Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Menemukan
Rencana Allah bagi Hidup Kita.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Lukas 24, ayat 31 sampai ayat 35, yang berbunyi sebagai berikut:
Ketika itu terbukalah mata mereka dan merekapun mengenal
Dia, tetapi Ia lenyap dari tengah-tengah mereka.
Kata mereka seorang kepada yang lain: "Bukankah
hati kita berkobar-kobar, ketika Ia berbicara dengan kita di tengah
jalan dan ketika Ia menerangkan Kitab Suci kepada kita?"
Lalu bangunlah mereka dan terus kembali ke Yerusalem. Di
situ mereka mendapati kesebelas murid itu. Mereka sedang berkumpul bersama-sama
dengan teman-teman mereka.
Kata mereka itu: "Sesungguhnya Tuhan telah
bangkit dan telah menampakkan diri kepada Simon."
Lalu kedua orang itupun menceriterakan apa yang terjadi di
tengah jalan dan bagaimana mereka mengenal Dia pada waktu Ia memecah-mecahkan
roti.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Hale luya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Perikop
ini menggambarkan pertemuan antara dua murid Yesus, Cleopas dan seorang murid
yang tidak disebutkan namanya, dan Yesus sendiri setelah kebangkitannya.
Bagian
ini adalah bagian dari narasi yang lebih besar dalam Injil Lukas, di mana Yesus
menampakkan diri kepada murid-muridnya setelah penyaliban dan penguburannya.
Saat
mereka berjalan, Yesus menampakkan diri kepada mereka, tetapi mereka tidak
mengenalinya.
Dia
bertanya kepada mereka, apa yang mereka bicarakan, dan mereka terkejut, karena
merasa bahwa Yesus adalah satu-satunya orang yang belum mendengar tentang
kejadian baru-baru ini.
Yesus
bergabung dengan para murid dalam perjalanan mereka dan mulai menjelaskan
nubuatan dalam Kitab Suci Ibrani yang menubuatkan kematian dan kebangkitan-Nya.
Dia
juga menjelaskan bagaimana peristiwa ini, merupakan bagian dari rencana Allah,
untuk penebusan umat manusia.
Ketika
mereka tiba di Emaus, para murid mengundang Yesus, untuk tinggal bersama mereka
malam itu.
Saat
makan, Yesus mengambil roti, memberkati, memecahkannya, dan memberikannya
kepada mereka.
Pada
titik ini, mata mereka terbuka dan mereka menyadari bahwa Yesuslah yang telah
menyertai mereka selama ini, yang tidak bisa dikenali karena menggunakan tubuh kemuliaan
kebangkitan-Nya.
Perjumpaan
antara Yesus dan para murid di jalan menuju Emaus sering diartikan sebagai
model bagaimana Yesus menampakkan diri kepada para pengikutnya.
Para
murid pada awalnya tidak mengenali Yesus, tetapi melalui pengajaran dan
tindakannya, mereka menjadi mengerti siapa dia.
Pemecahan
roti juga dipandang sebagai simbol Ekaristi, sakramen Kristiani yang
memperingati kematian dan kebangkitan Yesus.
Perikop
ini menekankan pentingnya mengenali Yesus di tengah-tengah kita dan memahami
pentingnya kehidupan, kematian, dan kebangkitan-Nya.
Bagian
ini menjadi penting untuk diterapkan pada kehidupan orang percaya kontemporer
masa kini.
Perjumpaan
antara Yesus dan para murid di jalan menuju Emaus, menjadi pengingat bahwa
Yesus selalu hadir bersama kita, bahkan ketika kita tidak mengenalinya.
Itu
juga menyoroti pentingnya mempelajari Kitab Suci, dan memahami maknanya bagi
kehidupan kita.
Pemecahan
roti adalah pengingat akan pentingnya persekutuan dan komunitas dalam iman
Kristiani. Secara keseluruhan, bagian ini mendorong kita untuk mencari
kehadiran Yesus dalam kehidupan kita sehari-hari, dan memperdalam pemahaman
kita tentang pesan dan misinya.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita Yang Hidup di Masa Kini?
Pertama
dan terutama, Tuhan ingin agar kita mengenal Dia, dan mengasihi Dia dengan
segenap hati, jiwa, akal budi, dan kekuatan kita. (Baca Markus 12 ayat 30).
Ia
menginginkan agar kita memiliki hubungan pribadi dengan-Nya, yang berakar pada
iman, doa, dan ketaatan kita.
Tuhan
Yesus ingin agar kita mencari kehendak-Nya untuk hidup kita, dan agar kita
percaya pada kebaikan dan kesetiaan-Nya, bahkan ketika kita menghadapi
kesulitan atau ketidakpastian.
Namun,
rencana Tuhan bagi hidup kita tidak selalu mudah untuk dipahami.
Kita
hidup di dunia yang penuh dengan gangguan, godaan, dan pesan yang bertentangan
tentang apa yang penting atau berharga.
Kita
mungkin merasa kewalahan atau bingung, tentang apa yang Tuhan ingin kita
lakukan, atau untuk menjadi seperti apa.
Namun,
kabar baiknya adalah, bahwa Tuhan tidak membiarkan kita memikirkannya sendiri.
Dia
telah memberi kita Roh Kudus, yang membimbing kita ke dalam semua kebenaran,
dan membantu kita membedakan kehendak-Nya. (Baca Yohanes 16 ayat 13).
Tuhan
Yesus telah memberi kita Firman-Nya, yang berisi hikmat dan tuntunan yang kita
butuhkan, untuk menjalani kehidupan yang menyenangkan hati Tuhan. (Baca 2
Timotius 3, ayat 16 dan ayat 17).
Dia
telah memberi kita gereja, yang menyediakan persekutuan orang percaya, dukungan
dari saudara seiman, dan pertanggungjawaban sewaktu kita melakukan perjalanan
bersama, menuju tujuan akhir, yaitu kehidupan kekal.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita Sehari-hari?
Pertama,
kita perlu meluangkan waktu untuk Tuhan dalam kehidupan kita sehari-hari.
Ini
berarti menyisihkan waktu untuk berdoa, belajar Alkitab, dan beribadah, dan
dengan sengaja mencari bimbingan dan arahannya.
Kita
juga perlu memupuk hati yang rendah hati dan berserah diri, menyadari bahwa
jalan Tuhan lebih tinggi dari jalan kita, dan bahwa Dia mungkin menuntun kita
ke jalan yang tidak kita duga atau pahami.
Kita
harus terbuka untuk pimpinannya, dan bersedia mengambil risiko dan melangkah
dengan iman ketika dia memanggil kita untuk melakukannya.
Kedua,
kita harus rela melayani sesama dalam kasih, sama seperti Yesus melayani kita
dengan memberikan hidup-Nya bagi kita. (Baca Yohanes 13, ayat 34 dan ayat 35).
Rencana
Tuhan atas hidup kita bukan hanya tentang apa yang bisa kita dapatkan untuk
diri kita sendiri, tetapi tentang bagaimana kita bisa menjadi berkat bagi orang
lain, dan memajukan kerajaannya di dunia ini.
Ini
berarti menggunakan karunia dan talenta kita untuk melayani orang lain, apakah
itu melalui pekerjaan kita, hubungan kita, atau pelayanan kita di dalam gereja.
Itu
berarti rela mengorbankan kepentingan dan keinginan kita sendiri demi orang
lain, seperti yang Yesus lakukan untuk kita.
Terakhir,
kita perlu memiliki iman dan kepercayaan pada kebaikan dan penyediaan Tuhan,
bahkan ketika kita menghadapi pencobaan atau kesulitan.
Rencana
Tuhan untuk hidup kita mungkin melibatkan masa-masa sulit atau penderitaan,
tetapi kita dapat yakin, bahwa Tuhan tidak akan pernah meninggalkan kita, atau
mengabaikan kita. (Baca Ibrani 13, ayat 5).
Kita
dapat percaya bahwa Tuhan memiliki tujuan dan rencana untuk segala sesuatu yang
terjadi pada kita, dan bahwa Dia akan menggunakan keadaan yang paling sulit
sekalipun untuk kebaikan kita dan kemuliaan-Nya. (Roma 8, ayat 28).
Kesimpulannya,
menemukan rencana Tuhan bagi hidup kita tidak selalu mudah atau langsung,
tetapi dimungkinkan melalui iman, doa, dan ketaatan.
Jadi,
marilah kita berkomitmen untuk mencari kehendak Tuhan bagi hidup kita, dan
setia pada panggilan yang telah Dia berikan kepada kita.
Marilah
kita meluangkan waktu untuknya dalam kehidupan kita sehari-hari, dan marilah
kita rela melayani orang lain dengan kasih dan kerendahan hati.
Marilah
kita memercayai pemeliharaan dan bimbingan Tuhan, sekalipun kita tidak memahami
jalan-jalan-Nya.
Mari
Kita Tutup Dengan Doa...
Tuhan
Yesus,
kami
berterima kasih atas kasih dan kesetiaan Tuhan, dan atas rencana yang Tuhan
miliki untuk hidup kami.
Kami
memohon, agar Tuhan membimbing kami dengan Roh Kudus Tuhan, dan membantu kami
untuk membedakan kehendak Tuhan dan mengikuti pimpinan Tuhan.
Beri
kami hati yang terbuka untuk suara-Muu, dan roh yang rela digunakan oleh-Muu
demi orang lain.
Bantu
kami untuk percaya pada kebaikan dan penyediaan Tuhan, bahkan ketika kami
menghadapi cobaan atau kesulitan.
Semoga
hidup kami menjadi cerminan dari cinta dan kasih karunia-Muu, dan semoga kami
setia pada panggilan yang telah Engkau berikan kepada kami.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar