Langsung ke konten utama

Tuhan Ingin Memulihkan, Apa Yang Telah Hilang Dari Kita | Yoel 2: 23-27 | SBU GPIB GPIB Sangkakala

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Tuhan Ingin Memulihkan, Apa Yang Telah Hilang Dari Kita.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yoel 2, ayat 23 sampai ayat 27, yang berbunyi sebagai berikut:

 

   Hai bani Sion, bersorak-soraklah dan bersukacitalah karena TUHAN, Allahmu! Sebab telah diberikan-Nya kepadamu hujan pada awal musim dengan adilnya, dan diturunkan-Nya kepadamu hujan, hujan pada awal dan hujan pada akhir musim seperti dahulu. 

 Tempat-tempat pengirikan menjadi penuh dengan gandum, dan tempat pemerasan kelimpahan anggur dan minyak. 

 Aku akan memulihkan kepadamu tahun-tahun yang hasilnya dimakan habis oleh belalang pindahan, belalang pelompat, belalang pelahap dan belalang pengerip, tentara-Ku yang besar yang Kukirim ke antara kamu. 

 Maka kamu akan makan banyak-banyak dan menjadi kenyang, dan kamu akan memuji-muji nama TUHAN, Allahmu, yang telah memperlakukan kamu dengan ajaib; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya. 

 Kamu akan mengetahui bahwa Aku ini ada di antara orang Israel, dan bahwa Aku ini, TUHAN, adalah Allahmu dan tidak ada yang lain; dan umat-Ku tidak akan menjadi malu lagi untuk selama-lamanya."

 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Kitab Yoel 2, ayat 23 sampai ayat 27, adalah perikop, yang berisi pesan tentang kesetiaan, penyediaan, pemulihan, dan pembaharuan Allah. Dalam perikop ini, Tuhan berjanji mengirimkan hujan ke tanah Israel, yang akan menghasilkan panen yang melimpah. Dia juga berjanji, untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya, ke atas semua orang, memberdayakan mereka untuk hidup dalam kebenaran, dan kekudusan.

 

Allah selanjutnya berjanji, untuk memulihkan apa yang telah hilang, atau diambil bangsa lain dari umat-Nya, termasuk hubungan mereka dengan Tuhan, yang sempat putus, kesehatan mereka, sukacita mereka, dan harapan mereka. Perikop ini adalah seruan untuk bertobat, dan pengingat akan kasih, dan kemurahan Allah, terhadap umat-Nya.

 

Tujuan dari pesan ini adalah, untuk meyakinkan kembali umat Tuhan, akan kesetiaan dan pemeliharaan-Nya, bahkan di tengah keadaan yang sulit. Itu adalah pengingat bahwa Tuhan, selalu memegang kendali, dan bahwa Dia, akan menyediakan kebutuhan umat-Nya, baik secara jasmani maupun rohani.

 

Bagi kita hari ini, pesan Yoel 2, ayat 23 sampai ayat 27, masih relevan. Itu mengingatkan kita, bahwa Tuhan adalah penyedia yang setia dan murah hati, yang ingin mencurahkan Roh-Nya ke atas kita, memulihkan apa yang telah hilang, dan memperbarui hidup kita. Kita dapat percaya kepada-Nya, dan mengandalkan janji-janji-Nya, mengetahui bahwa Dia selalu setia pada firman-Nya. Perikop ini mendorong kita untuk berbalik kepada Allah dalam pertobatan dan iman, dan menjalani kehidupan yang menghormati dan mencerminkan karakter dan kasih-Nya.

 

Kata-kata nabi Yoel, mengingatkan kita, bahwa kesetiaan Tuhan, tidak hanya sebatas berkat fisik. Dia juga berjanji, untuk mencurahkan Roh-Nya ke atas semua orang. Ini berarti bahwa, Tuhan ingin memenuhi kita, dengan Roh Kudus-Nya, agar kita dapat hidup, dalam kebenaran dan melayani Dia.

 

Roh Kudus memberi kita kekuatan, untuk mengatasi dosa, dan menjalani kehidupan yang menyenangkan Tuhan. Kita tidak dapat melakukannya sendiri, tetapi, dengan pertolongan Roh Kudus, kita dapat diubah dari dalam ke luar.

 

Tuhan berjanji, untuk mengembalikan apa yang telah hilang atau diambil dari kita. Yoel berbicara tentang tahun-tahun yang dimakan belalang, dan bagaimana Tuhan akan memulihkan, apa yang telah hilang. Ini adalah janji yang dapat kita pegang, mengetahui, bahwa Tuhan adalah Tuhan pemulihan, dan penyembuhan.

 

Janji pemulihan, bukan hanya untuk kebutuhan jasmani kita, tetapi juga untuk kebutuhan rohani kita. Tuhan ingin memulihkan hubungan kita dengan-Nya dan membuat kita, menjadi manusia seutuhnya. Dia ingin menyembuhkan kehancuran dalam hidup kita, dan menjadikan kita ciptaan baru di dalam Kristus.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan Tuhan untuk kita hari ini adalah, pesan tentang kesetiaan, pemeliharaan, pemulihan, dan pembaharuan. Sama seperti Tuhan berjanji untuk mengirimkan hujan, dan memberikan panen yang melimpah kepada bangsa Israel, Dia berjanji untuk menyediakan kebutuhan jasmani kita, serta kebutuhan rohani kita.

 

Tuhan juga berjanji untuk mencurahkan Roh Kudus-Nya ke atas semua orang, memberdayakan kita untuk hidup dalam kebenaran dan kekudusan. Ini berarti bahwa kita memiliki akses ke kuasa, dan hadirat Allah, untuk mengalahkan dosa, dan menjalani kehidupan yang berkenan kepada-Nya. Inilah hak istimewa para pengikut Kristus.

 

Selanjutnya, Tuhan berjanji untuk memulihkan apa yang telah hilang, atau diambil dari kita, baik secara jasmani maupun rohani. Ini mencakup hubungan kita dengan-Nya, kesehatan kita, sukacita kita, dan pengharapan kita. Dia adalah Allah pemulihan dan penyembuhan, dan kita dapat mengandalkan kesetiaan, dan pemeliharaan-Nya.

 

Jadi, pesan Tuhan bagi kita hari ini adalah, bahwa Tuhan adalah penyedia yang setia dan murah hati, yang ingin mencurahkan Roh-Nya atas kita, memulihkan apa yang telah hilang, dan memperbarui hidup kita. Kita dapat percaya kepada-Nya, dan mengandalkan janji-janji-Nya, mengetahui bahwa Dia, selalu setia pada firman-Nya.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Bersyukurlah kepada Tuhan atas kesetiaan dan penyediaan-Nya dalam hidup kita, terutama selama masa-masa kelimpahan.

 

Bertobatlah dari segala dosa, atau bidang kehidupan kita, yang menghalangi kita untuk sepenuhnya mengalami kuasa Roh Kudus, dan menjalani kehidupan yang benar.

 

Berusahalah untuk dipenuhi dengan Roh Kudus, dan menjalani kehidupan yang mencerminkan karakter, dan kasih Allah.

 

Bermurah hati kepada mereka yang membutuhkan, berbagi berkat kita dengan orang lain, sebagai cara menghormati Tuhan.

 

Percayalah pada janji Tuhan akan pemulihan dan penyembuhan, baik dalam kehidupan jasmani maupun rohani kita, dengan mengetahui bahwa Dia, adalah Tuhan pemulihan, dan penyembuhan.

 

Dedikasikan kembali hidup kita, untuk melayani Tuhan, dan perbarui komitmen kita, untuk menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya.

 

Bagikan pesan kesetiaan dan pemeliharaan Allah, kepada orang lain, arahkan mereka kepada Yesus sebagai sumber pengharapan, dan pemulihan.

 

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

kami datang ke hadapan Tuhan hari ini, dengan hati penuh rasa syukur atas kesetiaan, dan penyediaan Tuhan dalam hidup kami. Kami berterima kasih atas pemulihan yang telah Tuhan lakukan, dan untuk menopang kami sepanjang kehidupan ini.

 

Kami juga berterima kasih, karena Tuhan telah mencurahkan Roh Kudus ke atas kami, memberdayakan kami untuk menjalani kehidupan yang benar dan suci. Kami berdoa agar Tuhan membantu kami untuk dipenuhi dengan Roh Tuhan, dan untuk mencerminkan kasih dan karakter Tuhan, dalam semua yang kami lakukan.

 

Terima kasih atas janji pemulihan dan pembaruan Tuhan, dan untuk penyembuhan yang Tuhan bawa ke dalam kehidupan jasmani dan rohani kami. Bantu kami untuk mempercayai Tuhan dan mengandalkan ketentuan Tuhan, mengetahui bahwa Tuhan selalu setia pada kata-kata Tuhan.

 

Kami mendedikasikan kembali hidup kami untuk melayani Tuhan, dan untuk berbagi pesan harapan dan pemulihan Tuhan, dengan orang lain. Terima kasih atas semua yang telah Tuhan lakukan dan terus lakukan dalam hidup kami.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...