Kuasa Roh Kudus dan Mukjizat, Landasan Pertumbuhan Umat Kristiani. Kisah Para Rasul 2:41-43 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Kuasa
Roh Kudus dan Mukjizat, Landasan Pertumbuhan Umat Kristiani.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kisah Para Rasul 2, ayat 41 sampai ayat 43, yang berbunyi sebagai berikut:
Orang-orang
yang menerima perkataannya itu memberi diri dibaptis dan pada hari itu jumlah mereka
bertambah kira-kira tiga ribu jiwa.
Mereka
bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan
mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa.
Maka
ketakutanlah mereka semua, sedang rasul-rasul itu mengadakan banyak mujizat dan
tanda.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Hari
Pentakosta adalah hari raya Yahudi yang penting, dan orang Yahudi dari seluruh
wilayah berkumpul di Yerusalem untuk merayakannya.
Pada
hari inilah Roh Kudus turun ke atas para murid, memungkinkan mereka untuk
berbicara dalam bahasa roh, dan mengkomunikasikan Injil kepada orang banyak
yang beragam.
Kisah
Para Rasul 2, ayat 41 sampai ayat 43, menggambarkan dampak dari khotbah rasul
Petrus pada hari Pentakosta, di mana dia memberitakan pesan Injil kepada orang
banyak, yang berkumpul di Yerusalem.
Ayat
pertama dari bagian ini menyatakan bahwa, "mereka yang menerima pesannya,
minta dibaptis," menunjukkan bahwa banyak orang Yahudi yang mendengar
khotbah Petrus, diyakinkan akan kebenaran pesannya, dan memilih untuk secara
terbuka bergabung dengan komunitas Kristen yang masih muda melalui baptisan.
Fakta
bahwa tiga ribu orang ditambahkan ke komunitas pada hari itu, merupakan bukti
kuasa khotbah Petrus, dan karya Roh Kudus yang penuh kuasa.
Ayat
berikutnya menggambarkan, bagaimana orang percaya baru dengan cinta mula-mula ini,
mengabdikan diri mereka pada ajaran para rasul dan persekutuan, memecahkan roti
bersama dan berdoa.
Hal
ini menunjukkan rasa komunitas yang kuat, dan saling mendukung di antara orang
Kristen mula-mula, serta komitmen untuk belajar, dan bertumbuh dalam iman
mereka.
Akhir
dari bagian ini mencatat bahwa, banyak orang yang dipenuhi dengan kekaguman,
pada banyak keajaiban dan tanda, yang dilakukan oleh para rasul.
Ini
menggarisbawahi pentingnya mukjizat dan fenomena supranatural, dalam gerakan
Kristen mula-mula, yang membantu memvalidasi pesan Injil, bahwa Yesus adalah
Tuhan dan Kristus, dan menarik banyak orang percaya baru.
Secara
keseluruhan, Kisah Para Rasul 2, ayat 41 sampai ayat 43, memberikan gambaran
tentang komunitas Kristen mula-mula, segera setelah Pentakosta.
Itu
menggambarkan sekelompok orang percaya yang berkomitmen satu sama lain, untuk
belajar dan bertumbuh dalam iman mereka, dan untuk membagikan pesan Injil
kepada orang lain.
Bagian
ini menekankan kekuatan pewartaan dan mujizat, dalam membawa orang kepada iman,
serta pentingnya komunitas yang saling mendukung, dalam gerakan Kristen mula-mula.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Tuhan
ingin, agar kita mengalami kuasa Roh Kudus, yang mampu mentransformasi hidup
kita, dan juga mentransformasi masyarakat dimana kita tinggal.
Sama
seperti Roh Kudus memberdayakan orang-orang Kristen mula-mula untuk
memberitakan Injil dengan berani, memimpin 3.000 orang untuk menerima pesan
itu, dan menghasilkan rasa komunitas yang kuat dan saling mendukung di antara
orang percaya, demikian juga Roh Kudus dapat bekerja di dalam kita, dan melalui
kita.
Tuhan
juga ingin, agar kita tumbuh dan berkembang dalam konteks persekutuan Kristen,
saling mendukung dan belajar dari satu sama lain, saat kita mengikuti Kristus.
Penyebutan
mujizat dan tanda dalam Kisah Para Rasul 2, ayat 43, mengingatkan kita bahwa
kuasa Allah tidak terbatas pada alam, dan kuasa itu masih dapat bekerja hari
ini, untuk mengesahkan pesan Injil, dan menarik banyak orang untuk beriman.
Panggilan
untuk pembaptisan dalam Kisah Para Rasul 2, ayat 41, menyoroti pentingnya
mengidentifikasi secara public, akan Kristus dan komunitasnya, sementara
penekanan pada pemberitaan dan berbagi Injil dalam Kisah Para Rasul 2, ayat 41,
menggarisbawahi peran kita sebagai saksi kuasa Kristus, yang mengubahkan di
dunia.
Secara
bersama-sama, pesan-pesan ini, menyatakan bahwa keinginan Allah bagi kita,
adalah untuk mengalami kuasa Roh Kudus yang mengubahkan, untuk tumbuh dan
berkembang dalam komunitas Kristiani, untuk bersaksi tentang kebenaran Injil,
dan untuk percaya pada pekerjaan transformasi dan pembaharuan Allah, yang tetap
dan sedang berlangsung, di dalam dunia masa kini dan masa datang.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus mengabdikan diri pada ajaran para rasul.
Ini
berarti, membuat komitmen untuk secara teratur, mempelajari dan merenungkan
Firman Tuhan, berusaha untuk memahami dan menerapkan ajarannya dalam kehidupan
kita.
Ini
dapat membantu kita untuk tumbuh dalam pengetahuan dan kebijaksanaan, dan untuk
lebih memahami pesan Injil.
Kita
harus membangun komunitas Kristen yang kuat.
Sama
seperti orang Kristen mula-mula dalam Kisah Para Rasul pasal 2, dimana mereka
mengabdikan diri mereka untuk persekutuan, memecahkan roti, dan berdoa, kita
juga dapat memprioritaskan tugas membangun komunitas Kristen yang kuat.
Ini
berarti mencari kesempatan untuk berkumpul dengan orang percaya lainnya, untuk
berbagi kehidupan bersama, dan untuk saling mendukung dan mendorong, dalam
perjalanan iman kita.
Kita
harus terbuka terhadap kuasa Roh Kudus.
Kita
harus terbuka terhadap kuasa Roh Kudus, yang mampu mengubahkan, dalam kehidupan
dan komunitas kita.
Ini
berarti memupuk sikap kerendahan hati dan penyerahan diri, membiarkan Roh Kudus
membimbing, dan mengarahkan kita, saat kita berusaha untuk menghidupi iman
kita.
Kita
harus membagikan Injil kepada orang lain.
Kita
memiliki tanggung jawab, untuk membagikan kabar baik Kristus kepada orang lain,
percaya pada kuasa Roh Kudus, untuk membawa transformasi dan pertumbuhan.
Ini
berarti, kita harus dengan sengaja membangun hubungan dengan orang yang tidak
percaya, mencari kesempatan untuk membagikan iman kita, dengan cara yang
menawan dan meyakinkan.
Kita
harus percaya pada karya transformasi dan pembaharuan Allah yang sedang
berlangsung di dunia saat ini.
Ini
berarti, kita harus tetap setia pada pemanggilan kita sebagai saksi kebenaran
Injil, bahkan di hadapan penentangan, atau sikap apatis dari masyarakat di
sekitar kita.
Itu
juga berarti, kita harus bersedia melangkah dalam iman dan mengambil risiko,
percaya bahwa Tuhan akan menggunakan upaya kita untuk kemuliaan-Nya, dan untuk pertumbuhan
kerajaan-Nya di muka bumi ini.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
datang ke hadapan Tuhan, dengan hati yang dipenuhi rasa syukur atas kuasa
transformasi Roh Kudus dalam hidup kami.
Kami
berterima kasih atas cara Tuhan membawa pertumbuhan dan perubahan dalam diri
kami, membantu kami menjadi lebih seperti Kristus, dan menghidupi iman kami
dengan keberanian dan keyakinan.
Kami
sadar, bahwa transformasi ini bukan karena perbuatan kami sendiri, tetapi
merupakan hasil dari kasih karunia Tuhan, dan karya Roh Kudus yang penuh kuasa,
di dalam kami.
Kami
berdoa agar Tuhan terus mencurahkan Roh Tuhan ke atas kami, membantu kami untuk
tetap terbuka terhadap pimpinan Tuhan dan pekerjaan yang Tuhan lakukan dalam
hidup kami.
Kami
berdoa agar Tuhan memberi kami keberanian untuk melangkah dalam iman, percaya
pada kekuatan Tuhan untuk membimbing dan mengarahkan kami, bahkan ketika jalan
ke depan tidak pasti atau sulit.
Kami
berterima kasih atas komunitas orang percaya yang telah Tuhan tempatkan di
sekitar kami, dan kami berdoa semoga Tuhan membantu kami untuk terus tumbuh dan
berkembang bersama, saling mendukung dan mendorong, saat kami berusaha untuk
mengikuti Kristus.
Dan
kami berdoa agar Tuhan mau menggunakan hidup kami, sebagai kesaksian atas kasih
karunia Tuhan, dan kuasa Injil yang mengubahkan, menarik orang lain untuk
beriman, dan ikut membangun kerajaan Tuhan di bumi ini.
Kami
mempersembahkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, yang oleh kuasa Roh Kudus, telah
mengubah dunia.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar