Langsung ke konten utama

MENGENAL SIFAT KETUHANAN YESUS, LEBIH DARI SEGALANYA. SBU GPIB YOHANES 5 9-11.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Mengenal Sifat Ketuhanan Yesus, Lebih Dari Segalanya.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Yohanes 5, ayat 9 sampai ayat 11, yang berbunyi sebagai berikut:

 

  Dan pada saat itu juga sembuhlah orang itu lalu ia mengangkat tilamnya dan berjalan. Tetapi hari itu hari Sabat.

 Karena itu orang-orang Yahudi berkata kepada orang yang baru sembuh itu: "Hari ini hari Sabat dan tidak boleh engkau memikul tilammu. " 

 Akan tetapi ia menjawab mereka: "Orang yang telah menyembuhkan aku, dia yang mengatakan kepadaku: Angkatlah tilammu dan berjalanlah." 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Yohanes 5, ayat 9 sampai ayat 11, adalah bagian dalam Alkitab, yang menceritakan penyembuhan seorang pria yang telah cacat selama 38 tahun.

Perikop ini adalah bagian dari narasi yang lebih besar dalam Injil Yohanes, yang menggambarkan pelayanan dan mujizat Yesus.

Bagian ini berfokus pada penyembuhan ajaib yang terjadi dan reaksi otoritas Yahudi terhadap peristiwa ini.

 

Bagian itu dimulai dengan Yesus bertemu dengan seorang pria, yang telah berbaring di tepi kolam Bethesda selama bertahun-tahun.

Pria itu cacat dan tidak bisa bergerak sendiri, dan dia berharap bisa disembuhkan oleh air kolam, yang dipercaya memiliki kekuatan penyembuhan.

Ketika Yesus melihat orang itu terbaring di sana, dia bertanya apakah dia ingin disembuhkan.

Pria itu menjawab bahwa dia menginginkannya, tetapi dia tidak memiliki siapa pun, untuk membantunya masuk ke kolam, ketika air kolam sedang bergejolak.

 

Yesus kemudian menyuruh orang itu untuk bangun, mengangkat tikarnya, dan berjalan.

Segera, pria itu sembuh, dan dia bisa berjalan.

Ini adalah peristiwa ajaib, dan menyebabkan kehebohan di kalangan otoritas Yahudi.

Bagian selanjutnya menggambarkan reaksi otoritas Yahudi terhadap penyembuhan ini.

 

Otoritas Yahudi kecewa karena Yesus melakukan penyembuhan ini, pada hari Sabat, yang merupakan hari istirahat menurut hukum Yahudi.

Mereka menuduh Yesus melanggar Sabat, dan melanggar hokum Tuhan.

Akan tetapi, Yesus membela diri, dengan mengatakan bahwa Dia melakukan pekerjaan Bapanya, yang selalu bekerja, sejak penciptaan.

Yesus pada dasarnya mengatakan, bahwa Dia sedang melakukan pekerjaan Allah Bapa, dan bahwa ini lebih penting, daripada mengikuti aturan hari Sabat.

 

Bagian ini juga mengungkapkan keterbatasan iman, dari orang yang telah disembuhkan oleh Yesus.

Ketika otoritas Yahudi bertanya, siapa yang telah menyembuhkannya, dia tidak tahu, dan ketika Yesus menemukannya kemudian dan berbicara dengannya, orang itu bahkan tidak tahu siapa Yesus itu.

Keterbatasan iman ini kontras dengan iman tokoh-tokoh lain dalam Injil Yohanes, seperti wanita Samaria di sumur, yang percaya kepada Yesus tanpa melihat mukjizat apa pun.

 

Dalam konteks Injil Yohanes, perikop ini berfungsi untuk menyoroti kuasa dan keilahian Yesus.

Itu menunjukkan bahwa Yesus memiliki kuasa untuk menyembuhkan dan melakukan mukjizat, dan bahwa Dia tidak terikat oleh aturan, dan peraturan dari otoritas orang Yahudi.

Itu juga menunjukkan, akan kurangnya iman dari beberapa orang yang menyaksikan mukjizatnya, dan penentangan yang Yesus hadapi, dari otoritas Yahudi.

 

Bagian ini juga memiliki implikasi teologis.

Itu menunjukkan bahwa Yesus adalah Anak Allah, dan bahwa Ia memiliki kuasa, untuk mengampuni dosa dan menyembuhkan.

Itu juga menyoroti pentingnya iman kepada Yesus dan ajaranNya, seperti yang ditunjukkan oleh perbedaan antara orang yang disembuhkan, dan tokoh-tokoh lain dalam Injil Yohanes.

 

Dari perspektif sejarah, perikop ini memberikan wawasan tentang kepercayaan, dan praktek orang Yahudi pada zaman Yesus.

Ini menunjukkan pentingnya hari Sabat, dan aturan ketat yang mengelilinginya, serta peran otoritas Yahudi, dalam menegakkan aturan ini.

 

Singkatnya, Yohanes 5, ayat 9 sampai ayat 11, adalah bagian yang menceritakan penyembuhan seorang pria cacat oleh Yesus, dan reaksi otoritas Yahudi terhadap peristiwa ini.

Itu menyoroti kekuatan dan keilahian Yesus, pentingnya iman dalam ajarannya, dan tentangan yang Dia hadapi dari otoritas Yahudi.

Ini juga memiliki implikasi teologis dan historis, yang memberikan wawasan tentang kepercayaan dan praktek orang-orang Yahudi, pada masa Yesus hadir sebagai manusia, di muka bumi ini.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Pesan Tuhan bagi kita adalah, pentingnya iman kepada Yesus sebagai Anak Allah dan Juruselamat kita, dan pentingnya untuk mengetahui dan mengalami kodrat ilahi Yesus.

Melalui iman ini, kita dapat mengalami kuasa dan kasih Allah, dan diubahkan dalam hidup kita.

 

Kisah orang yang disembuhkan dari sakit lumpuhnya, menunjukkan pentingnya iman kepada Yesus, karena dia disembuhkan melalui kepercayaannya pada kuasa dan otoritas Yesus.

Demikian pula, iman kita sendiri kepada Yesus, dapat membawa kesembuhan dan perubahan dalam hidup kita.

 

Namun, iman ini juga menuntut kita untuk menerobos penghalang dan melawan penindasan, seperti yang ditunjukkan oleh pelayanan Yesus sendiri.

Kita harus bersedia menjangkau mereka yang terpinggirkan atau membutuhkan, dan bekerja untuk keadilan dan kesetaraan di dunia kita.

 

Kisah ini juga menyoroti ketegangan antara pentingnya memelihara Sabat, dan melakukan pekerjaan Allah, dan bagaimana kita dapat menghormati Sabat, sementara juga terbuka terhadap pergerakan Roh, dan kebutuhan orang lain di sekitar kita.

 

Secara keseluruhan, pesan Allah dalam Yohanes 5, ayat 9 sampai ayat 11, adalah bahwa iman kepada Yesus sangat penting, khususnya untuk mengetahui dan mengalami kodrat ilahi Yesus, dan bahwa iman ini menuntut kita untuk menerobos penghalang, melawan penindasan, dan bekerja demi keadilan dan kesetaraan, yang ada di dunia saat ini.

Dengan mengenal Yesus, dan memperdalam hubungan kita dengan-Nya, kita dapat diubah dalam hidup kita, dan dibimbing oleh kuasa dan kasih Allah.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Orang yang disembuhkan dalam cerita ini, memiliki iman kepada Yesus, dan iman inilah yang menyebabkan kesembuhannya.

Kita juga harus beriman kepada Yesus, sebagai Putra Allah dan Juruselamat kita, dan percaya pada kuasa dan otoritasnya, untuk menyembuhkan dan mengubah hidup kita.

 

Yesus menerobos hambatan sosial, budaya, dan agama, untuk menjangkau orang yang cacat. Kita juga harus rela menerobos penghalang kita sendiri dan menjangkau mereka yang terpinggirkan atau membutuhkan. Ini bisa melibatkan melangkah keluar dari zona nyaman kita dan bersedia terlibat dengan orang-orang yang berbeda dari kita.

 

Yesus menentang penindasan dan legalisme otoritas Yahudi, dan kita juga harus bersedia melawan penindasan dalam kehidupan dan komunitas kita sendiri.

Ini bisa melibatkan kita, untuk berbicara menentang ketidakadilan, mengadvokasi kelompok-kelompok yang terpinggirkan, dan bekerja untuk kesetaraan dan keadilan.

 

Sementara Yesus menekankan pentingnya melakukan pekerjaan Allah, Dia juga menghormati hari Sabat.

Kita juga harus menemukan keseimbangan, antara menghormati hari Sabat, dan terbuka terhadap pergerakan Roh, dan kebutuhan orang lain.

 

Untuk mengetahui hakikat Ketuhanan Yesus, kita harus memperdalam hubungan kita dengan Dia melalui doa, penyembahan, dan pendalaman Alkitab.

Ini dapat membantu kita memahami kuasa dan kasih-Nya, serta membimbing hidup kita.

 

Dengan menerapkan prinsip-prinsip tersebut dalam kehidupan kita, kita dapat mengetahui hakikat Ketuhanan Yesus, yang lebih penting dari segala sesuatu, termasuk penyakit dan berbagai peraturan yang menghalangi kita.

Kita dapat mengalami kuasa dan kasih Allah, diubahkan dalam hidup kita, dan dibimbing oleh teladan kasih sayang dan keadilan Yesus.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

kami datang ke hadapan-Muu, dengan hati yang penuh rasa syukur, atas pemberian Tuhan dalam hidup kami.

 

Kami berterima kasih, karena Tuhan telah mengungkapkan keilahian Tuhan kepada kami, dan menunjukkan kepada kami bahwa melalui Engkau, kami dapat terbebas dari segala jenis keterikatan.

 

Kami berterima kasih atas cinta dan belas kasih Tuhan, dan atas cara Tuhan mengubah hidup kami.

Kami memohon bimbingan dan kekuatan Tuhan yang berkelanjutan, saat kami berusaha memperdalam hubungan kami dengan Tuhan, dan mengikuti jejak Tuhan.

Bantu kami untuk menerobos penghalang, melawan penindasan, dan bekerja untuk keadilan dan kesetaraan, di dunia saat ini.

Semoga hidup kami menjadi cerminan kasih dan terang Tuhan, di dunia ini.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...