Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
“Sukacita
di balik ketundukan kita kepada Tuhan”
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Maleakhi 4, ayat 1 sampai ayat 4, yang berbunyi sebagai berikut:
Bahwa sesungguhnya hari itu datang,
menyala seperti perapian, maka semua orang gegabah dan
setiap orang yang berbuat fasik menjadi seperti jerami dan akan
terbakar oleh hari yang datang itu, firman TUHAN semesta alam,
sampai tidak ditinggalkannya akar dan cabang mereka.
Tetapi
kamu yang takut akan nama-Ku, bagimu akan terbit surya kebenaran
dengan kesembuhan pada sayapnya. Kamu akan keluar dan
berjingkrak-jingkrak seperti anak lembu lepas kandang.
Kamu
akan menginjak-injak orang-orang fasik, sebab mereka akan menjadi
abu di bawah telapak kakimu, pada hari yang Kusiapkan itu, firman
TUHAN semesta alam.
Ingatlah
kepada Taurat yang telah Kuperintahkan kepada Musa, hamba-Ku, di
gunung Horeb untuk disampaikan kepada seluruh Israel, yakni
ketetapan-ketetapan dan hukum-hukum.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Maleakhi
4, ayat 1 sampai ayat 4, adalah bagian dari kitab Maleakhi di Perjanjian Lama.
Itu
berisi pesan dari Tuhan kepada orang Israel, memperingatkan mereka tentang
penghakiman yang akan datang, dan mendorong mereka, untuk kembali kepada Tuhan.
Di
ayat pertama, Tuhan berbicara tentang hari yang akan datang, ketika orang jahat
akan diadili dan dihukum.
Bahasa
yang digunakan di sini, intens dan dramatis, mengacu pada pembakaran seperti
oven, dan dihanguskan seperti jerami.
Ini
adalah peringatan bagi orang-orang untuk bertobat, dan berbalik dari jalan dosa
mereka sebelum terlambat.
Di
ayat kedua, Tuhan berbicara tentang datangnya hari baru, hari kebenaran dan
keselamatan.
Ini
adalah janji kepada orang-orang, bahwa jika mereka kembali kepada Tuhan, mereka
akan diselamatkan dan dipulihkan.
Bahasa
yang digunakan di sini penuh harapan dan menghibur, memberikan secercah cahaya
di tengah penghakiman yang akan datang.
Pada
ayat ketiga, Allah mendorong umat untuk mengingat ajaran Musa, khususnya hukum
dan ketetapan yang telah diberikan-Nya kepada mereka.
Ini
adalah pengingat, bahwa jalan Tuhan itu adil dan benar, dan dengan
mengikutinya, orang-orang dapat menghindari penghakiman yang akan datang.
Di
ayat keempat dan terakhir, Tuhan berbicara tentang kedatangan seorang nabi,
yang akan mengembalikan hati manusia kepada Tuhan.
Ini
merujuk pada Yohanes Pembaptis, yang akan datang beberapa ratus tahun kemudian,
untuk mempersiapkan jalan bagi Yesus.
Bahasa
yang digunakan di sini, bersifat profetis, memberikan pandangan sekilas ke masa
depan, dan keselamatan akhir, yang akan datang melalui Yesus Kristus.
Secara
keseluruhan, perikop ini merupakan peringatan bagi umat Israel, untuk kembali
kepada Tuhan dan mengikuti jalan-Nya.
Itu
adalah pengingat, bahwa ada konsekuensi dosa, tetapi juga janji keselamatan
bagi mereka yang bertobat, dan kembali kepada Tuhan.
Perikop
ini, juga memberikan gambaran sekilas ke masa depan, dengan referensi tentang
kedatangan seorang nabi, dan pada akhirnya keselamatan yang akan datang,
melalui Yesus Kristus.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Pesan
Tuhan hari ini adalah, bahwa ada janji keselamatan, dan kebenaran bagi mereka,
yang berserah diri kepada Tuhan.
Di
ayat 2, Tuhan menjanjikan "matahari kebenaran," yang terbit dengan
kesembuhan pada sayapnya.
Ini
adalah rujukan kepada Yesus Kristus, yang membawa keselamatan dan kebenaran,
bagi mereka yang percaya kepada-Nya.
Dengan
menyerahkan diri kita kepada Tuhan, dan percaya kepada Yesus, kita dapat
mengalami sukacita keselamatan dan kedamaian yang datang, dengan mengetahui,
bahwa kita telah diperdamaikan dengan Tuhan.
Namun,
pesan ini juga mengingatkan kita, bahwa ada konsekuensi bagi mereka, yang tidak
menyerahkan diri kepada Tuhan.
Di
ayat 1, Allah memperingatkan tentang penghakiman, yang akan datang bagi orang
fasik, yang akan dihanguskan seperti jerami dalam api.
Ini
berfungsi sebagai pengingat, bahwa penyerahan kita kepada Tuhan bukanlah
pilihan, tetapi diperlukan untuk keselamatan, dan kesejahteraan kita.
Perikop
ini juga mengingatkan kita, akan pentingnya mengikuti perintah Tuhan.
Dalam
ayat 4, Tuhan mendorong orang-orang, untuk mengingat ajaran Musa, dan mengikuti
hukum dan ketetapan-Nya.
Ini
adalah pengingat, bahwa jalan Tuhan itu adil dan benar, dan dengan
mengikutinya, kita dapat merasakan sukacita, karena hidup dalam ketaatan kepada
Tuhan.
Secara
keseluruhan, pesan dari Tuhan dalam Maleakhi 4, ayat 1 sampai ayat 4, dengan
tema “Sukacita di balik ketundukan kita kepada Tuhan,” adalah, bahwa ada janji
keselamatan dan kebenaran, bagi mereka yang berserah diri kepada Tuhan, dan yang
mengikuti perintah-Nya.
Itu
mengingatkan kita, akan pentingnya menyerahkan diri kita kepada Tuhan, dan
percaya kepada Yesus untuk keselamatan kita, sementara juga memperingatkan kita,
tentang konsekuensi ketidaktaatan.
Dengan
menyerahkan diri kita kepada Tuhan, dan mengikuti jalan-Nya, kita dapat
mengalami sukacita dan kedamaian, yang datang dengan hidup dalam ketaatan
kepada-Nya.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus mengakui, dan berpaling dari cara-cara kita yang berdosa, meminta
pengampunan Allah, dan berusaha untuk hidup sesuai dengan kehendak-Nya.
Ini
melibatkan perubahan hati dan komitmen, untuk menjalani kehidupan yang
memuliakan Tuhan.
Kita
perlu beriman kepada Yesus Kristus, yang menawarkan kepada kita keselamatan dan
kebenaran, melalui kematian dan kebangkitan-Nya.
Dengan
memercayai dia dan mengikuti ajarannya, kita dapat merasakan sukacita hubungan
yang dipulihkan dengan Allah.
Kita
harus berusaha untuk hidup dalam ketaatan pada perintah Tuhan, mengikuti
teladan Yesus, dan mengandalkan kuasa Roh Kudus untuk membimbing kita.
Ini
termasuk mengasihi sesama kita, merawat yang miskin dan terpinggirkan, dan
menjalani kehidupan yang memuliakan Tuhan, dalam segala hal yang kita lakukan.
Kita
harus waspada terhadap godaan dan serangan musuh kita, termasuk iblis dan
pasukannya.
Ini
melibatkan mengandalkan kekuatan dan kuasa Tuhan, untuk mengatasi godaan, dan
melawan rencana musuh kita.
Dengan
melakukan hal-hal ini, kita dapat mengalami sukacita yang berasal dari
penyerahan diri kepada Tuhan, dan menjalani kehidupan yang memuliakan Dia.
Kita
juga dapat memiliki keyakinan akan kemenangan kita atas musuh kita, mengetahui
bahwa kita memiliki kuasa dan kekuatan Tuhan di pihak kita.
Pada
akhirnya, penyerahan diri kita kepada Tuhan, bukan hanya tentang menghindari
hukuman, tetapi tentang mengalami hidup berkelimpahan, seperti yang dijanjikan
Yesus kepada para pengikutnya, dalam Yohanes 10, ayat 10.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Kami
datang ke hadapan Tuhan hari ini, untuk menegaskan kembali komitmen kami, untuk
takut akan nama Tuhan, untuk tunduk pada kehendak Tuhan, dan untuk berterima
kasih atas kegembiraan, yang telah Tuhan berikan kepada kami.
Bantu
kami untuk selalu mengingat kekuatan dan kebesaran nama Tuhan, dan untuk
menjalani hidup kami dengan hormat dan kagum pada Tuhan.
Kami
berdoa agar Tuhan memberi kami kekuatan dan keberanian, untuk tunduk pada
kehendak Tuhan, bahkan ketika itu sulit atau tidak nyaman.
Bantu
kami untuk percaya pada kebaikan dan kasih Tuhan, dan untuk mengetahui bahwa
cara Tuhan, selalu lebih baik daripada cara kami sendiri.
Dan
terakhir, kami ingin mengucapkan terima kasih, atas sukacita yang telah Tuhan
berikan kepada kami.
Bahkan
di tengah keadaan sulit, kami tahu, bahwa kami dapat menemukan sukacita dan
kedamaian di hadapan Tuhan.
Terima
kasih atas kasihmu yang tak pernah putus, persediaanmu yang terus-menerus, dan
rahmatmu yang tak pernah berakhir.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar