Langsung ke konten utama

Harapan di Tengah Berbagai Penderitaan. Nahum 2: 1-3 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Harapan di Tengah Berbagai Penderitaan.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Nahum 2, ayat 1 sampai ayat 3, yang berbunyi sebagai berikut:


 Pembongkar maju terhadap engkau; adakan penjagaan di benteng, mengintailah di jalan, ikatlah pinggangmu teguh-teguh, kumpulkanlah segala kekuatan! 

 Sungguh, TUHAN memulihkan kebanggaan Yakub, seperti kebanggaan Israel; sebab perusak telah merusakkannya dan telah membinasakan carang-carangnya.

 Perisai para pahlawannya berwarna merah, prajuritnya berpakaian kirmizi; kereta berkilat-kilat seperti api suluh pada hari ia melengkapinya, dan kuda-kuda penuh gelisah.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Nahum 2, ayat 1 sampai ayat 3, adalah bagian dari kitab Nabi Nahum, yang merupakan bagian dari Alkitab Perjanjian Lama.

Bab 2 kitab Nahum, berisi ramalan tentang hukuman, yang akan dijatuhkan Tuhan kepada bangsa Asyur.

 

Dalam konteksnya, Nahum 2, ayat 1 ayat 3, menggambarkan kehancuran, yang akan menimpa kota Niniwe, ibu kota Kerajaan Asyur, sebagai balasan atas kekerasan dan penindasan, yang mereka lakukan terhadap bangsa lain, khususnya bangsa Yehuda.

Meskipun sebelumnya, mereka telah menjarah kejayaan dan kekayaan kota-kota lain, kini mereka akan mengalami nasib yang sama.

 

Dalam ayat-ayat ini, Allah berbicara kepada penduduk kota-kota yang telah direbut oleh Asyur, untuk memberi mereka kenyamanan dan berharap, bahwa Allah akan memulihkan keagungan mereka. Namun, dalam ayat 3, Allah menyatakan, bahwa pasukan yang kuat akan mengepung kota, dan mencari barang rampasan, tetapi mereka akan menemui bencana, sebagai hukuman atas perbuatan mereka.

 

Dalam perikop ini, kita melihat bagaimana Allah, memberikan penghiburan dan pengharapan kepada penduduk kota-kota, yang direbut oleh bangsa Asyur.

Sekalipun kota mereka hancur, Allah memberikan janji, bahwa Dia akan mengembalikan keagungan mereka.

 

Lalu, apa hubungan janji penghiburan Tuhan ini, dengan kita yang hidup di hari-hari terakhir ini?

 

Bencana Asyur, atas bangsa-bangsa, menggambarkan berbagai masalah, dan tekanan hidup, yang kita hadapi, seperti kegagalan dalam karir atau bisnis kita, kehilangan orang yang kita cintai.

Bahkan mungkin kehilangan semangat hidup, karena kehilangan segalanya, dan harapan, tampaknya begitu jauh dari kita.

 

Dalam bacaan kita hari ini, kita melihat akan adanya sebuah janji dari Tuhan, bahwa kita dapat menemukan harapan, di tengah kejatuhan kita.

 

Pertama-tama, mari perhatikan bahwa di ayat 1, Tuhan memanggil orang-orang dari kota yang direbut oleh Asyur, untuk datang kepada-Nya.

Tuhan memanggil mereka, untuk mengalihkan diri dari kehancuran, dan mengarahkan pandangan mereka kepada-Nya.

Tuhan adalah sumber pengharapan yang sejati, dan Dia dapat memberi kita penghiburan di tengah masalah kita.

 

Kedua, pada ayat 2, Allah memberikan janji, bahwa Dia akan mengembalikan keagungan mereka.

Meski kita mungkin merasa kehilangan segalanya, Allah mampu mengembalikan kejayaan kita, dan memberi kita harapan baru.

Betapapun sulitnya keadaan kita, kita dapat percaya, bahwa Tuhan berkuasa, dan mampu mengubah situasi kita.

 

Terakhir, di ayat 3, Tuhan berjanji bahwa Dia akan menghukum pasukan, yang mengepung kota, dan ingin menjarahnya.

Ini menunjukkan, bahwa Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan Dia akan membalas ketidakadilan, yang dilakukan oleh orang lain.

Kita dapat percaya, bahwa Tuhan akan menegakkan keadilan, dan meminta pertanggungjawaban setiap orang, atas tindakan mereka.

 

Marilah kita bersyukur kepada Tuhan atas janji-janji yang Dia berikan kepada kita.

Kita dapat memilih untuk percaya, bahwa kita dapat menemukan harapan di tengah kehancuran kita, dan bahwa Tuhan selalu ada untuk menghibur, dan memulihkan hidup kita.

Marilah kita percaya, bahwa Tuhan adalah sumber pengharapan yang sejati, dan Dia akan selalu memberi kita kekuatan untuk menghadapi hidup kita.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Dalam konteks ini, ada pesan pengharapan yang tersirat, bagi mereka yang sedang menderita, yaitu Tuhan akan memulihkan keagungan kita, dan memberi kita pengharapan baru.

Pesan ini relevan bagi orang-orang yang menderita, karena Tuhan dapat memulihkan kehormatan dan martabat mereka, bahkan dalam situasi yang paling sulit sekalipun.

 

Pertama-tama, Tuhan menunjukkan, bahwa Dia adalah Tuhan yang kuat dan berkuasa, yang dapat menghancurkan musuh-musuh-Nya dan melindungi umat-Nya.

Bagi kita yang sedang menderita, pesan ini mengingatkan kita, bahwa Tuhan selalu hadir di samping kita, dan mampu melindungi serta merawat kita, bahkan di tengah kesulitan dan penderitaan kita.

 

Kedua, Tuhan menunjukkan bahwa Dia adalah Tuhan yang adil, yang tidak akan membiarkan kejahatan dan tirani berlanjut.

Bagi kita yang sedang menderita, pesan ini memberikan penghiburan, bahwa Tuhan tidak akan membiarkan penderitaan kita berlanjut tanpa akhir, dan bahwa ada waktu yang tepat, untuk meminta pertanggungjawaban mereka, atas kejahatan dan ketidakadilan.

 

Ketiga, Tuhan menunjukkan, bahwa Dia adalah Tuhan yang pengasih, yang memperhatikan umat-Nya, dan memiliki rencana keselamatan bagi mereka.

Bagi kita yang sedang menderita, pesan ini memberi pengharapan, bahwa Tuhan tidak akan meninggalkan kita dalam penderitaan kita, tetapi akan terus memberikan kasih dan rahmat-Nya, serta memberikan jalan keluar dari kesulitan kita.

 

Dalam seluruh pesan ini, kita dapat melihat, bahwa Tuhan selalu memberikan pengharapan kepada umat-Nya, bahkan di tengah kehancuran dan penderitaan.

Marilah kita percaya dan bersandar kepada-Nya, dan biarlah pengharapan yang Dia berikan memberi kita kekuatan, untuk menghadapi setiap situasi sulit dalam hidup kita.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

 

Kita harus percaya, bahwa Tuhan adalah sumber pengharapan yang sejati.

Dalam setiap situasi sulit, kita dapat memilih untuk mengalihkan pandangan kita kepada Allah, dan mencari penghiburan-Nya.

 

Kita harus percaya, bahwa Allah mampu mengembalikan keagungan kita.

Terlepas dari betapa sulitnya situasi kita, kita harus percaya, bahwa Tuhan memiliki kuasa untuk mengubah situasi kita, dan memberi kita harapan baru.

 

Kita percaya, bahwa Allah adalah Tuhan yang adil.

Kita harus mengakui, bahwa tidak semua peristiwa dalam hidup kita dapat kita kendalikan, dan kita mungkin mengalami ketidakadilan dalam hidup kita.

Namun, kita dapat percaya, bahwa Tuhan akan menegakkan keadilan, dan meminta pertanggungjawaban, semua orang atas tindakan mereka.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Kami bersyukur atas janji pengharapan, yang telah Engkau berikan kepada kami.

Kami percaya, bahwa Engkau selalu hadir dalam hidup kami, dan memberi kami kekuatan untuk menghadapi setiap situasi yang sulit.

 

Kami bersyukur atas kekuatan dan perlindungan, yang Engkau berikan kepada kami, serta janji bahwa Engkau akan meminta pertanggungjawaban kami, atas kejahatan dan tirani.

 

Kami juga bersyukur atas kasih dan anugerah yang telah Engkau berikan kepada kami, serta berjanji, bahwa Engkau memiliki rencana keselamatan Tuhan bagi kami.

 

Ya Tuhan, biarlah pengharapan yang Engkau berikan, terus memberi kami kekuatan dan keyakinan dalam menghadapi setiap situasi dalam hidup kami.

 

Terima kasih atas janji pengharapan, yang Engkau berikan kepada kami.

 

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...