Langsung ke konten utama

"Menemukan Kebenaran Alkitab yang Tersembunyi. Lukas 24: 22-27 | SBU GPIB Sangkakala.

Hari ini kita akan mengeksplorasi tema:

 

"Menemukan Kebenaran Alkitab yang Tersembunyi.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Lukas 24, ayat 22 sampai ayat 27, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Tetapi beberapa perempuan dari kalangan kami telah mengejutkan kami: Pagi-pagi buta mereka telah pergi ke kubur, 

 dan tidak menemukan mayat-Nya. Lalu mereka datang dengan berita, bahwa telah kelihatan kepada mereka malaikat-malaikat, yang mengatakan, bahwa Ia hidup. 

 Dan beberapa teman kami telah pergi ke kubur itu dan mendapati, bahwa memang benar yang dikatakan perempuan-perempuan itu, tetapi Dia tidak mereka lihat." 

 Lalu Ia berkata kepada mereka: "Hai kamu orang bodoh, betapa lambannya hatimu, sehingga kamu tidak percaya segala sesuatu, yang telah dikatakan para nabi! 

 Bukankah Mesias harus menderita semuanya itu untuk masuk ke dalam kemuliaan-Nya?" 

 Lalu Ia menjelaskan kepada mereka apa yang tertulis tentang Dia dalam seluruh Kitab Suci, mulai dari kitab-kitab Musa dan segala kitab nabi-nabi. 

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Haleluya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Lukas 24, ayat 22 sampai ayat 27, adalah bagian dari Injil Lukas, yang menggambarkan pertemuan antara dua murid Yesus di jalan menuju Emaus, dengan seorang yang mereka anggap sebagai orang asing, yang bergabung dengan mereka dalam perjalanan mereka.

Perikop ini terjadi tidak lama setelah penyaliban Yesus, dan sebelum kenaikan Tuhan Yesus ke Sorga.

Kedua murid sedang mendiskusikan peristiwa yang terjadi di Yerusalem, termasuk kematian Yesus, dan merasa sangat sedih, dengan apa yang telah terjadi.

 

Dalam paragraf pertama perikop ini, kedua murid mengungkapkan kebingungan dan kekecewaan mereka, tentang peristiwa yang terjadi di Yerusalem.

Mereka berharap bahwa Yesus akan menjadi orang yang menebus Israel, tetapi penyalibannya telah memupuskan harapan mereka.

Mereka juga bingung dengan laporan bahwa makam Yesus kosong, dan beberapa wanita yang mengunjungi makam tersebut mengaku melihat malaikat yang mengatakan bahwa Yesus hidup.

Para murid berjuang untuk memahami semua peristiwa ini, dan jelas berada dalam keadaan emosi yang kacau balau.

 

Di paragraf kedua bacaan ini, orang asing yang bergabung dengan kedua murid dalam perjalanan mereka menegur mereka karena kurangnya iman dan pengertian mereka.

Dia mengingatkan mereka, bahwa para nabi telah menubuatkan bahwa Mesias harus menderita sebelum masuk ke dalam kemuliaan-Nya.

Dia kemudian mulai menjelaskan Kitab Suci kepada mereka, mulai dari Musa dan semua Nabi, menunjukkan bagaimana mereka semua, menunjuk kepada Yesus, sebagai orang yang akan menggenapi nubuatan ini.

Ini adalah momen yang luar biasa, ketika para murid mulai memahami, bahwa kematian dan kebangkitan Yesus bukanlah suatu kegagalan, melainkan penggenapan rencana terbesar Allah.

 

Dalam paragraf ketiga bacaan ini, orang asing itu terus menjelaskan Kitab Suci kepada para murid, mengungkapkan bagaimana mereka semua menunjuk kepada Yesus, sebagai penggenapan rencana penebusan Allah.

Saat mereka berjalan di sepanjang jalan, para murid mendengarkan dengan saksama, saat orang asing itu membukakan makna Kitab Suci kepada mereka.

Mereka mulai menyadari, bahwa kematian dan kebangkitan Yesus bukanlah akhir dari pengharapan mereka, melainkan awal dari era baru, di mana kerajaan Allah akan didirikan di bumi.

 

Di paragraf keempat bacaan ini, orang asing itu menghilang dari pandangan mereka, saat mereka mencapai Emaus, dan para murid menyadari, bahwa Yesuslah yang telah berjalan bersama mereka selama ini.

Hati mereka membara di dalam diri mereka, saat merenungkan apa yang baru saja terjadi, dan mereka dipenuhi dengan kegembiraan dan keheranan, saat menyadari bahwa Yesus sungguh bangkit dan hidup.

Perjumpaan di jalan menuju Emaus ini merupakan pengingat yang kuat, bahwa Tuhan selalu bersama kita, bahkan di saat-saat kebingungan dan keputusasaan kita, dan bahwa Dia turut bekerja dalam segala hal, untuk kebaikan kita.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Murid-murid di jalan menuju Emaus berada dalam keadaan bingung dan putus asa.

Mereka baru saja menyaksikan penyaliban Yesus, dan mereka berjuang untuk memahami apa yang telah terjadi.

Mereka berharap bahwa Yesus akan menjadi orang yang menebus Israel, tetapi kematiannya telah menghancurkan harapan mereka.

Saat mereka berjalan, seorang asing bergabung dengan mereka, dan mereka mulai membicarakan peristiwa yang telah terjadi.

Orang asing itu menegur mereka karena kurangnya iman dan pemahaman mereka, dan dia mulai menjelaskan Kitab Suci kepada mereka, mulai dari Musa dan semua Nabi, menunjukkan bagaimana mereka semua menunjuk Yesus sebagai orang yang akan menggenapi nubuatan ini. Pertemuan di jalan menuju Emaus ini mengajarkan kita beberapa pelajaran penting tentang menemukan kebenaran Alkitab yang tersembunyi.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Pertama, kita perlu memiliki hati yang terbuka terhadap Firman Tuhan. Murid-murid di jalan menuju Emaus terbuka untuk orang asing yang bergabung dengan mereka, dan mereka bersedia mendengarkan apa yang dia katakan. Demikian pula, kita perlu terbuka terhadap Firman Tuhan, dan kita perlu bersedia mendengarkan apa yang Ia katakan kepada kita. Alkitab adalah Firman Tuhan, dan berisi kebenaran tersembunyi yang dapat mengubah hidup kita. Tetapi kita perlu memiliki hati yang mau menerima Firman Allah, dan kita perlu bersedia mendengarkan apa yang Ia katakan kepada kita.

 

Kedua, kita perlu mempelajari Kitab Suci dengan rajin. Orang asing di jalan menuju Emaus mulai menjelaskan Kitab Suci kepada para murid, mulai dari Musa dan semua Nabi, menunjukkan bagaimana mereka semua menunjuk Yesus sebagai orang yang akan menggenapi nubuatan tersebut. Ini menunjukkan kepada kita bahwa kita perlu mempelajari Kitab Suci dengan rajin jika kita ingin menemukan kebenaran Alkitab yang tersembunyi. Alkitab adalah buku yang kaya dan rumit, dan membutuhkan studi dan refleksi yang cermat jika kita ingin memahami maknanya yang lebih dalam. Sebagai orang Kristen, kita harus memprioritaskan untuk mempelajari Kitab Suci secara teratur dan mencari bimbingan Roh Kudus dalam pelajaran kita.

 

Ketiga, kita perlu menerapkan kebenaran yang kita temukan dalam kehidupan kita. Perjumpaan di jalan menuju Emaus tidak berakhir dengan penjelasan Kitab Suci. Orang asing itu terus berjalan bersama para murid, dan mereka mengundangnya untuk tinggal bersama mereka. Hanya ketika dia memecahkan roti bersama mereka barulah mereka mengenalinya sebagai Yesus. Ini menunjukkan kepada kita bahwa menemukan kebenaran Alkitab yang tersembunyi tidaklah cukup; kita perlu menerapkan kebenaran ini dalam kehidupan kita. Sebagai orang Kristen, kita dipanggil untuk menghidupi kebenaran yang kita temukan di dalam Kitab Suci. Kita harus diubah oleh pembaharuan akal budi kita, dan kita harus berjuang untuk hidup dengan cara yang menyenangkan Allah.

 

Sebagai penutup, kisah para murid dalam perjalanan ke Emaus mengajarkan kepada kita, pentingnya menemukan kebenaran Alkitab yang tersembunyi.

Kita perlu memiliki hati yang terbuka terhadap Firman Tuhan, mempelajari Kitab Suci dengan rajin, dan menerapkan kebenaran yang kita temukan dalam hidup kita. Saat kita melakukannya, kita akan menemukan kekayaan Firman Tuhan, dan kita akan diubah oleh pembaharuan akal budi kita. Marilah kita berdoa agar Tuhan memberi kita rahmat untuk terbuka terhadap Firman-Nya, untuk mempelajarinya dengan rajin, dan menerapkannya dalam hidup kita. Semoga kita diubah oleh kuasa Firman-Nya dan semoga hidup kita menjadi cerminan dari kasih dan anugerah-Nya.

 

 

Doa Hari Ini...

 

Tuhan Yesus,

 

kami berterima kasih atas hak istimewa untuk mempelajari Firman-Mu hari ini. Kami mohon agar Engkau memberi kami rahmat untuk memiliki hati yang terbuka terhadap Firman-Mu, untuk mempelajari Kitab Suci dengan rajin, dan menerapkan kebenaran yang kami temukan dalam hidup kami. Kami berdoa agar Firman-Mu akan mengubah kami dari dalam ke luar dan agar kami menjadi lebih seperti Putra-Mu, Yesus Kristus. Bantu kami untuk menghidupi kebenaran yang kami temukan dalam Firman-Mu dan menjadi terang bagi orang-orang di sekitar kami. Kami berdoa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Saat kita berangkat dari sini hari ini, mari kita pergi dengan pengetahuan bahwa menemukan kebenaran Alkitab yang tersembunyi bukan hanya latihan akademis, tetapi latihan transformasional. Semoga Tuhan memberkati Anda dan menjaga Anda, dan semoga Firman-Nya membimbing Anda dalam perjalanan Anda. Terima kasih telah bergabung dengan kami hari ini, dan semoga Tuhan memberkati Anda dengan berlimpah, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...