Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Takutilah Dia, Yang Berkuasa Melemparkan kita, ke Neraka.
Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Lukas 12, ayat 1 sampai ayat 12, yang berbunyi sebagai berikut:
Sementara itu beribu-ribu orang banyak telah berkerumun, sehingga mereka berdesak-desakan. Lalu Yesus mulai mengajar, pertama-tama kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Waspadalah terhadap ragi, yaitu kemunafikan orang Farisi.
Tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui.
Karena itu apa yang kamu katakan dalam gelap akan kedengaran dalam terang, dan apa yang kamu bisikkan ke telinga di dalam kamar akan diberitakan dari atas atap rumah.
Aku berkata kepadamu, hai sahabat-sahabat-Ku, janganlah kamu takut terhadap mereka yang dapat membunuh tubuh dan kemudian tidak dapat berbuat apa-apa lagi.
Aku akan menunjukkan kepada kamu siapakah yang harus kamu takuti. Takutilah Dia, yang setelah membunuh, mempunyai kuasa untuk melemparkan orang ke dalam neraka. Sesungguhnya Aku berkata kepadamu, takutilah Dia!
Bukankah burung pipit dijual lima ekor dua duit? Sungguhpun demikian tidak seekorpun dari padanya yang dilupakan Allah,
bahkan rambut kepalamupun terhitung semuanya. Karena itu jangan takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit.
Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.
Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, ia akan disangkal di depan malaikat-malaikat Allah.
Setiap orang yang mengatakan sesuatu melawan Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menghujat Roh Kudus, ia tidak akan diampuni.
Apabila orang menghadapkan kamu kepada majelis-majelis atau kepada pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa, janganlah kamu kuatir bagaimana dan apa yang harus kamu katakan untuk membela dirimu.
Sebab pada saat itu juga Roh Kudus akan mengajar kamu apa yang harus kamu katakan.
Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Lukas 12, ayat 1 sampai ayat 12, adalah perikop yang keras, yang mengajarkan, dan mengingatkan kita, tentang pentingnya menjalani hidup, yang bebas dari rasa takut dan rasa bersalah. Yesus, dalam perikop ini, berbicara tentang bahaya kemunafikan, dan bagaimana hal itu dapat menyebabkan hukuman kekal di neraka. Pesan dari perikop ini jelas, kita harus takut kepada Dia, yang memiliki kuasa untuk melemparkan kita ke dalam neraka, bukan takut pada hal-hal yang terjadi di dunia ini.
Di ayat 1, Yesus memulai dengan berbicara kepada orang banyak dan murid-muridnya. Dia memperingatkan mereka tentang bahaya kemunafikan, dan bagaimana hal itu dapat menyebabkan hukuman kekal. Ini adalah pesan penting bagi kita semua, karena ini mengingatkan kita, akan konsekuensi menjalani kehidupan yang penuh kemunafikan, dan tipu daya.
Dalam ayat 2, Yesus berbicara tentang bahaya sikap menganggap diri benar, dan pentingnya hidup rendah hati. Dia mengingatkan kita bahwa, kita tidak boleh percaya pada kemampuan atau perbuatan baik kita sendiri, tetapi pada kasih karunia, dan belas kasihan Tuhan. Ini adalah pengingat yang kuat bahwa, kita semua bisa salah, dan membutuhkan kasih karunia dan pengampunan Tuhan.
Dalam ayat 3 ampai ayat 7, Yesus berbicara tentang bahaya ketakutan, dan bagaimana hal itu dapat menjauhkan kita dari kehendak Allah, bagi hidup kita. Dia mengingatkan kita bahwa, kita tidak perlu takut kepada mereka, yang hanya dapat membahayakan tubuh kita, tetapi kita harus takut kepada, Yang Esa, yang memiliki kuasa, untuk membuang jiwa dan raga kita, ke dalam neraka. Ini adalah pengingat penting, bahwa kita tidak boleh dikendalikan oleh rasa takut, tetapi oleh iman kita kepada Tuhan.
Di ayat 8, Yesus berbicara tentang pentingnya mengakui dosa-dosa kita, dan mencari pengampunan dari Tuhan. Dia mengingatkan kita bahwa, hanya melalui pengakuan dan pertobatan, kita dapat diampuni dan dipulihkan, ke hubungan yang benar dengan Tuhan. Ini adalah pengingat yang kuat, bahwa kita tidak boleh berusaha menyembunyikan dosa-dosa kita, tetapi mengakuinya, dan mencari pengampunan Tuhan.
Dalam ayat 9 sampai ayat 12, Yesus berbicara tentang pentingnya menjadi penatalayan yang setia, atas karunia dan sumber daya, yang telah Allah berikan kepada kita. Dia mengingatkan kita, bahwa kita akan dimintai pertanggungjawaban, atas bagaimana kita menggunakan karunia-karunia ini, dan bahwa kita harus menggunakannya dengan bijak, dan untuk kemuliaan Tuhan. Ini adalah pengingat yang kuat, bahwa kita bukanlah pemilik karunia, tetapi memiliki penatalayan, dan kita harus menggunakannya, untuk menghormati Tuhan, dan untuk melayani orang lain.
Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan Tuhan kepada kita dalam perikop ini adalah, agar kita tidak dikendalikan oleh rasa takut, tetapi oleh iman kita kepada-Nya. Dia mengingatkan kita akan bahaya pembenaran diri, materialisme, dan ketakutan, dan bagaimana hal itu dapat menjauhkan kita dari kehendak-Nya, bagi hidup kita. Kita harus menjadi hamba Tuhan yang setia, menggunakan karunia dan sumber daya yang telah Dia berikan kepada kita dengan bijaksana, dan selalu siap untuk kedatangan-Nya kembali.
Janganlah kita melupakan pentingnya mengakui dosa-dosa kita dan mencari pengampunan dari Tuhan. Kita tidak boleh berusaha menyembunyikan dosa-dosa kita, tetapi mengakuinya, dan mencari pengampunan Tuhan. Inilah cara kita menjaga hubungan yang benar dengan Tuhan, dan menghindari bahaya kemunafikan.
Sebagai penutup, marilah kita selalu ingat untuk takut kepada Yang Mahakuasa, yang akan melemparkan kita ke dalam neraka. Marilah kita menjalani hidup kita dalam keadaan siap sedia, selalu siap untuk bertemu muka dengan Yesus. Marilah kita menjadi hamba Tuhan yang setia, menggunakan karunia dan sumber daya yang Dia berikan kepada kita dengan bijak, dan selalu waspada terhadap tanda-tanda zaman. Semoga kita menjalani kehidupan yang berkenan kepada-Nya dan bebas dari rasa takut dan rasa bersalah.
Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita harus jujur tentang kesalahan kita, dan mencari pengampunan dari Tuhan, daripada berusaha menyembunyikannya.
Kita tidak boleh berpura-pura menjadi sesuatu, yang bukan diri kita, dan berusaha menjalani kehidupan yang konsisten, dengan keyakinan kita.
Kita harus memprioritaskan hubungan kita dengan Tuhan. Kita tidak boleh dikendalikan oleh rasa takut atau materialisme, tetapi oleh cinta kita kepada Tuhan, dan keinginan kita untuk melayani Dia.
Kita hendaknya menggunakan karunia dan sumber daya, yang telah Allah berikan kepada kita, untuk tujuan-Nya, dan memajukan kerajaan-Nya.
Kita harus bersiap untuk kedatangan Yesus Kembali. Kita harus waspada dan siap sedia setiap saat, sadar akan tanda-tanda zaman dan siap untuk bertemu muka dengan Yesus.
Kita harus menjalani hidup kita sebagai hamba Tuhan yang setia, melayani Dia dengan sukacita dan ketaatan.
Kita tidak boleh sombong atau merasa benar sendiri, tetapi sadarilah kebutuhan kita akan kasih karunia dan kemurahan Allah.
Dengan menerapkan tindakan-tindakan ini dalam hidup kita, kita dapat terhindar dari hukuman Tuhan, dan hidup dalam ketaatan pada kehendak-Nya. Semoga kita selalu berusaha menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya, dan bebas dari rasa takut dan rasa bersalah.
Doa Hari Ini...
Tuhan Yesus,
Kami datang dengan kerendahan hati, dan dengan hati yang penuh rasa terima kasih, atas cinta dan belas kasihan Tuhan. Kami menyadari bahwa kami membutuhkan kasih karunia dan pengampunan-Muu.
Bantu kami untuk mengakui dosa-dosa kami, dan mendapatkan pengampunan Tuhan, sehingga kami dapat menghindari hukuman Tuhan. Ajari kami untuk menjalani hidup yang bebas dari kemunafikan dan pembenaran diri, serta selalu mengutamakan hubungan kami dengan Tuhan.
Berilah kami kebijaksanaan, dan kekuatan untuk menggunakan karunia dan sumber daya, yang telah Engkau berikan kepada kami, dengan bijak, untuk memajukan kerajaan-Muu, dan melayani-Muu, dengan sukacita dan penuh kepatuhan.
Persiapkan kami, untuk kedatangan Tuhan Yesus kembali, agar kami selalu waspada, dan siap sedia setiap saat, dan menjalani kehidupan yang setia kepada-Muu.
Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar