Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Pengajaran
dan Kepemimpinan Kita, Harus Membawa Berkat.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Maleakhi 2, ayat 5 sampai ayat 9, yang berbunyi sebagai berikut:
Perjanjian-Ku
dengan dia pada satu pihak ialah kehidupan dan sejahtera dan
itu Kuberikan kepadanya--pada pihak lain ketakutan--dan ia takut kepada-Ku dan
gentar terhadap nama-Ku.
Pengajaran
yang benar ada dalam mulutnya dan kecurangan tidak terdapat pada
bibirnya. Dalam damai sejahtera dan kejujuran ia
mengikuti Aku dan banyak orang dibuatnya berbalik dari pada
kesalahan.
Sebab
bibir seorang imam memelihara pengetahuan dan orang mencari
pengajaran dari mulutnya, sebab dialah utusan TUHAN
semesta alam.
Tetapi
kamu ini menyimpang dari jalan; kamu membuat banyak orang
tergelincir dengan pengajaranmu; kamu merusakkan perjanjian dengan
Lewi, firman TUHAN semesta alam.
Maka
Akupun akan membuat kamu hina dan rendah bagi seluruh
umat ini, oleh karena kamu tidak mengikuti jalan yang Kutunjukkan, tetapi
memandang bulu dalam pengajaranmu.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Maleakhi
2, ayat 5 sampai ayat 9, adalah bagian dari kitab Maleakhi Perjanjian Lama,
yang berisi pesan dari Allah kepada para imam Israel.
Perikop
ini, merupakan teguran bagi para imam karena kegagalan mereka, untuk memenuhi
tugas dan tanggung jawab mereka sebagai guru rohani, dan karena ketidaktaatan
mereka kepada Tuhan.
Selanjutnya
kita akan mempelajari secara ringkas, ayat-ayat Alkitab yang kita baca hari
ini, sesuai dengan konteksnya:
Di
ayat 5, Allah mengingatkan para imam, tentang perjanjian yang dibuat-Nya dengan
nenek moyang suku Lewi, salah satu suku Israel.
Tuhan
mempercayakan tugas keimamatan kepada Lewi dan keturunannya, dengan catatan,
mereka harus setia pada tugas mereka.
Di
ayat 6, Allah memberi tahu para imam, bahwa mereka tidak menepati bagian
perjanjian mereka.
Mereka
telah berpaling dari Tuhan, dan menyebabkan banyak orang tersandung dalam iman
mereka.
Di
ayat 7, Allah menuduh para imam tidak setia pada tugasnya, mengatakan bahwa
mereka tidak memelihara hokum-hukum Tuhan, dan tidak mengajar orang untuk mengikuti
dan mematuhinya.
Di
ayat 8, Tuhan menegur para imam, karena mereka menunjukkan keberpihakan dalam
penilaian mereka.
Mereka
tidak memperlakukan semua orang secara setara, tetapi lebih menyukai mereka
yang menawarkan suap.
Di
ayat 9a, Allah mengatakan kepada para imam, bahwa Ia akan menegur, dan
mempermalukan mereka di hadapan orang banyak, karena ketidaktaatan mereka.
Di
ayat 9b, Allah mengatakan kepada para imam, bahwa Ia telah membuat perjanjian
hidup dan damai, tetapi mereka telah berpaling darinya.
Di
ayat 9c, Tuhan mengingatkan para imam bahwa mereka seharusnya menjadi utusan
Tuhan, tetapi mereka telah merusak pesan mereka, dan bahkan telah menyebabkan
orang-orang, jatuh tersandung.
Di
ayat 9d, Allah memperingatkan para imam, bahwa jika mereka tidak bertobat dan
kembali kepada-Nya, Dia akan mencopot mereka dari kedudukan mereka sebagai
imam.
Di
ayat 9e, Tuhan berkata kepada para imam, bahwa orang-orang akan tahu, bahwa Tuhan
telah mengirim pesan ini, dan bahwa Dia adalah Tuhan yang setia, dan yang
selalu menepati janji-Nya.
Di
ayat 9f, Tuhan menyimpulkan kembali, dengan mengatakan bahwa para imam tidak
mengikuti perjanjian, dan menyebabkan umat tersandung.
Karena
mereka tidak mematuhi hukum, dan telah menunjukkan keberpihakan dalam penilaian
mereka,
Tuhan
akan menegur mereka, dan mecabut mereka dari posisinya, sehingga mereka tahu,
bahwa Dia adalah Tuhan yang setia.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan
Tuhan untuk kita hari ini, sesuai tema “Pengajaran dan Kepemimpinan Kita Harus
Membawa Berkat,” adalah, bahwa mereka yang mengajar, dan memimpin umat Tuhan,
harus setia, adil, dan taat kepada perintah Tuhan.
Jangan
seperti para imam Israel, yang gagal memenuhi tanggung jawab mereka sebagai
pengajar, dan pemimpin umat Tuhan.
Sebagai
guru dan pemimpin umat Tuhan, kita harus setia kepada Firman Tuhan dan
perintah-Nya.
Kita
harus mempelajari dan memahami Kitab Suci, dan mengajarkannya secara akurat dan
jujur, kepada mereka yang berada di bawah pengawasan kita.
Kita
juga harus meneladani nilai dan kebajikan iman yang kita akui, sehingga hidup
kita dapat menjadi kesaksian akan kebenaran Firman Tuhan.
Selain
itu, kita harus adil dalam menilai dan berurusan dengan orang lain.
Kita
tidak boleh memihak atau pilih kasih, melainkan memperlakukan semua orang
dengan adil dan hormat, terlepas dari status sosial atau latar belakang mereka.
Kita
juga harus menahan godaan, untuk menggunakan posisi otoritas kita, untuk
keuntungan pribadi, melainkan menggunakan pengaruh kita, untuk memajukan
kebaikan orang lain, dan memajukan kerajaan Allah.
Terakhir,
kita harus patuh pada perintah Tuhan, dan setia pada perjanjian yang telah kita
buat dengan-Nya.
Ini
berarti, menjalani kehidupan yang kudus dan murni, berjuang untuk menjadi
seperti Kristus dalam semua yang kita lakukan, dan menghindari godaan dan
jebakan, yang dapat menyesatkan kita.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Untuk
menjadi Pengajar yang baik dan membawa berkat, kita harus melakukan hal-hal
berikut:
Pertama-tama,
kita harus terus bertumbuh dalam iman dan pengetahuan akan Tuhan dan
Firman-Nya.
Ini
termasuk membaca Alkitab, berdoa, dan memperdalam pemahaman kita tentang
doktrin dan praktik Kristen.
Semakin
kita bertumbuh dalam iman kita, semakin besar dampak yang akan kita berikan
pada orang lain.
Selain
itu, kita harus hidup dalam ketaatan pada Firman Tuhan.
Artinya,
menjauhi dosa, hidup berintegritas, dan menjadi teladan yang baik bagi orang
lain.
Kita
juga harus mengamalkan nilai-nilai Kristiani seperti kasih, kesabaran,
kerendahan hati, dan ketulusan hati.
Kita
harus menjadi Pengajar yang bijak, dan ahli dalam ajaran Alkitab.
Ini
berarti mempelajari dan memahami teks-teks Alkitab, dengan hati yang terbuka,
dan telinga yang tajam, dan kemudian mengajarkan ajaran-ajaran itu dengan
hikmat dan pengertian.
Kita
harus menyesuaikan pesan kita dengan pendengar kita, sehingga pesan kita mudah
dipahami dan relevan bagi mereka.
Kita
harus menghindari diskriminasi, dan menunjukkan keadilan dalam pengajaran dan
perlakuan kita terhadap orang lain.
Kita
tidak boleh memihak, atau memberikan perlakuan istimewa kepada siapapun, dengan
alasan apapun, tetapi harus memperlakukan setiap orang, secara adil dan setara.
Akhirnya,
kita harus berusaha untuk membawa berkat bagi orang lain, melalui pengajaran
dan latihan yang kita lakukan.
Kita
harus selalu mencari cara, untuk memberikan bantuan, dukungan, dan motivasi
kepada orang-orang yang kita ajar dan pimpin, agar mereka dapat tumbuh dan
berkembang dalam iman mereka, dan mendekatkan diri kepada Tuhan.
Dengan
melakukan hal-hal di atas, kita bisa menjadi Pengajar yang baik, dan membawa berkat
bagi orang lain.
Kita
akan dapat membantu orang lain, untuk tumbuh dan berkembang dalam iman mereka,
dan dengan demikian, memuliakan Tuhan, dan memuliakan nama-Nya.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Kami
datang kehadapan Tuhan hari ini dengan kerendahan hati, mencari bimbingan dan
kekuatan Tuhan, karena kami berkomitmen untuk menjadi pengajar yang baik, yang
membawa berkat bagi orang lain.
Bantu
kami untuk bertumbuh dalam iman dan pengetahuan kami akan Firmanmu, dan untuk
menjalani kehidupan yang menghormatimu, dan mencerminkan kasih dan anugerahmu.
Berilah
kami kebijaksanaan dan ketajaman, saat kami mengajar dan memimpin orang lain,
sehingga kami dapat mengkomunikasikan kebenaran Tuhan dengan kejelasan dan
kasih sayang.
Bantulah
kami, untuk berlaku adil dalam semua urusan kami, dan untuk melawan godaan kesombongan
dan keegoisan, yang dapat menghambat keefektifan kami.
Di
atas segalanya, ya Tuhan, kami meminta agar Tuhan menggunakan kami, sebagai
alat rahmat dan berkat Tuhan, bagi orang-orang di sekitar kami.
Bantu
kami untuk memiliki empati dan perhatian, dan untuk mencari kebaikan orang lain,
dalam semua yang kami lakukan.
Dan
semoga hidup kami, menjadi kesaksian atas kebaikan dan kesetiaanmu, sehingga
orang lain dapat mengenal dan mencintaimu lebih dalam.
Sebagai
hamba yang rela dan setia , kami menawarkan diri kami, untuk Tuhan pakai.
Gunakan
kami sesuai keinginan Tuhan, untuk membawa kemuliaan bagi nama Tuhan, dan untuk
memajukan kerajaan Tuhan di dunia.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar