Menghargai Anugerah Sabat Tuhan, Dan Memercayai Pengaturan-Nya. Kejadian 2: 1-4a | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Menghargai
Anugerah Sabat Tuhan, Dan Memercayai Pengaturan-Nya.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kejadian 2, ayat 1 sampai ayat 4a, yang berbunyi sebagai berikut:
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi
dan segala isinya.
Ketika
Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang
dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang
telah dibuat-Nya itu.
Lalu
Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena
pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang
telah dibuat-Nya itu.
Demikianlah
riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kejadian
2, ayat 1 sampai ayat 4a, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Lama, yang
menggambarkan penciptaan dunia dan segala isinya.
Bagian
ini berfungsi sebagai kelanjutan dari kisah dalam Kejadian 1, dan memberikan
lebih banyak detail tentang penciptaan Adam dan Hawa, sebagai manusia pertama.
Bagian
ini dimulai dengan menyatakan, bahwa Tuhan telah menyelesaikan pekerjaan
menciptakan langit dan bumi, dan segala isinya.
Dikatakan
bahwa, pada hari ketujuh, Tuhan beristirahat dari semua pekerjaan-Nya.
Pengantar
ini menetapkan, Tuhanlah pencipta, dan penguasa alam semesta, dan juga
menyoroti pentingnya istirahat.
Bagian
itu kemudian menjelaskan, bagaimana Tuhan belum menurunkan hujan ke bumi, dan
bahwa tidak ada seorang pun pada saat itu, untuk menggarap bumi.
Selanjutnya,
air akan naik dari tanah dan mengairi tanah.
Ini
melukiskan gambaran dunia yang murni dan tak tersentuh, di mana umat manusia
belum memiliki peran, dan dampak apapun.
Fokusnya
kemudian bergeser ke penciptaan Adam, manusia pertama.
Ayat
tersebut menyatakan bahwa Allah membentuk Adam dari debu tanah, dan
menghembuskan nafas hidup ke dalam lubang hidungnya.
Ini
menekankan keterlibatan Tuhan yang erat, dalam proses penciptaan manusia, dan
hubungan khusus, yang dimiliki manusia dengan penciptanya.
Tuhan
kemudian menempatkan Adam di Taman Eden, lingkungan seperti surge, yang
dijelaskan secara rinci dalam ayat-ayat berikutnya.
Bagian
ini menekankan kelimpahan buah, dan sumber daya lainnya di taman, yang
selanjutnya menggarisbawahi gagasan, bahwa Tuhan telah menyediakan, semua yang
dibutuhkan oleh umat manusia.
Bagian
itu kemudian menjelaskan perintah Tuhan kepada Adam, untuk bekerja dan merawat
taman.
Ini
menunjukkan pentingnya pekerjaan dan tanggung jawab seseorang, dan menyoroti
gagasan, bahwa manusia memiliki peran untuk dimainkan, dalam memelihara ciptaan
Tuhan.
Ayat
terakhir dari bagian ini memperkenalkan konsep hari Sabat, yang merupakan hari
istirahat dan ibadah.
Dikatakan
bahwa Tuhan beristirahat pada hari ketujuh, dan bahwa Dia memberkati dan
menguduskannya.
Ini
menyiapkan panggung untuk gagasan, bahwa Sabat adalah hari suci yang diasingkan,
untuk ibadah dan refleksi.
Secara
keseluruhan, bagian ini adalah tentang penciptaan dunia dan manusia, dan
hubungan khusus yang dimiliki manusia dengan Tuhan.
Ini
menekankan kekuasaan dan kedaulatan Tuhan sebagai pencipta, serta pemeliharaan
dan pemeliharaan-Nya bagi umat manusia.
Ini
juga menggarisbawahi pentingnya kerja, tanggung jawab, dan istirahat, serta
gagasan bahwa Tuhan memiliki rencana dan tujuan, untuk ciptaan-Nya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Hari
Sabat, adalah anugerah dari Tuhan.
Fakta
bahwa Tuhan beristirahat pada hari ketujuh dan menyatakannya kudus, menunjukkan
kepada kita bahwa, Sabat adalah anugerah dari Tuhan.
Ini
adalah waktu yang telah Dia tetapkan bagi kita untuk beristirahat, beribadah,
dan terhubung dengan-Nya.
Sebagai
umat Perjanjian Baru, kita dapat menerima anugerah Sabat, dan menggunakannya
sebagai waktu, untuk semakin dekat dengan Tuhan.
Sabat
adalah satu waktu yang kita tetapkan untuk beribadah.
Sabat
adalah waktu bagi kita untuk menyembah dan menghormati Tuhan, dan kita
menetapkannya pada hari Minggu, yaitu harinya Tuhan.
Kita
dapat melakukannya dengan menghadiri ibadah di gereja, menyanyikan lagu pujian,
berdoa, dan mempelajari Firman Tuhan.
Dengan
menjadikan Sabat sebagai prioritas, kita dapat memperdalam hubungan kita dengan
Tuhan, dan bertumbuh dalam pemahaman kita tentang karakter-Nya, dan rencana-Nya
bagi hidup kita.
Sabat
adalah waktu untuk mengingat penyediaan Tuhan bagi semua kebutuhan kita.
Sama
seperti Tuhan menyediakan kebutuhan Adam di Taman Eden, Tuhan juga akan terus
menyediakan semua kebutuhan kita.
Dengan
memelihara hari Sabat, kita dapat meluangkan waktu, untuk merenungkan kebaikan
dan pemeliharaan Tuhan dalam hidup kita.
Kita
dapat bersyukur atas semua berkat-Nya, dan percaya pada penyediaan-Nya, untuk
masa depan kita.
Sabat
adalah waktu untuk memprioritaskan istirahat.
Di
dunia kita yang sibuk dan bergerak cepat, mungkin sulit menyediakan waktu untuk
beristirahat.
Namun,
Sabat adalah pengingat, bahwa istirahat itu penting.
Sebagai
orang Kristen, kita dapat memprioritaskan istirahat pada hari Sabat, dan
menggunakannya sebagai waktu, untuk mengisi ulang enerji kita, dan menyegarkan
jiwa kita.
Sabat
adalah waktu untuk berada dalam komunitas.
Sabat
adalah waktu bagi kita, untuk berkumpul bersama saudara seiman, sebagai
komunitas orang percaya.
Kita
dapat menggunakan waktu ini, untuk mendorong dan mendukung satu sama lain,
untuk berbagi suka dan duka, dan untuk saling mendoakan.
Dengan
memelihara Sabat bersama, kita dapat memperkuat hubungan kita, dan bersama-sama
membangun tubuh Kristus.
Sabat
adalah tanda iman kita kepada Tuhan.
Memelihara
hari Sabat adalah tanda iman kita pada pemeliharaan Tuhan.
Itu
menunjukkan bahwa kita memercayai kebaikan-Nya, dan percaya bahwa Dia akan
menyediakan bagi pemenuhan kebutuhan kita, meskipun kita sedang mengambil cuti
dari pekerjaan atau kewajiban lainnya.
Sebagai
orang Kristen, kita dapat menggunakan Sabat sebagai kesaksian kepada orang
lain, menunjukkan iman kita dengan cara yang praktis.
Sabat
adalah waktu untuk pertumbuhan rohani.
Akhirnya,
Sabat adalah waktu bagi kita untuk bertumbuh secara rohani.
Kita
dapat menggunakan waktu ini, untuk memperdalam pemahaman kita akan Firman
Tuhan, berdoa, dan mencari tuntunan-Nya bagi hidup kita.
Dengan
mengutamakan hari Sabat, kita dapat memupuk hubungan yang lebih dalam dengan
Tuhan, dan bertumbuh dalam iman kita, sebagai orang Kristen.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Pola
kerja dan istirahat, yang digambarkan dalam bacaan Alkitab hari ini,
dimaksudkan untuk menjadi model bagi kehidupan kita di masa kini.
Kita
harus menghargai nilai istirahat dalam hidup kita sendiri.
Kita
hidup dalam budaya yang sering menghargai produktivitas dan kesibukan, daripada
istirahat dan relaksasi, tetapi firman Tuhan mengajarkan kita, bahwa istirahat
adalah bagian penting dari kehidupan yang sehat dan seimbang.
Kita
juga harus percaya pada penyediaan, dan waktu Tuhan untuk memenuhi kebutuhan
kita.
Sama
seperti Tuhan beristirahat pada hari ketujuh, setelah menyelesaikan pekerjaan-Nya,
kita juga dapat percaya, bahwa Tuhan akan menyediakan bagi kita, dan bahwa kita
dapat menemukan istirahat, dan penyegaran kembali, roh, tubuh, dan jiwa kita,
di hadapan hadirat Tuhan.
Kita
harus meluangkan waktu untuk beristirahat, merenungkan kebaikan Tuhan, dan
menyembah Dia.
Selain
itu, kita harus menahan godaan, untuk menemukan nilai, martabat, harga diri, atau
identitas kita dalam pekerjaan atau usaha, serta pencapaian kita,
karena,
nilai dan identitas kita, telah lebih dahulu ditetapkan oleh Tuhan, ketika kita
diciptakan menurut gambar Allah, dan dikasihi serta diterima oleh-Nya.
Hari
istirahat, memungkinkan kita mengingat kebenaran ini, yaitu kita lahir sebagai
orang yang bernilai, bermartabat, serta memiliki identitas sebagai anak Allah,
dan juga merupakan saat, untuk memprioritaskan hubungan kita, dengan Tuhan.
Selain
itu, kita juga harus memperhatikan kebutuhan orang lain, yang sama-sama
memiliki martabat dan harga diri, sebagai ciptaan Tuhan, dan memberikan kesempatan
untuk beristirahat kepada orang-orang di sekitar kita, khususnya mereka yang
bekerja, membantu kita.
Kita
dapat menjadi sumber dorongan motivasi, dan dukungan semangat, bagi mereka yang
mungkin terlalu banyak bekerja atau kelelahan, membantu mereka menemukan saat
untuk beristirahat, dan mendapatkan pemulihan, di hadirat Allah.
Secara
keseluruhan, dengan menghargai pesan istirahat, dan percaya pada penyediaan dan
pengaturan Tuhan, kita dapat menjalani kehidupan yang lebih seimbang, sehat,
dan selaras dengan tujuan Tuhan bagi kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Terima
kasih atas karunia Sabat, kesempatan untuk kami beristirahat dalam kebaikan
Tuhan, dan penyediaan Tuhan, atas semua kebutuhan kami.
Di
tengah kesibukan kami, kami sering lupa untuk mengambil waktu istirahat, untuk
menghargai manfaat istirahat yang Engkau berikan kepada kami.
Tolong
kami untuk berkomitmen menyisihkan waktu untuk menghargai hari Sabat kami, dan
memprioritaskan istirahat dalam hidup kami.
Berilah
kami kekuatan dan hikmat, untuk melawan dorongan untuk terus bekerja dan
berjuang, dan sebaliknya percaya pada rejeki dan anugerah Tuhan.
Bantu
kami untuk menghargai waktu istirahat, dan menggunakannya untuk mengisi ulang
energi kami, dan untuk menyegarkan kembali jiwa kami.
Semoga
kami bisa menggunakan waktu ini untuk terhubung dengan Tuhan, dengan
orang-orang yang kami kasihi, dan dengan komunitas kami.
Terima
kasih atas kesetiaan, dan kasih Tuhan yang tak berkesudahan bagi kami.
Kami
berkomitmen untuk menghormati anugerah Sabat, dan untuk hidup dengan cara yang
mencerminkan kasih karunia dan pemeliharaan Tuhan.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar