis jerami.
seperti suatu bangsa yang kuat, teratur barisannya untuk berperang.
Terhadapnya, bangsa-bangsa
gemetar, segala muka bertambah menjadi pucat pasi.
Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Perikop ini berbicara tentang Bangsa Israel, yang telah berpaling dari
Allah, dan terlibat dalam perilaku berdosa, yang menyakitkan hati Tuhan.
Gemuruh suara dari pasukan yang perkasa, yang melambangkan mendekatnya
penghakiman Tuhan, dan murka-Nya, berfungsi sebagai panggilan untuk pertobatan,
bagi umat Allah.
Dalam perikop ini, kita melihat bahwa Tuhan tidak hanya memanggil
umat-Nya untuk berbalik dari dosa mereka, tetapi juga untuk kembali kepada-Nya,
dengan sepenuh hati.
Panggilan pertobatan adalah panggilan untuk kembali kepada Tuhan, dan menjalani
kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Di dunia yang sibuk, dan dipenuhi berbagai kepentingan ini, pesan dari
perikop ini, masih relevan, sama pentingnya, seperti di zaman dahulu.
Saat kita melihat dunia kita saat ini, kita melihat, bahwa ada banyak
kekuatan yang mencoba menjauhkan kita dari Tuhan.
Ada godaan kekayaan, kesenangan,
dan kekuasaan, dan ada juga tekanan masyarakat mayoritas, yang bisa menyesatkan
kita.
Namun di tengah semua itu, gemuruh suara pasukan yang perkasa, menjadi
pengingat bahwa, Tuhan masih memegang kendali, dan Dia memanggil kita, untuk
berpaling kepada-Nya.
Panggilan Tuhan untuk pertobatan, adalah panggilan untuk hidup, yang
memiliki tujuan dan makna.
Ketika kita berpaling kepada Tuhan, dan menyerahkan hidup kita
kepada-Nya, kita menemukan bahwa, kita memiliki tujuan yang lebih besar, dari
apa pun yang dapat kita bayangkan.
Kita menemukan bahwa kita memiliki alasan untuk hidup, dan untuk
melayani, dan bahwa kita memiliki pengharapan yang kukuh, dan pasti.
Panggilan untuk pertobatan adalah, panggilan untuk hidup yang bertujuan,
dan bermakna.
Untuk kita yang hidup di masa kini, Allah menawarkan kepada kita,
kenyamanan dan stabilitas.
Suara gemuruh dari tentara yang perkasa, dapat melambangkan kekacauan
di dunia kita saat ini, tetapi Tuhan menawarkan kedamaian dan kenyamanan di
tengah-tengah itu semua.
Ketika kita berpaling kepada Tuhan, kita dapat menemukan kedamaian, di
tengah kesulitan hidup.
Panggilan untuk bertobat, membutuhkan lebih dari sekadar tindakan
eksternal, tetapi perubahan hati yang mendalam, dan komitmen penuh untuk
mengikuti Tuhan.
Pesan Yoel 2, ayat 12 sampai 13, yang menyerukan kepada orang-orang
untuk mengoyakkan hati mereka, dan bukan pakaian mereka, berfungsi sebagai
pengingat, bahwa pertobatan sejati, membutuhkan perubahan hati, dan komitmen
untuk mengikuti Tuhan.
Dalam Yoel 2, ayat 28 sampai ayat 29, kita juga melihat, janji
pencurahan Roh Kudus.
Janji ini, adalah pengingat bahwa Tuhan, menyertai kita, dan bahwa Dia,
akan memberdayakan kita, untuk menjalani kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Ketika kita berpaling kepada Tuhan, kita dapat mengalami kuasa Roh
Kudus, dalam hidup kita.
Bahkan, Tuhan menjanjikan pemulihan kesuburan tanah, sebagaimana
dijelaskan dalam Yoel 2, ayat 23 sampai 26.
Janji ini, berfungsi sebagai simbol pemulihan kehidupan, dan vitalitas.
Ketika kita berpaling kepada Tuhan, kita dapat mengalami rasa memiliki
hidup, dan vitalitas yang baru, baik dalam kehidupan rohani kita, maupun dalam
kehidupan fisik kita.
Dan Tuhan juga, menjanjikan, akan adanya kebangunan rohani.
Dalam Yoel 2, ayat 28 sampai ayat 29, Tuhan menawarkan semangat
pengharapan kepada umat Allah.
Janji ini mengingatkan kita, bahwa sejauh apapun kita telah menyimpang
dari Tuhan, selalu ada harapan untuk pemulihan dan pembaharuan.
Ketika kita berpaling kepada Tuhan, dan mencari pengampunan-Nya, kita
dapat mengalami semangat pengharapan, dan sukacita yang baru, dalam hidup kita.
Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan Tuhan dalam Yoel 2, ayat 1 sampai ayat 6, adalah panggilan untuk
kembali kepada-Nya, dan menjalani hidup, yang berkenan kepada-Nya.
Pesan ini penting, dan relevan dengan kehidupan kita saat ini, karena
mengingatkan kita, bahwa Tuhan ingin menjadi bagian, dari hidup kita, dan
membimbing kita, di jalan yang bertujuan dan bermakna.
Allah menginginkan kita untuk kembali kepada-Nya, dan menjalani
kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Ini membutuhkan perubahan hati, dan komitmen, untuk mengikuti Tuhan,
bukan hanya tindakan lahiriah.
Ketika kita berpaling kepada Allah, dan mengakui dosa-dosa kita, kita
dapat menerima pengampunan, dan diperdamaikan dengan Dia.
Kita perlu meninggalkan jalan-jalan kita yang jahat, dan berusaha
menjalani kehidupan yang berkenan kepada-Nya.
Ini berarti mengikuti perintah-Nya, mengasihi sesama kita, seperti diri
kita sendiri, dan melayani orang lain dengan kerendahan hati, dan kasih sayang.
Selain itu, pesan Tuhan dalam Yoel 2, ayat 1 sampai ayat 6, mencakup
janji pencurahan Roh Kudus, yang memampukan kita, untuk menjalani kehidupan,
yang berkenan kepada-Nya.
Janji ini memberi kita harapan dan sukacita, dan mengingatkan kita,
bahwa tidak peduli seberapa jauh kita menyimpang dari Tuhan, selalu ada harapan
untuk pemulihan dan pembaruan.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita harus berpaling kepada Allah dalam pertobatan, dan mencari pengampunan-Nya
atas dosa-dosa kita.
Hal ini menuntut kita untuk mengakui kesalahan kita, dan berusaha
memperbaiki segala sesuatunya dengan Allah.
Pertobatan membutuhkan perubahan hati, dan komitmen untuk mengikuti
Allah.
Ini bukan hanya tindakan eksternal,
tetapi transformasi batin yang mendalam.
Kita perlu tulus dalam pertobatan kita, dan berusaha menjalani
kehidupan, yang menyenangkan Tuhan.
Ketika kita mengakui dosa-dosa kita, kita dapat menerima pengampunan,
dan diperdamaikan dengan Allah.
Ini membantu kita menghindari hukuman Tuhan, dan mengalami kedamaian
dan kenyamanan, yang hanya dapat, disediakan oleh Tuhan.
Untuk menghindari hukuman Tuhan, kita perlu berkomitmen, untuk
menjalani kehidupan yang menyenangkan Tuhan.
Ini berarti, mengikuti perintah-Nya, mengasihi sesama kita, seperti
diri kita sendiri, dan melayani orang lain, dengan kerendahan hati, dan kasih
sayang.
Janji pencurahan Roh Kudus, memampukan kita untuk menjalani hidup, yang
berkenan kepada-Nya, memberi kita harapan dan sukacita, dan mengingatkan kita,
bahwa tidak peduli seberapa jauh kita menyimpang dari Tuhan, selalu ada harapan,
untuk pemulihan dan pembaruan.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
Kami datang kepada Tuhan hari ini, dengan hati yang hancur, mengakui
kesalahan kami, dan mencari pengampunan Tuhan.
Kami telah menyimpang dari jalan Tuhan, dan kami mohon diampuni.
Kami berkomitmen untuk mengubah hidup kami, dan mengikuti Tuhan lebih
dekat.
Untuk itu kami pertolongan Tuhan, untuk mengubah hati kami, dan
mengubah kami, menjadi orang, yang Tuhan inginkan.
Kami sadar bahwa, kami tidak dapat melakukan ini sendiri, dan kami
membutuhkan kekuatan, dan bimbingan Tuhan.
Mohon ampuni kami, atas dosa-dosa kami, dan bersihkan kami, dari semua
ketidakbenaran kami.
Isi hati kami dengan Roh Kudus Tuhan, dan berdayakan kami, untuk
menjalani kehidupan yang menyenangkan Tuhan.
Bantu kami untuk mencintai tetangga kami, seperti diri kami sendiri,
dan untuk melayani orang lain, dengan kerendahan hati, dan kasih sayang.
Terima kasih atas cinta dan kasih karunia Tuhan.
Kami tahu, bahwa kami selalu dapat berpaling kepada Tuhan, dan
menemukan harapan, kenyamanan, dan kedamaian, di hadapan Tuhan.
Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat
kami.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai
Kita.
Komentar
Posting Komentar