Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Bertemu
Yesus, Di tengah Kebingungan dan Keputusasaan Kita.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Lukas 24, ayat 13 sampai ayat 17, yang berbunyi sebagai berikut:
Pada
hari itu juga dua orang dari murid-murid Yesus pergi ke sebuah kampung bernama
Emaus, yang terletak kira-kira tujuh mil jauhnya dari Yerusalem,
dan
mereka bercakap-cakap tentang segala sesuatu yang telah terjadi.
Ketika
mereka sedang bercakap-cakap dan bertukar pikiran, datanglah Yesus sendiri
mendekati mereka, lalu berjalan bersama-sama dengan mereka.
Tetapi
ada sesuatu yang menghalangi mata mereka, sehingga mereka tidak dapat mengenal
Dia.
Yesus
berkata kepada mereka: "Apakah yang kamu percakapkan
sementara kamu berjalan?" Maka berhentilah mereka dengan muka
muram.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Perikop
ini menggambarkan percakapan antara dua murid dengan seorang yang dianggap
asing, saat mereka melakukan perjalanan bersama.
Para
murid mengungkapkan kekecewaan mereka, bahwa Yesus, yang mereka harapkan akan
menjadi penebus Israel, telah disalibkan, mati dan dikuburkan.
Orang
asing itu kemudian menjelaskan kepada mereka, dengan menggunakan Kitab Suci,
bagaimana Mesias harus menderita dan mati, sebelum masuk ke dalam
kemuliaan-Nya.
Saat
mereka mendekati Emaus, para murid mengundang orang asing itu untuk tinggal
bersama mereka, dan saat Dia memecahkan roti bersama mereka, mereka tiba-tiba
mengenalinya sebagai Yesus.
Makna
dari perikop ini beragam.
Pertama,
mengungkapkan pentingnya mengenali Yesus di tengah keputusasaan dan kebingungan
kita.
Murid-murid
tidak dapat mengenali Yesus, sampai Dia mengungkapkan dirinya kepada mereka,
dan baru pada saat itulah mereka dapat sepenuhnya memahami, pentingnya kematian
dan kebangkitan Yesus.
Selain
itu, bagian ini menyoroti peran Kitab Suci, dalam memahami sifat misi Yesus.
Orang
asing itu menjelaskan, bagaimana Yesus menggenapi nubuat Perjanjian Lama,
dengan demikian menunjukkan bahwa kematian dan kebangkitannya memang sepertinya
tidak terduga, tetapi sesungguhnya telah dinubuatkan.
Akhirnya,
perikop ini juga mengungkapkan, pentingnya keramahtamahan dan persekutuan, atau
hospitaliti dalam kehidupan Kristen.
Para
murid mengundang orang asing itu untuk tinggal bersama mereka, dan saat
memecahkan roti itulah mereka mengenali Yesus.
Ini
menyoroti pentingnya Ekaristi sebagai sarana untuk menjumpai Kristus yang
bangkit.
Secara
keseluruhan, Lukas 24, ayat 13 sampai ayat 17, berfungsi sebagai pengingat yang
kuat akan pentingnya kebangkitan dalam iman Kristen, dan pentingnya mengenali
Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari melalui Kitab Suci, melalui
keramahtamahan, dan Ekaristi.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Kita
hidup di dunia yang penuh dengan keputusasaan.
Setiap
hari, kita dihadapkan pada kehancuran dunia kita, yang dipenuhi kekerasan,
kemiskinan, ketidakadilan, dan sakit penyakit.
Banyak
dari kita bergumul dengan pergumulan pribadi kita sendiri, apakah itu kesulitan
keuangan, masalah kesehatan, atau hubungan yang rusak.
Dalam
menghadapi kegelapan seperti itu, kita mudah kehilangan pengharapan, dan merasa
kewalahan.
Namun
sebagai orang Kristen, kita memiliki sumber pengharapan yang tidak akan pernah
padam.
Dalam
perikop ini, kita membaca tentang dua murid yang berjalan ke Emaus, pada hari-hari
setelah kebangkitan Yesus.
Mereka
diliputi keputusasaan, setelah menyaksikan kematian orang yang mereka anggap
sebagai guru dan sahabat tercinta mereka.
Saat
mereka berjalan dan mendiskusikan kekecewaan mereka, seorang asing bergabung
dengan mereka, tetapi mereka tidak mengenalinya sebagai Yesus.
Orang
asing itu menjelaskan kepada mereka, dengan menggunakan Kitab Suci, bagaimana
Mesias harus menderita dan mati sebelum masuk ke dalam kemuliaan-Nya.
Saat
mereka mendekati Emaus, para murid mengundang orang asing itu untuk tinggal
bersama mereka, dan saat dia memecahkan roti bersama mereka, mereka tiba-tiba
mengenalinya sebagai Yesus.
Kisah
ini mengajarkan kita, tentang bagaimana kita dapat bertemu Yesus di tengah kebingungan
dan keputusasaan kita sendiri.
Pesan
dari kisah dua murid Yesus di jalan menuju Emaus, adalah pesan pengharapan dan
penghiburan.
Kita
belajar bahwa, bahkan ketika kita merasa tersesat dan sendirian, Yesus ada
bersama kita.
Dia
menemui kita di mana kita berada, dan dia berjalan di samping kita, menawarkan
kehadiran dan kedamaiannya kepada kita.
Dalam
konteks kita saat ini, kita perlu mengingat, bahwa Yesus ada bersama kita,
bahkan ketika kita tidak dapat melihatnya.
Yesus
hadir dalam bentuk cinta kasih, dan dukungan dari keluarga, dan dari
teman-teman seiman kita, dan bahkan, Yesus hadir dalam kebaikan orang asing
yang tidak kita kenal.
Kita
harus mencari dan mengenal Yesus di tengah pergumulan kita, dan percaya bahwa Dia
ada di situ bersama kita, bahkan ketika kita tidak dapat melihatnya.
Tetapi
pesan Tuhan untuk kita lebih dari sekadar mengingatkan kita akan kehadiran-Nya.
Dia
juga memanggil kita untuk menjangkau orang lain, pada saat mereka membutuhkan.
Sama
seperti Yesus berjalan di samping para murid di jalan menuju Emaus, kita juga
dipanggil untuk berjalan di samping mereka, yang sedang bergumul.
Kita
harus bersedia mendengarkan cerita mereka, menawarkan penghiburan dan dukungan
kepada mereka, dan berbagi pengharapan yang kita miliki di dalam Yesus. Kita
harus menjadi agen welas asih dan cinta di dunia saat ini, yang sangat
membutuhkan Yesus.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Bagaimana
kita dapat menerapkan pelajaran ini dalam kehidupan kita sendiri?
Pertama,
kita harus ingat bahwa Yesus ada bersama kita, bahkan ketika kita tidak menyadarinya.
Kita
harus waspada terhadap kehadiran-Nya, mencari Dia dalam doa, pembacaan Kitab
Suci, dan melalui kasih sesama orang percaya.
Kita
harus terbuka terhadap cara-cara, di mana Tuhan Yesus bekerja dalam hidup kita,
bahkan jika itu tidak sesuai dengan harapan kita.
Kedua,
kita harus ingat bahwa Yesus menemui kita di mana kita berada.
Kita
harus bersedia menjadi rentan, dan jujur tentang pergumulan kita, dan tidak
takut untuk meminta bantuan Tuhan dan saudara seiman.
Kita
harus menjangkau orang lain pada saat mereka membutuhkan, sama seperti Yesus
menjangkau para murid di jalan menuju Emaus.
Kita
harus menjadi agen welas asih dan cinta kasih di dunia ini, yang sangat
membutuhkannya.
Akhirnya,
kita harus ingat, bahwa Yesus memberi kita pengharapan.
Kita
harus berpegang pada janji, bahwa Dia telah mengalahkan kuasa dosa dan kuasa
kematian, dan bahwa suatu hari, kita juga, akan secara bersama-sama, berbagi
kemuliaan-Nya.
Kita
harus menjaga, agar mata hati kita, tetap tertuju pada-Nya, bahkan di tengah
pergumulan kita, mengetahui bahwa Tuhan Yesus, selalu bersama kita, di setiap
langkah kita.
Jadi,
marilah kita mengambil pelajaran penting dalam kisah para murid di jalan menuju
Emaus.
Mari
kita ingat, bahwa Yesus bersama kita, bahkan ketika kita tidak dapat melihat
Dia.
Mari
kita temui Yesus, di mana kita berada, dan bersedia meminta bantuan dan
dukungan Tuhan, saat kita membutuhkannya.
Dan
marilah kita berpegang pada pengharapan, yang Dia berikan kepada kita,
mengetahui bahwa Dia telah mengalahkan dosa dan maut, dan bahwa kita juga akan
berbagi kemuliaan-Nya.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih atas kisah para murid di jalan menuju Emaus, dan atas pelajaran
yang diajarkannya kepada kami, tentang bertemu Yesus, di tengah kebingungan dan
keputusasaan kami.
Kami
berdoa agar Tuhan membantu kami mengenali kehadiran Tuhan dalam hidup kami, dan
terbuka untuk cara Tuhan bekerja di hati kami.
Kami
berdoa agar Tuhan memberi kami keberanian untuk menjangkau orang lain, di saat
mereka membutuhkan, dan untuk menjadi agen cinta dan kasih sayang Tuhan di
dunia, yang sangat membutuhkan kasih sayang.
Dan
kami berdoa agar Tuhan memenuhi kami, dengan pengharapan akan kebangkitan Tuhan,
mengetahui bahwa Tuhan telah mengalahkan kuasa dosa dan kuasa kematian, dan
bahwa kami juga akan berbagi dalam kemuliaan Tuhan.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar