Dahsyat, Roh Kudus Memberdayakan Orang Biasa Menjadi Luar Biasa. Kisah Para Rasul 2: 7-12 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Dahsyat,
Roh Kudus Memberdayakan Orang Biasa Menjadi Luar Biasa.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kisah Para Rasul 2, ayat 7 sampai ayat 12, yang berbunyi sebagai berikut:
Mereka semua tercengang-cengang dan heran, lalu berkata: "Bukankah mereka semua yang
berkata-kata itu orang Galilea?
Bagaimana mungkin kita masing-masing mendengar mereka berkata-kata
dalam bahasa kita sendiri, yaitu bahasa yang kita pakai di negeri asal
kita:
kita orang Partia, Media,
Elam, penduduk Mesopotamia, Yudea dan Kapadokia, Pontus
dan Asia,
Frigia dan Pamfilia, Mesir dan daerah-daerah Libia yang berdekatan dengan
Kirene, pendatang-pendatang dari Roma,
baik orang Yahudi maupun penganut agama Yahudi, orang Kreta
dan orang Arab, kita mendengar mereka berkata-kata dalam bahasa kita sendiri
tentang perbuatan-perbuatan besar yang dilakukan Allah."
Mereka semuanya tercengang-cengang dan sangat termangu-mangu
sambil berkata seorang kepada yang lain: "Apakah artinya ini?"
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Perikop
Kisah Para Rasul 2, ayat 7 sampai ayat 12, menggambarkan pemandangan pada hari
Pentakosta, ketika Roh Kudus turun ke atas para murid, dan memampukan mereka
berbicara dalam berbagai bahasa. Konteks yang mengarah ke peristiwa ini sangat
penting, dalam memahami isi dan maknanya. Para murid berkumpul di Yerusalem
setelah kenaikan Yesus, mengikuti instruksi-Nya untuk menunggu janji Roh Kudus.
Saat mereka berdoa bersama, tiba-tiba terdengar suara dari surga, dan lidah api
muncul di atas mereka masing-masing. Mereka dipenuhi dengan Roh Kudus dan mulai
berbicara dalam bahasa lain, yang sebelumnya tidak mereka kenal.
Perikop
ini, menghadirkan titik balik yang signifikan dalam komunitas Kristen
mula-mula. Orang-orang di Yerusalem, yang adalah orang-orang penganut Yahudi
yang saleh, dari berbagai bangsa, terheran-heran mendengar para murid,
berbicara dalam bahasa asli asal mereka. Mereka bingung dan heran,
mempertanyakan bagaimana orang-orang Galilea seperti para murid, dapat
berbicara dengan lancar dalam Bahasa asli daerah mereka. Bagian itu secara
khusus menyebutkan, bahwa orang banyak yang bingung dan terheran-heran,
mendengar para murid, berbicara tentang "karya-karya besar Allah,"
dalam berbagai Bahasa.
Makna
atau maksud di balik peristiwa ini ada dua.
Pertama,
ini menandakan penggenapan janji Tuhan Yesus, untuk mengutus Roh Kudus, guna
memberdayakan para pengikut-Nya, untuk pekerjaan pewartaan Injil. Murid-murid
yang tadinya malu-malu dan ragu-ragu, kini dengan berani memberitakan berita
keselamatan Allah, dalam bahasa-bahasa yang dimengerti oleh orang banyak yang
beraneka ragam. Kemampuan adikodrati untuk berkomunikasi ini, mendemonstrasikan
pemberdayaan ilahi dari Roh Kudus, yang melegitimasi, atau mengesahkan misi para
murid.
Kedua,
peristiwa ini melambangkan universalitas dan inklusivitas rencana keselamatan
Allah. Allah tidak menggunakan satu Bahasa untuk mewartakan Kebesaran-Nya,
tetapi mau menggunakan, semua Bahasa yang ada di dunia.
Kerumunan
yang beragam, mewakili berbagai bangsa dan bahasa, menekankan bahwa Injil
dimaksudkan untuk semua orang. Murid-murid berbicara dalam berbagai Bahasa,
berfungsi sebagai tanda, bahwa pesan keselamatan tidak terbatas pada budaya
atau etnis tertentu, tetapi ditujukan untuk semua orang. Peristiwa ini menjadi
kesaksian yang kuat bagi komunitas Kristen mula-mula, menunjukkan kepada mereka,
bahwa kehadiran Roh Kudus akan memungkinkan mereka, untuk menjembatani kesenjangan,
atau hambatan budaya dan Bahasa, saat mereka menjalankan misi mereka, untuk
memuridkan semua bangsa di dunia.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Kita
diingatkan, bahwa Tuhan menginginkan kita masing-masing, untuk menyadari
identitas kita, yaitu sebagai anak-anak Allah, yang terkasih. Sama seperti murid-muridnya,
yang tidak berpendidikan dalam Bahasa asing, telah diberdayakan oleh Tuhan
secara ajaib, demikian pula kita, yang mungkin merasa biasa-biasa saja, atau
tidak memenuhi syarat, tetapi Roh Kudus akan memberdayakan kita, untuk
melangkah dalam iman, dan memenuhi tujuan yang diberikan Allah kepada kita.
Pesan
Tuhan bagi kita hari ini adalah, untuk menerima keberadaan siapa diri kita di
dalam Kristus, mengetahui bahwa Roh Kudus-Nya memperlengkapi kita, dengan
kemampuan luar biasa, yang kita butuhkan untuk membuat perbedaan di dunia.
Dalam
konteks kita saat ini, kita menjumpai beragam budaya, bahasa, dan latar
belakang. Kerinduan Tuhan adalah agar kita menjadi jembatan persatuan, dan
saling pengertian antar sesama. Roh Kudus memampukan kita untuk
mengkomunikasikan pesan kasih Kristus secara efektif, yang mampu melampaui
hambatan budaya. Marilah kita bersungguh-sungguh dalam membangun relasi,
merangkul keberagaman, dan menunjukkan kasih Tuhan dalam interaksi kita, dengan
sesama.
Sama
seperti para murid mewartakan karya agung Allah, kita dipanggil untuk
membagikan Injil, dengan keberanian dan keyakinan yang sama. Roh Kudus akan
memberdayakan kita, untuk menjadi saksi yang efektif dari kuasa Kristus, yang
berkuasa untuk mengubahkan siapapun, yang berkenan kepada-Nya. Di dunia yang
lapar akan harapan dan pencarian makna hidup, kita memiliki hak istimewa yang
luar biasa, untuk membagikan Kabar Baik. Marilah kita memanfaatkan setiap
kesempatan, untuk berbicara tentang kasih Tuhan, mengandalkan Roh Kudus untuk
membimbing kata-kata kita, dan menyentuh hati orang lain.
Saat
kita merenungkan Kisah Para Rasul 2, ayat 7 sampai ayat 12, kita diingatkan,
bahwa kehadiran Roh Kudus yang memberdayakan kita, juga tersedia bagi kita hari
ini. Kita harus mengandalkan kekuatan dan bimbingan-Nya, untuk memenuhi tujuan
kita. Dengan kekuatan kita sendiri, kita mungkin merasa tidak mampu, tetapi
dengan kuasa Roh Kudus, kita dapat menyelesaikan hal-hal besar bagi kerajaan
Allah. Marilah kita menyerahkan keterbatasan kita, dan percaya pada kemampuan
supranatural-Nya, yang bekerja melalui kita.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Kita
harus memupuk hubungan yang mendalam dengan Roh Kudus melalui doa, mempelajari
Firman Tuhan, dan mencari bimbingan-Nya. Saat kita membuka hati dan pikiran
kita kepada-Nya, kita mengundang kehadiran-Nya yang memberdayakan, untuk
mengubah kita menjadi alat anugerah Tuhan yang luar biasa.
Kita
harus mengatasi ketakutan kita akan ketidakmampuan kita, dan melangkah dalam
iman, percaya bahwa Roh Kudus akan memperlengkapi dan memberdayakan kita. Tuhan
sering menggunakan orang biasa, untuk mencapai tujuan yang luar biasa. Marilah
kita menjadi bejana yang rela, menyerahkan diri kita pada rencana-Nya, dan
mengalami pekerjaan-Nya yang luar biasa, melalui kita.
Di
dunia yang terpecah-pecah oleh perbedaan, marilah kita menjadi agen persatuan
dan cinta kasih. Saat Roh Kudus meruntuhkan penghalang, kita dipanggil untuk
merangkul keragaman, dan menyebar-luaskan kasih Tuhan kepada semua orang,
terlepas dari latar belakang atau budaya mereka. Marilah kita secara aktif
mencari kesempatan untuk membangun jembatan pengertian, dan mendemonstrasikan
kuasa kasih Kristus dalam interaksi kita.
Roh
Kudus akan memberdayakan kita, untuk dengan berani mewartakan pesan Injil. Saat
kita membagikan Kabar Baik tentang Yesus Kristus, marilah kita melakukannya
dengan semangat, keyakinan, tetapi dengan cinta kasih dan roh yang lemah lembut.
Dunia di sekitar kita saat ini, sangat membutuhkan pengharapan dan keselamatan,
yang ditemukan di dalam Kristus. Kita dipanggil untuk menjadi duta rahmat-Nya,
memancarkan terang-Nya di tengah kegelapan. Marilah kita berhati-hati dalam
percakapan, hubungan, dan tindakan kita, selalu mencari kesempatan untuk
membagikan pesan Yesus, yang mengubah hidup manusia dan semua ciptaan.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih kepada-Muu, atas karya Roh Kudus yang luar biasa dalam hidup
kami. Kami kagum akan kehadiran-Muu, yang memberdayakan, dan yang mengubah
orang biasa, menjadi alat yang luar biasa, untuk perluasan Kerajaan-Mu, di bumi
ini. Hari ini, kami sekali lagi menyerahkan diri kami kepada-Muu, mengundang
Roh Kudus untuk memenuhi kami, memperlengkapi kami, dan membimbing kami. Tolong
kami untuk merangkul identitas kami di dalam Kristus, untuk mendobrak
penghalang, untuk dengan berani mewartakan Injil, dan untuk percaya pada
kekuatan supernatural-Muu. Berdayakan kami untuk menjadi saksi-Muu di dunia,
yang sangat membutuhkan-Muu.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Roh Kudus terus memberdayakan kita, memampukan kita menjalani hidup yang luar
biasa bagi kemuliaan Tuhan. Semoga kita berjalan dalam kekuatan-Nya, dibimbing
oleh hikmat-Nya, dan dipenuhi dengan kasih-Nya. Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar