Langsung ke konten utama

Kekuatan Kesaksian, Yang Membangun Iman. Lukas 24: 9-10 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Kekuatan Kesaksian, Yang Membangun Iman.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Lukas 24, ayat 9 sampai ayat 10, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Dan setelah mereka kembali dari kubur, mereka menceriterakan semuanya itu kepada kesebelas murid dan kepada semua saudara yang lain. 

 Perempuan-perempuan itu ialah Maria dari Magdala, dan Yohana, dan Maria ibu Yakobus. Dan perempuan-perempuan lain juga yang bersama-sama dengan mereka memberitahukannya kepada rasul-rasul. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Lukas 24, ayat 9 sampai ayat 10, adalah bagian dari Injil Lukas, yang menceritakan peristiwa yang terjadi setelah kebangkitan Yesus Kristus.

Dalam perikop ini, Lukas menggambarkan reaksi para wanita, yang menyaksikan kuburan Yesus yang kosong, dan peringatan malaikat kepada mereka, dalam bentuk kesaksian mereka, sebagai saksi mata, kepada para rasul.

 

Bagian itu dimulai dengan frasa, "Dan setelah mereka kembali dari kubur," yang mengacu pada sekelompok perempuan, yang pergi ke kubur untuk mengurapi tubuh Yesus dengan rempah-rempah.

Para wanita ini termasuk Maria Magdalena, Yohana, Maria ibu Yakobus, dan perempuan lainnya.

Mereka telah menyaksikan kubur kosong Tuhan Yesus, dan laporan mereka kepada para rasul meneguhkan fakta kebangkitan Yesus.

Hal ini penting, karena menunjukkan bahwa kebangkitan Yesus, bukanlah isapan jempol dari imajinasi para rasul, tetapi peristiwa nyata, yang disaksikan sendiri oleh banyak orang.

 

Bagian itu juga menyebutkan bahwa para perempuan itu melaporkan "semua hal ini" kepada sebelas orang dan yang lainnya.

Ungkapan ini menunjukkan, bahwa para wanita memberikan penjelasan rinci, tentang apa yang telah mereka lihat, dan dengar di makam.

Laporan ini mencakup penemuan kubur kosong, penampakan malaikat, dan pesan dari malaikat, bahwa Yesus telah bangkit dari kematian.

Laporan ini akan sangat penting dalam meyakinkan para rasul, tentang realitas kebangkitan dan penggenapan nubuat Yesus.

 

Nama-nama wanita yang disebutkan dalam perikop itu juga penting.

Maria Magdalena adalah tokoh terkemuka dalam Injil, dan dia adalah orang pertama yang menyaksikan kebangkitan Yesus.

Yohana juga seorang murid Yesus, dan telah memberikan dukungan keuangan untuk pelayanan Yesus.

Maria ibu Yakobus kemungkinan besar adalah Maria, yang sama yang disebut sebagai istri Kleopas dalam Yohanes 19, ayat 25, dan dia mungkin adalah kerabat jauh Tuhan Yesus.

Fakta bahwa para wanita ini disebutkan dalam Alkitab, menunjukkan pentingnya mereka sebagai saksi kebangkitan, dan kontribusi mereka bagi komunitas Kristen mula-mula.

 

Bagian ini juga menyebutkan "wanita lain," yang bersama mereka.

Meski tidak disebutkan namanya, kehadiran mereka penting, karena menandakan bahwa para perempuan yang menyaksikan kubur kosong itu tidak sendirian.

Hal ini akan memberikan kredibilitas pada laporan mereka, dan memperkuat argumen tentang realitas kebangkitan.

 

Fakta bahwa para wanita melaporkan hal-hal ini kepada para rasul, juga penting.

Para rasul adalah pemimpin komunitas Kristen mula-mula, dan kepercayaan mereka akan kebangkitan sangat penting bagi penyebaran agama Kristen. Fakta bahwa mereka menerima laporan ini dari para wanita akan memberikan kredibilitas pada keyakinan mereka sendiri akan kebangkitan dan memberikan dasar bagi khotbah dan pengajaran mereka sendiri.

 

Ungkapan "selebihnya" menunjukkan bahwa laporan para wanita tidak terbatas pada para rasul tetapi dibagikan kepada anggota komunitas Kristen mula-mula lainnya.

Ini akan membantu menyebarkan berita kebangkitan, dan memberikan bukti lebih lanjut tentang realitasnya.

 

Secara keseluruhan, Lukas 24, ayat 9 sampai ayat 10, adalah bagian penting dalam Injil, karena menegaskan realitas kebangkitan Yesus Kristus.

Laporan para wanita yang menyaksikan kubur kosong, menjadi dasar kepercayaan akan kebangkitan Yesus, yang tersebar di seluruh komunitas Kristen mula-mula.

Fakta bahwa wanita-wanita ini disebutkan Namanya, dan bahwa laporan mereka dibagikan kepada para rasul dan orang lain, memberikan kredibilitas pada kesaksian mereka, dan memberikan dasar yang kuat untuk iman Kristen.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Jika dilihat dari kacamata tema “Kekuatan Kesaksian yang Membangun Iman” dan dipadukan dengan tema-tema lain dari bacaan Alkitab hari ini, ada beberapa pesan yang dapat kita petik dari Lukas 24, ayat 9 sampai ayat 10, dalam konteks kekinian.

 

Pertama, kita dapat melihat, bahwa Allah ingin agar kita memberikan kesaksian tentang kebenaran Injil, melalui kesaksian pribadi kita.

Sama seperti laporan para wanita tentang kubur kosong, sangat penting dalam meyakinkan para rasul, tentang realitas kebangkitan Yesus, cerita iman kita sendiri pun dapat menjadi alat yang ampuh, dalam membangun iman orang lain.

Kita dapat berbagi dengan orang lain, bagaimana Tuhan telah bekerja dalam hidup kita, bagaimana Dia telah menyediakan segala yang kita perlukan bagi kita, dan bagaimana Dia telah membimbing kita melewati masa-masa sulit.

Kesaksian ini dapat menjadi sumber dorongan, dan inspirasi bagi orang lain, sewaktu mereka berusaha untuk mengikuti Kristus.

 

Kedua, kita dapat melihat, bahwa Allah menghargai suara wanita di gereja, dan menginginkan agar mereka menjadi peserta aktif, dalam membagikan pesan Injil.

Sama seperti wanita yang menjadi saksi pertama kebangkitan, para perempuan gereja dewasa, dapat memainkan peranan penting, dalam membagikan kebenaran Injil kepada orang lain.

Kita hendaknya mendorong dan mendukung para wanita Kristen, sewaktu mereka menggunakan karunia dan talenta mereka, untuk melayani di gereja, dan memberikan kesaksian tentang kebenaran Injil.

 

Ketiga, kita dapat melihat, bahwa Allah ingin agar kita memiliki keyakinan, akan kesahihan, atau keabsahan catatan Injil.

Fakta bahwa laporan para wanita tentang kubur kosong, dicatat secara konsisten di keempat Injil, menyoroti kebenaran pesan Injil.

Kita dapat yakin, bahwa unsur-unsur penting dari kisah ini, tetap tidak berubah sepanjang sejarah, dan bahwa kita dapat mempercayai kebenaran pesan Injil.

 

Keempat, kita dapat melihat bahwa Allah, ingin agar kita menaruh pengharapan pada realitas kebangkitan.

Sama seperti Yesus bangkit dari kematian, kita juga dapat memiliki pengharapan akan janji kehidupan kekal melalui iman kepada-Nya.

Kita dapat terhibur dengan kenyataan, bahwa maut telah ditaklukkan, dan bahwa kita memiliki pengharapan hidup kekal bersama Kristus.

 

Akhirnya, kita dapat melihat, bahwa Tuhan menginginkan kita untuk menjadi bagian dari komunitas iman.

Sama seperti para wanita tidak sendirian dalam menyaksikan kubur yang kosong, kita pun dipanggil untuk menapaki jalan iman, bersama-sama dengan orang percaya lainnya.

Kita hendaknya mendukung dan mendorong satu sama lain, sewaktu kita berusaha untuk memberikan kesaksian tentang kebenaran Injil, dan menjalankan iman kita di dunia.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus bersedia untuk membagikan kesaksian kita.

Sama seperti para wanita, yang membagikan laporan mereka tentang kuburan yang kosong, kita harus bersedia untuk membagikan kisah iman kita sendiri, dan bagaimana Allah telah bekerja dalam hidup kita.

Ini dapat menjadi alat yang ampuh, untuk membangun iman orang lain, dan membagikan kebenaran pesan Injil.

 

Kita harus konsisten dalam kesaksian kita.

Fakta bahwa laporan para wanita tentang kubur kosong itu konsisten di keempat Injil, menyoroti tentang pentingnya konsistensi dalam kesaksian kita.

Kita harus berusaha untuk konsisten, dalam apa yang kita katakan, dan lakukan dalam hidup kita, sehingga orang lain dapat melihat kebenaran pesan Injil dalam hidup kita.

 

Kita harus terbuka terhadap suara wanita.

Fakta bahwa wanita adalah saksi pertama kebangkitan Yesus, menyoroti pentingnya mendengarkan dan menghargai suara wanita di gereja.

Kita hendaknya terbuka terhadap wawasan dan perspektif wanita, dan mendorong mereka untuk menggunakan karunia dan talenta mereka, untuk melayani di gereja, dan memberikan kesaksian tentang kebenaran Injil.

 

Kita harus percaya pada keandalan catatan Injil.

Fakta bahwa laporan para wanita tentang kubur kosong, konsisten di keempat Injil, seharusnya memberi kita kepercayaan pada kehandalan catatan Injil.

Kita harus percaya, bahwa unsur-unsur penting dari kisah ini, tetap tidak berubah sepanjang sejarah, dan bahwa kita dapat bersandar pada kebenaran pesan Injil ini.

 

Kita harus memiliki pengharapan akan kenyataan adanya kebangkitan.

Sama seperti Yesus bangkit dari kematian, kita juga dapat memiliki pengharapan akan janji hidup kekal, melalui iman percaya kita kepada-Nya.

Kita harus terhibur dengan kenyataan, bahwa maut telah ditaklukkan, dan bahwa kita memiliki pengharapan hidup kekal bersama Kristus.

 

Kita harus mencari komunitas dengan orang percaya lainnya.

Sama seperti para wanita itu tidak sendirian dalam menyaksikan kubur yang kosong, kita juga dipanggil untuk berjalan di jalan iman, bersama dengan orang percaya lainnya.

Kita hendaknya mencari kesempatan, untuk terhubung dengan, dan mendukung satu sama lain, sewaktu kita berusaha untuk memberikan kesaksian, tentang kebenaran Injil, dan menjalankan iman kita di dunia.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Bapa Surgawi,

kami berterima kasih atas kebangkitan Putramu, Yesus, dan pengharapan yang Dia berikan kepada kami.

Kami bersyukur atas kesempatan untuk menyaksikan kebenaran ini sepanjang hidup kami, dan kami memohon, agar Tuhan memberi kami kekuatan, dan keberanian untuk melakukan kesaksian kami.

Bantu kami, untuk selalu dipenuhi dengan pengharapan dan kasih, agar kami dapat memancarkan cahaya terang Tuhan, di dunia yang sangat membutuhkannya.

Beri kami kata-kata yang memiliki kuasa, untuk kami saksikan, dan tindakan untuk menghidupi iman kami, yang mendatangkan kemuliaan bagi nama Tuhan.

Semoga hidup kami menjadi saksi hidup akan kekuatan cinta-kasihMuu, dan realitas kebangkitan Tuhan Yesus.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...