Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Kita
Harus Memahami Sifat Allah yang Lengkap.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Nahum 1, ayat 2 sampai ayat 3, yang berbunyi sebagai berikut:
TUHAN itu Allah yang cemburu dan pembalas, TUHAN itu pembalas dan penuh kehangatan amarah. TUHAN itu pembalas kepada para
lawan-Nya dan pendendam kepada para musuh-Nya.
TUHAN
itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali
membebaskan dari hukuman orang yang bersalah. Ia berjalan dalam puting
beliung dan badai, dan awan adalah debu kaki-Nya.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kitab
Nahum, adlah salah satu kitab dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama Kristen.
Kitab
Nahum terdiri dari tiga bab, dan dianggap sebagai ramalan tentang kehancuran
kota Niniwe, ibu kota Kekaisaran Asyur, pada abad ke-7 SM.
Ayat-ayat
ini adalah pernyataan tentang sifat Tuhan.
Ayat
pertama menjelaskan, bahwa Tuhan adalah Tuhan yang pencemburu dan pendendam.
Hal
ini menunjukkan, bahwa Tuhan sangat memperhatikan hubungan-Nya dengan umat-Nya,
dan tidak akan mentolerir penyembahan berhala, atau perbuatan dosa lainnya.
Ayat
kedua mengungkapkan, bahwa Tuhan membalas dendam pada musuh-musuh-Nya, dan
menyimpan murka bagi lawan-lawan-Nya.
Hal
ini menegaskan, bahwa Allah akan memberikan keadilan bagi umat-Nya.
Namun,
ayat ketiga mengungkapkan, bahwa Tuhan juga panjang sabar dan besar kuasa.
Ini
menunjukkan, bahwa Tuhan memberi kesempatan kepada orang yang bersalah untuk
bertobat, dan mengubah hidup mereka, dan hanya jika mereka tetap enggan
melakukannya, Tuhan akan menghukum mereka.
Selain
itu, ayat ketiga juga menjelaskan, bahwa Tuhan berkuasa penuh atas alam semesta,
dan kekuasaan-Nya meliputi segala sesuatu, bahkan bencana alam seperti angin
topan dan badai.
Secara
keseluruhan, konteks Nahum 1, ayat 2 dan ayat 3, menggambarkan sifat-sifat
Allah, yang mengungkapkan kasih dan keadilan-Nya.
Kitab
Nahum juga menegaskan, bahwa Allah memiliki kekuasaan penuh atas segala sesuatu,
dan bahwa Dia akan memberikan hukuman yang adil kepada mereka, yang melakukan
dosa dan ketidakbenaran.
Kita
sering mengenal Tuhan, sebagai Tuhan yang pengasih dan penyayang, tetapi kita
juga perlu menyadari, bahwa Dia adalah Tuhan yang sabar dan adil.
Dalam
khotbah ini, kita akan melihat, bagaimana kesabaran Tuhan bercampur dengan
keadilan Tuhan, dan apa artinya bagi kita sebagai umat-Nya.
Dalam
2 Petrus 3, ayat 9, kita diajarkan bahwa Tuhan sabar terhadap kita. Dia tidak ingin kita tersesat dan binasa, dan
ingin agar kita dan siapapun, berbalik dan bertobat.
Kita
melihat, bahwa kesabaran Tuhan adalah bukti kasih dan belas kasihan-Nya bagi umat-Nya.
Seperti
dalam kisah Daud dan Raja Saul, Daud tidak hanya sekali, tetapi berkali-kali
memberikan kesempatan kepada raja Saul, untuk memperbaiki kesalahannya.
Kesabaran
Tuhan membawa kita ke dalam hubungan yang lebih intim dengan-Nya, dan
menguatkan iman kita.
Keadilan
Tuhan adalah sifat Tuhan yang sangat penting.
Dalam
Mazmur 103, ayat 6, kita diajarkan bahwa Tuhan akan memberikan keadilan bagi
semua orang, terutama bagi mereka yang tertindas dan tidak berdaya.
Kita
melihat bahwa keadilan Tuhan, adalah kualitas yang sangat penting dalam hidup
kita.
Tanpa
keadilan, kita akan hidup dalam ketidakadilan dan ketidakpastian.
Kita
dapat melihat, bahwa kesabaran dan keadilan Tuhan, adalah dua sifat yang sangat
erat kaitannya.
Kesabaran
Tuhan memberi kita kesempatan untuk bertobat, sementara keadilan Tuhan
memastikan, bahwa hukuman yang pantas, diberikan kepada mereka yang melakukan
dosa.
Kita
harus menyadari, bahwa Tuhan selalu menginginkan yang terbaik untuk kita, dan
Dia memiliki rencana dan tujuan khusus, di balik kesabaran dan keadilan-Nya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Tuhan
itu memiliki kekuatan yang luar biasa.
Dalam
ayat 2, Nahum menyatakan, bahwa Tuhan itu kuat dan pendendam, sehingga
menyiratkan kekuatan-Nya yang luar biasa.
Tuhan
itu adil.
Nahum
juga menyatakan, bahwa Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan Dia tidak mentolerir
kejahatan atau ketidakadilan.
Ini
menunjukkan, bahwa Tuhan memegang standar moral yang tinggi, dan bahwa Dia
tidak akan membiarkan kejahatan lepas dari hukuman.
Tapi,
Tuhan memiliki belas kasihan.
Meskipun
Tuhan itu adil dan berkuasa, Dia juga penuh dengan belas kasihan dan
pengampunan.
Nahum
mengatakan, bahwa Dia adalah Tuhan yang sabar, dan bahwa Dia akan menunjukkan
kasih-Nya kepada mereka, yang berlindung kepada-Nya.
Tuhan
berkuasa untuk mengendalikan kekuatan alam.
Ayat
3 mengungkapkan, bahwa Tuhan dapat mengekang kekuatan alam seperti angin topan,
gempa bumi, dan banjir besar.
Pesan
ini menunjukkan, bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu, dan dapat
mengendalikan peristiwa, yang tampaknya di luar kendali manusia.
Tuhan
memberikan perlindungan kepada umat-Nya.
Selain
kuasa-Nya, Tuhan juga memberikan perlindungan kepada umat-Nya.
Nahum
mengatakan, bahwa Dia adalah tempat berlindung bagi orang-orang yang berlindung
kepada-Nya, menunjukkan, bahwa Tuhan adalah tempat yang aman bagi orang-orang
yang beriman kepada-Nya.
Dari
pesan-pesan tersebut, kita dapat memahami, bahwa Tuhan adalah Tuhan yang
berkuasa, adil, penyayang, mampu mengendalikan alam, dan memberikan
perlindungan kepada umat-Nya.
Dalam
situasi apa pun, kita dapat mengandalkan Tuhan, dan berlindung kepada-Nya,
karena Dia memiliki sifat-sifat, yang menunjukkan kasih dan perhatian-Nya
kepada kita.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Dalam
kehidupan sehari-hari, kita harus menyadari bahwa Tuhanlah yang berkuasa atas
segala sesuatu. Karena itu, kita harus belajar menghargai kuasa-Nya, dan
mengakui bahwa Dia mengendalikan hidup kita.
Selain
mengakui kekuasaan Tuhan, kita juga harus menunjukkan rasa kagum, dan hormat
kepada-Nya. Hal itu bisa dilakukan dengan berdoa, membaca Firman Tuhan, dan
mengamalkan ajaran-Nya, dalam kehidupan sehari-hari.
Seperti
yang diajarkan Nahum 1, ayat 2 dan ayat 3, Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan
tidak akan mentolerir ketidakadilan.
Oleh
karena itu, kita harus berusaha untuk hidup adil, dan mempertahankan standar
moral yang tinggi, dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kita
juga harus mau dan mampu, untuk belajar bersabar dan berbelas kasih terhadap
orang lain, seperti yang diajarkan Tuhan kepada kita dalam pesannya.
Sebagai
orang percaya, kita harus menunjukkan kasih dan perhatian kepada orang lain,
dan bersedia memberikan pengampunan bila diperlukan.
Terakhir,
kita harus belajar mencari perlindungan pada Tuhan.
Sebagaimana
diungkapkan dalam Nahum 1, ayat 3, Tuhan adalah tempat perlindungan bagi mereka
yang berlindung kepada-Nya.
Oleh
karena itu, kita harus belajar untuk mempercayai Tuhan, dan hanya mencari
perlindungan kepada-Nya, dalam situasi apa pun.
Untuk
menerapkan pesan-pesan ini dalam kehidupan kita, kita perlu memperhatikan
ajaran Firman Tuhan, dan mencoba menerapkannya dalam kehidupan kita
sehari-hari.
Dengan
demikian, kita dapat menjadi saksi yang baik bagi Tuhan, dan memberikan dampak
positif bagi orang-orang di sekitar kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Kami
bersyukur kepada-Muu, atas kuasa dan kebesaran-Muu, yang terlihat pada
ciptaan-Muu.
Kami
percaya bahwa Engkau adalah Tuhan yang adil dan bijaksana, yang memiliki kuasa
penuh atas segala sesuatu di dunia ini.
Kami
berdoa agar Engkau membuka hati dan pikiran kami, untuk memahami sifat-sifat
mulia-Muu.
Tolong
kami untuk memahami, bahwa Engkau adalah Tuhan yang penuh kasih dan belas
kasihan, yang selalu siap memberikan perlindungan, dan bantuan kepada umat-Mu.
Kami
juga berdoa, agar Engkau memperkuat iman dan kepercayaan kami kepada-Mu,
sehingga kami selalu menghormati otoritas-Muu, dan menjunjung standar moral
yang tinggi.
Berilah
kami keberanian dan hikmat untuk hidup sesuai dengan kehendak-Muu, agar kami
dapat menjadi saksi yang baik atas kasih dan kebesaran-Muu.
Kami
bersyukur atas segala berkat yang telah Engkau limpahkan kepada kami, dan kami
berdoa agar Engkau terus memberkati dan membimbing kami, dalam setiap langkah
hidup kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar