Langsung ke konten utama

Berbahaya, Jika Kita Tidak Menyadari Keterbatasan Kita. Nahum 3: 8-10 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Berbahaya, Jika Kita Tidak Menyadari Keterbatasan Kita.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Nahum 3, ayat 8 sampai ayat 10, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Adakah engkau lebih baik dari Tebe, kota dewa Amon, yang letaknya di sungai Nil, dengan air sekelilingnya, yang tembok kotanya adalah laut, dan bentengnya adalah air? 

 Etiopia adalah kekuatannya, juga Mesir, dengan tidak terbatas; Put dan orang-orang Libia adalah pembantunya.

 Tetapi dia sendiripun terpaksa pergi ke dalam pembuangan, terpaksa masuk ke dalam tawanan. Bayi-bayinyapun diremukkan di ujung segala jalan; tentang semua orangnya yang dihormati dibuang undi, dan semua pembesarnya dibelenggu dengan rantai. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

Seperti yang telah disampaikan dalam video-video sebelumnya, konteks pasal Nahum 3 adalah, penghakiman Tuhan atas kota Niniwe, ibu kota Kerajaan Asyur yang telah melakukan kekejaman terhadap bangsa lain.

Dalam ayat-ayat ini, Tuhan membandingkan Niniwe dengan kota Tebe, yang terletak di sepanjang Sungai Nil di Mesir.

Allah menunjukkan bahwa, meskipun Tebe memiliki pertahanan alam yang kuat, dengan sungai dan perairan yang mengelilinginya, serta kekuatan militer yang kuat, dengan persekutuan beberapa negara, namun pada akhirnya Tebe jatuh ke tangan musuh dan menjadi budak.

Anak-anaknya dibantai, rakyatnya ditawan, dan pemimpinnya dihukum.

Ini menunjukkan bahwa kekuatan manusia dan hikmat politik, tidak cukup kuat untuk lepas dari penghakiman Tuhan, atas kejahatan dan ketidakadilan.

Tuhan akan menghakimi semua orang dan bangsa yang melakukan kejahatan, bahkan jika mereka memiliki kekuatan dan keunggulan yang besar.

Perikop ini mengajarkan kita, tentang bahaya tidak menyadari keterbatasan kekuatan kita sendiri.

Tebe, kota besar saat itu, memiliki kekuatan alam, dan kebijaksanaan politik yang luar biasa.

Mereka merasa sangat kuat tanpa tanding, dan sangat percaya diri, bahwa kemampuan mereka akan sanggup melindungi diri mereka sendiri.

Namun, mereka tidak menyadari bahwa kekuatan mereka terbatas.

Mereka tidak menyadari bahwa hanya Allah yang memiliki kekuatan nyata, dan hanya Dia yang dapat melindungi mereka dari segala bahaya dan penghakiman-Nya.

Akibatnya, mereka mengalami penghakiman Tuhan yang mengerikan, dan kekuatan mereka tidak mampu mencegah hal itu terjadi.

Dalam ayat-ayat ini, Allah ingin menunjukkan, bahwa Dialah pembela sejati umat-Nya.

Tuhan akan melindungi umat-Nya dalam situasi yang sulit, dan bahkan tampaknya mustahil.

Pada kesempatan ini kita diingatkan, bahwa kita juga sering terjebak dalam sikap arogansi yang sama dengan Tebe.

Kita merasa sangat kuat dan percaya diri dengan kemampuan kita sendiri, sehingga kita tidak menyadari, bahwa kekuatan kita sangatlah terbatas.

Tuhan menunjukkan, bahwa kekuatan manusia dan hikmat politik, tidak dapat melawan kekuatan-Nya.

Kita terlalu sibuk dengan kesuksesan dan pencapaian kita, sehingga kita lupa berserah diri kepada Tuhan, dan mengakui bahwa hanya Dia yang memiliki kekuatan sejati.

Ini sangat berbahaya, karena bisa membuat kita sombong dan terjebak dalam dosa.

Kita bisa kehilangan fokus pada Tuhan, dan melakukan hal-hal dengan cara kita sendiri, tanpa mempedulikan kehendak-Nya.

Alhasil, kita akan mengalami penghakiman-Nya yang mengerikan, seperti yang dialami kota Tebe.

Karena itu, sebagai umat-Nya, kita harus belajar menyadari, bahwa kekuatan kita terbatas, dan hanya Tuhan yang memiliki kekuatan sejati.

Kita harus berserah sepenuhnya kepada-Nya, dan meminta bimbingan dan perlindungan-Nya dalam hidup kita.

Kita juga harus selalu mendahulukan kehendak-Nya dalam segala hal yang kita lakukan, agar kita dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya, dan terhindar dari segala dosa dan penghakiman-Nya.

Sangat berbahaya jika kita tidak menyadari, bahwa kekuatan kita sendiri, yang terbatas.

Mari belajar mengakui kelemahan dan keterbatasan kita, serta berserah sepenuhnya kepada Tuhan, yang memiliki kuasa sejati.

Semoga Allah memberkahi dan membimbing kita semua.

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

Tuhan ingin kita mengakui, bahwa kekuatan kita yang terbatas, tidak mampu melindungi diri kita sendiri.

Kita hidup di dunia yang penuh dengan ketidakpastian, dan penuh dengan tantangan, dan terkadang kita merasa bahwa kita tidak dapat mengatasi semua masalah dan kesulitan yang kita hadapi.

Namun, Tuhan mengajarkan kita, bahwa hanya Dia yang memiliki kekuatan dan kebijaksanaan sejati.

Hanya Dia yang dapat melindungi kita dari segala kejahatan, dan membimbing kita dalam hidup ini.

Sebagai umat-Nya, kita harus mengandalkan dan memercayai Tuhan sepenuhnya, tanpa bergantung pada kekuatan dan kemampuan kita sendiri.

Kita diminta untuk menjalani kehidupan moral yang baik, dan menjalankan, serta menegakkan keadilan, sehingga kita dapat menghindari akibat buruk dari dosa, dan kejahatan yang akan datang.

Kita harus selalu berdoa, dan meminta petunjuk dan perlindungan Tuhan dalam hidup kita.

Jadi, marilah kita berserah sepenuhnya kepada Tuhan, dan percaya bahwa Dia akan melindungi dan membimbing kita dalam setiap langkah hidup kita.

Sebab, kekuatan manusia memang terbatas, namun kuasa Tuhan tidak terbatas, dan selalu tersedia untuk menolong, dan melindungi umat-Nya.

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

Kita harus mengakui kelemahan dan keterbatasan kita sebagai manusia.

Kita tidak dapat melakukan semuanya sendiri, dan membutuhkan pertolongan Tuhan dalam hidup kita.

Kita harus berserah sepenuhnya kepada Tuhan dalam hidup kita.

Kita harus meminta bimbingan dan perlindungan-Nya di setiap langkah, agar kita dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Kita harus mengutamakan kehendak Tuhan, dalam segala hal yang kita lakukan.

Kita harus mengutamakan kehendak-Nya, di atas keinginan dan ambisi kita sendiri, sehingga kita dapat hidup sesuai dengan kehendak Tuhan.

Kita harus menanggalkan sikap sombong, dan terlalu percaya pada diri sendiri.

Kita harus mengakui bahwa, hanya Tuhan yang memiliki kekuatan sejati, dan kita hanyalah manusia yang terbatas.

Teruslah belajar dan bertumbuh dalam iman kita.

Kita harus selalu mencari ilmu dan hikmat dari Firman Tuhan, agar kita dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadi berkat bagi sesama.

Semoga pesan Tuhan di atas, dapat kita terapkan dalam kehidupan kita sehari-hari, sehingga kita dapat hidup sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadi saksi-saksi-Nya yang setia.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami berterima kasih kepada-Muu, atas kasih dan perlindungan Tuhan yang tak terbatas.

Kami menyadari bahwa sebagai manusia, kami memiliki keterbatasan dan kelemahan, yang hanya dapat diatasi oleh kekuatan-Muu yang besar.

Kami bersyukur, bahwa Engkau selalu ada untuk melindungi kami dari segala bahaya dan kesulitan.

Kami percaya, bahwa Engkau akan selalu menjadi pagar dan benteng kami, dan kami tidak perlu takut, karena Engkau menyertai kami.

Kami berdoa agar Tuhan memberi kami kekuatan dan kebijaksanaan, untuk mengatasi setiap tantangan yang kami hadapi, dan mengarahkan kami ke jalan yang benar, dan sesuai dengan kehendak-Muu.

Jadikanlah kami saksi-Muu yang setia, dan berkatilah kami agar kami dapat menjadi berkat bagi orang lain.

Terima kasih atas kasih dan kebaikan-Muu yang tak terbatas.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...