Langsung ke konten utama

Sifat Jahat, Dihancurkan Oleh Anak Perawan | SBU GPIB Sangkakala | Kejadian 3 14-16.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Sifat Jahat, Dihancurkan Oleh Anak Perawan.

 

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 3, ayat 14 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu. 

 Aku akan mengadakan permusuhan antara engkau dan perempuan ini, antara keturunanmu dan keturunannya; keturunannya akan meremukkan kepalamu, dan engkau akan meremukkan tumitnya." 

 Firman-Nya kepada perempuan itu: "Susah payahmu waktu mengandung akan Kubuat sangat banyak; dengan kesakitan engkau akan melahirkan anakmu; namun engkau akan berahi kepada suamimu dan ia akan berkuasa atasmu. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Bagian ini berasal dari kitab Kejadian, yang menceritakan kisah penciptaan dunia dan manusia pertama, yaitu Adam dan Hawa.

Di pasal 3, Hawa digoda oleh ular, untuk memakan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat, meskipun Tuhan memperingatkan, bahwa mereka pasti akan mati jika melakukannya.

Hawa kemudian mempersembahkan buah itu kepada Adam, dan Adam pun ikut memakannya.

 

Perikop ini merupakan tanggapan Allah, terhadap ketidaktaatan manusia.

Pertama-tama, Tuhan mengutuk ular itu, mengutuknya untuk merangkak dengan perutnya, dan memakan debu selama sisa hidupnya.

Ini adalah simbol dari hilangnya status dan kekuasaan ular, dan penghinaan yang akan dideritanya, sebagai akibat dari penipuannya.

 

Tuhan kemudian berbicara tentang permusuhan, yang akan ada antara ular dan perempuan, dan antara keturunan mereka.

Ini dapat ditafsirkan sebagai rujukan pada, pertentangan yang berkelanjutan, antara yang baik dan yang jahat, dan konflik berkepanjangan, antara yang benar dan yang tidak benar.

 

"Benih" perempuan di sini, merujuk pada Yesus Kristus.

Sebagaimana kita ketahui bahwa, perempuan tidak memiliki benih, atau sperma, dan hanya perawan Maria yang bisa mengandung bayi Yesus.

 

Yesus Kristus inilah yang pada akhirnya akan menang atas ular, yang merujuk pada Iblis.

 

Janji penebusan Tuhan ini, melambangkan kemenangan kebaikan atas kejahatan.

 

Selanjutnya, Tuhan berbicara kepada Hawa, memberi tahu dia, bahwa sebagai akibat dari ketidaktaatannya, dia akan mengalami rasa sakit, dan kesukaran saat melahirkan.

Selain itu, dia akan berahi kepada suaminya, dan suaminya akan memerintahnya.

Hal ini sering dimaknai sebagai pernyataan tentang hakikat hubungan antara laki-laki dan perempuan, dengan implikasi, bahwa perempuan akan berada di bawah laki-laki.

 

Secara keseluruhan, bagian ini mewakili titik balik yang signifikan dalam kisah penciptaan.

Itu menandai saat, ketika manusia pertama kali tidak menaati Tuhan, dan akibatnya, mereka diusir dari Taman Eden dan dipaksa hidup di dunia, di mana rasa sakit, duka, dan kematian, adalah bagian dari kehidupan manusia.

Perikop ini juga memperkenalkan gagasan mengenai penebusan, yaitu keselamatan melalui Yesus Kristus, yang pada akhirnya akan mengalahkan Iblis, dan memenuhi janji Allah, untuk menebus umat manusia.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita?

 

Perikop ini berfungsi sebagai pengingat, bahwa dosa dan kejahatan, nyata ada di dunia, dan bahwa pilihan kita, memiliki konsekuensi logis.

Namun, perikop ini, juga mengandung janji penebusan, melalui kekalahan Setan pada akhirnya.

 

Perikop ini memperkuat gagasan, bahwa kejahatan pada akhirnya akan dikalahkan melalui pengorbanan Yesus Kristus.

Ungkapan, "dia akan meremukkan kepalamu, dan kamu akan meremukkan tumitnya," mengacu pada kekalahan Setan melalui pengorbanan Yesus Kristus, yang lahir dari seorang perawan.

 

Pesan Allah dalam bagian ini adalah, tentang penghakiman dan pengharapan.

Dia mengutuk ular karena perannya dalam Kejatuhan Manusia, tetapi juga berjanji, bahwa seorang penyelamat akan datang untuk mengalahkan Setan, dan menebus umat manusia.

Pesan pengharapan ini relevan bagi kita saat ini, karena kita terus bergulat dengan pengaruh dosa, dan kejahatan di dunia.

 

Ungkapan "namun engkau akan berahi kepada suamimu, dan ia akan berkuasa atasmu," telah ditafsirkan dengan cara yang berbeda sepanjang sejarah,

tetapi salah satu interpretasinya adalah, bahwa itu mengacu pada perjuangan antara pria dan wanita, yang muncul sebagai akibat dari Kejatuhan.

Namun, dalam konteks tema inti, frasa ini juga bisa dilihat, sebagai bayangan peran Maria, ibu Yesus, dalam mengalahkan kejahatan.

"Keinginan" Maria untuk melayani Tuhan, akhirnya terpenuhi melalui perannya dalam membawa Yesus ke dunia, dan pengorbanan Yesus di kayu salib, akhirnya mengalahkan Setan.

 

Secara keseluruhan, Kejadian 3, ayat 14 sampai ayat 16, berfungsi sebagai pengingat bahwa, kejahatan selalu ada di dunia, tetapi kejahatan itu pada akhirnya akan dikalahkan, melalui pengorbanan Yesus Kristus.

Pesan pengharapan ini relevan bagi kita saat ini, karena kita terus bergumul dengan dosa dan kejahatan di dunia, dan Tuhan ingin, agar kita meneladani bunda Maria dan Yesus, dalam hal melawan kejahatan, dan dalam melayani Allah.

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?

 

Kita harus mewaspadai konsekuensi dosa.

Bagian ini berfungsi sebagai pengingat, bahwa tindakan kita memiliki konsekuensi, baik untuk diri kita sendiri, maupun orang lain.

Kita harus memperhatikan pilihan kita, dan dampaknya terhadap diri kita sendiri, dan orang-orang di sekitar kita.

 

Kita harus tahan terhadap godaan untuk berbuat dosa.

Ular menggoda Adam dan Hawa untuk tidak menaati Allah, yang menyebabkan Kejatuhan Manusia.

Kita harus menyadari godaan, yang kita hadapi dalam hidup kita sendiri, dan menolak dorongan untuk menyerah pada dosa.

 

Kita harus memercayai dan menerima janji penebusan Tuhan.

Terlepas dari konsekuensi dosa, perikop ini juga mengandung janji penebusan, melalui kekalahan Setan pada akhirnya.

Kita hendaknya merangkul janji penebusan ini, dan beriman pada kuasa Yesus Kristus untuk mengalahkan kejahatan.

 

Kita harus mencari pengampunan.  

Ketika kita berbuat dosa, kita harus mencari pengampunan dari Allah, dan dari orang-orang yang telah kita sakiti.

Melalui pertobatan dan pengampunan, kita dapat mendekatkan diri kepada Allah, dan memperkuat hubungan kita dengan orang lain.

 

Secara keseluruhan, Kejadian 3, ayat 14 sampai ayat 16, memberikan pelajaran dan refleksi penting, tentang bagaimana menavigasi sifat dosa, dan menerima janji penebusan melalui Yesus Kristus.

Dengan menyadari konsekuensi dosa, menolak godaan Iblis, dan mencari pengampunan Tuhan, kita dapat bergerak lebih dekat kepada Allah, dan bekerja untuk mengatasi kejahatan dalam kehidupan kita sendiri, dan di dunia sekitar kita.

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

Kami datang merendahkan diri di hadapan Tuhan, disertai rasa syukur atas kehadiran Tuhan yang konstan dalam hidup kami.

Sadarkan kami akan adanya sifat dosa, dan dampaknya terhadap diri kami, dan orang-orang di sekitar kami.

Mampukan kami menolak godaan untuk jatuh ke dalam kubangan dosa, dengan menerima janji penebusan melalui Yesus Kristus.

 

Kami mengakui, bahwa kami sendiri tidak mampu mengatasi dosa, dan bahwa kami memerlukan bantuan Juruselamat, untuk membimbing kami di jalan yang benar.

Bantu kami untuk percaya pada cinta kasih dan belas kasihan Tuhan, dan untuk mencari pengampunan Tuhan, ketika kami gagal.

 

Terima kasih atas rahmat Tuhan yang tak berkesudahan, dan atas janji kehidupan kekal melalui Tuhan Yesus.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...