Langsung ke konten utama

Tetapkan tujuan hidup Anda bersama Yesus. Yohanes 8: 1-7 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Tetapkan tujuan hidup Anda bersama Yesus.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yohanes 8, ayat 1 sampai ayat 7, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 tetapi Yesus pergi ke bukit Zaitun.

 Pagi-pagi benar Ia berada lagi di Bait Allah, dan seluruh rakyat datang kepada-Nya. Ia duduk dan mengajar mereka. 

 Maka ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi membawa kepada-Nya seorang perempuan yang kedapatan berbuat zinah. 

 Mereka menempatkan perempuan itu di tengah-tengah lalu berkata kepada Yesus: "Rabi, perempuan ini tertangkap basah ketika ia sedang berbuat zinah. 

 Musa dalam hukum Taurat memerintahkan kita untuk melempari perempuan-perempuan yang demikian. Apakah pendapat-Mu tentang hal itu?" 

 Mereka mengatakan hal itu untuk mencobai Dia, supaya mereka memperoleh sesuatu untuk menyalahkan-Nya. Tetapi Yesus membungkuk lalu menulis dengan jari-Nya di tanah. 

 Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: "Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Perikop ini mengisahkan kejadian, di mana Yesus dihadapkan dengan seorang perempuan yang tertangkap basah melakukan perzinahan, oleh sekelompok ahli Taurat dan orang Farisi.

Mereka menuduh perempuan itu melakukan dosa, yang seharusnya dihukum dengan hukuman rajam, sesuai dengan hukum Taurat.

 

Mereka membawa perempuan itu ke hadapan Yesus, dan menanyakan pendapat-Nya mengenai hal ini.

Namun, Yesus tidak memberikan jawaban langsung, melainkan malah menulis di tanah.

 

Setelah mereka terus meminta jawaban dari Yesus, Ia akhirnya berkata, "Siapa di antara kamu yang tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama kali melemparkan batu kepadanya."

Mendengar itu, orang-orang yang menuduh perempuan itu pergi satu per satu, mulai dari yang tertua sampai yang paling muda, karena mereka merasa bersalah karena dosa-dosa mereka sendiri.

 

Ketika semua orang sudah pergi, Yesus menegur perempuan itu dan mengatakan kepadanya untuk tidak berdosa lagi.

 

Kisah ini mengandung pesan, mengenai kasih karunia dan pengampunan Allah, bahwa setiap orang berdosa, dan tidak berhak untuk mengecam atau menghakimi orang lain, karena mereka memiliki kesalahan.

Yesus mengajarkan pentingnya untuk memahami kasih karunia dan pengampunan, dalam menghadapi kesalahan dan dosa dalam hidup kita.

 

Hidup ini, penuh dengan tantangan dan pilihan, yang harus kita buat.

Terkadang kita merasa bingung, dan tidak tahu arah hidup yang ingin kita jalani.

Namun, sebagai orang Kristen, kita memiliki Tuhan yang selalu bersama kita.

 

Tuhan memberikan arti dan tujuan hidup, yang jelas bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.

 

Setiap orang yang ingin hidupnya sukses dunia akhirat, membutuhkan tujuan hidup yang terbaik untuk hidupnya.

Untuk itu, kita harus mulai menetapkan tujuan hidup kita bersama Yesus.

Karena, Yesus adalah jalan, kebenaran, dan hidup.

Dia adalah satu-satunya yang dapat memberikan arti dan tujuan hidup yang sejati.

Yesus bukan hanya teman, tetapi Dia adalah Juruselamat dan Tuhan kita.

 

Mulai hari ini, biarkan Yesus mengambil alih hidup kita. Berdoalah kepada-Nya dan bertumbuh dalam iman kita. Ajak Yesus dalam setiap rencana dan pilihan hidup kita, dan Dia akan membimbing kita menuju tujuan hidup yang sejati.

 

Dalam hidup ini, kita mungkin akan menghadapi rintangan dan kesulitan. Namun, kita dapat memiliki ketenangan dan keyakinan, bahwa Yesus selalu bersama kita.

Dia akan membantu kita mengatasi setiap rintangan, dan memenuhi setiap kebutuhan kita.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Inti pesan Tuhan kepada kita, yaitu, agar kita memiliki tujuan hidup, dan memulai serta menjalaninya bersama Yesus.

Untuk itu, kita harus terlebih dahulu mengenal Yesus secara pribadi, dan selanjutnya mempercayakan hidup kita kepada-Nya.

Seperti yang dicontohkan dalam kisah perjumpaan Yesus, dengan perempuan yang terperangkap dalam dosa dalam Yohanes 8, ayat 1 sampai ayat 7, Yesus datang dan hadir, untuk mengasihi dan membebaskan kita, dari belenggu dosa dan kesalahan.

 

Dalam perjumpaan ini, Yesus tidak hanya mengampuni dosa perempuan tersebut, tetapi Dia juga memberikan pengajaran, dan dorongan untuk hidup yang lebih baik.

Demikian pula, ketika kita mempercayakan hidup kita kepada Yesus, Dia memberikan arti dan tujuan hidup yang jelas, serta membimbing kita untuk hidup yang lebih baik.

 

Mempunyai tujuan hidup yang jelas sangatlah penting, karena hal ini memberikan arah dan fokus dalam hidup kita.

Namun, tanpa diawali perjumpaan dengan Yesus, tujuan hidup kita, mungkin hanya didasarkan pada ambisi atau tujuan, yang tidak benar-benar memberikan arti dalam hidup kita.

Hanya dengan menjalin hubungan yang erat dengan Yesus, kita dapat mengetahui tujuan hidup yang benar-benar membawa arti dan makna dalam hidup kita.

 

Dengan mengenal Yesus secara pribadi, dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya, kita dapat menemukan kebenaran dan kebahagiaan, yang hanya dapat ditemukan dalam Dia.

Mari kita mulai hari ini, dengan memperkuat hubungan kita dengan Yesus, meminta Dia untuk membimbing kita menuju tujuan hidup yang sejati, dan membawa kemuliaan bagi nama-Nya.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Sama seperti perempuan dalam kisah ini, kita juga perlu mencari perjumpaan dengan Yesus, dan mempercayakan hidup kita kepada-Nya.

 

Kita semua adalah manusia berdosa, dan membutuhkan pengampunan dari Yesus.

Seperti perempuan dalam kisah ini, kita harus bersedia mengaku dosa-dosa kita, dan menerima pengampunan yang Yesus berikan.

 

Ketika kita memandang orang lain dengan penghakiman atau menghakimi orang lain, kita sebenarnya menunjukkan ketidaktaatan dan keengganan kita, untuk mengikuti ajaran Yesus.

Sebagai pengikut Yesus, kita harus berusaha untuk menghindari penghakiman, dan mengasihi sesama seperti Yesus mengasihi kita.

 

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, perjumpaan dengan Yesus membawa arti dan tujuan hidup yang sejati.

Mari kita mencari arti dan tujuan hidup yang sejati dalam hubungan kita dengan Yesus, dan hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

 

Ketika kita mengasihi sesama seperti Yesus mengasihi kita, kita akan dapat mempraktikkan kasih, dan memperlihatkan kepada dunia, bahwa kita adalah pengikut Kristus yang sejati.

 

Seperti yang dilakukan oleh Yesus dalam kisah ini, kita juga harus mengajak orang lain untuk mengenal Yesus, dan mempercayakan hidup mereka kepada-Nya.

 

Dengan menerapkan pelajaran dari Yohanes 8, ayat 1 sampai ayat 7 ini, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita dapat menjadi pengikut Kristus yang lebih baik, dan mampu hidup sesuai dengan kehendak-Nya.

 

 

Doa Hari Ini...

 

 

Tuhan Yesus,

 

hari ini kami berdiri di hadapan-Mu dengan hati yang terbuka, dan merindukan kehendak-Mu dalam hidup kami.

Kami bersyukur atas pengampunan dan kasih-Mu yang tiada henti, dan kami memohon agar Engkau memimpin kami untuk menemukan arti dan tujuan hidup yang sejati, dalam hubungan kami dengan-Mu.

 

Bantulah kami untuk membangun hubungan yang lebih dekat dengan-Muu, dan untuk memperkuat iman kami dalam diri-Mu.

Bimbinglah kami untuk mencari dan mengetahui kehendak-Muu dalam hidup kami, sehingga kami dapat hidup sesuai dengan rencana-Mu.

 

Kami berkomitmen untuk menempatkan Tuhan Yesus sebagai pusat hidup kami, dan menyusun tujuan hidup kami bersama dengan-Mu.

Kami memohon agar Engkau memberikan kekuatan dan kebijaksanaan bagi kami, untuk mengejar tujuan kami dengan tekun dan penuh semangat.

 

Terima kasih Tuhan Yesus, karena Engkau selalu memperhatikan dan memenuhi kebutuhan kami. Semoga hidup kami menjadi saksi bagi kemuliaan-Mu.

 

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...