Langsung ke konten utama

Kenaikan Yesus Ke Surga, Membuat Kita Terhubung Ke Surga. Lukas 24: 50-51 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Kenaikan Yesus Ke Surga, Membuat Kita Terhubung Ke Surga.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Lukas 24, ayat 50 sampai ayat 51, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Lalu Yesus membawa mereka ke luar kota sampai dekat Betania.

Di situ Ia mengangkat tangan-Nya dan memberkati mereka. 

 Dan ketika Ia sedang memberkati mereka, Ia berpisah dari mereka dan terangkat ke sorga.

 Mereka sujud menyembah kepada-Nya, lalu mereka pulang ke Yerusalem dengan sangat bersukacita. 

 Mereka senantiasa berada di dalam Bait Allah dan memuliakan Allah.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Bagian ini menggambarkan kenaikan Yesus Kristus, yang merupakan peristiwa, yang menandai akhir dari kehadiran fisiknya di Bumi, dan kembali ke surga.

 

Konteks perikop ini, adalah akhir dari Injil Lukas, di mana Yesus telah menyelesaikan misinya di Bumi, dan telah bangkit dari kematian.

Dalam ayat-ayat sebelumnya, Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya, dan mengajar mereka tentang Kitab Suci, menjelaskan bagaimana dia menggenapi nubuat tentang Mesias.

Dia kemudian menugaskan murid-muridnya, untuk menyebarkan pesan Injil ke semua bangsa.

Kenaikan adalah tindakan terakhir dari pelayanan duniawi Yesus, dan berfungsi sebagai representasi simbolis dari kembalinya Dia, kepada Allah Bapa, di Surga.

 

Makna perikop ini sangat penting dalam iman Kristen.

Kenaikan Yesus adalah pengingat bagi orang percaya, akan sifat ilahi-Nya, dan otoritas-Nya, atas segala sesuatu.

Itu juga merupakan sumber harapan bagi orang percaya, karena itu mewakili janji kembalinya Yesus pada akhirnya, dan pemulihan kerajaan Allah sepenuhnya, di Bumi.

Selain itu, kenaikan Yesus tersebut, berfungsi sebagai panggilan bagi umat Kristiani, untuk bertindak, dan mengingatkan mereka akan tanggung jawab mereka, untuk menjalankan misi Yesus, menyebarkan pesan Injil ke seluruh penjuru dunia.

Secara keseluruhan, Lukas 24, ayat 50 dan ayat 51, adalah perikop yang kuat dan bermakna, yang merangkum inti dari pelayanan Yesus, dan dampaknya yang berkelanjutan di dunia.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Dalam perikop ini, kita melihat bagaimana Yesus mengangkat tangan, dan memberkati murid-muridnya sebelum diangkat ke surga.

Peristiwa penting ini menandai akhir dari pelayanan Yesus di dunia, dan kembali kepada Bapa di Surga.

 

Saat kita melihat sekeliling kita dalam konteks saat ini, kita melihat dunia yang penuh dengan kekacauan, kebingungan, dan ketidakpastian.

Banyak orang bergelut dengan ketakutan, kecemasan, dan keputusasaan, akibat adanya berbagai tantangan, seperti pandemi COVID-19, gejolak politik, ketidakstabilan ekonomi, dan kesenjangan sosial.

Di tengah semua ini, pesan Tuhan kepada kita adalah, bahwa kita tidak sendiri, dan bahwa kita dapat menemukan harapan dan penghiburan, dalam keterhubungan kita dengan surge, dimana Tuhan Yesus, sedang, dan terus mengangkat tangan-Nya, untuk memberkati semua gumul juang kita.

 

Kenaikan Yesus ke surga adalah pengingat yang kuat bagi kita, bahwa Yesus bukan hanya tokoh sejarah, atau semacam dewa yang jauh, tetapi realitas yang hidup, dan hadir dalam hidup kita.

Melalui kenaikan-Nya ke Surga, Yesus telah menjembatani kesenjangan antara surga dan bumi, dan memungkinkan kita untuk terhubung dengan Tuhan, Allah Bapa kita.

Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk hidup dalam terang kebenaran ini, dan membagikannya kepada orang lain.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Jadi, apa artinya bagi kita terhubung ke surga?

 

Pertama, itu berarti, kita memiliki akses ke kuasa, dan hadirat Tuhan dalam hidup kita.

Melalui doa, penyembahan, dan persekutuan, kita dapat mengalami kasih, anugerah, dan hikmat Tuhan secara langsung dan nyata.

Kita dapat menimba kekuatan dan keberanian, dari ketehubungan kita dengan surga, dan menghadapi tantangan hidup, dengan keyakinan teguh, dan penuh harapan.

 

Kedua, terhubung ke surga juga berarti, bahwa kita, adalah bagian dari komunitas orang percaya yang lebih besar, yang memiliki iman, dan tujuan yang sama.

Kita tidak dimaksudkan untuk menjalani hidup sendirian, tetapi untuk mendukung dan mendorong satu sama lain, di sepanjang jalan pelayanan kita.

Melalui hubungan kita dengan surga, kita dapat mengalami kekayaan dan keanekaragaman kerajaan Allah, dan bekerja sama untuk memberikan dampak positif di dunia.

 

Terakhir, terhubung dengan surga, juga berarti, kita memiliki visi dan harapan untuk masa depan.

Saat kita menantikan kembalinya Kristus dan penggenapan kerajaan Allah di bumi, kita dipenuhi dengan rasa antisipasi dan sukacita.

Kita tahu bahwa pencobaan dan kesengsaraan di dunia ini, bukanlah akhir cerita, tetapi bahwa Tuhan memiliki rencana untuk hidup kita, dan untuk dunia yang berada di luar imajinasi kita.

 

Saat kita menerapkan pesan ini dalam kehidupan kita sebagai orang Kristen, marilah kita ingat bahwa hubungan kita dengan surga, bukan hanya konsep teoritis, tetapi kenyataan praktis.

Kita dipanggil untuk menghidupi iman kita, dengan cara yang mencerminkan hubungan kita dengan surga, dengan mengasihi Allah dan sesama kita, dengan melayani orang lain dan membagikan Injil, dengan mencari keadilan, dan mempromosikan perdamaian.

 

 

Mari kita berdoa...

 

Tuhan Yesus,

 

kami berdoa, kiranya Tuhan terus menghubungkan kami dengan surga, dan memberdayakan kami untuk menghidupi iman kami di dunia.

Kami berdoa bagi mereka, yang sedang bergumul dengan ketakutan, kecemasan, dan keputusasaan, agar mereka dapat menemukan pengharapan dan penghiburan, dalam hubungan mereka dengan surga, melalui Yesus Kristus.

Kami berdoa untuk Gereja kami, agar kami dapat menjadi saksi yang setia terhadap pesan Injil, dan bekerja sama untuk mewujudkan penggenapan kerajaan Allah di bumi.

 

Kiranya kasih karunia Tuhan kita Yesus Kristus, kasih Allah, dan persekutuan Roh Kudus menyertai kami semua. Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...