Langsung ke konten utama

Menemukan Rencana Allah bagi Hidup Kita. Lukas 24: 33-35 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,

adalah:

 

Menemukan Rencana Allah bagi Hidup Kita.

 

Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Lukas 24, ayat 31 sampai ayat 35, yang berbunyi sebagai berikut:

 

 Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.

  Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?" 

 Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama dengan teman-teman mereka.

 Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon." 

 Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan roti.

 

Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.

 

 

Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.

 

Perikop ini menggambarkan pertemuan antara dua murid Yesus, Cleopas dan seorang murid yang tidak disebutkan namanya, dan Yesus sendiri setelah kebangkitannya.

Bagian ini adalah bagian dari narasi yang lebih besar dalam Injil Lukas, di mana Yesus menampakkan diri kepada murid-muridnya setelah penyaliban dan penguburannya.

 

Saat mereka berjalan, Yesus menampakkan diri kepada mereka, tetapi mereka tidak mengenalinya.

Dia bertanya kepada mereka, apa yang mereka bicarakan, dan mereka terkejut, karena merasa bahwa Yesus adalah satu-satunya orang yang belum mendengar tentang kejadian baru-baru ini.

 

Yesus bergabung dengan para murid dalam perjalanan mereka dan mulai menjelaskan nubuatan dalam Kitab Suci Ibrani yang menubuatkan kematian dan kebangkitan-Nya.

Dia juga menjelaskan bagaimana peristiwa ini, merupakan bagian dari rencana Allah, untuk penebusan umat manusia.

Ketika mereka tiba di Emaus, para murid mengundang Yesus, untuk tinggal bersama mereka malam itu.

Saat makan, Yesus mengambil roti, memberkati, memecahkannya, dan memberikannya kepada mereka.

Pada titik ini, mata mereka terbuka dan mereka menyadari bahwa Yesuslah yang telah menyertai mereka selama ini, yang tidak bisa dikenali karena menggunakan tubuh kemuliaan kebangkitan-Nya.

 

Perjumpaan antara Yesus dan para murid di jalan menuju Emaus sering diartikan sebagai model bagaimana Yesus menampakkan diri kepada para pengikutnya.

Para murid pada awalnya tidak mengenali Yesus, tetapi melalui pengajaran dan tindakannya, mereka menjadi mengerti siapa dia.

Pemecahan roti juga dipandang sebagai simbol Ekaristi, sakramen Kristiani yang memperingati kematian dan kebangkitan Yesus.

Perikop ini menekankan pentingnya mengenali Yesus di tengah-tengah kita dan memahami pentingnya kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya.

 

Bagian ini menjadi penting untuk diterapkan pada kehidupan orang percaya kontemporer masa kini.

Perjumpaan antara Yesus dan para murid di jalan menuju Emaus, menjadi pengingat bahwa Yesus selalu hadir bersama kita, bahkan ketika kita tidak mengenalinya.

Itu juga menyoroti pentingnya mempelajari Kitab Suci, dan memahami maknanya bagi kehidupan kita.

Pemecahan roti adalah pengingat akan pentingnya persekutuan dan komunitas dalam iman Kristiani. Secara keseluruhan, bagian ini mendorong kita untuk mencari kehadiran Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari, dan memperdalam pemahaman kita tentang pesan dan misinya.

 

 

Apa Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?

 

Pertama dan terutama, Tuhan ingin agar kita mengenal Dia, dan mengasihi Dia dengan segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. (Baca Markus 12 ayat 30).

Ia menginginkan agar kita memiliki hubungan pribadi dengan-Nya, yang berakar pada iman, doa, dan ketaatan kita.

Tuhan Yesus ingin agar kita mencari kehendak-Nya untuk hidup kita, dan agar kita percaya pada kebaikan dan kesetiaan-Nya, bahkan ketika kita menghadapi kesulitan atau ketidakpastian.

 

Namun, rencana Tuhan bagi hidup kita tidak selalu mudah untuk dipahami.

Kita hidup di dunia yang penuh dengan gangguan, godaan, dan pesan yang bertentangan tentang apa yang penting atau berharga.

Kita mungkin merasa kewalahan atau bingung, tentang apa yang Tuhan ingin kita lakukan, atau untuk menjadi seperti apa.

Namun, kabar baiknya adalah, bahwa Tuhan tidak membiarkan kita memikirkannya sendiri.

Dia telah memberi kita Roh Kudus, yang membimbing kita ke dalam semua kebenaran, dan membantu kita membedakan kehendak-Nya. (Baca Yohanes 16 ayat 13).

Tuhan Yesus telah memberi kita Firman-Nya, yang berisi hikmat dan tuntunan yang kita butuhkan, untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan hati Tuhan. (Baca 2 Timotius 3, ayat 16 dan ayat 17).

Dia telah memberi kita gereja, yang menyediakan persekutuan orang percaya, dukungan dari saudara seiman, dan pertanggungjawaban sewaktu kita melakukan perjalanan bersama, menuju tujuan akhir, yaitu kehidupan kekal.

 

 

Apa Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?

 

Pertama, kita perlu meluangkan waktu untuk Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.

Ini berarti menyisihkan waktu untuk berdoa, belajar Alkitab, dan beribadah, dan dengan sengaja mencari bimbingan dan arahannya.

Kita juga perlu memupuk hati yang rendah hati dan berserah diri, menyadari bahwa jalan Tuhan lebih tinggi dari jalan kita, dan bahwa Dia mungkin menuntun kita ke jalan yang tidak kita duga atau pahami.

Kita harus terbuka untuk pimpinannya, dan bersedia mengambil risiko dan melangkah dengan iman ketika dia memanggil kita untuk melakukannya.

 

Kedua, kita harus rela melayani sesama dalam kasih, sama seperti Yesus melayani kita dengan memberikan hidup-Nya bagi kita. (Baca Yohanes 13, ayat 34 dan ayat 35).

Rencana Tuhan atas hidup kita bukan hanya tentang apa yang bisa kita dapatkan untuk diri kita sendiri, tetapi tentang bagaimana kita bisa menjadi berkat bagi orang lain, dan memajukan kerajaannya di dunia ini.

Ini berarti menggunakan karunia dan talenta kita untuk melayani orang lain, apakah itu melalui pekerjaan kita, hubungan kita, atau pelayanan kita di dalam gereja.

Itu berarti rela mengorbankan kepentingan dan keinginan kita sendiri demi orang lain, seperti yang Yesus lakukan untuk kita.

 

Terakhir, kita perlu memiliki iman dan kepercayaan pada kebaikan dan penyediaan Tuhan, bahkan ketika kita menghadapi pencobaan atau kesulitan.

Rencana Tuhan untuk hidup kita mungkin melibatkan masa-masa sulit atau penderitaan, tetapi kita dapat yakin, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, atau mengabaikan kita. (Baca Ibrani 13, ayat 5).

Kita dapat percaya bahwa Tuhan memiliki tujuan dan rencana untuk segala sesuatu yang terjadi pada kita, dan bahwa Dia akan menggunakan keadaan yang paling sulit sekalipun untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya. (Roma 8, ayat 28).

 

Kesimpulannya, menemukan rencana Tuhan bagi hidup kita tidak selalu mudah atau langsung, tetapi dimungkinkan melalui iman, doa, dan ketaatan.

 

Jadi, marilah kita berkomitmen untuk mencari kehendak Tuhan bagi hidup kita, dan setia pada panggilan yang telah Dia berikan kepada kita.

Marilah kita meluangkan waktu untuknya dalam kehidupan kita sehari-hari, dan marilah kita rela melayani orang lain dengan kasih dan kerendahan hati.

Marilah kita memercayai pemeliharaan dan bimbingan Tuhan, sekalipun kita tidak memahami jalan-jalan-Nya.

 

 

Mari Kita Tutup Dengan Doa...

 

Tuhan Yesus,

 

kami berterima kasih atas kasih dan kesetiaan Tuhan, dan atas rencana yang Tuhan miliki untuk hidup kami.

Kami memohon, agar Tuhan membimbing kami dengan Roh Kudus Tuhan, dan membantu kami untuk membedakan kehendak Tuhan dan mengikuti pimpinan Tuhan.

Beri kami hati yang terbuka untuk suara-Muu, dan roh yang rela digunakan oleh-Muu demi orang lain.

Bantu kami untuk percaya pada kebaikan dan penyediaan Tuhan, bahkan ketika kami menghadapi cobaan atau kesulitan.

Semoga hidup kami menjadi cerminan dari cinta dan kasih karunia-Muu, dan semoga kami setia pada panggilan yang telah Engkau berikan kepada kami.

 

Kami pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.

Amin.

 

Kiranya Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran. Matius 28: 11-15 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Dusta Dan Kompromi, Tidak Mampu Menutupi Kekuatan Kebenaran.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Matius 28, ayat 11 sampai ayat 15, yang berbunyi sebagai berikut:    Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala.   Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu   dan berkata: "Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur.   Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa."   Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera i...

Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan. Efesus 5:15-16 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Hidup Bijaksana, Di Dunia Yang Penuh Kebodohan.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Efesus 5, ayat 15 sampai ayat 16, yang berbunyi sebagai berikut:    Karena itu, perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif,   dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.     Demikian Pembacaan Alkitab. Hale luya.     Apa Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.   Efesus 5, ayat 15 dan ayat 16, adalah bagian dari Alkitab Perjanjian Baru, khususnya dari kitab Efesus. Untuk memahami isi, makna, dan maksudnya, penting untuk mempertimbangkan konteks kitab yang lebih luas dan ayat-ayat spesifiknya.   Kitab Efesus ditulis oleh rasul Paulus, dan berfungsi sebagai surat kepada komunitas Kristen mula-mula di Efesus...

Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya. Kejadian 1: 14-19 | SBU GPIB Sangkakala.

Tema Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini, adalah:   Kasih dan Perhatian Tuhan, Tercermin Dalam Keagungan Ciptaan-Nya.   Ayat Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah dari Kejadian 1, ayat 14 sampai ayat 19, yang berbunyi sebagai berikut:      Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun,  dan sebagai penerang pada cakrawala biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah demikian.   Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai siang dan yang lebih kecil untuk menguasai malam, dan menjadikan juga bintang-bintang.  Allah menaruh semuanya itu di cakrawala untuk menerangi bumi,   dan untuk menguasai siang dan malam, dan untu...