Langsung ke konten utama

Percaya Kepada Yesus, Di Tengah Banyak Tuduhan Palsu. Yohanes 8: 48-51 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Percaya Kepada Yesus, Di Tengah Banyak Tuduhan Palsu.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yohanes 8, ayat 48 sampai ayat 51, yang berbunyi sebagai berikut:


Orang-orang Yahudi menjawab Yesus: "Bukankah benar kalau kami katakan bahwa Engkau orang Samaria dan kerasukan setan?"

  Jawab Yesus: "Aku tidak kerasukan setan, tetapi Aku menghormati Bapa-Ku dan kamu tidak menghormati Aku. 

 Tetapi Aku tidak mencari hormat bagi-Ku: ada Satu yang mencarinya dan Dia juga yang menghakimi. 

 Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

Bab 8 dari Injil Yohanes, membahas perdebatan antara Yesus dan orang-orang Yahudi, di Bait Allah, di Yerusalem.

Ketika Yesus mengajar, para pemimpin Yahudi membantah otoritas-Nya untuk mengajar, dan kemudian menuduh Dia berbohong tentang hubungan-Nya dengan Allah Bapa. (Baca Yohanes 8, ayat 12 dan ayat 13).

Yesus menegaskan bahwa Dia adalah "Terang dunia," dan bahwa Dia dan Bapa-Nya adalah satu. (Baca Yohanes 8, ayat 12 sampai ayat 19).

Orang-orang Yahudi terus meragukan otoritas Yesus, dan akhirnya menuduh Dia sebagai orang Samaria yang kerasukan setan. Yesus menyangkal bahwa Dia kerasukan setan, dan menegaskan kembali hubungan-Nya dengan Bapa-Nya di Surga.

Yesus juga menunjukkan, bahwa Ia tidak mencari kemuliaan-Nya sendiri, tetapi mencari kemuliaan dari Bapa-Nya.

Ini adalah pernyataan kebenaran tentang Ketuhanan Yesus, yang disampaikan dalam bentuk kerendahan hati.

Yesus kemudian berkata, bahwa siapa pun yang menuruti firman-Nya, tidak akan mati selama-lamanya.

Ini menyiratkan, bahwa kehidupan kekal hanya dapat diperoleh melalui ketaatan kepada-Nya, dan mengakui otoritas-Nya sebagai Anak Tuhan, yang datang untuk menyelamatkan umat manusia.

Disini Tuhan Yesus mengajarkan kepada kita, bahwa tidak ada jaminan keselamatan yang sebesar keselamatan yang diberikan oleh-Nya.

Oleh karena itu, kita tidak punya alasan untuk tidak mempercayai-Nya, dan mematuhi perintah-Nya, meskipun banyak tuduhan palsu, yang ditujukan kepada-Nya.

Pertama, karena tidak ada otoritas yang sebesar Tuhan Yesus.

Di dunia ini kita sering dihadapkan pada berbagai pemimpin dan tokoh, yang dianggap memiliki wibawa.

Namun, tidak ada yang otoritasnya sebesar otoritas Tuhan Yesus, Anak Tuhan yang datang untuk menyelamatkan umat manusia, dari dosa yang menghancurkan kehidupan manusia.

Dalam Injil Matius 28, ayat 18, Tuhan Yesus berkata,

"Kepada-Ku telah diberikan segala kuasa di surga dan di bumi."

Oleh karena itu, kita harus percaya dan menaati perintah Tuhan Yesus, karena hanya Dia yang memiliki kuasa, untuk memberi kita keselamatan dan hidup yang kekal.

Kedua, tidak ada jaminan keselamatan sebesar keselamatan yang diberikan oleh Tuhan Yesus.

Dalam Injil Yohanes 8, ayat 51, Tuhan Yesus berkata,

Aku berkata kepadamu, barangsiapa menuruti firman-Ku, ia tidak akan mengalami maut sampai selama-lamanya." 

Kita tidak perlu takut akan ancaman seperti, “siksa kubur,” atau pada saat ajal menjemput, akan ditanyai, apa agamamu, dan lain sebagainya, karena, percaya kepada Yesus, dan menuruti Firman-Nya, adalah kata sandi, untuk masuk ke dalam kekekalan di Sorga.

Jadi, hanya melalui iman dan ketaatan kepada Tuhan Yesus, kita dapat memperoleh keselamatan dan kehidupan kekal, yang tidak dapat dijamin oleh siapa pun.

Ketiga, kita tidak punya alasan, untuk tidak percaya dan menaati Tuhan Yesus.

Meski banyak tuduhan palsu yang dilontarkan terhadap-Nya, seperti yang terjadi dalam Injil Yohanes 8, ayat 48 dan ayat 49, kita tidak punya alasan untuk tidak percaya, dan tidak menaati perintah-perintah-Nya.

Kita harus mengutamakan kebenaran Allah, daripada mencari persetujuan manusia.

Dalam Yohanes 14, ayat 6, Tuhan Yesus berkata,

"Akulah jalan dan kebenaran dan hidup, tidak seorang pun datang kepada Bapa, kecuali melalui Aku."

Sebagai orang Kristen, kita harus mengakui otoritas Tuhan Yesus sebagai Anak Allah dan mengikuti perintah-perintah-Nya untuk memperoleh keselamatan dan hidup yang kekal.

Ketika itu menyangkut keselamatan kita pribadi, jangan biarkan tuduhan palsu, hasutan dengan berbagai dalil yang dituduhkan kepada Yesus, membuat kita kehilangan keselamatan kita.

Karena, tidak ada jaminan keselamatan, yang sebesar keselamatan, yang dijanjikan dan diberikan oleh Yesus.

Kita tidak punya satu alasan pun, untuk tidak percaya dan menaati-Nya.

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

Allah ingin agar kita mengerti, bahwa Yesus adalah Anak Allah, yang datang untuk menyelamatkan umat manusia.

Oleh karena itu, penting bagi kita, untuk mengakui otoritas Yesus, dan mempercayai Dia sebagai satu-satunya jalan, untuk menerima keselamatan.

Tuhan ingin kita memiliki keberanian dan kemauan, untuk membela kebenaran, bahkan ketika menghadapi tuduhan, penolakan, atau kesulitan lainnya.

Kita harus mengutamakan kebenaran Allah, daripada mencari persetujuan manusia.

Tuhan ingin kita mengerti, bahwa ketaatan pada sabda Yesus, adalah kunci untuk memperoleh hidup yang kekal.

Kita harus memercayai janji Tuhan Yesus, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya, agar kita tidak binasa.

Tuhan ingin kita menghormati dan menaati-Nya, sebagai bentuk penghargaan kita atas kuasa dan otoritas-Nya.

Kita harus memprioritaskan hubungan kita dengan Tuhan, dan mengikuti kehendak-Nya, bukan kehendak kita sendiri.

Secara keseluruhan, Tuhan ingin kita memiliki kepercayaan dan ketaatan yang tulus kepada-Nya, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya, untuk memperoleh hidup yang kekal.

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

Kita harus mempercayai Yesus sebagai satu-satunya cara untuk menerima keselamatan, dan mengakui otoritas-Nya atas hidup kita.

Hal ini dapat diwujudkan dengan mempelajari firman-Nya, dan mengutamakan hubungan yang intim dengan Tuhan, melalui doa dan penyembahan, dan mengikuti kehendak-Nya dalam hidup kita.

Kita harus memiliki keberanian dan kemauan untuk membela kebenaran Tuhan dan menjaga ketaatan kepada-Nya, bahkan saat menghadapi penolakan atau kesulitan lainnya. Dibutuhkan keberanian dan tekad yang tulus untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

Menempatkan kehendak Tuhan di atas kehendak kita sendiri: Kita harus menghormati dan menaati Tuhan, dan memprioritaskan kehendak-Nya di atas kehendak kita sendiri.

Kita harus mengutamakan kebenaran Allah daripada mencari persetujuan manusia, dan membutuhkan pengorbanan diri dan penyerahan yang tulus, kepada-Nya.

Kita harus memelihara firman Yesus dan hidup sesuai dengan ajaran-Nya untuk memperoleh hidup yang kekal.

Ini dapat dilakukan dengan membaca dan mempelajari firman Tuhan secara teratur, dan berdoa memohon bimbingan-Nya, agar kita bisa hidup menurut nilai-nilai-Nya, dan menerapkan ajaran-Nya secara mendalam.

Kita harus menghormati dan menaati Tuhan, sebagai bentuk penghargaan atas kuasa dan otoritas-Nya.

Hal ini dapat diwujudkan dengan mengutamakan hubungan kita dengan-Nya, dan mengikuti kehendak-Nya dalam segala hal.

Secara keseluruhan, pelajaran dari Injil Yohanes 8, ayat 48 sampai ayat 51, mengajarkan kita, untuk memiliki kepercayaan dan ketaatan yang tulus kepada Tuhan, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya, untuk mendapatkan hidup yang kekal.

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Kami datang ke hadapan-Muu, dengan rendah hati dan hormat, mengakui otoritas-Muu, sebagai Anak Allah, yang datang untuk menyelamatkan umat manusia, dari dosa dan kehancuran.

Kami bersyukur atas jaminan keselamatan, yang hanya Tuhan, yang berani memberikannya.

Kami percaya bahwa, hanya melalui iman dan ketaatan kepada-Muu, kami dapat memperoleh keselamatan dan kehidupan kekal, yang tidak dapat dijamin oleh siapa pun.

Kami menerima janji keselamatan, yang telah Engkau berikan kepada kami melalui kematian dan kebangkitan-Mu, dan kami berjanji untuk hidup sesuai dengan kehendak-Muu.

Kami menyadari, bahwa di dunia ini, kami sering diperhadapkan pada berbagai pemimpin dan tokoh yang dianggap memiliki otoritas.

Namun, kami percaya, bahwa tidak ada otoritas di dunia, yang sebesar otoritas Tuhan, dan kami bersedia untuk mematuhi perintah Tuhan, meskipun kadang-kadang sulit dan berat.

Kami berdoa kiranya Engkau memberi kami kekuatan dan hikmat, untuk selalu mengikuti jalan-Muu, dan hidup dalam kebenaran-Muu.

Kami berserah sepenuhnya kepada-Muu, dan berharap, agar setiap tindakan dan perkataan kami, selalu berkenan kepada-Muu.

Tuhan Yesus,

Terima kasih karena Engkau selalu setia dan murah hati kepada kami.

Semoga kami terus hidup dalam kasih dan ketaatan kepada-Muu, dan menjadi saksi bagi orang lain tentang kebesaran-Muu.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...