Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Bukan
Status Agama Atau Keturunan, Yang Menyelamatkan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Yohanes 8, ayat 37 sampai ayat 42, yang berbunyi sebagai berikut:
"Aku tahu, bahwa kamu adalah
keturunan Abraham, tetapi kamu berusaha untuk membunuh Aku karena
firman-Ku tidak beroleh tempat di dalam kamu.
Apa yang Kulihat pada Bapa, itulah yang Kukatakan, dan
demikian juga kamu perbuat tentang apa yang kamu dengar dari bapamu."
Jawab
mereka kepada-Nya: "Bapa kami ialah Abraham." Kata Yesus kepada
mereka: "Jikalau sekiranya kamu anak-anak Abraham,
tentulah kamu mengerjakan pekerjaan yang dikerjakan oleh Abraham.
Tetapi yang kamu kerjakan ialah berusaha membunuh Aku; Aku,
seorang yang mengatakan kebenaran kepadamu, yaitu kebenaran yang Kudengar dari
Allah; pekerjaan yang demikian tidak dikerjakan oleh Abraham.
Kamu mengerjakan pekerjaan bapamu sendiri." Jawab
mereka: "Kami tidak dilahirkan dari zinah. Bapa kami satu, yaitu
Allah."
Kata
Yesus kepada mereka: "Jikalau Allah adalah Bapamu,
kamu akan mengasihi Aku, sebab Aku keluar dan datang dari Allah.
Dan Aku datang bukan atas kehendak-Ku sendiri, melainkan
Dialah yang mengutus Aku.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kitab
Yohanes 8, ayat 37 sampai ayat 42, berisi percakapan antara Yesus Kristus dan
orang-orang Yahudi, yang percaya kepada-Nya.
Konteksnya
adalah percakapan antara orang-orang Yahudi dengan Yesus, tentang identitas-Nya
dan kebenaran-Nya, sebagai Anak Allah.
Dalam
percakapan ini, Yesus menunjukkan, bahwa meskipun orang-orang Yahudi yang berbicara
dengan-Nya, menganggap diri mereka sebagai keturunan Abraham yang sah, mereka
sebenarnya sedang melakukan perbuatan-perbuatan yang bertentangan dengan iman
Abraham.
Yesus
juga menegaskan, bahwa Dia datang dari sisi Bapa, dan bahwa Dia telah mengatakan
kebenaran.
Namun,
meskipun Dia datang dari pihak Allah, dan diutus oleh Allah, beberapa orang
Yahudi masih mencari kesempatan untuk membunuh-Nya, karena firman-Nya tidak
dapat diterima oleh mereka.
Yesus
juga menegaskan, bahwa orang-orang Yahudi melakukan perbuatan-perbuatan yang
sesuai dengan bapak mereka, yang tidak mereka sadari, bahwa bapak mereka itu
sebenarnya, adalah Iblis.
Pada
perikop ini, Yesus menegaskan, bahwa bukanlah status agama atau keturunan yang
menjadi penentu keselamatan kita, melainkan bukti akan keyakinan, dan kepatuhan
kita kepada Yesus.
Sebagai
orang Kristen, seharusnya kita memahami, bahwa yang benar-benar penting, adalah
kasih kita kepada Tuhan dan sesama.
Mengasihi
Tuhan dengan sepenuh hati, dan menjalankan ajaran-Nya, adalah cara untuk menunjukkan
rasa syukur dan penghargaan kita kepada-Nya.
Sementara
itu, mengasihi sesama dan melayani mereka tanpa memandang status sosial atau
agama, adalah wujud nyata dari kasih yang kita terima, langsung dari Tuhan.
Kita
harus memahami, bahwa hanya dengan mengasihi Tuhan dan sesama, kita dapat
benar-benar hidup sesuai dengan kehendak-Nya, dan menjadi saksi Kristus yang
baik di dunia ini.
Kita
harus terus berjuang, untuk menghindari kesombongan, akan status agama atau
keturunan, dan selalu berusaha untuk hidup dengan rendah hati dan penuh kasih.
Mari
kita tinggalkan pandangan yang sempit, dan hanya memandang status dan agama,
dan beralihlah pada kasih yang tulus dan nyata, kepada Tuhan dan sesama.
Kita
tidak boleh lupa, bahwa hanya dengan mengasihi Tuhan dan sesama, kita dapat
memperoleh keselamatan sejati di hadapan-Nya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Dalam
konteks ini, pesan Tuhan adalah, bahwa status agama atau keturunan kita,
tidaklah penting.
Yang
penting adalah praktek nyata kita dalam mengasihi Tuhan dan sesama.
Seperti
yang dikatakan oleh Yesus dalam Yohanes 13, ayat 35,
"Dengan
demikian, semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, kalau kamu
saling mengasihi."
Kita
harus mengasihi Tuhan dengan segenap hati, jiwa, dan pikiran kita, dan juga
mengasihi sesama seperti diri sendiri.
Tidak
peduli apa agama atau keturunan kita, jika kita benar-benar mengasihi Tuhan dan
sesama, maka kita akan menunjukkan buah-buah Roh dalam hidup kita, seperti
kasih, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan, kesetiaan,
kelemahlembutan, dan penguasaan diri, (seperti yang tertulis dalam Galatia 5,
ayat 22 dan 23).
Kita
juga harus menghindari sikap sombong dan merendahkan orang lain, berdasarkan
status agama atau keturunan mereka.
Dengan
mempraktekkan kasih Tuhan dan sesama, kita dapat menjadi saksi Kristus di dunia
ini dan membawa kebenaran, keadilan, dan damai sejahtera.
Mari
kita semua memperkuat praktek nyata kita dalam mengasihi Tuhan dan sesama, dan
memuliakan-Nya dengan hidup kita.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus menyadari, bahwa tidak ada keselamatan di luar Yesus Kristus.
Tidak
peduli seberapa banyak kita beribadah, atau seberapa taat kita menjalankan
perintah-perintah agama, hanya percaya kepada Yesus Kristus, yang dapat
menyelamatkan kita dari dosa dan maut.
Seperti
yang dikatakan Yesus dalam Yohanes 14, ayat 6,
"Akulah
jalan, dan kebenaran, dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa,
kalau tidak melalui Aku."
Kita
harus mengerti, bahwa agama atau denominasi yang kita anut, bukanlah penentu
keselamatan kita.
Hanya
percaya kepada Yesus Kristus, yang dapat membawa kita kepada keselamatan.
Seperti
yang tertulis dalam Kisah Para Rasul 4, ayat 12,
"Dan
keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain di dalam Dia, sebab di
bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia, yang
olehnya kita dapat diselamatkan."
Oleh
karena itu, sebagai orang Kristen, kita harus mendekatkan diri kepada Tuhan
melalui doa, bacaan Alkitab, dan ibadah di gereja.
Hal
ini akan membantu kita untuk mengenali kehendak Tuhan, dan menumbuhkan hubungan
yang lebih erat dengan-Nya.
Kita
harus memperhatikan dan melayani orang lain.
Kita
dapat mengunjungi orang yang sakit atau kesepian, membantu orang yang
membutuhkan, dan memberikan dukungan dan dorongan kepada orang lain.
Hal
ini dapat memperkuat hubungan kita dengan sesama, dan menunjukkan kasih kita
kepada mereka.
Kita
harus memberikan maaf dan mengampuni orang lain.
Kita
semua memiliki kelemahan dan kesalahan, oleh karena itu kita harus memaafkan
dan mengampuni orang lain, jika kita ingin menerima kasih dan pengampunan dari
Tuhan.
Kita
harus menjauhi perilaku yang tidak menyenangkan hati Tuhan dan sesama.
Hal
ini termasuk menghindari gosip, kekerasan, atau perilaku yang merugikan orang
lain.
Kita
harus membangun hubungan yang baik dengan orang lain, dan menjaga integritas
kita sebagai orang Kristen.
Kita
harus menghidupkan buah Roh dalam kehidupan kita.
Hal
ini termasuk kasih, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan hati, kebaikan,
kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Dengan
menghidupkan buah Roh dalam hidup kita, kita dapat menjadi saksi Kristus yang
baik di dunia ini.
Dan
sebagai orang Kristen, kita tidak boleh lupa akan tugas kita, yaitu
menyebarluaskan Injil kepada semua orang, tanpa memandang agama atau denominasi
mereka.
Kita
harus memperkenalkan Yesus Kristus kepada mereka, dan membantu mereka untuk
percaya kepada-Nya.
Seperti
yang tertulis dalam Markus 16, ayat 15,
"Pergilah
ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk."
Dengan
menerapkan hal-hal tersebut dalam hidup kita, kita dapat lebih mempraktekkan
kasih kepada Tuhan dan sesama, dan memuliakan-Nya dengan hidup kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
datang ke hadapan-Muu, dengan hati yang penuh penyesalan.
Kami
mengaku, bahwa kami sering kali terjebak dalam kesombongan akan status agama
dan keturunan kami.
Kami
memohon pengampunan-Mu, karena kami tahu bahwa kesombongan ini, bertentangan
dengan ajaran-Mu, dan menciptakan jarak antara kami dan sesama kami.
Tuhan,
kami memohon bantuan-Mu, untuk dapat lebih mengasihi-Mu dan sesama kami.
Bantu
kami untuk selalu memperhatikan kebutuhan orang lain, dan memberikan dukungan
dan kasih sayang yang tulus, tanpa memandang status agama atau keturunan
mereka.
Bantu
kami untuk mengampuni orang lain, seperti Tuhan telah mengampuni kami, dan
selalu membawa damai dan kebahagiaan, dalam hidup kami.
Tuhan,
kami berdoa agar Tuhan memberikan kami kekuatan dan hikmat yang diperlukan,
untuk menghindari perilaku yang tidak menyenangkan hati Tuhan, dan sesama kami.
Bantu
kami untuk hidup sesuai dengan ajaran-Mu, dan mengembangkan hubungan yang baik
dengan sesama kami, sehingga kami dapat menjadi saksi yang baik, untuk
kemuliaan-Mu.
Terima
kasih Tuhan, karena Tuhan selalu siap, untuk mendengarkan doa kami, dan
memberikan kekuatan yang diperlukan, untuk hidup sesuai dengan kehendak-Mu.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar