Kelimpahan dalam Hidupmu, Menuntut Penatalayananmu Yang Terbaik. Kejadian 2: 8-9 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Kelimpahan
dalam Hidupmu, Menuntut Penatalayananmu Yang Terbaik.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kejadian 2, ayat 8 sampai ayat 9, yang berbunyi sebagai berikut:
Selanjutnya
TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah
ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu.
Lalu
TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik
dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di
tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang
jahat.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kitab
Kejadian, buku pertama dari Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama Kristen, adalah
teks kuno yang berasal dari milenium kedua Sebelum Masehi.
Ini
adalah teks dasar Yudaisme dan Kristen, yang memberikan kisah naratif tentang
asal-usul alam semesta, bumi, dan manusia.
Kejadian
2, ayat 8 dan ayat 9, adalah bagian singkat di dalam narasi yang lebih besar,
yang menggambarkan penciptaan Taman Eden.
Dalam
perikop ini, Tuhan Allah membuat taman di timur, di Eden, dan menempatkan
manusia yang telah dibentuk-Nya di sana, untuk sebagai pengelola taman.
Setelah
Pengelola taman tersedia, di tengah taman, Tuhan Allah menumbuhkan berbagai
pohon yang enak dipandang, dan buahnya baik untuk dimakan, termasuk pohon
kehidupan, dan pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat.
Konteks
perikop ini adalah kisah penciptaan, yang menggambarkan pembentukan alam
semesta, bumi, dan manusia, dalam enam hari.
Pada
hari keenam, Tuhan menciptakan manusia menurut gambar-Nya sendiri, dan
memberinya kekuasaan atas bumi, dan isinya.
Tuhan
menempatkan manusia di Taman Eden, yang merupakan surga yang subur dan indah.
Tujuan
dari perikop ini adalah, untuk memberikan gambaran yang jelas tentang Taman
Eden, yang merupakan lingkungan yang sempurna dan harmonis, untuk ditinggali
manusia.
Gambaran
tentang taman tersebut, menekankan keindahan dan kelimpahannya, dengan setiap
pohon yang menyenangkan mata, dan baik untuk makanan bagi manusia.
Bagian
itu juga memperkenalkan pohon kehidupan, dan pohon pengetahuan tentang yang
baik dan yang jahat, yang merupakan motif penting dalam narasi yang lebih besar,
tentang kejatuhan umat manusia. Pohon kehidupan adalah simbol kehidupan kekal,
dan kemudian disebutkan dalam kitab Wahyu sebagai ciri utama Yerusalem baru.
Pohon
pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, adalah simbol dari pilihan moral,
yang harus diambil umat manusia, dan konsumsinya dipandang sebagai asal mula
dosa dan kematian.
Bagian
ini juga menekankan hubungan khusus antara Tuhan dan manusia.
Tuhan
secara pribadi menciptakan manusia, dan menempatkannya di taman, menunjukkan
kepedulian dan perhatiannya yang khusus, terhadap umat manusia.
Lokasi
manusia itu di taman, yang digambarkan berada di timur, mungkin juga penting,
karena timur secara tradisional, diasosiasikan dengan kehadiran Tuhan.
Bagian
ini juga memperkenalkan konsep penatalayanan, atau stewardship, karena manusia
diberikan kekuasaan atas bumi, dan semua makhluk yang ada.
Konsep
ini menyiratkan, bahwa umat manusia memiliki tanggung jawab untuk merawat bumi,
dan sumber dayanya, serta menggunakannya dengan bijak.
Terakhir,
bagian ini memberikan gambaran sekilas tentang karakter Tuhan, yang digambarkan
sebagai pencipta yang penuh kasih dan perhatian.
Tuhan
menaruh minat pribadi pada umat manusia, memberi mereka lingkungan yang
sempurna untuk hidup dan berkembang.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Kejadian
2, ayat 8 dan ayat 9, mengingatkan kita, bahwa penyediaan dan kelimpahan Allah
diberikan kepada kita, hanya karena anugerah dan kasih Tuhan.
Kita
tidak mendapatkan, atau pantas menerima berkat-berkat ini, tetapi itu diberikan
secara cuma-cuma kepada kita.
Saat
kita mengenali kasih karunia Allah dalam hidup kita, kita dipanggil untuk
menjadi penatalayan yang baik dari sumber daya, yang telah Dia percayakan
kepada kita.
Taman
Eden bukan hanya tempat yang berkelimpahan, tapi juga tempat bermasyarakat.
Adam
diciptakan untuk hidup dalam komunitas dengan Tuhan, dan dengan sesama.
Saat
kita berusaha untuk hidup dalam kelimpahan Tuhan, dan memenuhi tanggung jawab
kita sebagai penatalayan, kita juga harus menyadari pentingnya komunitas, baik dengan
saudara seiman, maupun saudara sebangsa setanah air, dan bekerja sama untuk
merawat bumi dan sumber dayanya.
Penatalayanan
yang baik, melibatkan tidak hanya merawat bumi dan sumber dayanya, tetapi juga
mencari keadilan bagi semua ciptaan Tuhan.
Ini
termasuk mengadvokasi mereka yang terpinggirkan dan tertindas, bekerja untuk
mengurangi limbah dan polusi, dan mendukung praktik berkelanjutan, yang
bermanfaat bagi manusia dan lingkungan hidup.
Sebagai
penatalayan sumber daya Allah, kita dipanggil untuk setia dalam memelihara bumi
dan penghuninya.
Ini
termasuk setia dalam penggunaan sumber daya kita, setia dalam advokasi kita
untuk keadilan dan keberlanjutan manusia, dan setia dalam komitmen kita untuk
hidup berkomunitas dengan orang lain.
Sebagai
pengikut Kristus, kita dipanggil untuk menjadi murid, yang menghidupi misi
Tuhan di dunia.
Misi
ini termasuk merawat bumi dan sumber dayanya, mencari keadilan yang
keberlanjutan, dan hidup dalam komunitas dengan orang lain.
Saat
kita menjalani pemuridan ini, kita dapat mengalami kelimpahan dan penyediaan
Tuhan dalam hidup kita, dan di dunia sekitar kita.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Miliki
hati yang bersyukur, dan menyadari bahwa, segala kelimpahan dan perbekalan yang
kita miliki, berasal dari anugerah dan kasih Tuhan.
Usahakan
untuk hidup dalam komunitas, bersama saudara seiman, dan bekerja sama untuk
merawat bumi, dan semua sumber dayanya.
Mengadvokasi
keadilan untuk semua ciptaan Tuhan, dan bekerja untuk mengurangi limbah dan
polusi, sambil mendukung praktek berkelanjutan, yang bermanfaat bagi manusia
dan lingkungan.
Setia
dalam merawat bumi dan penghuninya, menggunakan sumber daya dengan bijak.
Menjalani
pemuridan kita dengan taat mengikuti teladan Kristus, dan tetap setia memenuhi
misi Allah di dunia, termasuk merawat bumi dan sumber dayanya, mencari keadilan
dan keberlanjutan, dan hidup dalam komunitas dengan sesama.
Secara
keseluruhan, kita harus memandang diri kita sendiri sebagai penatalayan ciptaan
Allah, menyadari bahwa kita memiliki tanggung jawab untuk merawat bumi dan
sumber dayanya, sebagai cara menghormati Allah dan memenuhi tujuan-Nya di
dunia.
Dengan
menjalankan prinsip-prinsip ini, kita dapat mengalami kelimpahan dan penyediaan
Tuhan dalam hidup kita, dan di dunia sekitar kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Terima
kasih atas limpahan berkat dalam hidup kami.
Kami
bersyukur atas penyediaan makanan, minuman, tempat tinggal, dan semua sumber
daya lain, yang mendukung kami.
Kami
menyadari bahwa berkat-berkat ini, berasal dari kasih karunia dan kasih-Muu,
dan kami dipenuhi oleh kemurahan hati-Muu.
Saat
kami merenungkan pesan-Muu hari ini, kami diingatkan bahwa Engkau telah
mempercayakan kepada kami, tanggung jawab untuk mengelola kasih karunia-Muu
secara bertanggung jawab, dan akuntabel.
Beri
kami kebijaksanaan dan bimbingan, untuk menggunakan sumber daya Tuhan secara
bijak, untuk mencari keadilan dan keberlanjutan bagi semua ciptaan Tuhan, dan
untuk hidup dalam berkomunitas, dengan orang lain.
Bantu
kami untuk setia dalam penatalayanan kami, untuk menghormati Tuhan dalam semua
yang kami lakukan, dan menjalani pemuridan kami dengan taat mengikuti teladan
Kristus.
Semoga
kelimpahan dan penyediaan-Muu nyata dalam hidup kami dan di dunia sekitar kami,
dan semoga Tuhan dimuliakan melalui semua ini.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar