Langsung ke konten utama

Tampilkan Wajah Tuhan, Dengan Menjadi Keturunan Ilahi Yang Setia. Maleakhi 2: 15-17 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Tampilkan Wajah Tuhan, Dengan Menjadi Keturunan Ilahi Yang Setia.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Maleakhi 2, ayat 15 sampai ayat 17, yang berbunyi sebagai berikut:

 

  Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh? Dan apakah yang dikehendaki kesatuan itu? Keturunan ilahi! Jadi jagalah dirimu! Dan janganlah orang tidak setia terhadap isteri dari masa mudanya.

  Sebab Aku membenci perceraian, firman TUHAN, Allah Israel--juga orang yang menutupi pakaiannya dengan kekerasan, firman TUHAN semesta alam. Maka jagalah dirimu dan janganlah berkhianat!

TUHAN datang untuk menghukum

 Kamu menyusahi TUHAN dengan perkataanmu. Tetapi kamu berkata: "Dengan cara bagaimanakah kami menyusahi Dia?" Dengan cara kamu menyangka: "Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN; kepada orang-orang yang demikianlah Ia berkenan--atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Maleakhi 2, ayat 15 sampai ayat 17, adalah bagian dari Firman Tuhan, yang berfokus pada pentingnya pernikahan, dan kesetiaan di dalam pernikahan.

Bagian ini dimulai dengan mengatakan, " Bukankah Allah yang Esa menjadikan mereka daging dan roh?

Apa yang diinginkan Tuhan dengan pernyataannya ini?

Keturunan Ilahi yang saleh.

Jadi, jagalah dirimu, dalam rohmu, dan sebagai suami, jangan tidak setia, kepada istri masa mudanya.

Dalam perikop ini, nabi Maleakhi menekankan pentingnya rancangan Allah bagi pernikahan, dan yang dimaksudkan oleh Tuhan, adalah, untuk menghasilkan keturunan Ilagi yang saleh.

Maleakhi mendesak orang-orang, untuk menjaga diri mereka sendiri dalam roh mereka, agar tidak menjadi setia, kepada istri mereka, serta menyoroti pentingnya kesetiaan, dalam pernikahan.

Nabi melanjutkan, dengan dengan kata-kata Tuhan Yang Maha Kuasa, Allah Israel,

"Karena aku benci perceraian,",

"dan Aku benci seorang pria, yang melumuri pakaiannya, dengan kekerasan".

Maka jagalah dirimu dengan semangatmu, dan jangan merusak pernikahanmu.”

Di sini, Maleakhi mengutuk perceraian, dan kekerasan, di dalam pernikahan, serta memperkuat pesan, bahwa kesetiaan sangat penting, untuk pernikahan yang sehat dan saleh.

Nabi mengingatkan orang-orang, bahwa Allah membenci perilaku ini, menekankan pentingnya menjaga jiwa mereka, dan tetap beriman.

Maleakhi kemudian menanyai orang-orang, dengan berkata, "Kamu telah melelahkan Tuhan dengan kata-katamu.

Nabi juga menanggapi pertanyaan orang Israel yang bertanya, 'Bagaimana kami telah melelahkan Tuhan?'

dengan mengatakan,

"kamu menyangka:

Setiap orang yang berbuat jahat adalah baik di mata TUHAN?

kepada orang-orang yang demikianlah Tuhan berkenan?

atau jika tidak, di manakah Allah yang menghukum?

 

Di bagian ini, Maleakhi menyoroti kemunafikan orang-orang Israel, dan kecenderungan mereka untuk membenarkan kesalahan mereka sendiri.

Dia menantang mereka, dengan mengatakan bahwa mereka telah melelahkan Tuhan, dengan kata-kata mereka, menunjukkan bahwa Tuhan tidak senang dengan perilaku mereka.

Nabi kemudian menyatakan, "Lihat, aku akan mengirim utusanku, yang akan mempersiapkan jalan sebelum aku.

Lalu tiba-tiba Tuhan yang kamu cari akan datang ke bait-Nya, utusan perjanjian, yang kamu inginkan, akan datang,"

kata Tuhan Yang Maha Kuasa.

Di sini, Maleakhi meramalkan kedatangan seorang utusan, yang akan mempersiapkan jalan bagi kedatangan Tuhan.

Ini merujuk pada Yohanes Pembaptis, yang diutus untuk mempersiapkan jalan, bagi Yesus Kristus.

Maleakhi mengakhiri perikop itu dengan mengatakan, "Tetapi siapakah yang dapat bertahan pada hari kedatangan-Nya?

Siapa yang dapat tetap berdiri, ketika Tuhan datang?

Karena Dia akan menjadi seperti api pemurni, atau sabun pencuci.

Dia akan duduk sebagai pemurni yang memurnikan perak. Dia akan menyucikan orang Lewi, dan memurnikan mereka seperti emas dan perak.

Kemudian Tuhan akan memiliki orang-orang, yang akan membawa persembahan dalam kebenaran."

 

Di bagian terakhir ini, Maleakhi menggambarkan kedatangan Tuhan, menekankan bahwa Dia akan datang sebagai api penyuling, memurnikan dan menyucikan umat-Nya.

Nabi menyarankan, bahwa ini akan menghasilkan produksi persembahan dalam kebenaran, yang menunjukkan, bahwa kedatangan Tuhan akan menuntun pada pengabdian yang lebih besar, kepada Allah, dan komitmen yang lebih besar, untuk menjalani kehidupan yang benar.

Secara keseluruhan, Maleakhi 2:15-17 adalah bagian yang kuat, yang menekankan pentingnya kesetiaan dalam pernikahan, dan mengutuk perceraian dan kekerasan.

Perikop ini, juga menantang kemunafikan orang-orang, dan menunjukkan bahwa mereka telah melelahkan Tuhan, dengan kata-kata mereka.

Selain itu, Maleakhi meramalkan kedatangan Tuhan, dan menekankan bahwa kedatangan-Nya, akan menuntun pada pemurnian dan penyucian umat Allah, yang menghasilkan persembahan kebenaran.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan bagi kita yang hidup hari ini dari Maleakhi 2, ayat 15 sampai ayat 17, sesuai dengan tema “Saksikan Kemuliaan Tuhan, Dengan Menjadi Keturunan Ilahi Yang Setia,” adalah bahwa, kesetiaan kita kepada Tuhan, dan komitmen kita untuk menjalani kehidupan yang benar, sangat penting bagi kita untuk menyaksikan wajah Tuhan.

Tuhan menginginkan keturunan yang saleh, dan sebagai orang percaya, kita memiliki tanggung jawab, untuk menjaga kesucian pernikahan dan keluarga, dengan tetap setia dan berkomitmen pada pasangan kita.

Ini berarti, tidak hanya menghindari perilaku seperti perceraian dan kekerasan, tetapi juga secara aktif bekerja, untuk memperkuat pernikahan dan hubungan kita, dengan orang yang kita cintai.

Terlebih lagi, kesetiaan kita kepada Tuhan, tidak terbatas pada hubungan kita dengan pasangan dan anggota keluarga kita.

Itu juga mencakup hubungan kita dengan Allah, dan ketaatan kita pada perintah-perintah-Nya.

Dengan menjalani kehidupan yang benar, kita menunjukkan kesetiaan kita kepada Allah, dan komitmen kita pada kehendak-Nya.

Dalam Maleakhi 2, ayat 17, sang nabi mempertanyakan klaim orang-orang, bahwa Allah senang dengan mereka yang berbuat jahat.

Ini menunjukkan, bahwa tindakan dan perilaku kita, berdampak langsung pada hubungan kita dengan Tuhan, dan hanya melalui kesetiaan dan kebenaran, kita dapat menyaksikan wajah Tuhan.

Saat kita berusaha untuk menjalani kehidupan yang setia dan benar, kita dapat mempercayai pekerjaan pemurnian Tuhan, dalam hidup kita.

Kita mungkin menghadapi tantangan dan pencobaan, tetapi melalui pengalaman ini, Tuhan memurnikan dan menyucikan kita, mendekatkan kita kepada-Nya, dan memungkinkan kita untuk menyaksikan wajah-Nya, dalam hidup kita.

Oleh karena itu, marilah kita berkomitmen pada kesetiaan dan kebenaran, tidak hanya dalam hubungan kita dengan orang yang kita kasihi, tetapi juga dalam hubungan kita dengan Tuhan.

Dengan demikian, kita dapat menyaksikan wajah Tuhan, dan mengalami berkat-berkat yang datang dari kehidupan, yang dijalani dalam ketaatan pada kehendak-Nya.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Untuk menyaksikan wajah Allah melalui kesetiaan kita,

kita harus tetap setia kepada Tuhan.

Ini berarti berkomitmen untuk hidup dalam ketaatan pada perintah Tuhan, bahkan ketika itu sulit atau tidak populer.

kita harus prioritaskan hubungan kita dengan orang yang kita cintai.

Tuhan menginginkan keturunan yang saleh, jadi kita harus memprioritaskan hubungan kita dengan pasangan, dan anggota keluarga kita, berkomitmen untuk menjunjung tinggi kesucian pernikahan dan keluarga.

kita harus menghindari perilaku yang merusak hubungan kita.

Ini termasuk perilaku seperti perceraian dan kekerasan, yang dapat merusak hubungan kita, dan menghalangi kesaksian kita akan wajah Allah.

kita harus mencari kebenaran.

Kita harus berusaha untuk menjalani kehidupan yang benar, mengikuti kehendak Tuhan, dan menghindari dosa.

kita harus percaya pada pekerjaan pemurnian Tuhan.

Saat kita berkomitmen pada kesetiaan dan kebenaran, kita dapat percaya pada pekerjaan pemurnian Tuhan dalam hidup kita, memungkinkan Dia untuk memurnikan kita, dan menarik kita lebih dekat kepada-Nya.

kita harus terlibat secara teratur dalam kegiatan spiritual.

Ini termasuk berdoa, belajar Alkitab, dan bersekutu dengan orang percaya lainnya, yang dapat membantu kita bertumbuh dalam iman, dan memperdalam hubungan kita dengan Tuhan.

kita harus bertekun lewat pencobaan.

Kesetiaan membutuhkan ketekunan, jadi kita harus siap untuk bertahan melalui pencobaan dan kesulitan, percaya pada kekuatan dan tuntunan Tuhan.

Dengan mengikuti aktivitas di atas, kita dapat memupuk kehidupan yang setia dan benar, yang memungkinkan kita, untuk menyaksikan wajah Tuhan dalam hidup kita.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

Terima kasih atas karunia kesetiaan dan kebenaran yang Tuhan berikan kepada kami.

Kami berkomitmen untuk menjalani kehidupan, yang menyaksikan wajah Tuhan, melalui tindakan dan perilaku kami.

Bantu kami untuk memprioritaskan hubungan kami dengan orang-orang, yang kami cintai, menjunjung tinggi kesucian pernikahan dan keluarga.

Perkuat kami untuk menghindari perilaku yang merusak hubungan kami, dan menghalangi kesaksian kami tentang wajah Tuhan.

Bimbing kami untuk mencari kebenaran dan percaya pada pekerjaan pemurnian Tuhan dalam hidup kami.

Kami berkomitmen, untuk secara teratur melakukan praktik spiritual, seperti berdoa dan belajar Alkitab, untuk bertumbuh dalam iman, dan memperdalam hubungan kami dengan Tuhan.

Berilah kami daya tahan, untuk bertahan melalui pencobaan dan kesulitan, percaya pada kekuatan dan bimbingan Tuhan.

Semoga hidup kami menjadi kesaksian atas kebaikan dan kesetiaanmu, kepada semua orang di sekitar kami.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...