Langsung ke konten utama

Peran Orang Beriman, Dalam Menanggapi Kebaikan Allah. Maleakhi 3: 6-9 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Peran Orang Beriman, Dalam Menanggapi Kebaikan Allah.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Maleakhi 3, ayat 6 sampai ayat 9, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap.

 Sejak zaman nenek moyangmu kamu telah menyimpang dari ketetapan-Ku dan tidak memeliharanya. Kembalilah kepada-Ku, maka Aku akan kembali kepadamu, firman TUHAN semesta alam. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami harus kembali?" 

 Bolehkah manusia menipu Allah? Namun kamu menipu Aku. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menipu Engkau?" Mengenai persembahan persepuluhan dan persembahan khusus! 

 Kamu telah kena kutuk, tetapi kamu masih menipu Aku, ya kamu seluruh bangsa!

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Maleakhi 3, ayat 6 sampai ayat 9, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Lama, yang menekankan kesetiaan Allah, dan pentingnya mematuhi perintah-perintah-Nya.

Bagian ini dimulai dengan menekankan sifat Allah yang tidak berubah.

Dinyatakan bahwa Tuhan tidak berubah, dan karena itu janji-janji-Nya selalu dapat diandalkan.

Ini adalah poin penting, karena menetapkan otoritas dari pesan yang mengikutinya.

 

 

Firman Tuhan ini, ditujukan kepada orang-orang Israel yang tidak setia kepada Tuhan, yang telah berhenti mengikuti perintah-Nya.

Menegaskan ketidaktaatan dan ketidaksetiaan orang-orang Israel kepada Tuhan.

Mereka kemudian ditegur oleh Tuhan.

 

Secara khusus, umat tidak memberikan persembahan persepuluhan dan persembahan khusus, seperti yang diperintahkan, sehingga umat dikatakan telah merampok Tuhan.

Ketidaktaatan ini tidak hanya menunjukkan pemberontakan terhadap perintah Tuhan, tetapi juga menunjukkan kurangnya iman dan kepercayaan pada penyediaan Tuhan.

Akibatnya, orang-orang itu dikutuk.

 

Namun, bagian ini menawarkan kesempatan bagi orang-orang untuk bertobat, dan kembali kepada Tuhan.

Mereka dipanggil untuk membawa persembahan persepuluhan dan persembahan khusus mereka ke bait suci, agar ada makanan di rumah Tuhan.

Tindakan ketaatan dan kesetiaan ini, akan menghasilkan tindakan Tuhan, untuk membuka pintu air surge, dan mencurahkan berkat-berkat-Nya kepada orang-orang banyak.

 

Bagian ini menekankan pentingnya mengikuti perintah Tuhan dan taat kepada-Nya.

Ini menyoroti, bahwa ketidaktaatan memiliki konsekuensi, dan orang Israel mengalami akibat dari ketidaksetiaan mereka.

 

Selanjutnya, perikop ini menekankan keadilan Allah.

Tuhan adalah Tuhan yang adil, dan Dia tidak akan mentolerir ketidaktaatan selamanya.

Jika orang terus tidak taat, mereka akan dikutuk.

 

Bagian ini pada akhirnya berfungsi sebagai ajakan, untuk bertindak bagi orang-orang Israel.

Mereka dipanggil untuk kembali kepada Tuhan, tidak melanjutkan ketidaktaatan mereka, mematuhi perintah-perintah-Nya, agar mereka dapat menerima berkat-berkat-Nya.

Perikop ini mengingatkan, bahwa Allah setia pada janji-janji-Nya, dan sebagai balasannya, umat Israel harus setia kepada-Nya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan Tuhan bagi kita dalam Maleakhi 3, ayat 6 sampai ayat 9, adalah pengingat akan pentingnya hubungan kita dengan Tuhan, dan peran persekutuan orang percaya dalam menanggapi Dia.

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk setia dan taat kepada Tuhan, membawa persepuluhan dan persembahan kita, untuk mendukung pekerjaan kerajaan-Nya.

 

Tuhan tidak berubah, dan selalu setia pada janji-janji-Nya, dan Dia mengharapkan hal yang sama dari kita.

Kita dipanggil untuk setia kepada-Nya dalam memberi, melayani, dan beribadah.

Ketika kita tidak taat atau tidak setia, itu sama dengan kita merampas sumber daya Allah yang menjadi hak-Nya, menghalangi pekerjaan kerajaan-Nya.

 

Sebagai anggota persekutuan orang percaya, kita memiliki tanggung jawab untuk mendorong, dan mendukung satu sama lain, dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Kita dapat melakukannya dengan setia dalam pemberian kita sendiri, menjadi teladan bagi orang lain untuk diikuti, dan mendorong orang lain untuk melakukan hal yang sama.

Kita juga dapat saling melayani dalam kasih, menggunakan karunia dan bakat kita untuk mendukung pekerjaan Gereja, dan membagikan kasih Kristus kepada orang lain.

 

Pada akhirnya, tanggapan kita kepada Tuhan, harus menjadi salah satu rasa syukur dan ketaatan.

Kita harus berterima kasih atas semua yang telah Dia lakukan untuk kita, dan berusaha untuk menghormati Dia dengan hidup kita.

Sewaktu kita melakukan ini, kita dapat memercayai kesetiaan-Nya, dan bersandar pada pengetahuan, bahwa Dia akan memberkati kita, dan menggunakan kita untuk tujuan-tujuan Surgawi-Nya.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Tanggapan kita terhadap kebaikan Tuhan dimulai dari hubungan pribadi kita dengan-Nya.

Kita perlu memupuk hubungan yang dalam dan intim dengan Tuhan melalui doa, membaca Alkitab, dan menghabiskan waktu di hadirat-Nya.

Ini akan membantu kita untuk lebih memahami karakter dan kehendak-Nya bagi hidup kita.

 

Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk setia dan taat kepada Tuhan.

Ini termasuk memberikan persepuluhan dan persembahan kita, melayani orang lain dengan kasih, dan membagikan Injil kepada mereka yang belum mengenal Kristus.

Kita harus berusaha untuk setia dalam semua bidang kehidupan kita, berusaha memuliakan Tuhan dalam segala hal yang kita lakukan.

 

 

Persekutuan umat beriman mengacu pada tubuh orang percaya, yang berkumpul untuk menyembah dan melayani Tuhan.

Kita harus secara aktif berpartisipasi dalam kehidupan Gereja, menghadiri kebaktian, bergabung dengan kelompok kecil atau pendalaman Alkitab, dan melayani dalam pelayanan.

Dengan demikian, kita dapat mendorong dan mendukung satu sama lain dalam iman kita dan menanggapi kebaikan Tuhan bersama.

 

Kebaikan Tuhan melampaui kita sebagai individu ke dunia di sekitar kita.

Kita dipanggil untuk bermurah hati dan berbelas kasih, menjangkau mereka yang membutuhkan, dan membagikan kasih Kristus kepada orang lain.

Ini termasuk mendukung misi dan organisasi amal, menyumbangkan waktu dan sumber daya kita secara sukarela, dan menjadi sumber dorongan bagi orang-orang di sekitar kita.

 

Akhirnya, kita harus percaya pada kesetiaan Tuhan, dan yakin bahwa Dia akan menggunakan kita untuk tujuan-Nya.

Kita dapat menanggapi kebaikan Tuhan dengan percaya diri, mengetahui bahwa Dia menyertai kita, dan bahwa Dia akan membimbing kita di setiap langkah kita.

Dengan menaruh kepercayaan kita kepada-Nya, kita dapat memenuhi peran persekutuan umat beriman, untuk menanggapi kebaikan Tuhan, dengan sukacita dan rasa syukur.

 

 

Doa Hari Ini...

 

 

Tuhan Yesus,

 

Terima kasih atas banyak berkat Tuhan dalam hidup kami.

Kami berterima kasih atas cinta, bimbingan, dan perlindungan Tuhan.

 

Hari ini, kami berdoa mohon bimbingan Tuhan yang berkelanjutan, karena kami berkomitmen untuk mematuhi kehendak Tuhan.

Bantu kami untuk membedakan suara Tuhan, di tengah gangguan dan godaan dunia ini.

 

Semoga tindakan kami mencerminkan rasa terima kasih kami atas berkat Tuhan.

Bantu kami untuk menjadi berkat bagi orang lain, dan menggunakan karunia dan bakat kami, untuk melayani tujuan Tuhan.

 

Sekali lagi terima kasih atas cinta dan kasih karunia Tuhan.

Kami percaya pada kebijaksanaan, dan penyediaan Tuhan untuk hidup kami.

 

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...