Kuasa Roh Kudus, Menghasilkan Kekuatan Iman yang Tak Tergoyahkan. Kisah Para Rasul 4: 1-11 | SBU GPIB
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Kuasa
Roh Kudus, Menghasilkan Kekuatan Iman yang Tak Tergoyahkan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kisah Para Rasul 4, ayat 1 sampai ayat 11, yang berbunyi sebagai berikut:
Ketika Petrus dan Yohanes sedang berbicara kepada
orang banyak, mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait
Allah serta orang-orang Saduki.
Orang-orang itu sangat marah karena mereka mengajar orang
banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang
mati.
Mereka ditangkap dan diserahkan ke dalam tahanan sampai
keesokan harinya, karena hari telah malam.
Tetapi di antara orang yang mendengar ajaran itu banyak yang
menjadi percaya, sehingga jumlah mereka menjadi kira-kira lima ribu
orang laki-laki.
Pada keesokan harinya pemimpin-pemimpin Yahudi
serta tua-tua dan ahli-ahli Taurat mengadakan sidang di Yerusalem
dengan Imam Besar Hanas dan Kayafas, Yohanes dan Aleksander
dan semua orang lain yang termasuk keturunan Imam Besar.
Lalu Petrus dan Yohanes dihadapkan kepada sidang itu dan
mulai diperiksa dengan pertanyaan ini: "Dengan kuasa manakah atau dalam
nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
Maka jawab Petrus, penuh dengan Roh Kudus: "Hai
pemimpin-pemimpin umat dan tua-tua,
jika kami sekarang harus diperiksa karena suatu kebajikan
kepada seorang sakit dan harus menerangkan dengan kuasa manakah
orang itu disembuhkan,
maka ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat
Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah
kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang
mati--bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di
depan kamu.
Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang
bangunan--yaitu kamu sendiri--,namun ia telah menjadi batu penjuru.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Dalam
Kisah Para Rasul 4, ayat 1 sampai ayat 11, kita menemukan peristiwa penting,
yang terungkap dalam komunitas Kristen mula-mula. Setelah penyembuhan ajaib
seorang pengemis lumpuh oleh Petrus dan Yohanes, di gerbang bait suci, mereka
dibawa ke hadapan otoritas agama, untuk diinterogasi. Para pemimpin agama, termasuk
imam besar, tua-tua, dan orang Saduki, merasa khawatir dengan meningkatnya
pengaruh dan popularitas para rasul, serta ajaran mereka tentang kebangkitan
Yesus. Perjumpaan ini mencerminkan ketegangan yang meningkat, antara gerakan
Kristen yang muncul, dan otoritas agama Yahudi yang mapan, pada saat itu.
Para
pemimpin agama menanyai Petrus dan Yohanes, menuntut untuk mengetahui, dengan
kuasa atau nama siapa, mereka telah melakukan penyembuhan. Petrus, yang
dipenuhi dengan Roh Kudus, menjawab dengan berani, dan menekankan bahwa, dengan
nama Yesus Kristus dari Nazaret, mukjizat kesembuhan itu terjadi. Dia
menyatakan bahwa, keselamatan tidak dapat ditemukan pada siapa pun, selain
Yesus, yang telah ditolak dan disalibkan, tetapi telah dibangkitkan oleh Allah
Bapa, dari antara orang mati.
Perikop
ini, menyoroti iman Kristen mula-mula yang tak tergoyahkan, dan keberanian
mereka untuk mewartakan Yesus, sebagai satu-satunya sumber keselamatan, bahkan
di hadapan penentangan, dan adanya potensi penganiayaan. Bagian ini
menggarisbawahi pesan sentral dari iman Kristen, menekankan kuasa dan otoritas
Yesus Kristus. Itu juga menandakan konflik dan tantangan, yang akan dihadapi
komunitas Kristen mula-mula, ketika mereka menyebarkan pesan kebangkitan Yesus
dan Injil, ke seluruh Kekaisaran Romawi. Secara keseluruhan, bagian ini
berfungsi sebagai bukti, keyakinan orang percaya awal, dan dampak
transformasional dari iman mereka.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Pesan
akan adanya Oposisi bagi orang Kristen.
Saat
kita melihat komunitas Kristen mula-mula dalam Kisah Para Rasul, kita menemukan
Petrus dan Yohanes menghadapi tentangan keras, dari otoritas agama pada zaman
mereka. Demikian pula, dalam konteks kita sekarang, kita menjumpai berbagai
bentuk penentangan terhadap iman kita. Ini mungkin bermanifestasi sebagai
skeptisisme, relativisme budaya, atau bahkan penganiayaan. Namun, pesan Tuhan
bagi kita tetap jelas, Roh-Nya memampukan kita untuk berdiri teguh di hadapan
penentangan. Sama seperti Dia memampukan Petrus dan Yohanes, untuk dengan
berani menyatakan nama Yesus, Tuhan menginginkan kita untuk menjadi saksi yang
berani, tidak tergoyahkan oleh tantangan, yang selalu kita hadapi.
Pesan
akan adanya kekuatan Iman, yang Tak Tergoyahkan.
Dalam
perikop ini, kita menyaksikan iman Petrus yang tak tergoyahkan, yang dipenuhi
dengan Roh Kudus. Iman ini tidak tergoyahkan, karena didasarkan pada kuasa
kebangkitan Yesus. Dalam keadaan kita saat ini, kita harus menyadari, bahwa
kuasa Roh yang sama, juga tersedia bagi kita. Melalui Roh Tuhanlah kita
menerima kekuatan, ketahanan, dan iman yang tak tergoyahkan. Kerinduan Tuhan
adalah, agar kita memanfaatkan kekuatan ini, membiarkannya menghasilkan dalam
diri kita, iman yang tidak dapat digoyahkan, oleh pencobaan hidup yang berat,
sekali pun.
Pesan
akan adanya dampak Transformasional.
Ketika
Petrus dengan berani menyatakan nama Yesus, di hadapan otoritas agama, kuasa
Roh terlihat jelas dalam kata-kata dan tindakannya. Saat kita merenungkan
kehidupan kita saat ini, pesan Tuhan bagi kita adalah, untuk mengenali dampak
transformasional dari iman yang tak tergoyahkan. Iman kita memiliki potensi
untuk menyentuh kehidupan, mengubah hati, dan membawa kebangunan rohani dalam
komunitas kita. Allah menginginkan kita, untuk melibatkan kuasa Roh Kudus, membiarkan
Roh Tuhan itu, menyalakan api di dalam diri kita, untuk menyebarkan kabar
keselamatan dan harapan, kepada orang-orang di sekitar kita.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Dalam
terang pesan Tuhan bagi kita hari ini, kita dipanggil sebagai orang Kristen,
untuk menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan kita sehari-hari. Kita harus
meminta, dan mencari kehadiran Roh Kudus yang menguatkan, melalui doa, lewat mempelajari
Firman Tuhan, dan dengan bersekutu bersama sesama orang percaya lainnya. Kita
harus berusaha untuk memupuk hubungan yang dalam dan pribadi, dengan Yesus,
melabuhkan iman kita pada kebenaran kebangkitan-Nya yang tak tergoyahkan. Hidup
kita harus mencerminkan kuasa Roh Kudus yang mengubahkan, ketika kita dengan
berani menyatakan nama Yesus, dan berbagi pengharapan yang telah kita temukan
di dalam Dia, kepada orang lain di sekitar kita dan di seluruh dunia.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih kepada-Mu, atas pesan abadi yang terkandung dalam Kisah Para
Rasul 4, ayat 1 sampai ayat 11 ini. Kami memohon agar Roh-Mu, memberdayakan
kami untuk memeluk iman yang tak tergoyahkan, sama seperti Engkau memampukan
Petrus dan Yohanes. Penuhi kami dengan kehadiran-Mu, dan berikan kami kekuatan
untuk menghadapi berbagai penolakan dan tantangan, dengan keyakinan yang tak
tergoyahkan. Tolong kami untuk menjadi saksi yang berani bagi-Mu, mengubah
hidup, dan menyebarkan pesan keselamatan kepada orang-orang, di sekitar kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar