Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Jagalah
Caramu Berbicara Kepada Tuhan, Jangan Kurang Ajar.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Maleakhi 3, ayat 13 sampai ayat 14, yang berbunyi sebagai berikut:
Bicaramu kurang ajar tentang Aku, firman TUHAN. Tetapi kamu berkata: "Apakah kami bicarakan di antara kami tentang Engkau?"
Kamu
berkata: "Adalah sia-sia beribadah kepada Allah. Apakah untungnya kita memelihara
apa yang harus dilakukan terhadap-Nya dan berjalan dengan pakaian berkabung di hadapan TUHAN semesta alam?
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Maleakhi
3, ayat 13 dan ayat 14, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Lama.
Dalam
perikop ini, Tuhan berbicara kepada orang Israel, yang telah kembali ke
Yerusalem setelah diasingkan di Babel.
Orang-orang
berjuang, untuk membangun kembali kehidupan mereka, dan iman mereka kepada
Tuhan, dan mereka mempertanyakan apakah layak atau tidak, melayani Dia.
Di
ayat 13, Tuhan berbicara kepada mereka yang kehilangan iman kepada-Nya.
Dia
berkata, "Kata-katamu kasar terhadapku, kata Tuhan.
Namun
kamu malah menjawab, 'Apa yang telah kami katakan terhadapmu?'"
Kata-kata
dan tindakan mereka mengkritik Tuhan, namun mereka menyangkalnya saat dikonfrontasi.
Mereka tidak mau bertanggung jawab atas keraguan, dan keluhan mereka.
Di
ayat 14, Tuhan menantang cara pandang manusia.
Dia
bertanya, "Engkau telah berkata, 'Tidak ada gunanya melayani Tuhan.
Apa
untungnya kita telah mematuhi ketetapan-Nya, dan bahwa kita telah berjalan
sebagai peratap di hadapan Tuhan semesta alam?'"
Orang-orang
ini mempertanyakan nilai dari melayani Tuhan, percaya bahwa tidak ada
manfaatnya.
Mereka
melihat diri mereka telah kehilangan segalanya, dan tidak mendapatkan apa-apa.
Allah
menanggapi keraguan dan keluhan mereka, dengan mengatakan bahwa mereka telah
"menentang Tuhan dengan sombong," dan telah "melelahkan Tuhan
dengan kata-kata mereka.”
Dia
mengingatkan mereka, bahwa Dia adalah Allah yang adil, dan akan membalas mereka
yang melayani Dia, dengan setia.
Tuhan
memberi tahu orang-orang, bahwa mereka yang takut akan Dia, dan merenungkan
nama-Nya, akan ditulis dalam sebuah buku peringatan.
Mereka
akan menjadi milik-Nya yang berharga, dan Dia akan mengampuni mereka pada hari
penghakiman.
Sebaliknya,
Tuhan berkata bahwa mereka yang tidak takut akan Dia, akan dihakimi dan
dihukum.
Dia
menggambarkan mereka sebagai orang jahat, yang akan dibakar seperti jerami pada
hari penghakiman.
Firman
Tuhan hari ini, adalah salah satu peringatan dan dorongan.
Dia
memperingatkan orang-orang tentang konsekuensi dari keraguan dan keluhan
mereka, tetapi juga mendorong mereka untuk beriman kepada-Nya, dan percaya,
bahwa Dia akan membalas ketaatan mereka.
Tuhan
memanggil orang-orang untuk bertobat dan kembali kepada-Nya, untuk melayani Dia
dengan sukacita dan kegembiraan, mengetahui bahwa Dia akan memberkati mereka
sebagai balasannya.
Dia
meyakinkan mereka, bahwa kesetiaan mereka tidak akan luput dari perhatian, dan
bahwa mereka akan diberi upah atas kepatuhan mereka.
Ringkasnya,
Maleakhi 3, ayat 13 dan ayat 14, adalah pesan dari Allah kepada umat-Nya,
memanggil mereka untuk bertobat dari keraguan dan keluhan mereka, dan beriman
kepada-Nya.
Dia
memperingatkan mereka tentang konsekuensi dari tindakan mereka, tetapi juga
mendorong mereka untuk percaya kepada-Nya, dan melayani Dia dengan setia,
mengetahui bahwa Dia akan membalas kepatuhan mereka.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan
dari Tuhan untuk kita yang hidup di masa sekarang adalah, berbicaralah dengan
sopan kepada Tuhan.
Tuhan
menegur bangsa Israel atas kata-kata kasar mereka, yang mempertanyakan keadilan
dan kesetiaan-Nya.
Hal
yang sama berlaku untuk kita hari ini.
Ketika
kita berbicara dengan sopan kepada Tuhan, kita menunjukkan kepada-Nya rasa
hormat dan kekaguman yang layak Dia terima, sebagai Pencipta dan Juruselamat
kita.
Kita
dapat datang kepada-Nya dengan jujur dan terbuka, tetapi selalu dengan semangat
kerendahan hati dan rasa syukur.
Ini
membantu memperdalam hubungan kita dengan-Nya, dan memupuk sikap percaya dan
ketergantungan penuh kepada-Nya.
Di
sisi lain, ketika kita mengeluh kepada Tuhan, kita mengungkapkan kurangnya iman
dan kepercayaan pada kebaikan dan kedaulatan-Nya.
Mengeluh
juga dapat merusak hubungan kita dengan Tuhan dan menghambat pertumbuhan rohani
kita.
Sebaliknya,
kita harus memilih untuk percaya pada janji-janji-Nya, dan bersandar pada kasih
dan kesetiaan-Nya.
Berbicara
dengan sopan kepada Tuhan, juga melibatkan berbicara dengan sopan tentang Dia
kepada orang lain.
Kita
harus berusaha untuk membangun iman orang lain, dan mendorong mereka untuk
bertumbuh dalam hubungan mereka dengan Tuhan.
Kita
harus menghindari berbicara negatif tentang Dia, atau mempertanyakan
kebaikan-Nya, karena hal ini dapat menimbulkan keraguan dan kebingungan dalam
pikiran orang lain.
Selain
itu, berbicara dengan sopan kepada Tuhan, mencakup memupuk rasa syukur dalam
segala hal.
Ketika
kita fokus pada kebaikan dan berkat Tuhan, bahkan di tengah pencobaan dan tantangan,
kita diingatkan akan kesetiaan dan kasih-Nya.
Ini
membantu mengubah perspektif kita, dan memungkinkan kita untuk melihat keadaan
kita melalui mata-Nya.
Ringkasnya,
pesan Tuhan untuk kita hari ini adalah, berbicaralah dengan sopan kepada-Nya,
hindari mengeluh, dan tanamkan semangat syukur dalam segala hal.
Ketika
kita melakukan ini, kita memperdalam hubungan kita dengan-Nya, bertumbuh dalam
iman kita, dan menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kita.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Dalam
hidup kita sendiri, kita bisa jatuh ke dalam perangkap untuk berbicara kasar
kepada Tuhan. Kita mungkin mendapati diri kita meragukan kebaikan-Nya, atau mempertanyakan
mengapa kita menghadapi keadaan yang sulit.
Namun,
Tuhan memanggil kita dengan cara yang berbeda, untuk berkomunikasi dengan-Nya.
Pertama,
Tuhan ingin agar kita berbicara dengan sopan kepada-Nya.
Dia
adalah Allah yang pengasih dan penyayang, yang senang mendengar kata pujian dari
anak-anak-Nya.
Kita
dapat datang kepada-Nya dengan kejujuran dan keterbukaan, tetapi kita harus
selalu melakukannya dengan hormat dan kagum.
Kita
harus ingat, bahwa Tuhan adalah Raja di atas segala Raja, dan Tuhan di atas
segala Tuhan, dan komunikasi kita dengan-Nya, harus mencerminkan hal itu.
Kedua,
kita harus menghindari mengeluh kepada Tuhan.
Mengeluh
bisa menjadi tanda ketidakpercayaan, dan itu bisa merusak hubungan kita
dengan-Nya.
Daripada
mengeluh, kita harus percaya pada janji Tuhan dan tetap setia kepada-Nya,
bahkan dalam keadaan paling sulit sekalipun.
Kita
harus ingat, bahwa Tuhan selalu bersama kita, dan bahwa Dia ikut bekerja dalam
segala sesuatu, untuk kebaikan kita.
Ketiga,
kita harus memupuk semangat syukur dalam komunikasi kita dengan Tuhan.
Kita
harus selalu ingat untuk berterima kasih kepada-Nya, atas banyak berkat-Nya,
dan atas kesetiaan-Nya kepada kita.
Rasa
syukur dapat membantu kita, untuk mengalihkan fokus kita, dari masalah kita ke
kebaikan Tuhan, dan itu dapat membantu kita, untuk melihat keadaan kita secara
lebih positif.
Keempat,
kita harus ingat, bahwa Allah itu adil dan setia.
Dia
melihat dan mengetahui segala sesuatu, dan Dia bekerja dengan cara yang tidak
dapat kita lihat.
Kita
harus memercayai janji-janji-Nya, dan bersandar pada jaminan, bahwa Dia tidak
akan pernah meninggalkan kita, atau membuang kita.
Kelima,
kita harus berusaha memperdalam hubungan kita dengan Tuhan, melalui doa dan
perenungan Firman-Nya.
Saat
kita menghabiskan waktu di hadirat-Nya, kita akan belajar mendengar suara-Nya
dengan lebih jelas, dan kita akan bertumbuh dalam pemahaman kita, tentang
karakter dan jalan-Nya.
Keenam,
kita harus memperhatikan kata-kata yang kita ucapkan kepada orang lain tentang
Tuhan.
Kata-kata
kita dapat memiliki dampak yang kuat pada orang-orang di sekitar kita, dan kita
harus berusaha mendorong orang lain dalam iman mereka, daripada menjatuhkan
mereka.
Ketujuh,
kita harus selalu ingat, bahwa Tuhan mengasihi kita, dan menginginkan hubungan
yang akrab dengan kita.
Dia
selalu mendengarkan doa-doa kita, dan sangat ingin mendengar dari kita.
Ketika
kita berbicara dengan sopan kepada-Nya, dan memupuk rasa syukur dan kesetiaan,
kita akan mengalami kedamaian, sukacita, dan kasih-Nya dalam hidup kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Kami
datang ke hadapan Tuhan hari ini dengan hati penuh rasa syukur dan hormat.
Kami
berterima kasih atas cinta Tuhan, belas kasihan Tuhan, dan kesetiaan Tuhan
kepada kami.
Kami
mengakui bahwa Tuhan adalah Raja segala Raj,a dan Tuan segala Tuan, dan kami
datang ke hadapan Tuhan dengan kerendahan hati, dan rasa hormat.
Tuhan,
kami mengaku bahwa kami tidak selalu berbicara kepada Tuhan dengan rasa hormat,
dan pengagungan yang pantas Tuhan terima.
Kami
sering mengeluh dan menggerutu di dalam hati kami, dan kami tidak percaya pada
kebaikan dan kedaulatan Tuhan.
Ampuni
kami, ya Tuhan, dan bantu kami untuk tidak berlaku kasar, dan berbicara kepada Tuhan
dengan nada yang sopan, dan penuh hormat.
Kami
berkomitmen untuk berbicara kepada Tuhan dengan rasa syukur dan hormat, bahkan
di tengah pencobaan dan kesulitan.
Kami
memilih untuk percaya pada janji-janji Tuhan, dan bersandar pada cinta dan
kesetiaan Tuhan.
Kami
juga berkomitmen untuk berbicara positif tentang Tuhan kepada orang lain,
sehingga mereka dapat melihat kebaikan, dan cinta kasih Tuhan.
Tuhan,
kami berdoa, agar Engkau membantu kami menumbuhkan semangat syukur dalam segala
hal.
Bantu
kami untuk fokus pada kebaikan dan berkat Tuhan, bahkan di tengah tantangan dan
kesulitan.
Semoga
kami selalu ingat, bahwa Tuhan bersama kami, dan bahwa Tuhan bekerja bersama
dalam segala hal, untuk kebaikan kami.
Terima
kasih atas kasihmu, rahmatmu, dan pengampunanmu.
Bantu
kami untuk menghormati Tuhan, baik dengan kata-kata dan hidup kami, dan untuk
memuliakan nama Tuhan.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar