Harapan Atas Kubur Kosong, Dan Sukacita Atas Kehadiran Yesus Yang Hidup. Lukas 24: 1-6 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Harapan
Atas Kubur Kosong, Dan Sukacita Atas Kehadiran Yesus Yang Hidup.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Lukas 24, ayat 1 sampai ayat 6, yang berbunyi sebagai berikut:
tetapi
pagi-pagi benar pada hari pertama minggu itu mereka pergi ke kubur membawa
rempah-rempah yang telah disediakan mereka.
Mereka
mendapati batu sudah terguling dari kubur itu,
dan
setelah masuk mereka tidak menemukan mayat Tuhan Yesus.
Sementara
mereka berdiri termangu-mangu karena hal itu, tiba-tiba ada dua orang berdiri
dekat mereka memakai pakaian yang berkilau-kilauan.
Mereka sangat ketakutan dan menundukkan
kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu
mencari Dia yang hidup, di antara orang mati?
Ia
tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada
kamu, ketika Ia masih di Galilea.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Lukas
24, ayat 1 sampai ayat 6, adalah bagian dari Perjanjian Baru, yang
menggambarkan penemuan kubur Yesus yang kosong oleh sekelompok wanita, yang
telah pergi untuk meminyaki tubuhnya.
Bagian
ini penting karena memberikan bukti kebangkitan Yesus, yang merupakan ajaran
utama dari iman Kristen.
Perikop
ini dimulai dengan menyatakan, bahwa pada hari pertama minggu itu, yaitu hari
setelah Sabat, para wanita pergi ke kubur tempat Yesus dibaringkan.
Para
wanita itu bernama Maria Magdalena, Yohana, dan Maria ibu Yakobus, tetapi
kemungkinan ada orang lain bersama mereka.
Ketika
mereka tiba di kuburan, mereka menemukan bahwa batu yang menutup pintu masuk
telah terguling.
Ketika
para wanita memasuki kubur, mereka menemukan bahwa tubuh Yesus tidak ada di
sana.
Sebaliknya,
mereka melihat dua pria berpakaian yang berkilauan seperti kilat, berdiri di
samping mereka.
Pria-pria
ini digambarkan sebagai malaikat, dan mereka bertanya kepada para wanita itu,
mengapa mereka mencari yang hidup di antara orang mati.
Malaikat
kemudian mengingatkan para wanita itu, bahwa Yesus telah memberi tahu mereka,
bahwa Dia akan disalibkan, dan akan bangkit kembali pada hari ketiga.
Para
wanita dipenuhi rasa takut dan takjub melihat para malaikat, dan mereka
bergegas kembali untuk memberi tahu para murid, tentang apa yang telah mereka
lihat.
Ketika
mereka tiba, mereka menemukan bahwa para murid meragukan cerita mereka.
Namun,
Petrus bangkit dan lari ke kubur untuk melihat sendiri.
Ketika
dia tiba, dia menemukan bahwa makam itu memang kosong, seperti yang dikatakan
para wanita itu.
Bagian
ini penting karena memberikan bukti kebangkitan Yesus, yang merupakan ajaran
utama dari iman Kristen.
Fakta
bahwa kubur itu kosong, dan para wanita melihat malaikat, yang mengingatkan
mereka tentang ramalan Yesus, bahwa Dia akan bangkit kembali, memberikan bukti
kuat bahwa Yesus benar-benar bangkit dari kematian.
Peristiwa
ini merupakan landasan iman Kristiani, dan memberikan pengharapan bagi umat
beriman, bahwa mereka juga akan dibangkitkan setelah meninggal.
Selain
itu, fakta bahwa para wanita adalah yang pertama kali menemukan kubur kosong
itu penting, karena menyoroti peran penting yang dimainkan wanita dalam
pelayanan Yesus.
Dalam
masyarakat, di mana wanita sering dipinggirkan dan dikucilkan dari kehidupan
publik, Yesus memperlakukan mereka dengan bermartabat dan hormat, dan
memasukkan mereka ke dalam lingkaran pengikutnya.
Bagian
itu juga menekankan, pentingnya iman dan kepercayaan pada janji-janji Allah.
Para
malaikat mengingatkan para wanita tentang kata-kata Yesus, bahwa Dia akan
bangkit kembali, dan iman mereka pada kata-kata Yesus itu, dibuktikan dengan
mereka menemukan kubur yang kosong.
Hal
ini memperkuat gagasan, bahwa iman bukan hanya masalah kepercayaan, tetapi juga
tindakan dan kepercayaan pada janji-janji Allah.
Bagian
ini juga menunjukkan kuasa Tuhan untuk mengatasi kematian dan membawa kehidupan
baru.
Fakta
bahwa Yesus dibangkitkan dari kematian, adalah simbol pengharapan dan penebusan
yang kuat bagi orang percaya.
Ini
adalah pengingat bahwa, bahkan dalam menghadapi kematian dan keputusasaan,
Tuhan masih bekerja di dunia, membawa kehidupan dan harapan baru, bagi mereka
yang menaruh kepercayaan kepada-Nya.
Akhirnya,
perikop ini mengingatkan orang percaya, bahwa Yesus bukan hanya tokoh sejarah,
tetapi juga tokoh yang hadir dalam hidup mereka yang percaya.
Fakta
bahwa Yesus bangkit dari kematian, berarti bahwa Ia masih hidup dan aktif di
dunia saat ini.
Hal
ini memberikan penghiburan dan kepastian bagi orang percaya, yang dapat percaya
bahwa Yesus selalu bersama mereka, bahkan di saat-saat tergelap dalam kehidupan
mereka.
Bagi
orang Kristen, perikop ini adalah pengingat yang kuat akan harapan dan
penebusan, yang datang dari menaruh kepercayaan mereka pada Tuhan.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Jika
dilihat dari tema yang ada, Lukas 24, ayat 1 sampai ayat 6, memberikan pesan
pengharapan, dan dorongan yang kuat bagi umat Kristiani saat ini.
Kerinduan
Allah bagi kita adalah, untuk mengalami sukacita dan kedamaian, yang datang
dari pengenalan akan Yesus, sebagai kehadiran Tuhan yang hidup dalam hidup
kita, dan untuk berbagi sukacita itu dengan orang lain.
Salah
satu aspek dari pesan ini adalah, kekuatan harapan.
Bahkan
di masa-masa sulit, kita dapat menemukan harapan dan inspirasi dalam kisah
kebangkitan, mengetahui bahwa Yesus telah mengalahkan maut, dan selalu
menyertai kita.
Pengharapan
ini dapat membantu kita menghadapi tantangan, dan mempercayai janji-janji
Allah, bahkan ketika tampaknya sulit dipercaya oleh akal kita, namun bisa
diterima oleh roh kita.
Aspek
lain dari pesan Allah dalam Lukas 24, ayat 1 sampai ayat 6 adalah, pentingnya
memberikan kesaksian tentang kebangkitan Yesus, dan kebangkita orang percaya di
akhir zaman.
Seperti
para wanita yang membagikan kabar tentang kubur kosong kepada para murid, kita
juga dipanggil untuk membagikan kabar baik tentang kebangkitan Yesus kepada
orang lain.
Ini
bisa melalui kata-kata dan tindakan kita, saat kita berusaha untuk menghidupi
iman kita, dengan cara yang menginspirasi orang lain, dan mengarahkan mereka
kepada Kristus.
Aspek
ketiga dari pesan ini, adalah kekuatan komunitas.
Fakta
bahwa para wanita pergi ke kubur bersama-sama, dan berbagi berita dengan para
murid, menyoroti pentingnya menjadi bagian dari komunitas iman.
Saat
kita berkumpul bersama saudara seiman dalam ibadah, persekutuan, dan pelayanan,
kita dapat mengalami kehadiran Yesus secara nyata, dan menemukan kekuatan dan
dorongan satu sama lain.
Terakhir,
pesan Tuhan dalam Lukas 24, ayat 1 sampai ayat 6 adalah, pesan sukacita.
Fakta
bahwa Yesus telah mengalahkan maut, dan selalu bersama kita, adalah alasan
untuk perayaan dan rasa syukur.
Ketika
kita memupuk rasa sukacita yang mendalam dalam iman kita, kita dapat menemukan
harapan dan ilham, bahkan di tengah keadaan yang sulit.
Dan
saat kita berbagi kegembiraan itu dengan orang lain, kita bisa menjadi sumber
terang dan harapan di dunia.
Secara
keseluruhan, pesan Tuhan untuk kita, adalah pesan pengharapan, kesaksian,
komunitas, dan sukacita.
Dengan
berusaha untuk menghidupi pesan ini dalam kehidupan kita sendiri, kita dapat
mengalami kuasa kebangkitan yang mengubahkan, dan menjadi sumber pengharapan
dan dorongan bagi orang lain.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus mencari Yesus dalam komunitas Kristen.
Para
wanita yang pergi ke kubur pergi secara bersama-sama, dan mereka menemukan
kehadiran Yesus dalam pengalaman mereka bersama.
Demikian
pula, kita dapat mencari kehadiran Yesus dalam komunitas dengan orang percaya
lainnya.
Ini
dapat dapat dilakukan dengan menghadiri ibadah di gereja, berpartisipasi dalam
studi Alkitab kelompok kecil atau kelompok doa, atau hanya menghabiskan waktu
dengan orang Kristen lain, yang seiman dengan kita.
Kita
harus percaya pada janji Tuhan.
Para
malaikat mengingatkan para wanita tentang prediksi Yesus, bahwa Dia akan
bangkit kembali, dan iman mereka pada kata-katanya digenapi, ketika mereka
menemukan kubur yang kosong.
Kita
juga dapat mempercayai janji-janji Allah, bahkan ketika tampaknya sulit
dipercaya.
Ini
dapat dilakukan dengan menghabiskan waktu untuk berdoa dan belajar Alkitab,
serta memupuk semangat iman dan kepercayaan, dalam kehidupan kita sehari-hari.
Kita
harus bersaksi tentang kebangkitan Yesus.
Seperti
para wanita, yang membagikan kabar tentang kubur kosong kepada para murid, kita
juga dipanggil untuk menjadi saksi kebangkitan Yesus dalam hidup kita sendiri.
Ini
dapat mencakup membagikan iman kita kepada orang lain, menjalankan iman kita
dalam tindakan kita sehari-hari, dan menjadi sumber harapan dan dorongan, bagi
orang-orang di sekitar kita.
Kita
harus menumbuhkan semangat sukacita.
Fakta
bahwa Yesus telah mengalahkan maut, dan selalu bersama kita, adalah alasan
untuk merayakan dan bersukacita.
Kita
dapat memupuk semangat sukacita dalam hidup kita, dengan berfokus pada berkat
yang Tuhan berikan kepada kita, meluangkan waktu untuk beribadah dan berdoa,
dan memilih untuk memandang hidup kita, melalui kacamata iman dan harapan.
Kita
harus menikmati kehadiran Yesus yang hidup.
Kebangkitan
adalah pengingat bahwa Yesus bukan hanya tokoh sejarah, tetapi juga sebagai
kehadiran Tuhan yang hidup, dalam hidup kita.
Kita
dapat menikmati kehadiran Tuhan yang hidup ini, dengan menghabiskan waktu dalam
doa dan penyembahan, berusaha memperdalam hubungan kita dengan Yesus, dan
mencari kesempatan untuk melayani orang lain dalam nama-Nya.
Secara
keseluruhan, prinsip-prinsip dalam Lukas 24, ayat 1 sampai ayat 6, dapat
membantu kita menemukan sukacita di hadapan Yesus yang bangkit dan hidup.
Dengan
mencari Yesus dalam komunitas, memercayai janji-janji Allah, menjadi saksi
kebangkitan, memupuk semangat sukacita, dan menerima kehadiran Yesus yang hidup,
dalam hidup kita, kita dapat mengalami kuasa perubahan kebangkitan Tuhan Yesus,
dalam hidup kita sendiri.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih atas karunia Tuhan, yang telah bangkit dari kematian, dan hidup
di antara kami hari ini.
Kami
berdoa agar kehadiran Tuhan Yesus yang bangkit, dan yang hidup dalam hidup kami,
membawa sukacita dan harapan, dan agar kami dipenuhi dengan rasa syukur, atas
kekuatan transformasi, yang datang dari Tuhan.
Semoga
kami menemukan Tuhan Yesus, yang juga hidup dalam komunitas orang percaya, dan
percaya pada janji-janji Tuhan, mampu menjadi saksi kebangkitan, selalu memupuk
semangat sukacita, dan menikmati kehadiran Tuhan yang hidup, dalam hidup kami
sehari-hari.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar