Mengatasi kesulitan, Tanpa Melalaikan Tugas Penginjilan. Kisah Para Rasul 8" 4-5 | SBU GPIB Sangkakala.
Tema
Renungan Firman Tuhan untuk renungan hari ini,
adalah:
Mengatasi
kesulitan, Tanpa Melalaikan Tugas Penginjilan.
Ayat
Alkitab, yang kita baca sesuai bacaan Sabda Bina Umat G P I B hari ini, adalah
dari Kisah Para Rasul 8, ayat 4 sampai ayat 5, yang berbunyi sebagai berikut:
Mereka yang tersebar itu menjelajah seluruh
negeri itu sambil memberitakan Injil.
Dan Filipus t pergi ke
suatu kota di Samaria dan memberitakan Mesias kepada orang-orang di
situ.
Demikian
Pembacaan Alkitab. Haleluya.
Apa
Isi Firman Tuhan ini, dan tentang apa.
Perikop
ini berada dalam konteks gereja Kristen mula-mula, tidak lama setelah kematian
dan kebangkitan Yesus Kristus.
Kitab
Kisah Para Rasul menggambarkan, bagaimana para rasul dan orang percaya lainnya,
menyebarkan pesan Injil Yesus ke seluruh dunia, meskipun menghadapi
penganiayaan, dan tentangan dari otoritas agama dan politik, pada masa itu.
Dalam
Kisah Para Rasul 8, kita melihat bahwa, beberapa orang percaya terpaksa
meninggalkan Yerusalem karena penganiayaan, dan tersebar di seluruh wilayah.
Terlepas
dari kesulitan ini, mereka terus membagikan pesan Yesus, ke mana pun mereka
pergi.
Filipus,
salah satu pemimpin Kristen mula-mula, melakukan perjalanan ke Samaria, dan menyampaikan
pesan Mesias di sana.
Ini
penting, karena Samaria adalah wilayah yang dipandang rendah oleh orang Yahudi
pada waktu itu, dan fakta bahwa Filipus berkhotbah di sana, menunjukkan
universalitas pesan Kristen.
Tujuan
dari Kisah Para Rasul 8, ayat 4 dan ayat 5, adalah untuk menyoroti ketahanan,
dan dedikasi orang-orang Kristen mula-mula, dalam menyebarkan pesan Yesus,
meskipun ada banyak rintangan dan tantangan.
Itu
juga menekankan universalitas pesan Kristen, yang dimaksudkan untuk semua
orang, tanpa memandang etnis atau kebangsaan.
Fakta
bahwa Filipus berkhotbah di Samaria, wilayah yang secara tradisional dipandang
rendah oleh orang Yahudi, menyoroti gagasan bahwa pesan Injil adalah untuk
semua orang, tanpa memandang status social, atau latar belakang.
Secara
keseluruhan, Kisah Para Rasul 8, ayat 4 dan ayat 5, mencerminkan pentingnya
penginjilan dan menyebarkan pesan Injil, bahkan dalam menghadapi tentangan dan
kesulitan.
Itu
mendorong orang Kristen untuk tetap setia dalam misi mereka, untuk membagikan
pesan Yesus Kristus kepada dunia di sekitar mereka, dan melakukannya dengan
penuh dedikasi dan ketahanan yang tinggi, bahkan ketika menghadapi tantangan
yang signifikan.
Dengan
membagikan pesan Injil kepada orang lain, kita dapat membawa pengharapan dan
penyembuhan Kristus, kepada mereka yang membutuhkan, dan membantu mengubah
dunia menjadi lebih baik.
Apa
Pesan Tuhan Untuk Kita?
Kerinduan
Allah, adalah agar kita tidak membiarkan kesulitan dan pergumulan hidup kita,
mengalihkan perhatian kita dari tugas penginjilan.
Sebaliknya,
kita harus tetap teguh dalam komitmen kita, untuk menyebarkan pesan Injil,
bahkan ketika menghadapi penentangan dan penganiayaan.
Untuk
bisa mengatasi kesulitan, dengan tetap melakukan penginjilan, kita dapat
mengambil contoh dari orang-orang Kristen mula-mula, yang tetap berdedikasi,
untuk membagikan pesan Injil, meskipun menghadapi tantangan yang signifikan.
Khotbah
dapat mengeksplorasi cara-cara, di mana kita dapat meniru teladan mereka,
seperti tetap teguh dalam doa, mencari kekuatan dan bimbingan dari Tuhan, dan
tetap terhubung dengan komunitas orang percaya yang mendukung.
Pesan
lain yang dapat dilihat dalam konteks tema ini, mungkin termasuk pentingnya
memupuk ketangguhan dan ketekunan, peran kerendahan hati dan kasih karunia
dalam mengatasi rintangan, dan perlunya bersandar pada kuasa dan kekuatan Tuhan
dalam menghadapi kesulitan.
Pada
akhirnya, perikop ini, mengingatkan kita, bahwa misi kita sebagai orang Kristen,
adalah untuk membagikan pesan Yesus Kristus kepada dunia di sekitar kita, dan
bahwa kita tidak boleh membiarkan kesulitan dan pergumulan kita, mengalihkan
perhatian kita dari misi ini.
Dengan
tetap teguh dalam iman dan komitmen kita untuk penginjilan, kita dapat
mengatasi rintangan, dan membawa pengharapan dan kesembuhan Kristus, kepada
orang-orang di sekitar kita.
Apa
Yang Harus Kita Terapkan, Dalam Kehidupan Kita?
Kita
perlu memiliki keberanian untuk membagikan iman kita kepada orang lain, seperti
yang dilakukan orang Kristen mula-mula.
Ini
berarti bersedia berbicara tentang kepercayaan kita, bahkan saat menghadapi
tentangan atau ejekan.
Kita
harus taat pada panggilan Tuhan dalam hidup kita, untuk membagikan pesan Injil
kepada orang lain.
Ini
berarti, bersedia untuk melangkah dengan keyakinan dan mengambil risiko, bahkan
ketika itu terasa tidak nyaman, atau menakutkan.
Kita
perlu berdoa memohon bimbingan dan arahan dari Roh Kudus, yang memberdayakan
kita untuk menjadi saksi Kristus yang efektif.
Ini
berarti, kita harus meluangkan waktu untuk berdoa, dan mencari kehendak Tuhan
atas hidup kita, sehingga kita dapat dibimbing oleh hikmat dan kekuatan-Nya.
Kita
perlu bertekun dalam kesaksian kita, bahkan ketika kita merasa tidak membuat
kemajuan apa pun, atau menghadapi berbagai tantangan, dan kesulitan hidup.
Ini
berarti, kita harus bersabar dan gigih, percaya bahwa Tuhan akan menggunakan
kesaksian kita untuk tujuan-Nya, meskipun kita tidak selalu melihat hasilnya.
Dengan
menerapkan prinsip-prinsip ini dalam kehidupan kita, kita dapat menjadi saksi
Kristus yang menggunakan kuasa, yang diberikan kepada kita oleh Roh Kudus.
Kita
dapat membagikan pesan Injil kepada orang lain, dengan berani dan patuh,
percaya pada bimbingan dan kekuatan Tuhan, dan bertekun dalam kesaksian kita,
bahkan saat menghadapi kesulitan.
Dengan
melakukan itu, kita dapat membantu mengubah dunia, menjadi lebih baik, membawa
harapan dan kesembuhan bagi mereka yang membutuhkan, dan membagikan kasih
Kristus kepada semua orang di sekitar kita.
Doa
Hari Ini...
Tuhan
Yesus,
kami
datang kepada Tuhan hari ini, meminta kekuatan dan keberanian, untuk mengatasi
kesulitan yang kami hadapi, dalam membagikan pesan Injil kepada orang lain.
Bantulah
kami untuk tetap tabah dan berdedikasi pada misi kami, bahkan ketika kami
merasa putus asa atau takut.
Berilah
kami keberanian untuk berbicara tentang iman kami, dan kebijaksanaan untuk
mengetahui cara terbaik, untuk membagikan kasih Tuhan, kepada orang-orang di
sekitar kami.
Tuhan,
kami tahu bahwa kami tidak dapat melakukan ini sendiri.
Kami
membutuhkan kekuatan dan bimbingan Tuhan, untuk menjadi saksi yang efektif bagi
Kristus, dan menggunakan kuasa yang telah Tuhan berikan kepada kami melalui Roh
Kudus.
Bantu
kami untuk mengandalkan Tuhan sepenuhnya, dan untuk percaya pada rencana Tuhan
untuk hidup kami.
Kami
juga berdoa bagi mereka, yang bergumul dengan keadaan sulit dalam hidup mereka.
Kiranya
rahmat dan kasih karunia Tuhan, menjadi sumber kekuatan dan penghiburan bagi
mereka, dan semoga mereka diilhami oleh kesaksian kami, untuk berpaling kepada Tuhan
dalam iman.
Kami
pohonkan doa ini dalam nama Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kami.
Amin.
Kiranya
Tuhan Menguatkan Kita, dan Kasih Karunia Tuhan Yesus, Menyertai Kita.
Komentar
Posting Komentar