Pasangan Hidup Yang Bermartabat, Adalah Karunia Tuhan Untuk Dikasihi. SBU GPIB Sangkakala | Kejadian 2 21-23.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Pasangan
Hidup Yang Bermartabat, Adalah Karunia Tuhan Untuk Dikasihi.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kejadian 2, ayat 21 sampai ayat 23, yang berbunyi sebagai berikut:
Lalu
TUHAN Allah membuat manusia itu tidur nyenyak; ketika ia tidur, TUHAN Allah mengambil salah
satu rusuk dari padanya, lalu menutup tempat itu dengan daging.
Dan
dari rusuk yang diambil TUHAN Allah dari manusia itu,
dibangun-Nyalah seorang perempuan, lalu dibawa-Nya kepada manusia itu.
Lalu
berkatalah manusia itu: "Inilah dia, tulang dari tulangku dan daging dari
dagingku. Ia akan dinamai perempuan, sebab ia diambil dari laki-laki.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Kitab
Kejadian 2, ayat 21 sampai ayat 23, mengisahkan penciptaan wanita pertama, yaitu
Hawa, serta menggambarkan tentang hubungan antara pria dan wanita.
Konteks
saat itu adalah kisah penciptaan, di mana Tuhan menciptakan alam semesta dan
segala isinya, termasuk Adam, manusia pertama, untuk secara bertanggungjawab,
mengelola lingkungan hidup, yang disediakan Tuhan baginya, dan keturunannya.
Dalam
konteks ini, Kejadian 2, ayat 21 sampai ayat 23, berfokus secara khusus pada
penciptaan Hawa, yang diciptakan untuk menjadi pendamping, dan penolong bagi
Adam.
Isi
Kejadian 2, ayat 21 sampai ayat 23, dimulai dengan Tuhan membuat Adam tertidur
lelap, dan kemudian mengambil salah satu tulang rusuknya, untuk menciptakan
Hawa.
Tindakan
penciptaan ini, menunjukkan bahwa Tuhan menciptakan Hawa, khusus untuk Adam,
dan menjadi pasangannya.
Ketika
Adam bangun dan melihat Hawa untuk pertama kalinya, Adam menyatakan, "dia
ini, adalah tulang dari tulangku, dan daging dari dagingku, dan dia akan disebut
perempuan, karena dia ini diambil dari laki-laki."
Bagian
ini menyoroti adanya keintiman hubungan, antara Adam dan Hawa, serta gagasan
bahwa mereka diciptakan untuk hidup bersama, sebagai pengelola kehidupan dan lingkungannya.
Tujuan
Kejadian 2, ayat 21 sampai ayat 23, adalah untuk menekankan pentingnya hubungan
antara pria dan wanita.
Bagian
ini menunjukkan, bahwa Tuhan menciptakan Hawa, sebagai penolong dan mitra bagi
Adam, bukan sebagai makhluk yang lebih rendah atau lebih tinggi.
Dengan
menciptakan Hawa dari tulang rusuk Adam, Tuhan juga menekankan kedekatan dan
keintiman antara pria dan wanita, dan gagasan bahwa mereka ditakdirkan untuk hidup
bersama.
Bagian
ini juga menyoroti pentingnya pernikahan, dan komitmen antara pasangan, dalam
suatu hubungan.
Tujuan
lain dari Kejadian 2, ayat 21 sampai ayat 23, adalah untuk mengilustrasikan
konsep saling melengkapi, antara pria dan wanita.
Tuhan
menciptakan Adam dan Hawa, untuk memiliki peran dan kekuatan yang berbeda, dan
bekerja sama saling melengkapi, demi untuk menggenapi rencana Tuhan.
Adam
diciptakan untuk menjadi pemimpin dan pelindung, sedangkan Hawa diciptakan
untuk menjadi penolong dan pendukung.
Bersama-sama,
mereka dimaksudkan untuk membentuk kemitraan, yang akan memenuhi tujuan Allah
bagi umat manusia.
Perikop
ini, juga menunjukkan bahwa, Allah sangat menghargai hubungan dan persahabatan.
Tuhan
melihat bahwa, tidak baik jika Adam itu seorang diri, dan menciptakan Hawa
untuk menjadi pendampingnya.
Bagian
ini menekankan gagasan bahwa, agar seseorang itu bahagia, orang itu membutuhkan
hubungan dengan orang lain.
Ini
juga menyoroti pentingnya komunitas, dan peran yang dimainkan orang lain dalam
hidup kita.
Selanjutnya,
perikop ini menekankan pentingnya kepercayaan, karena ada kerentanan dalam
hubungan antar orang yang berbeda peran dan kemampuannya.
Ketika
Tuhan menciptakan Hawa, Adam harus percaya bahwa dia diciptakan untuk menjadi
teman dan pasangannya.
Kepercayaan
ini diperlukan agar setiap hubungan bisa berhasil, dan perikop ini menyoroti
bahwa Tuhan menciptakan pria dan wanita, untuk saling percaya dan mengandalkan
satu sama lain.
Bagian
ini juga menekankan kesatuan antara pria dan wanita.
Ketika
Adam melihat Hawa, dia menyatakan bahwa, Hawa adalah "tulang dari tulangku
dan daging dari dagingku".
Bagian
ini menyoroti gagasan bahwa pria dan wanita dimaksudkan untuk bersatu menjadi
satu, baik secara fisik maupun emosional.
Kesatuan
antara pria dan wanita ini sangat penting untuk pernikahan, dan kemitraan yang
berhasil.
Terakhir,
perikop ini menekankan nilai dan martabat wanita.
Hawa
diciptakan sebagai penolong dan pasangan bagi Adam, tetapi dia tidak diciptakan
untuk menjadi lebih rendah darinya.
Sebaliknya,
dia diciptakan sebagai orang yang setara, dan sebagai seseorang dengan kekuatan,
dan nilainya sendiri.
Bagian
ini menyoroti pentingnya memperlakukan wanita dengan hormat dan bermartabat,
dan menghargai mereka sebagai mitra yang setara dalam hubungan suami istri.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Ketika
Tuhan menciptakan Hawa sebagai pasangan hidup bagi Adam, Tuhan menegaskan nilai
dan martabat setiap manusia, baik laki-laki maupun perimpuan.
Terlepas
dari jenis kelamin, etnis, atau karakteristik lainnya, kita semua diciptakan
menurut gambar Allah, dan layak untuk dihormati dan dicintai.
Tuhan
menciptakan manusia untuk menjadi makhluk sosial, dan Tuhan ingin, agar kita
mengalami sukacita dan pemenuhan hubungan yang sehat.
Ini
termasuk hubungan romantis, persahabatan, dan koneksi dengan keluarga dan
komunitas kita.
Dalam
menciptakan Adam dan Hawa, Allah menunjukkan bahwa laki-laki dan perempuan,
memiliki kekuatan dan peran yang berbeda, dalam hubungan untuk saling
melengkapi.
Dengan
merangkul perbedaan-perbedaan ini dan bekerja sama, kita dapat mengalami
keharmonisan, dan kepuasan yang lebih besar dalam hubungan kita.
Kekudusan
pernikahan: Allah merancang pernikahan untuk menjadi perjanjian suci antara dua
orang dan diri-Nya sendiri.
Ini
berarti bahwa kita harus mendekati pernikahan dengan hormat dan penghargaan,
dan bekerja untuk memperkuat dan melindungi pernikahan kita, sebagai cerminan
dari kasih dan anugerah Tuhan.
Ketika
Adam melihat Hawa untuk pertama kalinya, dia mengenalinya sebagai hadiah dari
Tuhan, dan menyatakan sukacitanya di hadapan Tuhan.
Hal
ini menunjukkan pentingnya saling menghormati dan mengasihi dalam hubungan
kita, sebagaimana kita berusaha untuk menghormati dan menghargai satu sama lain,
sebagai anak-anak Allah yang dikasihi Allah, dan mengasihi Allah.
Secara
keseluruhan, perikop ini mengingatkan kita, bahwa Tuhan menciptakan kita untuk
hidup dalam hubungan satu sama lain, dan bahwa hubungan tersebut harus ditandai
dengan kasih, hormat, dan harga diri.
Saat
kita berusaha untuk memupuk hubungan yang sehat dalam hidup kita sendiri, kita
dapat mempercayai rahmat dan bimbingan Tuhan, untuk membantu kita mengatasi
kompleksitas hubungan antar manusia.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus mengenali anugerah Tuhan.
Sama
seperti Adam saat pertama kali melihat Hawa, kita harus mengenali pasangan
hidup kita, sebagai hadiah dari Tuhan.
Kita
harus berterima kasih atas kehadiran mereka dalam hidup kita, dan berhati-hati
untuk menghargai dan mengasihi mereka.
Kita
harus merangkul perbedaan yang ada.
Tuhan
menciptakan pria dan wanita dengan kekuatan dan peran yang berbeda dalam suatu
hubungan, dan kita harus menerima perbedaan ini, daripada mencoba saling menyesuaikan
diri.
Kita
harus berusaha untuk mendukung dan melengkapi satu sama lain sebagai mitra,
mengakui dan menghargai kontribusi unik satu sama lain.
Kita
harus mengembangkan keintiman hubungan.
Hubungan
antara Adam dan Hawa ditandai dengan keintiman dan kerentanan, dan kita harus
berusaha untuk memupuk hubungan yang setara, dengan pasangan hidup kita.
Ini
termasuk berbagi pikiran, perasaan, dan pergumulan kita satu sama lain, serta
terlibat dalam keintiman fisik.
Kita
harus melatih diri, untuk saling mengampuni.
Tidak
ada hubungan yang sempurna, dan konflik pasti akan muncul.
Sebagai
pengikut Tuhan, kita harus mempraktikkan pengampunan, dan memberikan rahmat
kepada pasangan hidup kita, ketika mereka melakukan kesalahan atau menyakiti
kita.
Ini
berarti melepaskan dendam, dan mencari rekonsiliasi jika memungkinkan.
Kita
harus memprioritaskan komunikasi yang baik.
Komunikasi
adalah kunci untuk setiap hubungan yang sehat.
Kita
harus berusaha untuk berkomunikasi secara terbuka dan jujur dengan pasangan
hidup kita, mendengarkan dengan penuh perhatian, dan mengungkapkan diri kita
dengan jelas.
Ini
termasuk mengungkapkan penghargaan dan rasa terima kasih untuk mitra kami,
serta mengatasi masalah apa pun yang muncul.
Kita
harus mencari bimbingan Tuhan.
Pada
akhirnya, dasar dari setiap hubungan yang sehat dan memuaskan, adalah hubungan
masing-masing pasangan dengan Tuhan.
Kita
harus mencari tuntunan dan hikmat Tuhan, dalam hubungan kita dengan pasangan
hidup kita, berdoa untuk kekuatan, kesabaran, dan pemahaman yang lebih dalam
tentang kasih dan anugerah Tuhan.
Dengan
menerapkan keinginan Tuhan di atas, kita dapat menumbuhkan rasa hormat, dan
cinta kasih yang mendalam terhadap pasangan hidup kita, sebagai anugerah yang
berharga dari Tuhan bagi kita.
Kita
dapat berusaha untuk menghormati dan menyayangi mereka, sebagai sesama pembawa
gambar Allah, dan bekerja untuk membangun hubungan, yang mencerminkan kasih dan
anugerah dari Sang Pencipta kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Terima
kasih atas anugerah Tuhan, berupa pasangan hidup kami.
Kami
bersyukur atas kehadiran mereka dalam hidup kami, dan atas sukacita serta
dukungan, yang mereka berikan.
Bantu
kami untuk menghargai, dan menghormati mereka sebagai hadiah yang berharga, dan
untuk mengenali cara mereka, mencerminkan kasih dan rahmat Tuhan.
Beri
kami kekuatan, untuk merangkul perbedaan kami, dan bekerja untuk saling
mendukung dan melengkapi satu sama lain sebagai mitra.
Bantu
kami untuk menumbuhkan keintiman dalam hubungan kami, dan untuk berkomunikasi
secara terbuka dan jujur dengan pasangan kami.
Tolong
beri kami kesabaran dan pengampunan, untuk memberikan rahmat ketika pasangan kami
melakukan kesalahan atau menyakiti kami, dan keberanian untuk melakukan rekonsiliasi
dan saling pengertian, ketika terjadi konflik.
Bantu
kami untuk mengasihi pasangan kami tanpa pamrih. Semoga hubungan kami menjadi
cerminan kasih dan rahmat-Muu, dan kesaksian atas kebaikan dan kesetiaan-Muu.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar