Langsung ke konten utama

Tunjukkan Otentisitas, dalam kehidupan Kristiani. Galatia 6:11-13 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Tunjukkan Otentisitas, dalam kehidupan Kristiani.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Galatia 6, ayat 11 sampai ayat 13, yang berbunyi sebagai berikut:


 Lihatlah, bagaimana besarnya huruf-huruf yang kutulis kepadamu dengan tanganku sendiri. 

 Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat, hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus. 

 Sebab mereka yang menyunatkan dirinyapun, tidak memelihara hukum Taurat. Tetapi mereka menghendaki, supaya kamu menyunatkan diri, agar mereka dapat bermegah atas keadaanmu yang lahiriah.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Konteks bacaan ayat Alkitab hari ini adalah, surat yang ditulis Rasul Paulus kepada gereja-gereja di Galatia.

Di ayat-ayat sebelumnya, Paulus mendesak orang-orang Galatia untuk hidup dalam iman kepada Yesus Kristus, dan tidak tertipu oleh guru-guru palsu, yang mencoba membawa mereka kembali ke hokum Taurat di Perjanjian Lama.

Di ayat 11, Paulus menarik perhatian pembacanya, pada fakta bahwa, dia menulis bagian surat ini, dengan tangannya sendiri.

Para sarjana Perjanjian Baru percaya, bahwa Paulus biasanya menggunakan seorang sekretaris, atau juru tulis, untuk menulis surat-suratnya, tetapi dalam kasus ini, dia menulis dengan tangannya sendiri, untuk menekankan pentingnya pesannya.

Ungkapan "Lihat huruf besar apa yang saya gunakan" telah ditafsirkan dengan cara yang berbeda. Beberapa berpendapat bahwa Paulus mungkin memiliki penglihatan yang buruk, dan menulis dengan huruf besar, sehingga dia dapat melihat apa yang dia tulis. Yang lain berpikir, bahwa dia menggunakan huruf besar, untuk menekankan akan pentingnya, apa yang dia tulis, mirip dengan menggarisbawahi, atau menebalkan teks hari ini.

Secara keseluruhan, pesan Paulus di Galatia adalah, panggilan untuk menjalani kehidupan iman di dalam Kristus, daripada mengandalkan peraturan dan regulasi legalistik.

Di ayat 11, Paulus menekankan pentingnya pesan ini, dengan cara menulis dengan tangannya sendiri, dan menggunakan huruf besar, untuk memastikan, pembacanya memberi perhatian penuh pada isi pesannya.

Pesan rasul Paulus ini juga mengingatkan kita, akan pentingnya keaslian dalam kehidupan Kristiani. Kita hidup di dunia, yang dipenuhi kepura-puraan, seperti berpura-pura, menjadi seseorang, yang bukan diri kita sendiri.

Dalam Galatia 6, ayat 11 sampai ayat 13, Paulus menekankan pentingnya untuk jujur ​​pada diri sendiri, dan hidup dalam cara yang otentik, untuk iman kita.

Mereka yang ingin mengesankan orang lain secara lahiriah, mencoba untuk memaksa kita untuk disunat. Satu-satunya alasan mereka melakukan ini adalah, untuk menghindar dari aniaya, karena salib Kristus.

Pesan Paulus di sini jelas. Mereka yang berusaha memaksa orang Galatia, untuk disunat, melakukannya untuk menghindari penganiayaan, bukan karena keinginan tulus untuk mengikuti Kristus.

Mereka tidak jujur ​​pada diri mereka sendiri, dan tindakan mereka tidak sesuai dengan keyakinan mereka.

Sebaliknya, Paulus menekankan keasliannya sendiri, dengan menulis bagian surat ini dengan tangannya sendiri, dan menggunakan huruf besar, untuk memastikan pesannya jelas dan tidak salah.

Pesan ini sama relevannya saat ini, seperti pada zaman Paulus.

Sangat mudah untuk jatuh ke dalam perangkap, mencoba membuat orang lain terkesan dengan upaya kita sendiri, apakah itu dengan mengikuti seperangkat aturan yang ketat, atau memproyeksikan citra diri kita, yang tidak sepenuhnya benar.

Tetapi seperti yang diingatkan Paulus kepada kita, satu-satunya cara untuk benar-benar mengikuti Kristus, adalah menjadi otentik dalam iman kita, dan jujur ​​pada diri kita sendiri.

Jadi seperti apa keaslian dalam kehidupan Kristen?

Itu berarti, bersedia mengakui kesalahan dan kelemahan kita, dan tidak berpura-pura menjadi sempurna.

Itu berarti, jujur ​​pada keyakinan kita, meskipun itu tidak populer atau mudah.

Dan itu berarti, tulus dalam hubungan kita dengan orang lain, tidak memasang tembok, atau memproyeksikan citra diri kita, yang tidak benar.

Mari kita ingat pentingnya keaslian dalam kehidupan Kristen.

Mari berjuang untuk jujur ​​pada diri sendiri, dan setia pada iman kita, mengikuti jejak Paulus dan orang Kristen mula-mula lainnya, yang hidup dengan keaslian dan integritas.

Dan saat kita melakukannya, mari percaya bahwa Tuhan akan memakai kita, untuk membuat perbedaan di dunia, dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan utama Tuhan adalah, tentang bahaya legalisme, dan pentingnya keaslian, atau otentisitas, dalam kehidupan orang Kristen.

Kita diperingatkan untuk mewaspadai guru-guru palsu, yang mempromosikan sunat lahiriah, dan praktik legalistik lainnya, yang diperlukan untuk keselamatan.

Paulus menekankan, bahwa praktik-praktik ini, bukanlah yang membuat seseorang menjadi benar di hadapan Allah, dan bahwa keselamatan, bisa kita dapatkan, hanya oleh kasih karunia, melalui iman kepada Kristus saja.

Pesan Tuhan di sini adalah, bahwa legalisme berbahaya, karena dapat membuat kita mengandalkan usaha kita sendiri daripada anugerah Tuhan.

Itu juga dapat menyebabkan kita, menjadi sombong rohani, dan akan menghakimi orang lain, serta menciptakan perpecahan di dalam gereja.

Sebaliknya, keaslian dalam kehidupan Kristiani berarti, jujur ​​pada diri sendiri dan pada iman kita, dan hanya bersandar pada kasih karunia Allah, daripada usaha kita sendiri.

Kita dipanggil untuk menjalani kehidupan, yang sesuai dengan iman kita, bebas dari beban legalisme dan tekanan, untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang lain, dan bukan harapan Tuhan.

Ini berarti, bersedia untuk mengakui kesalahan dan kelemahan kita, dan rentan terhadap orang lain tentang pergumulan kita.

Itu juga berarti bersedia membela keyakinan kita, meskipun itu tidak populer ataupun mudah.

Kita juga dipanggil untuk saling menanggung beban, dan memenuhi hukum Kristus. Pesan ini sangat jelas terlihat di seluruh Kitab Suci.

Dalam Yakobus 2, ayat 14 sampai ayat 17, kita diingatkan, bahwa iman tanpa perbuatan adalah mati, dan iman yang sejati ditunjukkan, melalui tindakan kasih dan pelayanan kepada sesama.

Pesan Tuhan adalah, bahwa kita tidak dimaksudkan untuk menjalani hidup kita sendirian. Kita dipanggil untuk hidup berkomunitas, saling mendukung dan menyemangati dalam perjalanan iman kita. Ini mengharuskan kita untuk menjadi rentan dan otentik satu sama lain, berbagi perjuangan dan kegembiraan kita, dan saling menanggung beban.

Tuhan juga mengingatkan kita bahwa kita tidak boleh mengandalkan kekuatan sendiri untuk saling menanggung beban. Dalam Matius 11, ayat 28 sampai ayat 30, Yesus mengundang kita, untuk datang kepada-Nya, ketika kita lelah dan terbebani, dan berjanji untuk memberi kita istirahat.

Dia berjanji untuk memikul beban kita, dan memberi kita kekuatan serta bimbingan yang kita butuhkan, untuk saling mendukung.

Pada akhirnya, pesan Tuhan adalah pesan kebebasan dan anugerah. Dia memanggil kita untuk menjalani kehidupan yang bebas dari beban legalisme dan tekanan untuk menyesuaikan diri dengan harapan orang lain, dan hanya mengandalkan kasih karunia dan belas kasihan-Nya, dalam segala hal.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Pertama-tama, kita harus mengenali bahaya legalisme, dan memahami bahwa legalisme dapat menjauhkan kita dari kasih karunia Allah, dan membuat kita bergantung pada usaha kita sendiri, untuk keselamatan kami.

Kita perlu menyadari ajaran dan praktik palsu, yang dapat membawa kita ke jalan legalisme, dan waspada dalam menjaganya.

Kita perlu percaya pada kasih karunia Allah, dan memahami bahwa keselamatan kita, hanya datang melalui iman kepada Kristus saja.

Kita harus mengandalkan kasih karunia dan kemurahan Allah, daripada usaha kita sendiri, untuk keselamatan kita, dan menjalani hidup kita sehari-hari, bersama Tuhan.

Kita harus otentik dalam iman kita, dan jujur ​​pada diri kita sendiri.

Kita tidak boleh berpura-pura menjadi seseorang yang bukan diri kita, atau mencoba membuat orang lain terkesan dengan usaha kita sendiri.

Sebaliknya, kita harus jujur ​​tentang kelemahan dan pergumulan kita, dan hanya mengandalkan kekuatan Tuhan, untuk membantu kita mengatasinya.

Kita harus bersedia mempertahankan keyakinan kita, meskipun itu tidak populer atau mudah.

Kita tidak perlu takut untuk berbicara, atas apa yang kita yakini, dan untuk membela kebenaran Injil.

Kita hendaknya saling mengasihi dan saling mendukung di gereja, dan menghindari terciptanya perpecahan, atau menghakimi orang lain, berdasarkan praktik legalistik.

Sebaliknya, kita harus mendorong satu sama lain dalam iman kita, dan saling membantu, untuk tumbuh dalam keaslian, dan kasih karunia.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Kami datang ke hadapan Tuhan hari ini, dengan hati yang bersyukur, berterima kasih atas rahmat, dan belas kasihan Tuhan dalam hidup kami.

Kami mengakui, bahwa kami telah gagal, dan mengandalkan upaya dan praktik legalistik kami sendiri, daripada bersandar pada kasih karunia Tuhan.

Kami meminta Tuhan membantu kami, untuk menunjukkan keaslian dalam kehidupan Kristen kami. Bantu kami untuk jujur ​​​​pada diri kami sendiri, dan pada iman kami, dan untuk mengandalkan kekuatan Tuhan, daripada kekuatan kami sendiri.

Bantu kami, untuk membela keyakinan kami, bahkan ketika itu tidak populer atau mudah, dan untuk membela kebenaran Injil.

Kami berdoa, agar Tuhan memberikan dukungan, dan dorongan kepada kami, dan mereka, yang juga berjuang mempertahankan iman kristiani.

Bantu kami untuk menciptakan komunitas kasih dan dukungan di dalam gereja, di mana kami dapat bertumbuh dalam iman, dan keaslian kami.

Tuhan, kami meminta bimbingan dan kebijaksanaan Tuhan, saat kami mengatasi tantangan hidup, secara otentik di dunia, yang menghargai kesesuaian dan kinerja.

Kami berdoa agar Tuhan memberi kami kekuatan dan keberanian, untuk setia pada diri kami sendiri, dan iman kami, bahkan ketika itu sulit.

Kami berterima kasih atas rahmat dan belas kasihan Tuhan, dan untuk kebebasan yang datang dari hidup dengan rahmat Tuhan.

Kami berkomitmen untuk menampilkan keaslian dalam kehidupan Kristiani kami, dan untuk mengandalkan kekuatan dan bimbingan Tuhan, di setiap langkah kami.

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...