Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Sehebat
Apapun Dirimu, Kamu Tetap Membutuhkan Tuhan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Nahum 3, ayat 14 sampai ayat 17, yang berbunyi sebagai berikut:
Timbalah
air menghadapi pengepungan, perkuatlah kubu-kubumu! Pijaklah
lumpur, injaklah tanah liat, peganglah acuan batu bata!
Di
sana api akan memakan engkau habis, pedang akan membabat
engkau, akan memakan engkau seperti belalang pelompat. Sekalipun
engkau berjumlah besar seperti belalang pelompat, berjumlah besar seperti
belalang pindahan,
sekalipun
kauperbanyak orang-orang dagangmu lebih dari bintang-bintang di langit, seperti
belalang pelompat mereka mengembangkan sayap dan terbang
menghilang.
Sekalipun
para penjagamu seperti belalang pindahan dan para pegawaimu seperti
kawanan belalang, yang hinggap pada tembok-tembok pada waktu dingin, namun jika
matahari terbit, mereka lari menghilang, tidak ketahuan tempatnya.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Nahum
3, ayat 14 sampai ayat 17, adalah bagian dari kitab Nahum di Perjanjian Lama,
yang merupakan kitab nubuatan, yang berisi pesan penghakiman dan kehancuran,
terhadap kota Niniwe, ibu kota Asyur.
Dalam
perikop ini, Nahum mengkritik Niniwe karena keserakahan dan eksploitasi mereka,
dan juga kesombongan mereka.
Saat
Nabi Nahum menyampaikan pesan penghakiman terhadap Niniwe, dia mempersilahkan
kota itu, untuk semakin memperkuat pertahanan mereka.
Dalam
perikop ini, nabi Nahum menggunakan bahasa yang mudah dipahami, membandingkan
para pejabat dan penjaga Niniwe dengan beberapa jenis belalang, yang jumlahnya
banyak, untuk menunjukkan kekuatan dan pengaruhnya yang kuat, disertai dengan
penghancuran dan kehancuran yang hebat, tetapi pada dasarnya bersifat
sementara. dan cepat berlalu.
Dalam
perikop ini, nabi Nahum menggunakan bahasa yang mudah dipahami, dengan mengibaratkan
pejabat maupun penjaga Niniwe, seperti beberapa jenis belalang, yang jumlahnya
banyak, untuk menunjukkan kekuatan dan pengaruh mereka yang kuat, disertai sifat
merusak dan menghancurkan yang besar, tetapi pada dasarnya bersifat sementara
dan cepat berlalu.
Belalang
yang memenuhi tanah dan tembok, dan menghancurkan apa saja yang dilewatinya,
tetapi akan terbang menjauh, ketika matahari muncul.
Beberapa
orang menafsirkan matahari ini sebagai kekuatan Tuhan. Bahkan ada yang menunjuk
kepada Yesus Kristus.
Nabi
Nahum menggambarkan kehancuran yang akan menimpa kota itu, dengan api dan
pedang, yang akan menebang mereka, sama seperti matahari, yang akan mengusir kawanan
belalang, sebesar apa pun kawanan belalang itu.
Tema,
" Sehebat Apapun Dirimu, Kamu Tetap Membutuhkan Tuhan,"
merupakan pesan penting, yang digaungkan di seluruh Alkitab.
Dalam
bacaan ayat Alkitab hari ini, kita melihat, bahwa tema ini tercermin dalam
peringatan yang diberikan Tuhan kepada Niniwe.
Terlepas
dari kekuatan dan pengaruh kota itu, mereka pada akhirnya bukanlah tandingan
penghakiman Allah yang adil.
Menghadapi
penghakiman ini, Niniwe harus menyadari kebutuhan mereka akan pertolongan Tuhan
dan berpaling kepada-Nya dalam pertobatan.
Melalui
nubuatannya, Nahum berusaha mengkomunikasikan keadilan dan kebenaran Tuhan,
serta pentingnya hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Oleh
karena itu, tujuan Nahum 3, ayat 14 sampai ayat 17 adalah, untuk meminta
pertanggungjawaban Niniwe atas dosa-dosanya, dan untuk memperingatkan
penduduknya tentang konsekuensi dari tindakan mereka, dengan harapan bahwa
mereka akan bertobat, dan kembali kepada Allah.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Nahum
3, ayat 14 sampai ayat 17, merupakan pesan yang kuat dari Tuhan, yang berbicara
tentang kesombongan kita, sama seperti kesombongan kota Niniwe, yang mengandalkan
kekuatan mereka untuk menindas Israel, dan bangsa tetangga lainnya.
Melalui
Firman Tuhan hari ini, Tuhan memperingatkan kita, tentang kehancuran yang akan
menimpa kita, jika kita tidak bertobat dan berbalik dari kesombongan kita, dan
perbuatan sewenang-wenang kita.
Dalam
hidup kita sendiri, kita juga bisa jatuh ke dalam perangkap kesombongan dan
kemandirian, percaya bahwa tanpa Tuhan, kita bisa menangani semuanya sendiri.
Tapi
sama seperti Niniwe, kita pada akhirnya, bergantung pada Tuhan untuk
kesejahteraan dan keselamatan kita.
Tidak
peduli seberapa sukses atau kuatnya kita, kita tidak dapat benar-benar
berkembang tanpa bantuan dan bimbingan Tuhan.
Jadi
apa yang bisa kita pelajari dari Firman Tuhan hari ini?
Pertama
dan terutama, kita harus mengenali kebutuhan kita akan pertolongan Tuhan dalam
hidup kita.
Ini
berarti mengakui kelemahan dan kekurangan kita, dan berpaling kepada Tuhan
dalam doa dan kerendahan hati.
Kita
juga harus bersedia untuk bertobat dan berpaling dari dosa-dosa kita, seperti
Niniwe dipanggil untuk melakukannya.
Kedua,
kita harus memupuk semangat bersyukur, dan berterima kasih kepada Tuhan atas
penyediaan dan perlindungan-Nya dalam hidup kita.
Kita
harus mengakui, bahwa semua berkat dan kesuksesan kita berasal dari-Nya, dan
bahwa kita pada akhirnya bergantung pada kasih karunia dan belas kasihan-Nya.
Terakhir,
kita harus ingat, bahwa kehebatan sejati, tidak datang dari pencapaian kita
sendiri, tetapi dari hubungan kita dengan Tuhan.
Sewaktu
kita berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya, Dia akan membimbing kita
dan memberkati kita, dengan cara yang tidak pernah dapat kita capai sendiri.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Melalui
Nahum 3, ayat 14 sampai ayat 17 ini, Tuhan memberi kita peringatan, akan bahaya
kesombongan dan kepuasan diri.
Itu
mengingatkan kita bahwa betapapun hebatnya kita, pada akhirnya kita harus bergantung
pada Tuhan, baik untuk kesejahteraan, maupun keselamatan kita.
Jadi
apa yang bisa kita terapkan dari perikop ini dalam kehidupan kita sehari-hari?
Pertama,
kita harus memupuk semangat kerendahan hati, dan menyadari akan kebutuhan kita pada
pertolongan Tuhan dalam hidup kita.
Ini
berarti mengakui kelemahan dan keterbatasan kita, dan berpaling kepada Tuhan
dalam doa dan ketergantungan.
Kita
harus menyadari bahwa kita tidak dapat menangani semuanya sendiri, dan
kesuksesan serta kepuasan sejati berasal dari kehidupan yang dijalani dalam
hubungan dengan Tuhan.
Kedua,
kita harus bersedia untuk bertobat, dan berpaling dari dosa-dosa kita, seperti
Niniwe dipanggil untuk melakukannya.
Ini
berarti mengakui kesalahan kita, dan meminta pengampunan Tuhan, sehingga kita
dapat dipulihkan ke hubungan yang benar dengan-Nya.
Ketiga,
kita harus memupuk rasa syukur dan berterima kasih kepada Tuhan, atas
penyediaan dan perlindungan-Nya dalam hidup kita.
Kita
harus ingat, bahwa semua berkat dan kesuksesan kita, berasal dari-Nya, dan
bahwa kita pada akhirnya, bergantung pada kasih karunia dan belas kasihan-Nya.
Akhirnya,
kita harus berjuang untuk hidup, sesuai dengan kehendak dan tujuan Tuhan bagi
hidup kita.
Ini
berarti bahwa, kita harus mencari bimbingan dan arahan-Nya, dalam semua yang
kita lakukan, dan memercayai rencana-Nya, untuk masa depan kita.
Kita
harus ingat, bahwa kehebatan sejati tidak datang dari pencapaian kita sendiri,
tetapi dari hubungan kita dengan Tuhan, dan kemauan kita untuk hidup sesuai
dengan kehendak-Nya.
Kesimpulannya,
Nahum 3, ayat 14 sampai ayat 17, mengingatkan kita, bahwa betapapun hebatnya
kita, pada akhirnya kita akan bergantung pada Tuhan, baik untuk kesehatan,
kesejahteraan dan keselamatan kita.
Dengan
memupuk semangat kerendahan hati, pertobatan, rasa syukur, dan ketaatan, kita
dapat menjalani kehidupan yang menyenangkan Tuhan, dan mengalami kebesaran
sejati, yang berasal dari kehidupan, yang dijalani dalam hubungan dengan-Nya.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
datang ke hadapan Tuhan hari ini, dengan rendah hati, kami mengakui bahwa kami
bukan siapa-siapa di hadapan Tuhan.
Tidak
peduli seberapa hebatnya kami di dunia ini, kami pada akhirnya, harus bergantung
pada rahmat dan belas kasihan Tuhan.
Bantu
kami untuk menumbuhkan semangat kerendahan hati, dan ketergantungan penuh pada Tuhan,
dalam semua yang kami lakukan.
Ingatkan
kami, bahwa kami tidak dapat menangani semuanya sendiri, dan bahwa kami
membutuhkan bantuan dan bimbingan Tuhan, dalam kehidupan sehari-hari.
Maafkan
kesombongan dan kemandirian kami, dan bantu kami untuk berpaling dari dosa-dosa
kami, dan berbalik kepada Tuhan.
Semoga
kami menjalani kehidupan yang menyenangkan bagi Tuhan, dan semoga kami
mengalami kebesaran sejati, yang berasal dari kehidupan, yang dijalani dalam
hubungan dengan Tuhan.
Kami
berterima kasih atas perlindungan Tuhan dalam hidup kami, dan atas kasih dan
belas kasihan Tuhan, yang tak berkesudahan bagi kami.
Semoga
kami selalu ingat, bahwa kami bukan apa-apa tanpamu, dan bahwa kami masih membutuhkan
bantuanmu, hari ini dan selama-lamanya.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar