Konsekuensi Yang Berbeda, Bagi Yang Menerima Atau Yang Menolak Injil. 1 Tesalonika 2: 13-16 | SBU GPIB.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Konsekuensi
Yang Berbeda, Bagi Yang Menerima Atau Yang Menolak Injil.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari 1 Tesalonika 2, ayat 13 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:
Dan
karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah
menerima firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan
manusia, tetapi--dan memang sungguh-sungguh demikian--sebagai firman Allah,
yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya.
Sebab
kamu, saudara-saudara, telah menjadi penurut jemaat-jemaat Allah di Yudea, jemaat-jemaat di dalam Kristus Yesus, karena kamu juga telah
menderita dari teman-teman sebangsamu segala sesuatu yang mereka derita dari orang-orang
Yahudi.
Bahkan
orang-orang Yahudi itu telah membunuh Tuhan Yesus dan para nabi dan telah menganiaya kami. Apa yang berkenan kepada
Allah tidak mereka pedulikan dan semua manusia mereka musuhi,
karena
mereka mau menghalang-halangi kami memberitakan firman kepada bangsa-bangsa lain untuk keselamatan mereka. Demikianlah mereka terus-menerus menambah
dosa mereka sampai genap jumlahnya dan sekarang murka telah menimpa mereka
sepenuh-penuhnya.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Konteks
bacaan Alkitab hari ini, Rasul Paulus baru saja berkhotbah di Tesalonika, dan
mendirikan gereja baru di sana.
Namun,
dia terpaksa meninggalkan kota ini, karena ditentang oleh beberapa warga
Yahudi.
Meskipun
demikian, Paulus terus berdoa untuk orang Tesalonika, dan mengutus Timotius
untuk memeriksa keadaan mereka.
Dalam
perikop ini, Paulus mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Tuhan, atas
tanggapan positif orang Tesalonika terhadap pesan Injil, dan atas iman mereka,
yang terus-menerus dalam menghadapi penganiayaan.
Dalam
ayat 13, Paulus mengakui bahwa orang Tesalonika telah menerima pesannya, bukan
sebagai perkataan manusia, tetapi sebagai firman Allah.
Ini
adalah pernyataan yang penting, karena ini menunjukkan, bahwa orang Tesalonika
telah mengakui kebenaran dan otoritas pesan Paulus, terlepas dari kenyataan
bahwa dia bukan seorang sarjana Yahudi atau otoritas yang diakui di masyarakat
umum.
Hal
ini menunjukkan bahwa, orang Tesalonika terbuka terhadap gagasan iman
non-Yahudi yang baru, yang akan menjadi penyimpangan radikal dari tradisi
budaya dan agama Yahudi mereka.
Dalam
ayat 14 sampai ayat 16, Paulus melanjutkan dengan mengontraskan tanggapan orang
Tesalonika terhadap pesannya, dengan permusuhan dari para pemimpin Yahudi yang
menentangnya, dan menolak Injil.
Dia
menjelaskan bagaimana para pemimpin Yahudi, tidak hanya menolak pesan Injil,
tetapi secara aktif menganiaya dia dan rekan-rekannya.
Dia
juga mencatat bahwa, para pemimpin ini tidak menyenangkan hati Tuhan dan, pada
kenyataannya, menghambat penyebaran Injil.
Paulus
khawatir bahwa, orang Tesalonika mungkin dipengaruhi oleh para pemimpin Yahudi,
dan sikap negatif mereka terhadap Injil.
Secara
keseluruhan, isi dan makna perikop ini, adalah pesan yang membangkitkan
semangat, dan nasihat kepada orang Tesalonika, untuk tetap bertahan dalam iman
mereka, meskipun menghadapi tentangan yang berat.
Surat
ini, juga berfungsi sebagai peringatan untuk menghindari pengaruh mereka, yang
akan menghambat penyebaran Injil.
Paulus
menekankan pentingnya mengenali kebenaran, dan otoritas pekabarannya sebagai
firman Allah, dan menekankan bahwa tanggapan positif orang Tesalonika, adalah
bukti iman dan keselamatan mereka.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Di
bagian ini, Paulus memuji orang Tesalonika, karena menerima Injil sebagai
firman Allah, dan dia membandingkan ini dengan orang Yahudi yang menolak Injil,
dan menghalangi penyebarannya.
Kata-kata
Paulus menyiratkan bahwa, ada konsekuensi negatif bagi mereka yang menolak
Injil, baik di kehidupan ini maupun di akhirat.
Ketika
kita menerapkan pesan ini dalam kehidupan kita hari ini, kita melihat bahwa itu
sama relevannya sekarang seperti pada zaman Paulus.
Mereka
yang menerima Injil dan mengikuti Yesus, dapat mengalami kehidupan yang
diubahkan, pengampunan dosa, dan kehidupan kekal bersama Allah.
Sebaliknya,
mereka yang menolak Injil dan berpaling dari Yesus, berisiko kehilangan
berkat-berkat ini, dan menghadapi konsekuensi dosa mereka.
Konsekuensi
dari menolak Injil dapat terwujud dalam berbagai cara, seperti kehidupan tanpa
tujuan, makna hidup, atau harapan.
Mereka
yang menolak Injil, juga dapat menghadapi penghakiman yang mengarah pada
keterpisahan kekal dari Allah.
Oleh
karena itu, pesan dari perikop ini mendorong kita, untuk mempertimbangkan
pentingnya menerima Injil, dan menjalani kehidupan beriman kepada Yesus
Kristus.
Sewaktu
kita menerapkan pesan ini dalam kehidupan kita, kita dapat bertanya kepada diri
sendiri,
Apakah
kita melihat Injil sebagai firman Allah?
Apakah
kita menerimanya dan menjalaninya?
Ataukah
kita menolaknya, dan berpaling dari kebenaran Allah?
Pesan
perikop ini mengingatkan kita, bahwa tanggapan kita terhadap Injil, memiliki
konsekuensi kekal, dan mendorong kita untuk berpaling kepada Allah, dan memeluk
kehidupan yang Dia tawarkan, melalui Yesus Kristus.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
harus mendekati Injil dengan hati yang yang terbuka, mengenalinya sebagai pesan
Allah kepada kita.
Kita
harus menelaah dan merenungkan tulisan suci ini, berupaya memahami dan
menerapkannya dalam kehidupan kita.
Kita
harus percaya, bahwa Yesus adalah Anak Allah, bahwa Ia mati untuk dosa-dosa
kita, dan bahwa Ia bangkit kembali.
Kita
juga harus memercayai janji-janji Allah, dan beriman bahwa Dia, akan membimbing
kita, dan menyediakan bagi kita, sewaktu kita mengikuti Dia.
Kita
harus berdiri teguh dalam menghadapi penentangan.
Sama
seperti orang Tesalonika menghadapi penganiayaan dan penentangan karena iman
mereka, kita juga mungkin menghadapi tantangan dan hambatan, ketika kita
berusaha untuk menghidupi Injil.
Penting
untuk berdiri teguh dalam keyakinan kita, dan percaya pada kekuatan Tuhan untuk
menopang kita.
Paulus
berkomitmen untuk membagikan Injil kepada sebanyak mungkin orang, dan kita juga
harus bersemangat, untuk membagikan kabar baik tentang Yesus kepada orang lain.
Ini
berarti menjalankan iman kita, dengan cara yang terlihat, dan menarik bagi
orang lain, dan bersedia berbicara dengan berani, tentang kepercayaan kita
ketika ada kesempatan untuk itu.
Dengan
menerapkan pelajaran ini dalam kehidupan kita, kita dapat mengalami sukacita
menerima dan menjalankan pesan Injil.
Kita
dapat bertumbuh dalam hubungan kita dengan Tuhan, mengalami kasih dan
anugerah-Nya, dan membagikan pesan pengharapan dan keselamatan-Nya kepada orang
lain.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
Terima
kasih atas karunia Injil, dan telah membuatnya tersedia bagi kami.
Terima
kasih telah memilih untuk mengungkapkan kebenaran Tuhan kepada kami, dan telah
memanggil kami untuk menjalin hubungan dengan Tuhan.
Kami
bersyukur atas cinta dan kasih karunia tanpa syarat dari Tuhan, dan atas
pengampunan dan kehidupan baru, yang datang melalui iman kepada Yesus Kristus.
Bantu
kami untuk menjalani kehidupan yang menghormati Tuhan, dan untuk berbagi cinta
dan kebenaran Tuhan dengan orang lain.
Terima
kasih atas kesetiaan Tuhan, dan membuat kami layak, sebagai Pemberita Injil.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar