Langsung ke konten utama

Kenapa Kuatir, Kalau Tuhan Suruh Kita Jangan Kuatir? Matius 6: 25-31 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Kenapa Kuatir, Kalau Tuhan Suruh Kita Jangan Kuatir?

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 6, ayat 25 sampai ayat 31, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 "Karena itu Aku berkata kepadamu: Janganlah kuatir akan hidupmu, akan apa yang hendak kamu makan atau minum, dan janganlah kuatir pula akan tubuhmu, akan apa yang hendak kamu pakai. Bukankah hidup itu lebih penting dari pada makanan dan tubuh itu lebih penting dari pada pakaian?

  Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?

  Siapakah di antara kamu yang karena kekuatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya?

  Dan mengapa kamu kuatir akan pakaian? Perhatikanlah bunga bakung di ladang, yang tumbuh tanpa bekerja dan tanpa memintal,

  namun Aku berkata kepadamu: Salomo dalam segala kemegahannyapun tidak berpakaian seindah salah satu dari bunga itu.

  Jadi jika demikian Allah mendandani rumput di ladang, yang hari ini ada dan besok dibuang ke dalam api, tidakkah Ia akan terlebih lagi mendandani kamu, hai orang yang kurang percaya?

 Sebab itu janganlah kamu kuatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai? 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Perikop ini adalah bagian dari Khotbah di Bukit, kumpulan ajaran yang diberikan oleh Yesus kepada murid-muridnya, dan juga orang banyak, yang berkumpul untuk mendengarkannya.

Dalam perikop khusus ini, Yesus mengajar para pengikutnya, untuk tidak mengkhawatirkan kebutuhan dasar mereka, seperti makanan, pakaian, dan tempat tinggal, tetapi percaya kepada Allah untuk menyediakan kebutuhan mereka.

Dia mengingatkan mereka, bahwa hidup manusia, lebih dari sekedar harta benda.

Yesus menggunakan contoh burung dan bunga, untuk mengilustrasikan bagaimana Tuhan menyediakan bagi mereka, sehingga burung-burung, dan bunga-bunga di padang, tidak satu pun, menunjukkan kekuatirannya.

Yesus menekankan, bahwa kekuatiran tidak dapat menambah satu jam pun dalam hidup seseorang, dan mendorong para pengikutnya, untuk fokus mencari dahulu kerajaan Allah, dan kebenarannya.

Yesus meyakinkan para pengikutnya, bahwa Allah mengetahui apa yang mereka butuhkan, dan akan menyediakannya, bagi mereka.

Tujuan perikop ini adalah, untuk mendorong para pengikut Yesus, untuk beriman kepada Tuhan, dan tidak terlalu mementingkan harta benda.

Dengan menggunakan contoh-contoh dari alam, Yesus memperlihatkan bahwa, Allah memenuhi kebutuhan semua makhluk hidup, dan bahwa para pengikutnya dapat mempercayai Dia, untuk memenuhi kebutuhan mereka juga.

Perikop ini juga menekankan, akan pentingnya mencari kerajaan dan kebenaran Allah, sebagai fokus utama kehidupan seseorang.

Kata-kata Yesus ini adalah ajakan bagi kita, untuk percaya pada penyediaan Tuhan, menyerahkan kecemasan kita kepada-Nya, dan tidak khawatir tentang masa depan.

Namun, merupakan tantangan bagi kita, untuk mematuhi ajaran ini, karena kita hidup di dunia yang menghargai kekayaan materi, prestasi, dan status.

Kita telah dikondisikan, untuk percaya bahwa kita harus bekerja keras, untuk mengumpulkan kekayaan, membangun keamanan, dan mencapai kesuksesan.

Kita menjadi begitu terikat, pada hal-hal ini, sehingga kita khawatir, ketika tampaknya, hidup kita, sedang terancam.

Tetapi seperti yang diingatkan Yesus kepada kita dalam perikop ini, mengkhawatirkan kebutuhan dasar kita, tidak bisa menambah satu jam pun dalam hidup kita.

Kita tidak bisa mengendalikan masa depan kita, tapi kita bisa percaya kepada Tuhan, yang mengendalikan segala sesuatu, termasuk masa depan kita.

Yesus mengajak kita untuk melihat burung-burung di udara, dan bunga-bunga di padang, yang tidak mengkhawatirkan kebutuhan sehari-harinya, tetapi percaya penuh, pada penyediaan Tuhan.

Jika Tuhan menjaga hal-hal yang tidak berharga, dibandingkan dengan masnuia, maka Tuhan, akan menjaga kita, yang diciptakan menurut gambar, dan rupa-Nya?

Alasan mengapa kita khawatir, adalah karena kita kurang beriman.

Kita tidak percaya pada penyediaan Tuhan, dan kita tidak percaya bahwa Dia, peduli pada kita. Kita telah menaruh kepercayaan kita pada harta benda, kekayaan, dan kesuksesan, dan bukan pada Tuhan.

Tetapi Yesus memanggil kita untuk beriman, percaya pada kasih dan pemeliharaan Allah, dan mencari dahulu kerajaan-Nya, dan kebenaran-Nya.

Sabda Yesus ini juga, merupakan ajakan bagi kita, untuk hidup sederhana, percaya pada pengaturan Tuhan, dan tidak terlalu mengandalkan harta benda.

Masalah dengan masyarakat kita saat ini adalah, bahwa kita telah begitu melekat pada harta benda, sehingga kita kehilangan pandangan, akan hal-hal sederhana dalam hidup.

Kita terus-menerus dibombardir, dengan pesan yang memberi tahu kita, bahwa kita membutuhkan gadget terbaru, pakaian paling trendi, dan rumah termewah.

Kita diberi tahu, bahwa nilai kita ditentukan oleh harta benda, pencapaian, dan status kita.

Namun seperti yang Yesus ingatkan dalam perikop ini, hidup sederhana, adalah tentang percaya pada penyediaan Tuhan, dan mengutamakan hubungan kita dengan-Nya.

Ini tentang mengakui, bahwa nilai kita berasal dari menjadi anak-anak Allah, dan bukan dari harta atau pencapaian kita.

Ini tentang menjadi puas dengan apa yang kita miliki dan tidak terus-menerus berjuang untuk selalu lebih, dalam segala hal.

Menjalani hidup sederhana bukanlah tentang menjadi miskin, atau tidak memiliki apa-apa.

Ini tentang hidup sesuai kemampuan kita, dan bertanggung jawab dengan sumber daya yang telah Tuhan berikan kepada kita.

Ini tentang bermurah hati dengan apa yang kita miliki, dan menggunakan sumber daya kita, untuk membantu orang lain.

Ini tentang menemukan kegembiraan dalam hal-hal sederhana dalam hidup, seperti menghabiskan waktu bersama keluarga dan teman, menikmati alam, dan melayani orang lain.

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan Tuhan bagi kita yang hidup dalam masyarakat hedonis saat ini, yang sangat bergantung pada materi, berdasarkan Firman Tuhan hari ini, kita tidak perlu khawatir akan kebutuhan pokok kita, seperti sandang, pangan, dan papan, karena Tuhan tahu, bahwa kita membutuhkannya, dan Dia akan menyediakannya, bagi kita.

Yesus mengingatkan kita dalam perikop ini, bahwa harta benda, tidak boleh menjadi fokus hidup kita, dan bahwa, kita tidak boleh termakan oleh keinginan kita akan harta itu.

Dia memberitahu kita, untuk melihat burung-burung di udara, dan bunga-bunga di padang, yang tidak mengkhawatirkan kebutuhan sehari-hari mereka, tetapi percaya pada penyediaan Tuhan.

Hidup dalam masyarakat yang menghargai harta benda dan kekayaan, dapat menjadi tantangan, tetapi sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menolak godaan untuk menaruh kepercayaan kita pada hal-hal duniawi. Kita dipanggil untuk mencari dahulu Kerajaan Allah dan kebenaran-Nya, dan percaya bahwa Allah akan menyediakan kebutuhan dasar kita.

Penting bagi kita untuk mengingat, bahwa nilai kita, tidak ditentukan oleh harta atau pencapaian kita, tetapi oleh hubungan kita dengan Tuhan.

Kita harus berusaha untuk hidup sederhana, puas dengan apa yang kita miliki, dan menggunakan sumber daya kita, untuk membantu orang lain.

Kesimpulannya, pesan Tuhan bagi kita yang hidup dalam masyarakat hedonis saat ini, yang sangat bergantung pada materi, berdasarkan Firman Tuhan hari ini, adalah agar kita, tidak perlu khawatir dengan kebutuhan dasar kita, percaya pada ketentuan Tuhan, dan mengutamakan hubungan kita dengan Tuhan Yesus.

Kita harus menolak godaan untuk menaruh kepercayaan kita, pada hal-hal duniawi, dan berusaha untuk hidup sederhana, yang berfokus pada melayani Tuhan, dan membantu sesama.

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus mengutamakan hubungan kita dengan Allah, dan mencari tuntunan-Nya, dalam kehidupan kita sehari-hari.

Dengan mengutamakan Tuhan, kita dapat percaya, bahwa Dia akan memenuhi kebutuhan dasar kita.

Untuk itu, kita harus meluangkan waktu untuk berdoa, membaca Alkitab, dan menghadiri ibadah di gereja secara teratur.

Ketika kita mencari Tuhan terlebih dahulu, bukan hanya memenuhi kebutuhan kita, Tuhan juga akan memberi kita kedamaian.

Kita harus belajar untuk puas, dengan apa yang kita miliki, dan menghindari godaan, untuk terus-menerus, menginginkan lebih banyak harta benda. Kita bisa berlatih mensyukuri apa yang kita miliki, dan percaya bahwa ketentuan Allah cukup untuk kita.

Kita bisa mulai dengan membuat daftar hal-hal yang kita syukuri, dan berterima kasih kepada Tuhan, atas penyediaan-Nya.

Kita harus belajar untuk hidup sesuai kemampuan kita, dan menghindari pengeluaran, atau konsumsi yang berlebihan.

Kita harus menghindari hidup di luar kemampuan kita, dengan menganggarkan pengeluaran kita, dan menghindari utang.

Ketika kita hidup sesuai kemampuan kita, kita dapat menghindari tekanan kekhawatiran finansial, dan puas dengan apa yang kita miliki.

Kita juga dapat mempraktekkan pengelolaan yang bertanggung jawab atas sumber daya kita, dan menggunakannya untuk membantu orang lain.

Kita harus menggunakan sumber daya kita, untuk membantu orang lain.

Ini dapat dilakukan dengan memberi amal, menyumbangkan waktu kita, atau sekadar bersikap baik kepada orang lain.

Ketika kita bermurah hati, kita dapat mengalami sukacita dalam memberi, dan membantu memenuhi kebutuhan orang lain.

Kita harus memiliki keyakinan, bahwa Tuhan mengetahui kebutuhan kita, dan akan menyediakan bagi kita, sesuai dengan kehendak-Nya.

Oleh karena itu, kita tidak perlu mengkhawatirkan kebutuhan dasar kita.

Ketika kita beriman kepada Tuhan, kita dapat menghindari kekhawatiran, dan akan mengalami damai sejahtera-Nya, karena kita percaya, bahwa Tuhan mengetahui, apa yang kita butuhkan, dan akan menyediakan bagi kita pada waktu-Nya yang tepat, sesuai waktunya Tuhan.

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami mengakui, bahwa hati kami, sering dipenuhi dengan kekhawatiran dan kecemasan, tentang kebutuhan, dan keinginan kami.

Kami tahu bahwa Tuhan setia, dan bahwa Tuhan telah berjanji untuk memenuhi, kebutuhan kami.

Bantu kami untuk terlebih dahulu mencari kerajaan-Muu, untuk memprioritaskan hubungan kami dengan Tuhan, di atas segalanya.

Ajari kami untuk mempraktikkan rasa syukur dan puas, dengan apa yang kami miliki.

Bantu kami untuk hidup sesuai kemampuan kami, dan hindarkan kami dari godaan, untuk mengeluarkan uang terlalu banyak, atau mengumpulkan harta yang tidak perlu.

Kami berdoa, kiranya Tuhan menjadikan kami orang yang murah hati, bersedia menggunakan sumber daya kami, untuk membantu orang lain, yang membutuhkan.

Tuhan, kami percaya pada penyediaan Tuhan untuk kami, dan meminta Tuhan memberi kami iman, untuk terus mengandalkan Tuhan, bahkan ketika dunia di sekitar kami, tampak tidak pasti, dan menakutkan.

Terima kasih untuk jaminan Tuhan dalam Matius 6, ayat 25 sampai ayat 31, bahwa burung-burung di udara, dan bunga-bunga di padang, tidak pernah khawatir akan pakaian atau makanan, dan Tuhan akan memperlengkapi kami, dan memenuhi kebutuhan kami, dengan cara yang sama.

Bantu kami untuk percaya kepadamu, ya Tuhan, dan percaya bahwa Tuhan, lebih mengetahui kebutuhan kami, dan akan menyediakannya, pada waktu Tuhan.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...